WAWASAN ASIS

ASIS Gratis: Mengapa Bisa dan Apa Jaminannya untuk Sekolah

Mengapa ASIS gratis untuk sekolah? Penjelasan model paket per lembaga, tanpa iklan, data tidak dijual, dan apa yang perlu dicek kepala sekolah.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Mengenal ASIS

ASIS gratis untuk semua sekolah: paket dasar Rp0 berisi semua aplikasi, modul pengelolaan sekolah, dan subdomain situs. Wajar bila Kepala Sekolah curiga, karena pengalaman banyak orang dengan layanan "gratis" adalah iklan yang mengganggu atau data yang diperdagangkan. Artikel ini menjawab pertanyaan itu secara terbuka: bagaimana model ASIS bekerja, apa yang tidak dilakukan ASIS, apa batasannya, dan apa saja yang sebaiknya Bapak/Ibu periksa sebelum mempercayakan data sekolah ke platform mana pun.

Kecurigaan yang sehat

Ada pepatah populer di dunia teknologi: bila layanan itu gratis, mungkin penggunanya yang menjadi produk. Kecurigaan ini sehat, terutama karena sekolah menyimpan data anak. Sebelum memakai aplikasi gratis apa pun, termasuk ASIS, Kepala Sekolah berhak menanyakan tiga hal:

  1. Dari mana penyedia mendapat pemasukan?
  2. Apakah data sekolah dipakai untuk iklan atau dijual?
  3. Apa yang terjadi bila sekolah ingin naik layanan atau berhenti?

Bagaimana ASIS bisa gratis

Inti gratis, layanan tambahan berbayar

ASIS memakai model paket per tahun per lembaga. Paket dasar Rp0 berisi semua aplikasi. Lembaga yang membutuhkan layanan tambahan dapat memilih paket berbayar:

Paket Harga per tahun per lembaga Layanan tambahan
ASIS Plus Rp300 ribu Domain sendiri + SEO
ASIS Pro Rp500 ribu Pembuat situs, hosting RDM madrasah, dukungan prioritas
ASIS Max Rp1 juta Jasa desain; untuk kampus koneksi Neo Feeder PDDikti
ASIS Ultra Hubungi tim ASIS Kampus lengkap

Dengan kata lain, layanan berbayar menyasar kebutuhan yang memang memerlukan tenaga atau sumber daya tambahan, seperti desain, domain, hosting, dukungan prioritas, dan sistem perguruan tinggi. Pengelolaan sekolah sehari-hari tidak dikunci.

Satu platform untuk banyak sekolah

Karena dibangun sebagai satu platform yang dipakai bersama oleh ratusan sekolah, pengembangan satu fitur bisa langsung dinikmati semua pengguna. Inilah makna tagline ASIS: "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Masukan dari satu sekolah di forum ASIS bisa menjadi perbaikan untuk semua.

Yang tidak dilakukan ASIS

Praktik yang sering dikhawatirkan Sikap ASIS
Menampilkan iklan ke murid, guru, atau orang tua Tidak ada iklan
Menjual data sekolah atau data murid Data tidak dijual
Memotong biaya dari setiap pembayaran orang tua Tidak ada potongan transaksi; orang tua transfer langsung ke rekening sekolah
Mengenakan biaya per notifikasi Notifikasi aplikasi gratis tanpa batas
Menghitung biaya per murid Biaya per lembaga

Poin pembayaran sering ditanyakan. Di ASIS, orang tua mentransfer langsung ke rekening sekolah lalu mengunggah bukti bayar, dan Bendahara memverifikasi. Uang tidak melewati ASIS, sehingga tidak ada potongan.

Batasan yang perlu dipahami dengan jujur

Gratis bukan berarti tanpa batas atau tanpa usaha. Beberapa hal yang perlu diketahui:

  • Domain sendiri tidak termasuk paket Rp0. Situs gratis memakai subdomain; domain sendiri mulai ASIS Plus.
  • Dukungan prioritas ada di paket Pro ke atas. Pengguna paket Rp0 tetap bisa memakai Panduan ASIS, kursus di Akademi ASIS, dan forum.
  • ASIS Kampus tidak gratis. Perguruan tinggi memakai paket Max atau Ultra.
  • Butuh komitmen sekolah. Aplikasi gratis tetap memerlukan operator, data yang rapi, dan waktu sosialisasi.
  • ASIS bukan pengganti Dapodik atau EMIS. Sekolah mengimpor file ekspor; ASIS tidak terhubung langsung dan tidak mengirim data balik.

Contoh: SD swasta kecil di pinggir kota

Sebuah SD swasta fiktif dengan 120 murid di Kabupaten Bogor dulu menunda digitalisasi karena biaya aplikasi per murid. Sebagai ilustrasi, Rp5.000–Rp15.000 per murid per bulan berarti Rp7,2 juta–Rp21,6 juta per tahun, angka yang berat bagi yayasan kecil.

Dengan paket ASIS Rp0, sekolah ini memakai presensi pindai QR, e-Rapor, dan tagihan dengan unggah bukti bayar. Anggaran yang semula disiapkan untuk aplikasi dialihkan ke pelatihan guru dan buku bacaan. Ketika yayasan ingin domain sendiri untuk promosi SPMB, mereka naik ke ASIS Plus Rp300 ribu per tahun.

Memulai tanpa mengeluarkan biaya

Bagi sekolah yang ingin mencoba dulu sebelum memutuskan apa pun, berikut urutan yang tidak memerlukan anggaran sama sekali:

  1. Daftarkan lembaga di paket Rp0. Gunakan kontak resmi sekolah.
  2. Impor data dari file ekspor Dapodik atau EMIS. Tidak perlu mengetik ulang data murid.
  3. Nyalakan satu modul yang paling terasa. Bagi kebanyakan sekolah, itu presensi.
  4. Libatkan orang tua lewat ASIS Mobile. Notifikasi gratis tanpa batas, sehingga tidak ada biaya pesan.
  5. Evaluasi setelah satu bulan. Bila kebutuhan bertambah, misalnya domain sendiri atau desain situs, barulah pertimbangkan paket berbayar.

Dengan urutan ini, keputusan anggaran diambil berdasarkan pengalaman nyata di sekolah sendiri, bukan berdasarkan brosur atau janji penjual.

Daftar cek untuk aplikasi gratis mana pun

Pertanyaan ini berlaku untuk semua penyedia, bukan hanya ASIS:

  • Apakah penyedia menjelaskan sumber pemasukannya secara terbuka?
  • Apakah ada iklan di aplikasi murid atau orang tua?
  • Apakah ada pernyataan bahwa data tidak dijual?
  • Apakah pembayaran orang tua dipotong biaya transaksi?
  • Apakah biaya notifikasi dihitung per pesan?
  • Apakah fitur inti dikunci setelah masa uji coba?
  • Apakah akses data dibatasi per peran?

Untuk pembahasan lebih luas tentang jebakan aplikasi gratis, baca "Aplikasi Sekolah Gratis: Apa yang Didapat dan Jebakannya" dan "Aplikasi Sekolah Gratis vs Berbayar: Mana yang Tepat?".

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ASIS gratis selamanya atau hanya masa uji coba?

Paket ASIS Rp0 adalah paket dasar, bukan masa uji coba. Sekolah bisa memakainya dan memilih paket berbayar bila butuh layanan tambahan.

Apakah fitur di paket gratis dibatasi jumlah murid?

Biaya ASIS dihitung per lembaga, bukan per murid, sehingga jumlah murid tidak mengubah paket.

Apakah ASIS menampilkan iklan?

Tidak. ASIS tanpa iklan dan data sekolah tidak dijual.

Apakah perguruan tinggi bisa memakai ASIS gratis?

Tidak. Perguruan tinggi memakai ASIS Kampus di paket Max atau Ultra.

Bagaimana dengan pesantren?

Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS.

ASIS: Gratis yang Bisa Dipertanggungjawabkan

Kecurigaan terhadap aplikasi gratis lahir dari pengalaman nyata: iklan yang tiba-tiba muncul, fitur yang dikunci setelah sekolah bergantung, atau biaya tersembunyi di setiap transaksi. Sekolah yang pernah mengalaminya wajar berhati-hati.

ASIS menjawabnya dengan keterbukaan: semua aplikasi di paket Rp0, biaya tambahan hanya untuk layanan yang jelas, tanpa iklan, data tidak dijual, notifikasi gratis tanpa batas, dan pembayaran orang tua langsung ke rekening sekolah tanpa potongan. Prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali" dijalankan untuk kepentingan sekolah, bukan pihak lain.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan buktikan sendiri di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.