Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Penjelasan asesmen nasional AKM survei karakter dan Sulingjar untuk Kepala Sekolah: peserta, yang diukur, Rapor Pendidikan, dan tindak lanjutnya.
Asesmen nasional AKM survei karakter dan Survei Lingkungan Belajar adalah satu paket evaluasi yang memotret mutu satuan pendidikan, bukan menilai murid secara perorangan. AKM mengukur literasi membaca dan numerasi, Survei Karakter memotret sikap dan kebiasaan murid, sedangkan Survei Lingkungan Belajar menggambarkan iklim belajar dari sudut pandang murid, guru, dan Kepala Sekolah. Hasilnya tidak menentukan kelulusan, tetapi menjadi bahan perbaikan sekolah melalui Rapor Pendidikan.
Artikel ini menjelaskan ketiga instrumen dengan bahasa yang mudah dibagikan ke guru dan komite, siapa pesertanya, apa yang perlu disiapkan sekolah, dan bagaimana menindaklanjuti hasilnya. Untuk jadwal dan teknis pelaksanaan setiap tahun, rujuk pengumuman resmi Kemendikdasmen terbaru.
Asesmen Nasional (AN) mulai dilaksanakan pada 2021 menggantikan peran Ujian Nasional sebagai alat evaluasi sistem. Bedanya mendasar: Ujian Nasional dulu melihat capaian murid per mata pelajaran, sedangkan AN melihat kualitas proses dan hasil belajar di tingkat sekolah.
Pelaksanaannya berbasis komputer (ANBK). Hingga 2025, peserta murid dipilih secara acak oleh sistem dari murid kelas 5, kelas 8, dan kelas 11 atau jenjang setara, sehingga sekolah tidak bisa memilih "murid terbaik" untuk mewakili. Mulai 2026, Kemendikdasmen menggabungkan pelaksanaan AN dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) agar murid tidak diuji berulang kali, jadi rujuk ketentuan terbaru tentang siapa pesertanya.
| Instrumen | Siapa yang mengisi | Yang diukur | Bentuk |
|---|---|---|---|
| AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) | Murid peserta | Literasi membaca dan numerasi | Soal pilihan ganda, kompleks, menjodohkan, isian, uraian |
| Survei Karakter | Murid peserta | Sikap, nilai, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter | Kuesioner |
| Survei Lingkungan Belajar | Murid, guru, Kepala Sekolah | Kualitas pembelajaran, iklim keamanan, kebinekaan, dan lainnya | Kuesioner |
AKM tidak menguji hafalan materi pelajaran. Literasi membaca mengukur kemampuan memahami, menggunakan, dan merefleksikan berbagai jenis teks. Numerasi mengukur kemampuan berpikir dengan konsep dan prosedur matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Teks dan konteks soal beragam, dari teks informasi, teks fiksi, hingga data dalam bentuk tabel dan grafik. Karena itu, persiapan terbaik adalah kebiasaan membaca dan bernalar di semua mata pelajaran, bukan latihan soal menjelang hari pelaksanaan.
Survei Karakter menanyakan sikap dan kebiasaan murid, misalnya cara bekerja sama, menghargai perbedaan, dan mengelola diri. Tidak ada jawaban "benar" untuk dihafal. Jawaban yang jujur justru memberi gambaran yang berguna bagi sekolah.
Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) diisi oleh murid peserta, guru, dan Kepala Sekolah. Isinya menggambarkan kualitas pembelajaran, iklim keamanan sekolah, iklim kebinekaan, dan dukungan bagi pembelajaran. Hasilnya membantu sekolah melihat hal yang jarang tercatat di dokumen administrasi, misalnya rasa aman murid dari perundungan.
Hasil Asesmen Nasional diolah menjadi indikator dalam Rapor Pendidikan. Kepala Sekolah dapat melihat capaian literasi, numerasi, karakter, dan iklim sekolah, beserta perbandingan dengan rerata wilayah.
Rapor Pendidikan lalu menjadi dasar perencanaan berbasis data: memilih masalah prioritas, mencari akar masalah, dan menuangkan program perbaikan ke dalam RKAS. Di sinilah asesmen nasional AKM survei karakter benar-benar bermanfaat, yaitu ketika hasilnya diubah menjadi tindakan.
Bagikan ringkasan hasil kepada guru dalam rapat, bukan hanya kepada pimpinan. Guru yang melihat sendiri data literasi dan iklim kelas biasanya lebih cepat mengusulkan perbaikan yang masuk akal di kelasnya.
| Temuan di Rapor Pendidikan | Kemungkinan akar masalah | Contoh program |
|---|---|---|
| Literasi membaca rendah | Waktu membaca sedikit, koleksi bacaan terbatas | Membaca 15 menit tiap pagi, pojok baca kelas, perpustakaan digital |
| Numerasi rendah | Matematika diajarkan prosedural | Proyek numerasi lintas mapel, soal berbasis konteks |
| Iklim keamanan kurang | Perundungan tidak tertangani | Kanal pelaporan, penguatan BK, kesepakatan kelas |
| Kualitas pembelajaran rendah | Guru jarang memberi umpan balik | Komunitas belajar guru, supervisi berbasis observasi |
Pilih satu atau dua prioritas saja per tahun. Program yang terlalu banyak sulit dipantau dan cepat terlupa.
Setiap pihak punya peran yang berbeda dalam asesmen nasional AKM survei karakter, dan semuanya perlu dijelaskan sejak awal semester.
Penjelasan yang sama dari semua pihak mencegah kabar simpang siur, misalnya anggapan bahwa murid yang terpilih adalah murid "bermasalah" atau "unggulan". Pemilihan acak berarti setiap murid punya peluang yang sama.
Tidak. Asesmen Nasional dipakai untuk memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan. Hasilnya tidak dipakai untuk menentukan kelulusan atau nilai rapor murid.
Hingga 2025, murid peserta dipilih acak oleh sistem dari kelas 5, 8, dan 11 atau setara. Sejak 2026 pelaksanaannya digabung dengan TKA, sehingga ketentuan peserta mengikuti pengumuman terbaru. Guru dan Kepala Sekolah mengisi Survei Lingkungan Belajar.
Tidak. Peserta ditentukan sesuai ketentuan penyelenggara, bukan dipilih sekolah, agar hasilnya menggambarkan kondisi sekolah secara adil.
Bangun kebiasaan membaca beragam teks dan bernalar dengan angka dalam pembelajaran sehari-hari. Simulasi teknis cukup untuk membiasakan tampilan komputer.
Hasil diolah ke dalam Rapor Pendidikan yang dapat diakses satuan pendidikan melalui platform resmi Kemendikdasmen.
Banyak sekolah sudah membuka Rapor Pendidikan, menemukan literasi atau iklim keamanan yang perlu diperbaiki, lalu berhenti karena program perbaikannya tidak punya tempat untuk dipantau. Data perkembangan murid tercecer di buku guru, dan target sekolah tidak terlihat oleh orang yang menjalankannya.
ASIS membantu menutup jarak itu. Dashboard Goal memungkinkan sekolah menetapkan target per peran, misalnya target literasi untuk wali kelas atau penanganan kasus untuk BK, sehingga program dari Rapor Pendidikan punya pemilik yang jelas. Layanan BK di ASIS mencatat tindak lanjut, profil murid menyimpan catatan perkembangan, dan modul keuangan menghubungkan program ke RKAS. Untuk penguatan literasi, Pustaka di pustaka.asis.id menyediakan buku pelajaran pemerintah BSE/SIBI, sedangkan Studio di studio.asis.id menyediakan 57 lab interaktif untuk numerasi dan sains.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Sumber: Detik: Jadwal Lengkap Asesmen Nasional 2025; Tirto: Apa Itu ANBK dan AKM; Detik: Hasil Asesmen Nasional Diumumkan Oktober 2026
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.