Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Prinsip belajar melalui bermain PAUD, jenis main, peran guru, dan contoh kegiatan per elemen capaian, lengkap dengan cara mencatat perkembangan anak.
Belajar melalui bermain PAUD berarti anak membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap lewat kegiatan main yang ia pilih, nikmati, dan jalani secara aktif. Bermain bukan selingan setelah "pelajaran", melainkan pelajaran itu sendiri. Saat menyusun balok, anak belajar ukuran dan keseimbangan. Saat bermain peran pasar, anak belajar berhitung, berbahasa, dan bergiliran. Tugas guru adalah menata lingkungan main, mengamati, bertanya, dan mencatat perkembangan, bukan mengganti waktu main dengan lembar kerja.
Artikel ini menjelaskan prinsip dasarnya, jenis-jenis main, contoh kegiatan per elemen capaian, dan cara mencatat perkembangan anak tanpa membebani guru.
Anak usia dini belajar paling baik melalui pengalaman langsung: menyentuh, mencoba, gagal, dan mencoba lagi. Bermain memberi semua itu dalam suasana aman. Anak tidak takut salah karena tidak ada nilai yang dipertaruhkan.
Bermain juga menyatukan banyak aspek perkembangan sekaligus. Satu kegiatan main pasir bisa melatih motorik halus, kosakata, kerja sama, dan konsep volume. Inilah alasan kurikulum PAUD menempatkan bermain sebagai inti pembelajaran.
Kegiatan main yang dipilih sendiri membuat anak lebih terlibat. Guru menyediakan beberapa pilihan, anak menentukan.
Main harus dinikmati anak, tetapi juga terhubung dengan pengalaman nyata mereka, misalnya pasar, kebun, atau dapur di rumah.
Anak memegang, mencoba, dan berbuat, bukan hanya mendengar atau melihat.
Guru menyiapkan pijakan sebelum, selama, dan sesudah main: mengenalkan aturan, menemani dengan pertanyaan, lalu mengajak anak menceritakan pengalamannya.
Menara balok yang roboh tetap berharga bila anak mencoba memperbaikinya. Yang diamati adalah usaha dan cara berpikir anak.
| Jenis main | Ciri | Contoh |
|---|---|---|
| Sensorimotor | Menjelajah dengan indra dan gerak | Main air, pasir, plastisin, meronce |
| Peran | Anak memerankan tokoh atau situasi | Pasar-pasaran, dokter-dokteran, rumah-rumahan |
| Pembangunan | Menyusun bahan menjadi bentuk | Balok, kardus bekas, bahan alam |
| Aturan | Main dengan aturan bersama | Ular tangga, petak umpet, lompat tali |
Ketiga jenis pertama sering menjadi dasar penataan sentra atau area main di banyak PAUD.
Capaian pembelajaran PAUD mencakup tiga elemen: nilai agama dan budi pekerti; jati diri; serta dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni. Berikut contoh kegiatan main untuk masing-masing.
Main peran "makan bersama". Anak menata meja, berdoa sebelum makan, berbagi makanan mainan, dan merapikan kembali. Guru mengamati kebiasaan berdoa, berbagi, dan merawat barang.
Main "aku bisa". Anak memilih tugas mandiri, seperti memakai sepatu, menuang air, atau merapikan mainan, lalu menceritakan perasaannya setelah berhasil. Guru mengamati kemandirian dan kemampuan mengenali emosi.
Pojok cerita dengan wayang kertas. Anak membuat tokoh dari kertas, lalu menceritakan kisah karangan sendiri. Guru mencatat kosakata baru dan urutan cerita.
Toko buah. Anak menjual dan membeli buah mainan dengan "uang" dari tutup botol. Mereka menghitung, membandingkan banyak dan sedikit, dan mengelompokkan menurut warna.
Tenggelam atau terapung. Anak menebak, mencoba, dan mengelompokkan benda di baskom air. Guru bertanya, "Mengapa menurutmu batu tenggelam?"
Membangun jembatan dari balok. Tantangannya: jembatan harus bisa dilewati mobil mainan. Anak merancang, mencoba, dan memperbaiki.
Melukis dengan bahan alam. Daun, ranting, dan bunga dipakai sebagai kuas atau stempel. Anak bebas berekspresi.
| Waktu | Kegiatan | Catatan untuk guru |
|---|---|---|
| 07.30–08.00 | Penyambutan, main bebas di halaman | Amati suasana hati anak saat datang |
| 08.00–08.15 | Lingkaran pagi: doa, lagu, cerita | Kenalkan pilihan main hari ini |
| 08.15–09.30 | Main di area pilihan | Mengamati tiga sampai lima anak sasaran |
| 09.30–10.00 | Makan bersama dan istirahat | Kemandirian dan kebiasaan baik |
| 10.00–10.30 | Recalling: anak menceritakan mainnya | Kosakata dan refleksi |
| 10.30 | Penutup dan pulang | Sampaikan hal penting ke orang tua |
Alur ini hanya contoh dan bisa disesuaikan dengan jam lembaga. Intinya, pendekatan belajar melalui bermain PAUD memberi porsi waktu terbesar untuk main, bukan untuk duduk mengerjakan lembar kerja.
Sebelum main. Tata area dan bahan, kenalkan pilihan main dan aturannya, misalnya "kembalikan mainan setelah dipakai".
Selama main. Amati, jangan buru-buru membantu. Ajukan pertanyaan terbuka: "Bagaimana caranya supaya menaramu tidak roboh?" "Apa yang terjadi kalau...?"
Sesudah main. Ajak anak duduk melingkar dan menceritakan apa yang mereka buat dan rasakan. Ini melatih bahasa sekaligus refleksi.
Dalam belajar melalui bermain PAUD, pengamatan hanya bermakna bila dicatat. Bentuk catatan yang lazim dipakai:
| Bentuk | Isi | Contoh |
|---|---|---|
| Catatan anekdot | Kejadian penting yang diamati | "Raka menawarkan baloknya kepada Sari yang kekurangan." |
| Hasil karya | Foto atau penjelasan karya anak | Foto jembatan balok dengan cerita anak |
| Ceklis perkembangan | Kemampuan yang sudah tampak | Mampu menuang air tanpa tumpah |
Tips agar pencatatan tidak membebani: fokus mengamati tiga sampai lima anak per hari, bergiliran, sehingga setiap anak teramati beberapa kali dalam sebulan.
Bermain hanya saat istirahat. Bila main dianggap hadiah setelah "belajar", maknanya hilang.
Terlalu banyak lembar kerja. Mewarnai gambar yang sama untuk semua anak bukan main yang bermakna.
Guru terlalu mengarahkan. Bila guru menentukan semua langkah, anak kehilangan kesempatan berpikir sendiri.
Mengejar kemampuan baca tulis hitung. Fondasi literasi dan numerasi dibangun melalui pengalaman bermakna, bukan latihan menulis berulang. Kebijakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan juga menekankan bahwa kemampuan calistung tidak dijadikan syarat masuk SD.
Orang tua sering bertanya, "Kok anak saya hanya main di sekolah?" Jelaskan apa yang dipelajari anak dari setiap kegiatan main. Bagikan foto karya dan catatan perkembangan secara berkala. Ajak orang tua melanjutkan main sederhana di rumah, misalnya menghitung piring saat menata meja makan.
Pendekatan yang menempatkan kegiatan main sebagai cara utama anak membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dengan guru sebagai penata lingkungan dan pengamat.
Anak perlu dikenalkan pada dasar-dasar literasi melalui cerita, lagu, dan permainan kata. Latihan membaca menulis formal tidak dijadikan target dan bukan syarat masuk SD.
Sebagian besar waktu di PAUD sebaiknya berupa kegiatan main yang bermakna, dengan pijakan sebelum dan sesudah main. Sesuaikan dengan jadwal lembaga.
Melalui pengamatan yang dicatat dalam bentuk catatan anekdot, hasil karya, atau ceklis perkembangan, lalu dirangkum dalam laporan perkembangan.
Tidak. Bahan alam dan barang bekas seperti kardus, tutup botol, dan daun sangat baik untuk main.
Akar masalah penilaian di PAUD bukan kurangnya pengamatan, karena guru PAUD mengamati anak sepanjang hari. Masalahnya, catatan tercecer: anekdot di buku kecil, foto karya di ponsel pribadi, dan ceklis di lembar terpisah. Saat menyusun laporan perkembangan, guru harus mengumpulkan semuanya dan mengetik ulang.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul PAUD di ASIS menyediakan catatan tumbuh kembang yang tersimpan di profil anak secara utuh, sehingga pengamatan harian bisa langsung menjadi bahan laporan. Orang tua dapat menerima kabar dan pengumuman melalui ASIS Mobile, dengan notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas dan memiliki jam tenang. Presensi anak pun bisa dicatat dengan cepat agar guru punya lebih banyak waktu menemani anak bermain.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk PAUD dan TK, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Sumber: Kurikulum Merdeka: CP PAUD Fase Fondasi (BSKAP 032/H/KR/2024); JAPI Unitri: Pendampingan Penerapan Model Pembelajaran Sentra
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.