WAWASAN ASIS

Contoh ATP Matematika Fase B untuk Kelas 3 dan 4 SD

Contoh ATP matematika fase B untuk kelas 3 dan 4 SD: urutan tujuan pembelajaran per elemen, pembagian semester, alokasi JP, dan cara menyesuaikannya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

ATP matematika fase B adalah urutan tujuan pembelajaran (TP) matematika untuk kelas 3 dan 4 SD/MI yang disusun dari Capaian Pembelajaran (CP) fase B. Karena CP berlaku untuk dua tahun, guru kelas 3 dan kelas 4 perlu menyepakati TP mana yang diajarkan di kelas 3, mana di kelas 4, dan dalam urutan apa. Artikel ini memberikan contoh ATP matematika fase B yang dibagi per elemen dan per semester, lengkap dengan perkiraan alokasi JP, alasan urutannya, serta cara menyesuaikannya dengan kondisi murid.

Contoh ini disusun berdasarkan garis besar CP Matematika fase B. Sebelum dipakai, cocokkan dengan dokumen CP resmi terbaru dari kementerian, karena rumusan CP dapat diperbarui.

Ringkasan elemen CP fase B

Elemen Garis besar kemampuan di fase B
Bilangan Bilangan cacah sampai ribuan, nilai tempat, operasi hitung, pecahan sederhana, uang
Aljabar Pola gambar dan pola bilangan, kalimat matematika sederhana
Pengukuran Panjang dan berat dengan satuan baku, luas dan volume sederhana, waktu
Geometri Ciri bangun datar, menyusun dan mengurai bangun
Analisis Data dan Peluang Mengumpulkan, mengurutkan, menyajikan data dalam tabel, piktogram, dan diagram batang

Prinsip menyusun urutan

  1. Dari konkret ke abstrak. Pecahan diawali dengan memotong kertas atau kue, baru kemudian lambang.
  2. Prasyarat lebih dulu. Nilai tempat sebelum penjumlahan bersusun, perkalian sebelum pembagian.
  3. Spiral. Topik penting muncul lagi di kelas 4 dengan tingkat lebih tinggi.
  4. Kaitkan antarelemen. Data panjang benda dari pengukuran bisa langsung disajikan dalam diagram batang.

Contoh ATP kelas 3

Semester 1

Kode Tujuan pembelajaran Elemen JP
3.1 Murid mampu membaca, menulis, dan membandingkan bilangan cacah sampai 1.000 Bilangan 12
3.2 Murid mampu menentukan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan Bilangan 8
3.3 Murid mampu menjumlahkan dan mengurangkan bilangan cacah sampai 1.000 dengan dan tanpa teknik menyimpan Bilangan 16
3.4 Murid mampu mengenali dan melanjutkan pola gambar dan pola bilangan sederhana Aljabar 8
3.5 Murid mampu mengukur panjang benda dengan satuan baku cm dan m Pengukuran 10
3.6 Murid mampu mengumpulkan data dan menyajikannya dalam tabel dan piktogram Data 8

Semester 2

Kode Tujuan pembelajaran Elemen JP
3.7 Murid mampu memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang dan menghafal perkalian sampai 10 x 10 secara bertahap Bilangan 16
3.8 Murid mampu memahami pembagian sebagai pengurangan berulang dan pembagian sama banyak Bilangan 12
3.9 Murid mampu mengenal pecahan setengah, sepertiga, dan seperempat dengan benda konkret Bilangan 10
3.10 Murid mampu mengukur berat benda dengan satuan kg dan g Pengukuran 8
3.11 Murid mampu mendeskripsikan ciri segitiga dan segiempat Geometri 8
3.12 Murid mampu membaca jam dan menentukan lama waktu kegiatan Pengukuran 8

Contoh ATP kelas 4

Semester 1

Kode Tujuan pembelajaran Elemen JP
4.1 Murid mampu membaca, menulis, dan membandingkan bilangan cacah sampai 10.000 Bilangan 10
4.2 Murid mampu menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan sampai 10.000 dalam konteks sehari-hari Bilangan 12
4.3 Murid mampu menyelesaikan masalah perkalian dan pembagian bilangan cacah Bilangan 16
4.4 Murid mampu menentukan pecahan senilai dan membandingkan pecahan berpenyebut sama Bilangan 12
4.5 Murid mampu menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika sederhana Aljabar 8
4.6 Murid mampu menyajikan dan membaca data dalam diagram batang Data 8

Semester 2

Kode Tujuan pembelajaran Elemen JP
4.7 Murid mampu menggunakan uang dalam transaksi jual beli sederhana Bilangan 8
4.8 Murid mampu menentukan hubungan antarsatuan panjang dan berat Pengukuran 10
4.9 Murid mampu menentukan luas bangun datar dengan menghitung persegi satuan Pengukuran 10
4.10 Murid mampu menyusun dan mengurai bangun datar menjadi bangun lain Geometri 10
4.11 Murid mampu mengenal segibanyak dan mengelompokkan bangun berdasarkan ciri Geometri 8
4.12 Murid mampu membuat kesimpulan sederhana dari data yang disajikan Data 8

Angka JP di atas adalah perkiraan. Sesuaikan dengan alokasi JP per tahun di struktur kurikulum sekolah dan sisakan waktu untuk asesmen serta pengulangan.

Alasan urutan ini

  • Nilai tempat (3.2) sebelum penjumlahan bersusun (3.3), karena teknik menyimpan hanya bermakna bila murid paham puluhan dan ratusan.
  • Perkalian (3.7) sebelum pembagian (3.8), karena pembagian adalah kebalikan perkalian.
  • Pecahan dikenalkan konkret di kelas 3 (3.9), lalu pecahan senilai di kelas 4 (4.4).
  • Data muncul di kedua kelas, dari piktogram ke diagram batang, mengikuti kemampuan membaca skala.

Contoh kegiatan per TP

TP Ide kegiatan
3.3 Belanja di "warung kelas" dengan harga sampai Rp1.000 memakai uang mainan
3.5 Mengukur panjang meja, papan tulis, dan langkah kaki teman
3.9 Membagi martabak kertas untuk dua, tiga, dan empat anak
4.4 Melipat pita kertas untuk menemukan bahwa 1/2 = 2/4
4.6 Survei buah kesukaan teman sekelas lalu membuat diagram batang
4.9 Menutup permukaan buku dengan kertas persegi berukuran sama

Menyesuaikan ATP dengan kondisi murid

  • Lakukan asesmen diagnostik di awal kelas 3. Bila banyak murid belum lancar bilangan sampai 100, tambahkan waktu di TP 3.1 dan 3.2.
  • Kelas 4 dengan murid yang sudah lancar bisa langsung mengaitkan pecahan dengan pengukuran.
  • Murid yang tertinggal diberi kegiatan dengan benda konkret lebih lama, misalnya stik dan manik-manik.
  • Sekolah kecil dengan kelas rangkap bisa memadukan TP kelas 3 dan 4 yang elemennya sama, misalnya data, dengan tingkat tugas berbeda.

Asesmen yang selaras

TP Bentuk asesmen
3.3, 4.2 Soal cerita konteks belanja dan tabungan
3.5, 4.8 Unjuk kerja mengukur benda nyata dengan rubrik
3.9, 4.4 Menggambar dan menjelaskan pecahan
3.6, 4.6 Projek kecil survei kelas

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ATP matematika fase B harus sama di semua sekolah?

Tidak. ATP disusun sekolah atau guru dari CP. Contoh ini bisa dipakai sebagai titik awal lalu disesuaikan.

Bolehkah TP kelas 3 dipindah ke kelas 4?

Boleh, asalkan seluruh CP fase B tercapai di akhir kelas 4 dan guru kelas 3 serta kelas 4 menyepakatinya.

Berapa jumlah TP ideal untuk satu fase?

Tidak ada angka baku. Yang penting setiap TP bisa diajarkan dan diases dalam waktu yang tersedia.

Apakah perlu menulis ATP per tahun atau per fase?

ATP disusun per fase, lalu dibagi per tahun dan semester agar mudah dijadikan program tahunan dan semester.

Di mana mencari buku matematika kelas 3 dan 4?

Buku pelajaran pemerintah bisa dibaca gratis di Pustaka ASIS.

ASIS: Dari ATP ke Rapor Tanpa Mengetik Ulang

Menyusun ATP hanyalah awal. Masalah muncul ketika TP harus disalin ke modul ajar, lalu ke daftar nilai, lalu ke deskripsi rapor, semuanya di berkas berbeda.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka sebagai tempat menyimpan rencana belajar, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka yang memakai data nilai yang sama. Untuk perencanaan, Pustaka menyediakan alur perencanaan kurikulum CP ke TP lalu ATP dengan acuan terbaru, sementara keputusan akhir TP dan ATP tetap di tangan guru. Untuk variasi kegiatan, Studio menyediakan aktivitas dan lab interaktif.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.