Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi rapor sekolah yang layak dipakai: 9 fitur wajib, pertanyaan untuk penyedia, cara uji coba sebelum memutuskan, dan daftar cek untuk semua jenjang.
Aplikasi rapor sekolah adalah perangkat lunak untuk mengumpulkan nilai dari guru, mengolahnya, menyusun deskripsi, dan mencetak atau menerbitkan rapor sesuai format kurikulum yang berlaku. Pilihan aplikasinya banyak, dari yang gratis sampai berbayar, dari yang khusus rapor sampai yang menjadi bagian sistem sekolah lengkap. Agar tidak salah pilih, sekolah perlu tahu fitur mana yang wajib dan mana yang sekadar pemanis.
Artikel ini merangkum sembilan fitur wajib aplikasi rapor sekolah, pertanyaan yang perlu diajukan ke penyedia, cara menguji sebelum memutuskan, dan daftar cek akhir. Bila ingin memahami alur datanya terlebih dahulu, baca "Sistem Rapor Sekolah: Alur Data dari Nilai sampai Cetak".
Nama, NISN, dan rombel sebaiknya bisa diimpor dari file yang sudah dimiliki sekolah, misalnya file ekspor Dapodik atau EMIS. Mengetik ulang ratusan nama hampir pasti menimbulkan salah ketik.
Wakasek Kurikulum atau operator mengatur mapel per rombel dan guru pengampunya sekali di awal semester. Guru lalu hanya melihat kelas dan mapel yang ia ajar.
Kurikulum Merdeka menekankan capaian per tujuan pembelajaran. Aplikasi perlu menampung nilai sumatif per TP dan, bila sekolah mau, catatan formatif.
Deskripsi capaian sebaiknya bisa disusun dari TP dengan capaian tertinggi dan terendah, lalu disunting guru. Deskripsi yang sepenuhnya otomatis tanpa suntingan berisiko seragam.
Rekap kehadiran idealnya diambil dari presensi harian, dan nilai ekstrakurikuler diisi langsung oleh pembina.
Wali kelas melihat mapel mana yang sudah dan belum lengkap tanpa menagih satu per satu.
Ada tahap draf, pratinjau per murid, lalu pengesahan oleh Kepala Sekolah. Setelah disahkan, nilai terkunci agar tidak berubah tanpa jejak.
Rapor bisa dicetak sesuai format yang berlaku, termasuk leger, dan tersimpan untuk dicari kembali di tahun-tahun berikutnya.
Guru mapel, wali kelas, Wakasek, Kepala Sekolah, dan orang tua melihat bagian yang berbeda. Ini menjaga kerahasiaan sekaligus mencegah salah ubah.
SD membutuhkan tampilan per murid lintas mapel karena guru kelas mengisi hampir semuanya. SMP dan SMA membutuhkan pemantauan kelengkapan dari banyak guru mapel. SMK perlu ruang untuk nilai praktik dan PKL. Madrasah perlu mapel keagamaan dan format yang sesuai ketentuan Kemenag. Pastikan aplikasi yang dipilih mendukung jenjang Bapak/Ibu, bukan hanya jenjang yang dipakai di demo.
| Pertanyaan | Mengapa penting |
|---|---|
| Format rapor jenjang apa saja yang didukung? | SD, SMP, SMA, SMK, dan madrasah punya kebutuhan berbeda |
| Bagaimana jika ketentuan rapor berubah? | Kurikulum berubah dari waktu ke waktu; aplikasi harus diperbarui |
| Apakah data murid bisa diimpor? | Menghemat waktu dan mengurangi salah ketik |
| Bagaimana biaya dihitung? | Biaya per murid membengkak saat sekolah tumbuh |
| Apakah data bisa diekspor bila berhenti? | Data tetap milik sekolah |
| Apakah ada iklan atau penjualan data? | Menyangkut privasi murid |
| Bagaimana dukungan saat musim rapor? | Masalah biasanya muncul menjelang tenggat |
Jangan memutuskan dari demo. Lakukan uji coba kecil:
Uji coba ini paling baik dilakukan di tengah semester, bukan di minggu rapor.
| Kategori | Kelebihan | Hal yang perlu diwaspadai |
|---|---|---|
| Aplikasi rapor resmi pemerintah | Sesuai format resmi | Data harian seperti presensi biasanya tetap dikerjakan terpisah |
| Lembar kerja buatan sendiri | Gratis dan fleksibel | Rawan rumus rusak, sulit dipakai bersama |
| Aplikasi khusus rapor berbayar | Fokus pada rapor | Biaya sering per murid, data lain tetap terpisah |
| Bagian dari sistem sekolah | Data dari presensi dan profil murid ikut terpakai | Perlu kesiapan memakai modul lain |
Biaya aplikasi bukan hanya harga langganan. Hitung juga waktu guru untuk belajar, biaya cetak, dan biaya bila harus pindah aplikasi di tengah jalan. Sebagai ilustrasi, aplikasi yang dihitung Rp5.000–Rp15.000 per murid per bulan untuk SD dengan 300 murid berarti Rp18 juta–Rp54 juta per tahun. Bandingkan dengan aplikasi yang dihitung per lembaga, lalu tanyakan apa saja yang termasuk di dalam paket dan apa yang dikenakan biaya tambahan.
| Pertanyaan | Ya/Tidak |
|---|---|
| Data murid bisa diimpor? | |
| Nilai per tujuan pembelajaran? | |
| Deskripsi bisa disusun dan disunting? | |
| Presensi terhubung ke rapor? | |
| Ada pemantauan kelengkapan untuk wali kelas? | |
| Ada pengesahan dan penguncian? | |
| Cetak sesuai format dan tersimpan sebagai arsip? | |
| Hak akses per peran? | |
| Biaya per lembaga, bukan per murid? |
Tidak harus, selama format rapor yang dihasilkan sesuai ketentuan yang berlaku. Ikuti juga kebijakan dinas atau Kemenag setempat.
Bisa bila aplikasi mendukung format tiap jenjang dan pengelolaan banyak unit.
Bila nilai diisi sejak awal semester, guru biasanya terbiasa dalam beberapa minggu.
Bergantung aplikasi dan kebijakan sekolah. Banyak aplikasi memungkinkan orang tua melihat rapor setelah disahkan.
Tanyakan komitmen pembaruan penyedia. Aplikasi yang aktif dikembangkan akan menyesuaikan format.
Akar masalah rapor adalah data yang dikumpulkan di akhir semester dari banyak tempat. Aplikasi rapor yang berdiri sendiri hanya memindahkan pekerjaan salin ulang ke layar.
ASIS menempatkan e-Rapor Kurikulum Merdeka di dalam satu sistem sekolah. Data murid diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, kehadiran diambil dari presensi harian, nilai diisi guru dari web atau ASIS Mobile, dan catatan perkembangan dari profil murid yang utuh menjadi bahan catatan wali kelas. Dengan 45 peran pengguna, guru mapel, wali kelas, dan Kepala Sekolah hanya melihat bagian yang mereka perlukan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dihitung per lembaga, bukan per murid. Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.