WAWASAN ASIS

Bukti Kasus Perundungan: Cara Sekolah Menjaganya

Cara sekolah menjaga bukti kasus perundungan dan kekerasan: jenis bukti, cara menyimpan tangkapan layar, kerahasiaan, rantai penyimpanan, dan alurnya di ASIS.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Seorang murid melapor dirundung di grup percakapan kelas dan menunjukkan pesannya di ponsel. Guru mengatakan akan menindaklanjuti, tetapi tidak menyimpan apa pun. Seminggu kemudian, pesan-pesan itu sudah dihapus pelaku, dan sekolah kesulitan mengklarifikasi. Di sisi lain, ada juga guru yang menyimpan tangkapan layar lalu meneruskannya ke grup guru, sehingga identitas korban tersebar. Menjaga bukti kasus perundungan memerlukan keseimbangan: cepat diamankan, tetapi tetap rahasia. Artikel ini membahas jenis bukti, cara menyimpannya, cara menjaga bukti laporan kekerasan di ASIS, dan cara manual bagi sekolah tanpa aplikasi.

Mengapa bukti perlu dijaga dengan benar

Menurut Permendikdasmen 6/2026, TPPK berakhir dan penanganan kekerasan menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah, dengan rujukan ke Pokja daerah untuk kasus tertentu. Baik ditangani sekolah maupun dirujuk, bukti yang terjaga membantu:

  • klarifikasi yang adil bagi korban dan terlapor,
  • keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan kepada orang tua,
  • proses rujukan ke Pokja atau pihak berwenang,
  • perlindungan sekolah dari tuduhan menutupi kasus.

Bukti yang rusak, hilang, atau tersebar justru bisa merugikan korban dan menghambat penanganan.

Jenis bukti yang sering ditemui

Jenis bukti Contoh Cara mengamankan
Keterangan tertulis Kronologi dari korban, saksi, terlapor Ditulis dan ditandatangani, dicatat tanggalnya
Bukti digital Tangkapan layar pesan, unggahan media sosial, rekaman Simpan salinan beserta tanggal, nama akun, dan konteks
Bukti fisik Barang rusak, surat ancaman Simpan dalam amplop berlabel, jangan diubah
Catatan kesehatan Catatan kunjungan UKS, hasil pemeriksaan Simpan dengan akses terbatas
Rekaman kamera pengawas Rekaman di lokasi kejadian Minta salinan segera sebelum tertimpa
Catatan guru Pengamatan guru piket atau wali kelas Ditulis apa adanya dengan tanggal

Prinsip menjaga bukti kasus perundungan

  1. Amankan sesegera mungkin. Bukti digital mudah dihapus, rekaman kamera pengawas bisa tertimpa dalam beberapa hari.
  2. Jangan mengubah bukti. Jangan memotong, mengedit, atau memberi coretan pada tangkapan layar asli. Bila perlu menyamarkan untuk keperluan lain, buat salinan terpisah.
  3. Catat konteksnya. Tanggal, waktu, sumber, siapa yang menyerahkan, dan siapa yang menerima.
  4. Batasi akses. Hanya Kepala Sekolah dan pendamping yang ditunjuk.
  5. Jangan menyebarkan. Bukti tidak dikirim ke grup percakapan, tidak ditunjukkan di rapat umum, dan tidak dibagikan ke murid lain.
  6. Catat setiap akses dan penyerahan. Bila bukti diserahkan ke Pokja atau pihak berwenang, catat tanggal dan penerimanya.

Cara menyimpan bukti digital dari murid

Bukti digital paling sering muncul dalam kasus perundungan. Langkah yang disarankan:

  1. Minta izin murid atau orang tua untuk mengambil salinan.
  2. Ambil tangkapan layar yang memperlihatkan nama akun atau nomor pengirim, isi pesan, dan tanggal.
  3. Bila percakapan panjang, ambil beberapa tangkapan layar berurutan.
  4. Simpan salinan di tempat resmi sekolah, bukan di ponsel pribadi guru.
  5. Sarankan murid dan orang tua tidak menghapus pesan asli.
  6. Hapus salinan dari ponsel guru setelah tersimpan di tempat resmi, bila memang sempat tersimpan di sana.

Ingat, data anak termasuk data pribadi spesifik menurut UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, sehingga pengamanannya perlu ekstra hati-hati.

Menjaga bukti laporan di ASIS

Fitur ini dibahas dalam Panduan TPPK dan Perlindungan Anak ASIS. Modul ini tetap dapat dipakai untuk pencegahan, pelaporan, dan tindak lanjut setelah TPPK diakhiri Permendikdasmen 6/2026. Panduan resminya menegaskan bahwa sistem membantu pencatatan, tetapi keselamatan anak dan prosedur resmi tetap yang utama.

Sebelum memulai

Pastikan kebutuhan keselamatan yang mendesak sudah ditangani. Tentukan juga petugas berwenang yang akan mengelola laporan dan buktinya, sesuai penugasan Kepala Sekolah.

Langkah di ASIS

  1. Buka laporan dengan akun yang berwenang. Periksa identitas kasus dan waktu kejadian.
  2. Catat fakta, sumber informasi, dan tindakan secara terpisah dari dugaan. Tulis "menurut keterangan murid A" alih-alih menyimpulkan.
  3. Simpan lampiran seperlunya. Batasi siapa yang dapat melihat atau mengunduhnya.
  4. Catat serah terima atau rujukan kepada pihak berwenang, misalnya Pokja, sesuai prosedur sekolah.

Periksa hasilnya

Kronologi bisa ditelusuri, akses terbatas, dan tidak ada bukti yang beredar di forum atau grup umum. Begitulah bukti kasus perundungan tetap utuh tanpa menyebarkan identitas anak.

Jika hasil belum sesuai

Bila ada risiko keselamatan, segera ikuti jalur darurat dan rujukan resmi. Jangan menunggu formulir digital lengkap.

Bukti fisik seperti barang atau surat asli tetap disimpan di lemari terkunci, dengan catatan keberadaannya di kasus.

Langkah lengkap: Cara Menjaga Bukti Laporan Kekerasan di Sekolah

Contoh kasus

Seorang murid kelas IX melapor kepada wali kelas bahwa fotonya diedit dan disebarkan di grup kelas dengan keterangan mengejek. Wali kelas tidak meminta murid lain mengirimkan foto itu kepadanya. Ia menemui guru BK, lalu bersama murid dan atas persetujuan orang tuanya, guru BK mengambil tangkapan layar dari ponsel korban: nama grup, akun pengirim, isi unggahan, dan tanggal.

Tangkapan layar diunggah ke kasus di sistem sekolah dengan keterangan "diterima dari korban dengan pendampingan orang tua, Selasa pukul 10.15". Salinan di ponsel guru dihapus. Kepala Sekolah meminta pengelola grup kelas menghapus unggahan tersebut tanpa menyebarkannya lebih jauh, lalu penanganan berjalan sesuai alur sekolah. Bukti tetap utuh, dan identitas korban tidak menyebar lebih luas.

Kesalahan umum

  • Hanya melihat bukti di ponsel murid tanpa menyimpan salinan.
  • Meneruskan tangkapan layar ke grup guru untuk "meminta pendapat".
  • Mengedit tangkapan layar asli untuk menutupi nama.
  • Menunda meminta rekaman kamera pengawas hingga sudah tertimpa.
  • Menyimpan bukti kasus perundungan di laptop pribadi tanpa kata sandi.
  • Menunjukkan bukti kepada orang tua murid lain.

Cara manual bagi sekolah tanpa aplikasi

  1. Siapkan map per kasus dengan nomor kasus. Masukkan keterangan tertulis dan cetakan bukti digital.
  2. Buat daftar bukti di halaman depan map: nomor, jenis, tanggal diterima, dari siapa, lokasi penyimpanan.
  3. Simpan berkas digital di folder bersandi yang hanya bisa diakses Kepala Sekolah dan pendamping yang ditunjuk.
  4. Bukti fisik dimasukkan ke amplop berlabel nomor kasus, disimpan di lemari terkunci.
  5. Catat setiap kali map dibuka atau bukti diserahkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah tangkapan layar bisa menjadi bukti?

Tangkapan layar dapat membantu klarifikasi di sekolah. Untuk proses di luar sekolah, ikuti arahan Pokja atau pihak berwenang tentang bukti yang dibutuhkan.

Bolehkah guru meminta ponsel murid?

Mintalah dengan sopan dan izin murid atau orang tua. Hindari memeriksa isi ponsel di luar bagian yang terkait laporan.

Siapa yang boleh melihat bukti?

Kepala Sekolah dan pendamping yang ditunjuk, serta pihak berwenang bila kasus dirujuk. Orang tua korban dapat diberi penjelasan sesuai kebutuhan.

Bagaimana jika bukti sudah terlanjur tersebar?

Hentikan penyebaran, minta pihak yang menerima menghapusnya, dan fokus melindungi korban dari dampak lanjutan.

Berapa lama bukti disimpan?

Ikuti ketentuan pengarsipan sekolah dan aturan yang berlaku, terutama bila kasus masih berproses di luar sekolah.

ASIS: Bukti Aman, Korban Terlindungi

Akar masalah bukti dalam kasus perundungan ada dua: tidak diamankan sehingga hilang, atau diamankan sembarangan sehingga tersebar. Keduanya merugikan korban.

Modul TPPK dan perlindungan anak di ASIS menyimpan bukti bersama catatan kasus, dengan akses terbatas sesuai peran dan keterangan yang jelas, selaras dengan penanganan oleh Kepala Sekolah menurut aturan baru. Langkah rinci ada di Panduan TPPK dan Perlindungan Anak ASIS di asis.id.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai bangun sekolah aman di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.