Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara membuat dan berbagi modul ajar terbuka agar bisa dipakai guru lain: struktur yang mudah diadaptasi, lisensi, cek mutu, dan langkah umumnya di ASIS.
Berbagi modul ajar adalah cara paling hemat waktu untuk meningkatkan mutu pembelajaran: satu guru menyusun dengan sungguh-sungguh, puluhan guru lain bisa memakai dan menyesuaikannya. Namun banyak modul yang beredar di grup percakapan sulit dipakai ulang. Formatnya terkunci, sumbernya tidak jelas, asesmennya hilang, atau masih memuat nama murid. Artikel ini membahas cara membuat modul ajar terbuka yang benar-benar bisa diadaptasi, langkah umum membagikannya di ASIS, kesalahan yang sering terjadi, serta cara berbagi bagi guru yang belum memakai ASIS.
Setiap awal semester, guru kebanjiran berkas modul ajar dari berbagai sumber. Kenyataannya:
Di sisi lain, guru yang sudah menyusun modul bagus jarang membagikannya karena tidak tahu tempat yang tepat, atau khawatir karyanya diakui orang lain.
Modul ajar terbuka (bagian dari materi terbuka atau OER) memberi izin jelas kepada guru lain untuk memakai, mengubah, dan membagikan ulang dengan tetap menyebut penyusun aslinya. Manfaatnya:
| Komponen | Yang perlu ada | Alasan |
|---|---|---|
| Identitas | Mapel, fase/kelas, alokasi waktu, penyusun | Guru lain cepat menilai kecocokan |
| Tujuan pembelajaran | Rumusan jelas dan terukur | Inti yang menentukan kegiatan |
| Kegiatan | Langkah pembuka, inti, penutup | Bisa langsung dipraktikkan |
| Asesmen | Instrumen dan rubrik | Modul tanpa asesmen sulit dipakai |
| Diferensiasi | Opsi untuk murid yang perlu bantuan atau tantangan | Kelas tiap sekolah berbeda |
| Sumber | Buku, gambar, video yang dirujuk | Menghindari pelanggaran hak cipta |
| Lisensi | Izin pakai dan ubah | Guru lain tidak ragu |
Di ASIS, modul ajar terbuka disusun di Ruang Edukator. Satu hal yang perlu dipahami sejak awal: modul tidak langsung tayang begitu disimpan. Modul lebih dulu ditelaah sesama guru agar yang beredar luas benar-benar layak pakai. Ringkasan berikut mengikuti Panduan ASIS resmi.
Siapkan bahan berikut agar penyusunan tidak tersendat:
Langkah lengkap: Cara Membuat dan Membagikan Modul Ajar Terbuka
Modul yang berhasil terbit tampil rapi, bisa diunduh guru lain, dan mulai menerima ulasan serta rating. Bila modul belum muncul, kemungkinan besar masih dalam tahap telaah sejawat.
Penelaah kadang memberi koreksi konsep. Segera perbarui modul ke versi baru dan tuliskan catatan revisi (changelog) singkat: apa yang diubah dan mengapa. Catatan ini membantu guru yang sudah memakai versi lama mengetahui perbedaannya.
Di sebuah gugus SD fiktif di Banyumas, lima guru kelas 4 sepakat membagi tugas. Masing-masing menyusun dua modul IPAS untuk satu semester, lalu mengirimkannya lewat Ruang Edukator untuk ditelaah. Setiap guru mencoba modul rekannya di kelas sendiri dan menulis catatan singkat: kegiatan mana yang berhasil, mana yang terlalu panjang. Di akhir semester, sepuluh modul sudah diperbaiki dua kali dan siap dipakai angkatan berikutnya. Beban tiap guru berkurang, mutu modul naik.
Membagikan modul milik orang lain tanpa atribusi. Selalu cantumkan penyusun asli bila mengadaptasi.
Menyertakan data murid. Foto, nama, atau nilai murid nyata tidak boleh ada dalam modul terbuka. Data anak termasuk data pribadi yang dilindungi UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Mengambil gambar sembarangan dari internet. Gunakan gambar milik sendiri, berlisensi terbuka, atau dari sumber resmi.
Modul tanpa asesmen. Guru lain harus menyusun asesmen sendiri, sehingga modul jarang dipakai.
Guru tetap bisa berbagi modul ajar secara terbuka dengan cara sederhana:
Kelemahannya, berkas mudah tercecer, versi lama dan baru bercampur, dan sulit mengetahui siapa yang sudah memakai atau memperbaiki.
Bila Bapak/Ibu ingin mengubah modul yang sudah ada, baca juga "Memodifikasi Modul Ajar Siap Pakai".
Modul ajar terbuka disertai izin jelas bagi orang lain untuk memakai, mengubah, dan membagikan ulang dengan menyebut penyusun aslinya.
Boleh, asalkan sudah ditinjau, diperbaiki, dan disesuaikan oleh guru. Guru tetap bertanggung jawab atas isi modul.
Itu tujuan modul terbuka. Atribusi tetap menunjukkan Bapak/Ibu sebagai penyusun awal. Di ASIS, setiap perbaikan dicatat sebagai versi baru beserta catatan revisinya.
Lebih aman menautkan atau merujuk halamannya, misalnya buku di Pustaka, daripada menyalin seluruh isi.
Buka materi Cara Membuat dan Membagikan Modul Ajar Terbuka di Panduan Edukator ASIS.
Modul ajar bagus sering berhenti di laptop penyusunnya, sementara guru lain menyusun ulang dari nol. Yang beredar di grup pun sulit disunting dan tidak jelas sumbernya. Energi guru habis untuk pekerjaan yang sebenarnya sudah pernah dikerjakan orang lain.
ASIS memegang tagline "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Lewat Ruang Edukator, guru menyusun modul ajar komunitas dengan alur yang jelas, melampirkan bahan berlisensi terbuka, lalu modul ditelaah guru serumpun sebelum terbit. Setelah tayang, modul bisa diunduh, diberi ulasan, dan diperbarui dengan catatan revisi, sehingga mutunya naik dari satu kelas ke kelas lain. Sumber resmi seperti buku di Pustaka tetap bisa dirujuk dalam modul.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai berkarya dan berbagi di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.