WAWASAN ASIS

ASAS ASAT PAS PAT: Arti dan Bedanya untuk Guru

Penjelasan ASAS ASAT PAS PAT: kepanjangan, asal kurikulum, perbedaan tujuan, bentuk soal, dan pengolahan nilai ke rapor, plus tips menyusun asesmen sumatif.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

ASAS ASAT PAS PAT adalah empat istilah penilaian akhir semester dan akhir tahun yang sering membingungkan guru dan orang tua. PAS (Penilaian Akhir Semester) dan PAT (Penilaian Akhir Tahun) adalah istilah yang lazim dipakai pada masa Kurikulum 2013. ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) dan ASAT (Asesmen Sumatif Akhir Tahun) adalah istilah yang banyak dipakai sekolah setelah menerapkan Kurikulum Merdeka, karena kurikulum ini memakai kata "asesmen" dan membedakan asesmen formatif dan sumatif. Secara jadwal fungsinya mirip, tetapi cara pandang dan pengolahan nilainya berbeda. Artikel ini menjelaskan perbedaannya secara rinci.

Catatan: penamaan di lapangan tidak seragam. Ada sekolah yang menyebut SAS dan SAT, ada yang tetap memakai PAS dan PAT. Ikuti istilah yang ditetapkan dinas pendidikan atau sekolah masing-masing.

Kepanjangan dan asal istilah

Istilah Kepanjangan Lazim dipakai pada Waktu pelaksanaan
PAS Penilaian Akhir Semester Kurikulum 2013 Akhir semester ganjil
PAT Penilaian Akhir Tahun Kurikulum 2013 Akhir semester genap
ASAS Asesmen Sumatif Akhir Semester Kurikulum Merdeka Akhir semester ganjil
ASAT Asesmen Sumatif Akhir Tahun Kurikulum Merdeka Akhir semester genap

Sebelum PAS dan PAT, masyarakat juga mengenal istilah UAS dan UKK (ujian kenaikan kelas).

Perbedaan cara pandang

PAS dan PAT

Pada Kurikulum 2013, PAS dan PAT menjadi bagian dari penilaian pengetahuan dan keterampilan berdasarkan kompetensi dasar (KD). Nilainya diolah bersama penilaian harian dan penilaian tengah semester untuk menghasilkan nilai rapor.

ASAS dan ASAT

Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen sumatif sebagai alat untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran (TP). Asesmen sumatif dapat dilakukan di akhir lingkup materi dan di akhir semester. ASAS dan ASAT adalah asesmen sumatif yang dilakukan pada akhir semester atau akhir tahun. Sekolah memiliki keleluasaan menentukan apakah asesmen akhir semester perlu diadakan dan bagaimana bobotnya.

Perbedaan utama dalam keseharian:

Aspek PAS/PAT ASAS/ASAT
Acuan Kompetensi dasar Tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran
Kedudukan Bagian dari rangkaian penilaian wajib Salah satu bentuk asesmen sumatif, sesuai kebijakan sekolah
Bentuk Umumnya tes tertulis Tes tertulis, praktik, produk, proyek, portofolio
Rapor Nilai angka dan predikat per aspek Nilai akhir dan deskripsi capaian per mata pelajaran
Tindak lanjut Remedial dan pengayaan Umpan balik dan perbaikan pembelajaran

Bentuk asesmen yang bisa dipakai

Salah satu perbedaan penting adalah keleluasaan bentuk. ASAS dan ASAT tidak harus berupa tes pilihan ganda di ruang ujian. Contoh pilihan:

  • Tes tertulis: pilihan ganda, isian, uraian.
  • Praktik: praktik olahraga, praktik laboratorium, membaca Al-Qur'an.
  • Produk: karya seni, prototipe, tulisan.
  • Proyek: penyelidikan sederhana yang dilaporkan.
  • Portofolio: kumpulan karya selama satu semester.

Contoh: guru Seni Budaya kelas 8 bisa menilai ASAS melalui pameran karya, sementara guru Matematika memakai tes tertulis yang dipetakan ke setiap TP.

Pengolahan nilai ke rapor

Dalam Kurikulum Merdeka, nilai rapor umumnya diolah dari asesmen sumatif lingkup materi dan asesmen sumatif akhir semester, dengan bobot yang ditetapkan sekolah. Deskripsi rapor menjelaskan TP yang sudah dikuasai dengan baik dan TP yang perlu ditingkatkan.

Contoh pembobotan ilustratif yang bisa ditetapkan sekolah:

Komponen Bobot contoh
Rata-rata sumatif lingkup materi 60%
ASAS 40%

Angka di atas hanya contoh. Bobot ditetapkan dalam kebijakan penilaian sekolah dan disosialisasikan kepada guru.

Menyusun ASAS dan ASAT yang baik

  1. Petakan TP yang diajarkan sepanjang semester. Jangan menguji materi yang belum diajarkan.
  2. Buat kisi-kisi berisi TP, indikator, bentuk soal, dan level kognitif.
  3. Seimbangkan level berpikir. Sertakan soal penalaran, bukan hanya mengingat.
  4. Telaah soal bersama rekan untuk memastikan kunci benar dan bahasa jelas.
  5. Siapkan rubrik untuk soal uraian dan penilaian praktik.
  6. Analisis hasil per TP agar deskripsi rapor akurat.

Penjelasan untuk orang tua

Orang tua sering bertanya, "Kenapa sekarang namanya ASAS, bukan PAS lagi?" Jawaban sederhana yang bisa dipakai wali kelas: "Keduanya sama-sama penilaian di akhir semester. Bedanya, ASAS mengikuti Kurikulum Merdeka yang menilai ketercapaian tujuan pembelajaran dan bentuknya bisa beragam, tidak selalu ujian tertulis." Sampaikan juga jadwal dan bentuk asesmen lebih awal agar orang tua dapat mendampingi anak.

Kaitannya dengan asesmen nasional

ASAS dan ASAT adalah asesmen di tingkat sekolah. Berbeda dengan asesmen yang diselenggarakan pemerintah. Mulai 2026, Asesmen Nasional digabung dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jangan mencampuradukkan keduanya dalam penjelasan kepada murid dan orang tua.

Contoh kasus di sekolah

SMP fiktif Bina Ilmu baru beralih penuh ke Kurikulum Merdeka. Di rapat awal semester, sebagian guru masih menyebut jadwal ujian sebagai PAS, sebagian lagi ASAS. Kepala Sekolah lalu menetapkan satu istilah dalam kebijakan penilaian sekolah, beserta bentuk asesmen per mata pelajaran dan bobot nilainya. Wali kelas menjelaskan kepada orang tua lewat pertemuan kelas, dan jadwal diumumkan dua minggu sebelumnya. Hasilnya, kebingungan soal istilah ASAS ASAT PAS PAT berkurang, dan guru lebih fokus menyusun soal yang benar-benar mengukur tujuan pembelajaran.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyamakan ASAS dengan PAS sepenuhnya, lalu tetap menilai berdasarkan KD lama.
  • Mengandalkan satu tes tertulis untuk semua mata pelajaran, termasuk yang lebih tepat dinilai lewat praktik.
  • Bobot ASAS terlalu besar sehingga asesmen sepanjang semester kurang berarti.
  • Deskripsi rapor tidak sesuai hasil asesmen per TP.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan utama ASAS ASAT PAS PAT?

PAS dan PAT adalah istilah lama dari Kurikulum 2013 berbasis KD, sedangkan ASAS dan ASAT adalah istilah asesmen sumatif dalam Kurikulum Merdeka berbasis TP. Waktu pelaksanaannya serupa.

Apakah ASAS wajib diadakan?

Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan kepada sekolah. Banyak sekolah tetap mengadakannya; ikuti kebijakan sekolah dan dinas setempat.

Apakah ASAS harus berupa ujian tertulis?

Tidak harus. ASAS bisa berupa tes, praktik, produk, proyek, atau portofolio sesuai karakter mata pelajaran.

Mengapa ada sekolah yang menyebut SAS dan SAT?

Itu variasi penamaan untuk Sumatif Akhir Semester dan Sumatif Akhir Tahun. Maknanya sama dengan ASAS dan ASAT.

Bagaimana bobot ASAS dalam nilai rapor?

Bobot ditetapkan sekolah dalam kebijakan penilaian. Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua sekolah.

ASIS: Dari Lembar Jawaban sampai Rapor Tanpa Ketik Ulang

Masalah klasik menjelang ASAS dan ASAT adalah pekerjaan berulang: soal diketik di berkas pribadi, lembar jawaban dikoreksi manual, nilai disalin ke lembar kerja, lalu disalin lagi ke aplikasi rapor. Setiap salinan membuka peluang salah ketik.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru menyusun soal di bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, menjalankan ujian lewat CBT ASIS atau mencetak lembar jawaban ber-QR, lalu mencatat nilai yang tersambung langsung ke e-Rapor Kurikulum Merdeka. Wali kelas tinggal memeriksa dan melengkapi catatan sebelum rapor dicetak.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Siapkan asesmen semester ini di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.