WAWASAN ASIS

Berbagi Modul Ajar Terbuka: Cara Membuat dan Membagikan

Cara membuat dan berbagi modul ajar terbuka agar bisa dipakai guru lain: struktur yang mudah diadaptasi, lisensi, cek mutu, dan langkah umumnya di ASIS.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Mengenal ASIS

Berbagi modul ajar adalah cara paling hemat waktu untuk meningkatkan mutu pembelajaran: satu guru menyusun dengan sungguh-sungguh, puluhan guru lain bisa memakai dan menyesuaikannya. Namun banyak modul yang beredar di grup percakapan sulit dipakai ulang. Formatnya terkunci, sumbernya tidak jelas, asesmennya hilang, atau masih memuat nama murid. Artikel ini membahas cara membuat modul ajar terbuka yang benar-benar bisa diadaptasi, langkah umum membagikannya di ASIS, kesalahan yang sering terjadi, serta cara berbagi bagi guru yang belum memakai ASIS.

Masalah nyata: modul banyak, yang terpakai sedikit

Setiap awal semester, guru kebanjiran berkas modul ajar dari berbagai sumber. Kenyataannya:

  • banyak modul hanya salinan format tanpa isi kegiatan yang matang,
  • modul dibagikan dalam bentuk gambar atau PDF terkunci sehingga sulit disunting,
  • tidak ada keterangan fase, alokasi waktu, atau prasyarat,
  • guru ragu memakai karena tidak tahu boleh atau tidak mengubahnya.

Di sisi lain, guru yang sudah menyusun modul bagus jarang membagikannya karena tidak tahu tempat yang tepat, atau khawatir karyanya diakui orang lain.

Mengapa modul ajar terbuka penting

Modul ajar terbuka (bagian dari materi terbuka atau OER) memberi izin jelas kepada guru lain untuk memakai, mengubah, dan membagikan ulang dengan tetap menyebut penyusun aslinya. Manfaatnya:

  1. Guru baru punya titik awal yang matang.
  2. Sekolah kecil dengan guru sedikit tidak harus menyusun semuanya sendiri.
  3. Mutu meningkat karena modul diperbaiki bersama berdasarkan pengalaman kelas yang berbeda.
  4. Penyusun dihargai lewat atribusi yang jelas.

Ciri modul ajar yang siap dibagikan

Komponen Yang perlu ada Alasan
Identitas Mapel, fase/kelas, alokasi waktu, penyusun Guru lain cepat menilai kecocokan
Tujuan pembelajaran Rumusan jelas dan terukur Inti yang menentukan kegiatan
Kegiatan Langkah pembuka, inti, penutup Bisa langsung dipraktikkan
Asesmen Instrumen dan rubrik Modul tanpa asesmen sulit dipakai
Diferensiasi Opsi untuk murid yang perlu bantuan atau tantangan Kelas tiap sekolah berbeda
Sumber Buku, gambar, video yang dirujuk Menghindari pelanggaran hak cipta
Lisensi Izin pakai dan ubah Guru lain tidak ragu

Langkah membuat dan membagikan modul ajar terbuka di ASIS

Di ASIS, modul ajar terbuka disusun di Ruang Edukator. Satu hal yang perlu dipahami sejak awal: modul tidak langsung tayang begitu disimpan. Modul lebih dulu ditelaah sesama guru agar yang beredar luas benar-benar layak pakai. Ringkasan berikut mengikuti Panduan ASIS resmi.

Sebelum memulai

Siapkan bahan berikut agar penyusunan tidak tersendat:

  • Capaian Pembelajaran yang menjadi sasaran modul,
  • skenario diferensiasi, baik diferensiasi proses maupun produk,
  • lembar kerja murid yang akan dipakai,
  • rubrik asesmen.

Langkah-langkah

  1. Buka Ruang Edukator, lalu pilih Buat Modul Ajar Komunitas. Dari sini modul akan masuk ke repositori komunitas, bukan hanya tersimpan untuk kelas sendiri.
  2. Tulis alur kegiatannya. Panduan meminta empat bagian: kegiatan pemantik, eksplorasi konsep, tantangan kreatif, dan asesmen formatif. Tuliskan juga alasan singkat di balik tiap kegiatan agar guru lain mudah menyesuaikan.
  3. Lampirkan media atau lembar kerja yang bebas dipakai. Gunakan media ajar interaktif atau lembar kerja yang berlisensi terbuka (Creative Commons) atau buatan sendiri. Gambar comotan internet tanpa izin sebaiknya diganti sebelum lanjut.
  4. Kirim ke dewan kurasi untuk telaah sejawat. Modul diperiksa guru serumpun sebelum diterbitkan luas. Tahap ini yang membedakan berbagi modul ajar di ruang komunitas dari sekadar melempar berkas ke grup percakapan.

Langkah lengkap: Cara Membuat dan Membagikan Modul Ajar Terbuka

Periksa hasilnya

Modul yang berhasil terbit tampil rapi, bisa diunduh guru lain, dan mulai menerima ulasan serta rating. Bila modul belum muncul, kemungkinan besar masih dalam tahap telaah sejawat.

Jika hasil belum sesuai

Penelaah kadang memberi koreksi konsep. Segera perbarui modul ke versi baru dan tuliskan catatan revisi (changelog) singkat: apa yang diubah dan mengapa. Catatan ini membantu guru yang sudah memakai versi lama mengetahui perbedaannya.

Contoh alur di komunitas belajar

Di sebuah gugus SD fiktif di Banyumas, lima guru kelas 4 sepakat membagi tugas. Masing-masing menyusun dua modul IPAS untuk satu semester, lalu mengirimkannya lewat Ruang Edukator untuk ditelaah. Setiap guru mencoba modul rekannya di kelas sendiri dan menulis catatan singkat: kegiatan mana yang berhasil, mana yang terlalu panjang. Di akhir semester, sepuluh modul sudah diperbaiki dua kali dan siap dipakai angkatan berikutnya. Beban tiap guru berkurang, mutu modul naik.

Tips menulis modul agar mudah diadaptasi

  • Tulis alasan di balik kegiatan. Kalimat singkat seperti "kegiatan ini untuk memancing pertanyaan murid" membantu guru lain memodifikasi tanpa kehilangan tujuan.
  • Sediakan versi sederhana. Tidak semua sekolah punya proyektor atau internet stabil. Tambahkan alternatif tanpa perangkat.
  • Gunakan bahasa lugas. Hindari istilah lokal yang hanya dipahami di sekolah sendiri.
  • Pisahkan bagian inti dan opsional. Guru dengan jam lebih sedikit tahu bagian mana yang bisa dipangkas.
  • Sertakan contoh hasil kerja. Contoh jawaban atau produk murid (tanpa identitas) membantu guru memahami ekspektasi.

Kesalahan yang sering terjadi

Membagikan modul milik orang lain tanpa atribusi. Selalu cantumkan penyusun asli bila mengadaptasi.

Menyertakan data murid. Foto, nama, atau nilai murid nyata tidak boleh ada dalam modul terbuka. Data anak termasuk data pribadi yang dilindungi UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Mengambil gambar sembarangan dari internet. Gunakan gambar milik sendiri, berlisensi terbuka, atau dari sumber resmi.

Modul tanpa asesmen. Guru lain harus menyusun asesmen sendiri, sehingga modul jarang dipakai.

Cara berbagi modul ajar bagi guru yang belum memakai ASIS

Guru tetap bisa berbagi modul ajar secara terbuka dengan cara sederhana:

  1. Simpan modul dalam format yang bisa disunting, dan sediakan juga versi PDF untuk dibaca.
  2. Tambahkan halaman identitas dan pernyataan izin pakai di bagian awal.
  3. Unggah ke folder bersama atau ke ruang komunitas belajar guru di sekolah atau gugus.
  4. Buat daftar isi sederhana: mapel, fase, topik, dan tautan berkas.
  5. Tetapkan satu orang yang merapikan folder setiap bulan agar tidak menumpuk.

Kelemahannya, berkas mudah tercecer, versi lama dan baru bercampur, dan sulit mengetahui siapa yang sudah memakai atau memperbaiki.

Daftar periksa sebelum berbagi modul ajar

  • Identitas, fase, dan alokasi waktu lengkap
  • Tujuan, kegiatan, dan asesmen saling selaras
  • Rubrik tersedia
  • Semua sumber dicantumkan
  • Tidak ada data pribadi murid
  • Izin pakai dan ubah dinyatakan jelas

Bila Bapak/Ibu ingin mengubah modul yang sudah ada, baca juga "Memodifikasi Modul Ajar Siap Pakai".

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya modul ajar terbuka dan modul ajar biasa?

Modul ajar terbuka disertai izin jelas bagi orang lain untuk memakai, mengubah, dan membagikan ulang dengan menyebut penyusun aslinya.

Apakah modul hasil bantuan AI boleh dibagikan?

Boleh, asalkan sudah ditinjau, diperbaiki, dan disesuaikan oleh guru. Guru tetap bertanggung jawab atas isi modul.

Bagaimana jika modul saya diubah orang lain?

Itu tujuan modul terbuka. Atribusi tetap menunjukkan Bapak/Ibu sebagai penyusun awal. Di ASIS, setiap perbaikan dicatat sebagai versi baru beserta catatan revisinya.

Bolehkah memasukkan halaman buku pelajaran ke modul?

Lebih aman menautkan atau merujuk halamannya, misalnya buku di Pustaka, daripada menyalin seluruh isi.

Di mana langkah rinci berbagi modul ajar di ASIS?

Buka materi Cara Membuat dan Membagikan Modul Ajar Terbuka di Panduan Edukator ASIS.

ASIS: Modul Ajar yang Tumbuh Bersama Komunitas Guru

Modul ajar bagus sering berhenti di laptop penyusunnya, sementara guru lain menyusun ulang dari nol. Yang beredar di grup pun sulit disunting dan tidak jelas sumbernya. Energi guru habis untuk pekerjaan yang sebenarnya sudah pernah dikerjakan orang lain.

ASIS memegang tagline "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Lewat Ruang Edukator, guru menyusun modul ajar komunitas dengan alur yang jelas, melampirkan bahan berlisensi terbuka, lalu modul ditelaah guru serumpun sebelum terbit. Setelah tayang, modul bisa diunduh, diberi ulasan, dan diperbarui dengan catatan revisi, sehingga mutunya naik dari satu kelas ke kelas lain. Sumber resmi seperti buku di Pustaka tetap bisa dirujuk dalam modul.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai berkarya dan berbagi di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.