Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara membuat asesmen diagnostik awal kognitif dan nonkognitif: langkah, contoh pertanyaan, cara mengolah hasil, dan tindak lanjut di kelas.
Asesmen diagnostik awal adalah penilaian singkat di awal tahun, semester, atau topik baru untuk mengetahui kondisi murid sebelum pembelajaran dimulai. Ada dua jenis: nonkognitif, untuk memahami kesejahteraan, latar belakang, dan kebiasaan belajar murid; dan kognitif, untuk mengetahui kemampuan prasyarat yang sudah dan belum dikuasai. Hasilnya bukan untuk rapor, melainkan untuk merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan titik berangkat setiap murid.
Panduan ini memberi langkah membuat keduanya, contoh pertanyaan yang bisa langsung dipakai, cara mengolah hasil tanpa lembar kerja rumit, dan tindak lanjut yang realistis untuk kelas berisi 30 murid.
Tanpa asesmen diagnostik awal, guru sering langsung masuk ke materi bab pertama, lalu baru menyadari di minggu ketiga bahwa separuh kelas belum menguasai konsep dasar. Asesmen diagnostik mencegah hal itu. Dengan 30–40 menit di awal, guru tahu siapa yang perlu penguatan, siapa yang siap, dan siapa yang butuh tantangan.
Asesmen ini juga membuka ruang bagi murid untuk bercerita tentang dirinya. Murid yang baru pindah, sedang menghadapi masalah keluarga, atau kesulitan membaca sering terdeteksi lebih awal.
Memahami kesiapan psikologis dan sosial murid, kondisi belajar di rumah, minat, serta hal yang membuatnya nyaman atau cemas di kelas.
| Aspek | Contoh pertanyaan | Bentuk jawaban |
|---|---|---|
| Perasaan terhadap sekolah | Bagaimana perasaanmu saat berangkat sekolah? | Pilih wajah: senang, biasa, sedih |
| Dukungan di rumah | Siapa yang biasanya menemanimu belajar di rumah? | Pilihan ganda |
| Fasilitas | Apakah kamu punya tempat belajar yang tenang di rumah? | Ya / kadang / tidak |
| Minat | Kegiatan apa yang paling kamu sukai di luar sekolah? | Isian singkat |
| Cara belajar | Kamu lebih mudah paham kalau... | Melihat contoh / mendengar penjelasan / mencoba langsung / berdiskusi |
| Kekhawatiran | Hal apa yang membuatmu khawatir di kelas? | Isian bebas |
Pertanyaan tentang cara belajar sebaiknya dipakai untuk memvariasikan kegiatan, bukan untuk melabeli murid dengan satu "tipe" tertentu.
Mengetahui penguasaan kompetensi prasyarat sebelum masuk ke materi baru.
Soal 3 dan 5 sangat berguna. Banyak murid menganggap 1/4 lebih besar dari 1/2 karena angka 4 lebih besar dari 2. Miskonsepsi seperti ini perlu ditangani sebelum masuk ke pecahan senilai.
Gunakan tiga kelompok sederhana:
| Kelompok | Kriteria contoh | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| Belum paham | Benar 0–2 soal | Pendampingan konsep dasar dengan benda konkret |
| Paham sebagian | Benar 3–4 soal | Latihan terbimbing, fokus pada miskonsepsi |
| Paham utuh | Benar 5 soal | Tantangan atau tugas pengayaan |
Kriteria ini contoh. Sesuaikan dengan jumlah soal dan tingkat kesulitannya.
Murid di kelompok "belum paham" yang juga menulis "tidak ada yang menemani belajar di rumah" mungkin perlu waktu tambahan di sekolah, bukan pekerjaan rumah tambahan. Murid yang menulis khawatir ditertawakan teman mungkin perlu kelompok kecil yang aman.
Satu baris per murid sudah cukup: kelompok kognitif, satu catatan nonkognitif penting, dan rencana tindak lanjut. Contohnya: "Rani, paham sebagian, khawatir salah saat menjawab di depan kelas, latihan terbimbing dalam kelompok kecil." Catatan seperti ini cukup ringkas untuk dibaca ulang sebelum mengajar, dan cukup bermakna untuk diteruskan kepada wali kelas bila diperlukan.
Hasil asesmen diagnostik awal tidak berarti guru harus membuat 30 rencana pembelajaran. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
SD kelas rendah. Gunakan gambar, benda nyata, dan wawancara singkat. Asesmen tertulis panjang tidak cocok.
SD kelas tinggi dan SMP. Kombinasikan soal tertulis singkat dan angket. Murid sudah bisa menjelaskan alasannya.
SMA/SMK. Gunakan juga refleksi tertulis tentang target belajar dan rencana setelah lulus. Untuk SMK, tambahkan pertanyaan tentang pengalaman praktik.
Memasukkan hasil ke nilai rapor. Asesmen diagnostik awal untuk merencanakan, bukan menilai. Murid perlu merasa aman menjawab jujur.
Soal terlalu banyak. Dua puluh soal di hari pertama melelahkan dan hasilnya kurang akurat.
Hasil tidak ditindaklanjuti. Asesmen yang tidak mengubah rencana pembelajaran hanya menambah beban.
Mengumumkan kelompok di depan kelas. Nama kelompok sebaiknya netral, misalnya warna, bukan "kelompok lemah".
Di awal tahun ajaran, awal semester, atau sebelum memulai topik baru yang membutuhkan kemampuan prasyarat.
Tidak. Hasilnya dipakai untuk merencanakan pembelajaran dan pendampingan, bukan untuk nilai.
Umumnya 5–10 soal pendek sudah cukup, asalkan setiap soal menguji satu kemampuan prasyarat.
Diagnostik dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengetahui titik awal. Formatif dilakukan selama pembelajaran untuk memantau kemajuan dan memberi umpan balik.
Itu tanda perlu mengulang konsep prasyarat bersama satu kelas sebelum masuk materi baru. Jadwal pembelajaran perlu disesuaikan.
Akar masalah asesmen diagnostik di banyak sekolah bukan pada pembuatan soalnya, tetapi pada nasib hasilnya. Lembar jawaban menumpuk di meja, angket tersimpan di map, dan catatan penting tentang murid tidak sampai ke guru lain atau wali kelas berikutnya. Setiap tahun, guru baru memulai lagi dari nol.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru bisa menyusun soal diagnostik di bank soal ASIS, termasuk dengan bantuan AI yang hasilnya wajib ditinjau guru sebelum dipakai, lalu mencetak lembar jawaban ber-QR. Catatan penting dari asesmen nonkognitif bisa disimpan di profil murid yang utuh sebagai catatan perkembangan, sehingga wali kelas dan guru BK melihat gambaran yang sama sesuai perannya. Untuk tindak lanjut, Studio di studio.asis.id menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif yang bisa dipakai untuk penguatan maupun pengayaan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.