Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Asesmen formatif dalam praktik: 12 teknik cepat di kelas, contoh instrumen tiket keluar dan daftar cek, cara mencatat, serta tindak lanjut hasilnya.
Asesmen formatif adalah penilaian yang dilakukan selama proses belajar untuk mengetahui sejauh mana murid memahami materi, lalu dipakai guru untuk menyesuaikan pembelajaran dan memberi umpan balik. Tujuannya memperbaiki, bukan memberi nilai akhir. Asesmen formatif yang baik bisa berlangsung dua menit di akhir pelajaran, tidak harus berupa ulangan.
Artikel ini fokus pada praktik: 12 teknik yang bisa dipakai besok pagi, contoh instrumen siap pakai, cara mencatat tanpa repot, dan cara menindaklanjuti hasilnya. Untuk perbedaan formatif dan sumatif secara konseptual, baca "Asesmen Formatif dan Sumatif: Perbedaan dan Contohnya".
Setiap teknik formatif sebenarnya menjawab tiga pertanyaan:
Bila salah satu tidak terjawab, asesmen hanya menjadi kegiatan mengumpulkan data tanpa manfaat.
1. Pertanyaan pemantik terbuka. "Menurut kalian, mengapa es batu mencair lebih cepat di tangan daripada di meja?" Dengarkan jawaban untuk menemukan miskonsepsi.
2. Peta konsep cepat. Murid menulis semua yang ia ketahui tentang topik dalam tiga menit. Guru melihat titik awal kelas.
3. Kartu tahu-ingin tahu. Murid menulis satu hal yang sudah ia ketahui dan satu hal yang ingin ia ketahui.
4. Jempol naik, datar, turun. Murid menunjukkan tingkat pemahaman setelah penjelasan. Cepat, tetapi gabungkan dengan teknik lain karena murid kadang ikut-ikutan.
5. Papan tulis mini. Murid menulis jawaban di papan kecil atau kertas, lalu mengangkatnya bersamaan. Guru langsung melihat siapa yang keliru.
6. Kartu huruf A-B-C-D. Guru memberi soal pilihan ganda, murid mengangkat kartu. Pengecoh yang dirancang dari miskonsepsi umum sangat membantu.
7. Berpikir-berpasangan-berbagi. Murid berpikir sendiri, berdiskusi berpasangan, lalu berbagi ke kelas. Guru berkeliling mendengarkan.
8. Kuis langsung singkat. Tiga sampai lima soal lewat aplikasi kuis di kelas. Hasil per soal langsung terlihat sehingga guru tahu bagian mana yang perlu diulang.
9. Tiket keluar. Murid menjawab satu atau dua pertanyaan di kertas kecil sebelum meninggalkan kelas.
10. Satu kalimat ringkasan. "Tuliskan inti pelajaran hari ini dalam satu kalimat."
11. Lampu lalu lintas. Murid menandai hijau (paham dan bisa menjelaskan), kuning (paham sebagian), atau merah (belum paham) pada daftar tujuan pembelajaran.
12. Penilaian diri dan antarteman. Murid menilai karya sendiri atau teman dengan rubrik sederhana, lalu memperbaikinya.
| Pertanyaan | Jawaban murid |
|---|---|
| Sebutkan satu contoh benda yang berubah dari padat menjadi cair. | |
| Mengapa mentega di atas nasi hangat meleleh? | |
| Seberapa yakin kamu dengan jawabanmu? (1–3) |
| Nama murid | Memberi pendapat | Memberi alasan | Menanggapi teman | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Ayu | Ya | Ya | Belum | Perlu dilatih menanggapi |
| Bima | Ya | Belum | Ya | Alasan masih "pokoknya" |
| Citra | Belum | Belum | Belum | Pendiam, coba berpasangan |
Nama di atas fiktif. Daftar cek cukup diisi untuk satu kelompok per pertemuan agar tidak membebani.
| Aspek | Belum | Sebagian | Sudah |
|---|---|---|---|
| Aku bisa menjelaskan langkah-langkahnya | |||
| Aku bisa memberi contoh sendiri | |||
| Aku tahu bagian yang masih sulit |
Guru tidak perlu mencatat semua hasil formatif sebagai nilai. Yang perlu dicatat:
Catatan ini bisa ditulis di jurnal mengajar dalam dua atau tiga kalimat setelah pelajaran. Setelah beberapa minggu, catatan pendek seperti ini membentuk gambaran yang sangat berguna saat menyusun asesmen sumatif dan program remedial.
| Hasil formatif | Tindak lanjut |
|---|---|
| Hampir semua murid paham | Lanjut ke materi berikutnya, beri pengayaan bagi yang cepat |
| Sebagian murid keliru di bagian yang sama | Ulang bagian itu dengan cara berbeda di awal pertemuan berikutnya |
| Beberapa murid tertinggal jauh | Kelompok kecil atau pendampingan singkat |
| Banyak miskonsepsi | Rancang ulang kegiatan, misalnya dengan percobaan atau benda konkret |
Umpan balik kepada murid sebaiknya spesifik dan bisa ditindaklanjuti. "Langkahmu sudah benar sampai baris ketiga. Periksa lagi tanda negatif di baris keempat" lebih berguna daripada "kurang teliti". Pembahasan lebih dalam ada di "Umpan Balik Asesmen yang Membuat Murid Mau Memperbaiki".
Umumnya tidak sebagai nilai akhir, karena fungsinya untuk perbaikan. Ikuti kebijakan penilaian sekolah dan panduan terbaru kementerian.
Idealnya di setiap pertemuan, walau hanya dua menit. Frekuensi lebih penting daripada panjang instrumen.
Tidak. Pengamatan, pertanyaan lisan, dan diskusi juga termasuk, selama guru menangkap bukti pemahaman dan menindaklanjutinya.
Gunakan teknik serentak seperti papan tulis mini, kartu huruf, atau kuis langsung, dan amati satu kelompok per pertemuan secara bergantian.
Cocok bila hasil per soal dibaca dan ditindaklanjuti, bukan sekadar menjadi permainan kompetisi.
Penilaian harian sebenarnya sering dilakukan guru, tetapi jejaknya hilang: tiket keluar dibuang, catatan di kertas lepas, dan pola kesulitan murid hanya tersimpan di ingatan guru.
ASIS membantu menyimpan jejak itu tanpa menambah beban. Kuis langsung dan flashcard bisa dipakai di kelas dengan hasil per soal yang langsung terlihat, jurnal mengajar menyimpan catatan pola kelas dan keputusan guru, dan catatan perkembangan masuk ke profil murid. Bank soal dengan bantuan AI membantu guru menyiapkan soal latihan, dengan setiap soal tetap ditinjau guru, dan Studio menyediakan aktivitas serta lab interaktif untuk mengulang materi dengan cara berbeda.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS, tersedia untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.