Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi SLB membantu guru mencatat perkembangan murid berkebutuhan khusus, menyimpan asesmen dan PPI, mengabari orang tua, dan menyusun rapor deskriptif.
Aplikasi SLB adalah sistem yang membantu Sekolah Luar Biasa dan sekolah inklusi mencatat perkembangan murid berkebutuhan khusus secara utuh dan berkelanjutan: hasil asesmen, target program individual, catatan kemajuan harian, kesehatan, presensi, hingga rapor deskriptif. Kebutuhan SLB berbeda dari sekolah reguler. Kemajuan murid sering berupa langkah kecil, misalnya bisa memakai sepatu sendiri atau menyebut tiga kata baru, sehingga catatan harus rinci, mudah diisi, dan tidak hilang saat murid berganti guru. Artikel ini membahas apa yang perlu dicatat, fitur yang dibutuhkan, cara memulai, dan daftar cek memilih aplikasi.
Guru SLB biasanya mengajar rombel kecil dengan ragam hambatan yang lebar dalam satu kelas: hambatan intelektual, autisme, hambatan pendengaran, hambatan penglihatan, atau hambatan fisik. Setiap murid punya target sendiri.
Tantangan yang sering muncul:
| Jenis catatan | Contoh isi | Siapa yang mengisi |
|---|---|---|
| Identitas dan riwayat | Jenis hambatan, riwayat kesehatan, alergi, obat rutin | TU, guru kelas |
| Hasil asesmen | Asesmen fungsional guru, rekomendasi psikolog atau terapis | Guru, dengan dokumen dari orang tua |
| Program individual | Target jangka panjang dan jangka pendek | Guru kelas dan guru pendamping |
| Catatan kemajuan | Capaian harian atau mingguan per target | Guru kelas |
| Bina diri | Makan, toilet, berpakaian | Guru, pengasuh |
| Perilaku | Pemicu tantrum, strategi yang berhasil | Guru, BK |
| Kesehatan | Kunjungan UKS, kejang, pemberian obat | Petugas UKS |
| Presensi | Hadir, izin terapi, sakit | Guru kelas |
Semua catatan menempel pada satu profil murid. Saat murid naik kelas atau berganti guru, riwayatnya ikut, sehingga guru baru tidak memulai dari nol.
Guru SLB tidak punya waktu untuk formulir panjang. Catatan singkat per hari atau per minggu, misalnya "Sudah bisa menunggu giliran dengan satu pengingat", sudah sangat berharga bila terkumpul rapi.
Catatan perilaku dan kesehatan bersifat sensitif. Pastikan hanya guru kelas, guru pendamping, BK, Kepala Sekolah, dan orang tua murid yang bersangkutan yang dapat melihatnya.
Kabar harian atau mingguan dikirim lewat notifikasi aplikasi dan surel. Jam tenang menjaga agar pesan tidak terkirim di luar jam wajar.
Presensi yang mencatat alasan izin, misalnya jadwal terapi, membantu melihat pola. Catatan UKS penting untuk murid dengan kondisi medis tertentu.
Rapor murid SLB umumnya berbentuk deskripsi capaian. Bila catatan harian sudah terkumpul, guru tinggal merangkum, tidak mengarang dari ingatan.
Aktivitas interaktif dan buku digital membantu murid belajar dengan cara yang sesuai, misalnya teks yang bisa diperbesar atau aktivitas bergambar.
| Waktu | Catatan |
|---|---|
| Minggu 1 Juli | Asesmen awal: Nisa (8 tahun, autisme) bisa menyebut 15 kata benda, belum mau duduk lebih dari 3 menit |
| Minggu 2 Juli | Target disusun: duduk 5 menit dengan jadwal visual, menyebut 25 kata benda |
| Agustus | Catatan mingguan: duduk 4 menit pada 3 dari 5 hari; kata baru: buku, gelas, sepatu |
| September | Duduk 5 menit tercapai; target dinaikkan menjadi 7 menit |
| Desember | Rangkuman semester untuk rapor dan pertemuan orang tua |
Dengan catatan seperti ini, pertemuan orang tua menjadi diskusi berbasis data, bukan sekadar kesan.
| Pertanyaan | Jawaban yang sebaiknya |
|---|---|
| Bisakah mencatat perkembangan per murid secara rinci? | Bisa, dan riwayatnya tersimpan antartahun |
| Apakah akses catatan sensitif dibatasi? | Ya, sesuai peran |
| Apakah orang tua bisa menerima kabar? | Ya, lewat aplikasi dan surel |
| Apakah biaya dihitung per murid? | Sebaiknya per lembaga, karena SLB umumnya kecil tetapi butuh banyak fitur |
| Apakah data dijual atau dipakai untuk iklan? | Tidak |
| Bisakah data diekspor? | Bisa, kapan saja |
Catatan hanya diisi menjelang rapor. Detail kemajuan hilang dan rapor menjadi umum.
Semua guru melihat semua catatan. Melanggar privasi murid dan keluarga.
Aplikasi terlalu rumit. Guru kembali ke buku tulis. Pilih yang sederhana.
Orang tua tidak dilibatkan. Padahal latihan di rumah sangat menentukan kemajuan.
Fiturnya bisa sama, tetapi SLB membutuhkan pencatatan perkembangan individual yang lebih rinci dan pengaturan privasi yang lebih ketat.
Bisa. Sekolah inklusi juga perlu mencatat perkembangan murid berkebutuhan khusus di samping murid reguler.
Mulai dari satu fitur sederhana, misalnya catatan mingguan, dan dampingi guru selama beberapa minggu pertama.
Orang tua berhak tahu perkembangan anaknya. Sampaikan dengan bahasa yang membangun dan sertai strategi yang sedang dijalankan.
Sebaiknya disimpan dengan akses terbatas, dengan persetujuan orang tua, agar guru berikutnya tetap memahami kebutuhan murid.
Masalah utama di banyak SLB bukan kurangnya perhatian guru, melainkan catatan yang tercecer dan terputus. Kemajuan yang diamati setiap hari hilang dari ingatan, asesmen tersimpan di map orang tua, dan setiap tahun guru baru harus mengenal murid dari awal.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul inklusi dan profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan dari tahun ke tahun, dengan 45 peran pengguna sehingga catatan sensitif hanya dilihat pihak yang berwenang. Presensi, UKS, dan layanan BK tercatat di tempat yang sama, dan orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi dan surel yang gratis tanpa batas dengan jam tenang. Untuk SLB yang melayani anak usia dini, modul PAUD membantu mencatat tumbuh kembang, dan Studio ASIS menyediakan aktivitas interaktif untuk belajar. Sebagai aplikasi SLB, ASIS dihitung per lembaga, bukan per murid.
ASIS gratis untuk semua sekolah termasuk SLB, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai catat setiap kemajuan murid di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.