WAWASAN ASIS

Cara Daftar ASIS: Dari Akun Sekolah sampai Siap Dipakai

Cara daftar ASIS untuk sekolah: siapkan dokumen, buat akun lembaga, impor data Dapodik/EMIS, atur peran, nyalakan presensi, dan ajak orang tua masuk.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Mengenal ASIS

Cara daftar ASIS untuk sekolah pada dasarnya terdiri dari dua bagian: membuat akun lembaga di asis.id, lalu menyiapkan data agar sistem benar-benar dipakai guru, murid, dan orang tua. Bagian pertama bisa selesai dalam satu sesi duduk. Bagian kedua menentukan apakah ASIS akan hidup di sekolah atau berhenti sebagai akun kosong. Panduan ini membahas keduanya dalam tujuh tahap, lengkap dengan dokumen yang perlu disiapkan, pembagian tugas, dan kesalahan yang sering terjadi.

Catatan: nama tombol dan urutan layar bisa diperbarui sewaktu-waktu. Untuk langkah klik demi klik, ikuti Panduan ASIS di asis.id. Artikel ini fokus pada alur dan persiapannya.

Sebelum mendaftar: siapkan lima hal

Yang disiapkan Kegunaan Penanggung jawab
Data identitas lembaga (nama, NPSN, alamat, jenjang) Profil sekolah Operator
File ekspor Dapodik atau EMIS terbaru Impor data murid, rombel, pegawai Operator
Daftar guru dan tugas tambahannya Pembagian peran Wakasek/Kepala Sekolah
Nomor HP atau surel aktif wali murid Akun orang tua dan notifikasi Wali kelas
Satu orang operator utama Pengelola akun dan data Kepala Sekolah

ASIS tidak terhubung langsung ke Dapodik atau EMIS. Sekolah mengimpor file ekspor yang sudah dimiliki, dan ASIS tidak mengirim data balik.

Tahap 1: Buat akun lembaga

Buka asis.id dan pilih pendaftaran sekolah. Isi data lembaga dan data penanggung jawab. Sebaiknya akun utama didaftarkan oleh operator atau Kepala Sekolah dengan nomor HP dan surel resmi yang tidak mudah berganti, bukan nomor pribadi guru honorer yang mungkin pindah tugas.

Paket dasar ASIS Rp0, berisi semua aplikasi dan subdomain situs sekolah. Sekolah tidak perlu memilih paket berbayar untuk mulai.

Tahap 2: Lengkapi profil sekolah

Periksa nama resmi, jenjang, alamat, logo, tahun ajaran, dan semester aktif. Profil ini dipakai di banyak tempat: kop dokumen, rapor, situs sekolah, dan pengumuman. Kesalahan kecil di sini akan ikut tercetak di mana-mana.

Tahap 3: Impor data dari file ekspor

Impor file ekspor Dapodik atau EMIS untuk mengisi data murid, rombel, dan pegawai sekaligus. Setelah impor, lakukan pemeriksaan cepat:

  • jumlah murid per rombel sesuai kenyataan,
  • tidak ada murid ganda karena pindahan,
  • nama wali kelas sudah tepat,
  • murid yang sudah lulus atau mutasi tidak ikut aktif.

Lebih baik meluangkan satu jam memeriksa di awal daripada membetulkan rapor di akhir semester.

Tahap 4: Pilih modul yang diaktifkan

ASIS punya 57 modul: 7 inti dan 50 opsional. Untuk bulan pertama, kami menyarankan sekolah cukup memakai modul inti ditambah dua atau tiga modul yang paling dibutuhkan, misalnya:

  • SD: presensi, pengumuman, e-Rapor.
  • SMP/MTs: presensi, jurnal mengajar, layanan BK.
  • SMK: presensi, CBT, PKL.
  • Sekolah dengan iuran bulanan: tambahkan tagihan dengan unggah bukti bayar.

Modul lain bisa dinyalakan kapan saja.

Tahap 5: Atur pengguna dan peran

Buat akun guru dan tenaga kependidikan, lalu tetapkan perannya. ASIS punya 45 peran, dan satu orang bisa memegang beberapa peran. Contoh di MI fiktif di Kudus:

Nama (fiktif) Peran di ASIS
Ibu Siti Kepala Madrasah
Bapak Arif Operator, guru kelas VI
Ibu Laila Bendahara, guru kelas II
Bapak Fajar Guru PJOK, pembina ekstrakurikuler

Tiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan.

Tahap 6: Uji coba kecil

Jangan langsung meluncurkan ke seluruh sekolah. Pilih dua rombel dan satu guru penggerak. Jalankan presensi selama satu pekan, catat kendala, lalu perbaiki. Uji coba kecil membuat guru lain melihat contoh nyata, bukan sekadar mendengar penjelasan.

Tahap 7: Ajak orang tua masuk

Bagikan cara masuk ASIS Mobile di pertemuan wali murid. Orang tua bisa masuk dengan nomor HP atau surel yang didaftarkan sekolah; tersedia juga login OTP lewat WhatsApp atau SMS. Setelah masuk, orang tua menerima notifikasi gratis tanpa batas dengan jam tenang.

Peran Kepala Sekolah selama pendaftaran

Operator memang mengerjakan sebagian besar langkah teknis, tetapi keberhasilan cara daftar ASIS sangat ditentukan oleh Kepala Sekolah. Ada tiga hal yang hanya bisa dilakukan pimpinan:

  • Menetapkan tujuan. Misalnya, "Semester ini presensi dan kabar orang tua harus jalan." Tujuan yang jelas mencegah sekolah tergoda menyalakan semua modul.
  • Memberi waktu. Operator dan guru penggerak butuh jam khusus, bukan sisa waktu setelah mengajar.
  • Memberi contoh. Kepala Sekolah yang ikut memantau Dashboard Goal dan menanggapi rekap presensi membuat guru merasa datanya benar-benar dipakai.

Tanpa dukungan ini, pendaftaran sering berhenti di tahap impor data.

Jadwal contoh empat pekan

Pekan Kegiatan Hasil
1 Tahap 1–3: akun, profil, impor data Data murid rapi
2 Tahap 4–5: modul dan peran Guru bisa masuk
3 Tahap 6: uji coba dua rombel Kendala tercatat
4 Tahap 7: peluncuran ke orang tua Kabar mulai mengalir

Kesalahan yang sering terjadi

Akun utama memakai nomor pribadi. Saat operator pindah, akses ikut hilang. Gunakan kontak lembaga.

Impor tanpa diperiksa. Data ganda atau rombel keliru akan terbawa ke presensi dan rapor.

Semua modul dinyalakan. Guru kewalahan melihat menu yang belum dipakai.

Tidak ada guru penggerak. Operator sendirian akan kelelahan menjawab pertanyaan.

Guru yang ingin belajar mandiri bisa mengikuti kursus di Akademi ASIS. Untuk gambaran manfaat ASIS secara keseluruhan sebelum mendaftar, baca "Aplikasi ASIS: Pengenalan Singkat untuk Kepala Sekolah".

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa biaya mengikuti cara daftar ASIS ini?

Gratis. Paket dasar ASIS Rp0 per tahun dan sudah berisi semua aplikasi serta subdomain situs sekolah.

Siapa yang sebaiknya mendaftarkan sekolah?

Operator atau Kepala Sekolah, memakai kontak resmi lembaga agar akses tidak hilang saat terjadi mutasi.

Apakah data harus diketik satu per satu?

Tidak. Data murid, rombel, dan pegawai bisa diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS yang sudah dimiliki sekolah.

Bagaimana jika sekolah adalah pesantren atau TPQ?

Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS yang tersedia di Google Play.

Apakah perguruan tinggi bisa mendaftar dengan cara yang sama?

Kampus memakai ASIS Kampus yang terhubung ke Neo Feeder PDDikti mulai paket Max. Silakan minta demo melalui asis.id.

ASIS: Mendaftar Itu Mudah, Dipakai Itu Tujuannya

Banyak sekolah pernah mendaftar aplikasi lalu berhenti di tengah jalan karena data harus diketik ulang dan guru tidak tahu harus mulai dari mana. Akar masalahnya ada pada persiapan dan urutan, bukan pada niat.

Itulah sebabnya cara daftar ASIS dirancang agar langkah awal ringan: data diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, modul dipilih sesuai kebutuhan, dan peran diatur agar setiap orang hanya melihat yang ia perlukan. Prinsipnya tetap "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali," sehingga data yang diimpor di hari pertama langsung dipakai presensi, rapor, dan kabar ke orang tua.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Daftarkan sekolah Bapak/Ibu di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.