Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara membuat modul ajar dari nol dalam 7 langkah, dari membaca CP sampai refleksi, dengan contoh utuh Bahasa Indonesia kelas 7 tentang teks prosedur.
Cara membuat modul ajar dari nol bisa diringkas menjadi tujuh langkah: membaca CP dan ATP, mengenali murid, merumuskan tujuan pembelajaran, merancang asesmen, menyusun kegiatan, menyiapkan media dan diferensiasi, lalu menelaah serta merefleksikan. Urutan ini penting. Banyak guru memulai dari kegiatan yang menarik, lalu kesulitan mencocokkannya dengan tujuan dan asesmen. Artikel ini menjelaskan cara membuat modul ajar langkah demi langkah dengan satu contoh utuh: Bahasa Indonesia kelas 7, teks prosedur.
Artikel ini ditujukan terutama bagi guru baru atau guru yang belum pernah menyusun modul sendiri. Untuk ringkasan komponen, baca "Modul Ajar: Komponen, Contoh Ringkas, dan Tips Guru". Untuk menyusunnya di aplikasi, lihat "Cara Menyusun Modul Ajar: Langkah Praktis di ASIS". Bila ingin menerapkan kerangka terbaru, ada "Modul Ajar Pembelajaran Mendalam: Cara Menyusun dan Contoh".
Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi yang harus dicapai murid di akhir fase. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) memecah CP menjadi urutan tujuan yang lebih kecil. Sebelum menulis apa pun, baca CP fase yang relevan dan cari posisi topik di ATP sekolah.
Contoh: Untuk kelas 7 (fase D), CP Bahasa Indonesia mencakup kemampuan memahami dan menulis berbagai jenis teks. Dalam ATP sekolah, teks prosedur ditempatkan di semester ganjil setelah teks deskripsi.
Pertanyaan kunci: apa yang harus bisa dilakukan murid di akhir topik ini?
Modul ajar disusun untuk murid tertentu, bukan murid ideal. Lakukan asesmen diagnostik singkat untuk mengetahui kemampuan awal dan minat.
Contoh: Guru memberi tiga pertanyaan di awal pertemuan:
Dari jawaban, guru menemukan sebagian besar murid sudah bisa mengurutkan langkah, tetapi belum memakai kata kerja perintah dan keterangan yang tepat. Sebagian kecil masih kesulitan menulis kalimat utuh. Banyak murid suka memasak dan bermain gim.
Tujuan yang baik menyebut kemampuan yang bisa diamati dan konteksnya.
Contoh tujuan:
Hindari tujuan yang tidak bisa diamati seperti "murid memahami teks prosedur".
Rancang asesmen sebelum kegiatan. Asesmen menjawab pertanyaan: bagaimana saya tahu murid sudah mencapai tujuan?
| Tujuan | Asesmen formatif | Asesmen sumatif |
|---|---|---|
| Mengidentifikasi struktur | Menandai bagian teks dengan warna berbeda | Bagian dari tes tertulis akhir topik |
| Menjelaskan kebahasaan | Kuis singkat menemukan kalimat perintah | Bagian dari tes tertulis akhir topik |
| Menulis teks prosedur | Umpan balik teman pada draf | Produk teks prosedur dengan rubrik |
Rubrik produk (ringkas): struktur lengkap, langkah runtut, kalimat perintah tepat, kata keterangan urutan tepat, ejaan dan tanda baca sesuai EYD.
Susun kegiatan yang menjembatani tujuan dan asesmen. Kerangka pembelajaran mendalam menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Contoh alur tiga pertemuan (masing-masing 2 x 40 menit):
| Pertemuan | Pembuka | Inti | Penutup |
|---|---|---|---|
| 1 | Guru memperagakan membuat minuman sederhana sambil murid mencatat langkahnya | Kelompok membandingkan catatan, menemukan bagian tujuan, bahan, dan langkah | Tiket keluar: tuliskan tiga bagian teks prosedur |
| 2 | Tebak kegiatan dari kalimat perintah yang dibacakan | Murid mencari kalimat perintah dan kata keterangan urutan dalam tiga teks berbeda | Kuis singkat lima soal |
| 3 | Murid memilih kegiatan favorit yang akan ditulis | Menulis draf, bertukar dengan teman, merevisi berdasarkan umpan balik | Beberapa murid membacakan hasil, kelas mencoba mengikuti langkahnya |
Kegiatan ini bermakna karena berangkat dari pengalaman murid, dan menggembirakan karena melibatkan praktik dan permainan.
Siapkan bahan yang mendukung kegiatan:
Diferensiasi:
Sebelum dipakai, periksa keselarasan tujuan, asesmen, dan kegiatan. Setelah mengajar, catat refleksi singkat.
Contoh refleksi guru setelah pertemuan 3: "Waktu menulis draf kurang 10 menit. Kerangka teks sangat membantu lima murid yang biasanya diam. Pertemuan berikutnya, berikan contoh umpan balik teman yang baik sebelum tukar draf."
Refleksi seperti ini membuat modul semakin baik setiap tahun. Inilah bagian dari cara membuat modul ajar yang paling sering dilewati, padahal paling murah dan paling berdampak.
Untuk guru pemula, satu topik bisa memakan beberapa jam. Setelah terbiasa, waktunya jauh lebih singkat, terutama bila menyimpan dan merevisi modul tahun sebelumnya.
Tidak. Guru boleh memakai dan memodifikasi modul yang sudah ada. Namun memahami proses dari nol membantu guru memodifikasi modul orang lain dengan tepat.
Tidak harus. Satu modul bisa mencakup beberapa pertemuan untuk satu topik utuh, seperti contoh tiga pertemuan di atas.
Boleh sebagai bantuan awal, misalnya untuk ide kegiatan atau contoh teks. Guru tetap wajib menelaah kesesuaian dengan CP, murid, dan konteks sekolah.
Keselarasan antara tujuan, asesmen, dan kegiatan. Komponen lain mendukung, tetapi tanpa keselarasan ini modul tidak akan efektif.
Akar masalah menyusun modul ajar adalah pekerjaan yang hilang setiap tahun. Dokumen tersimpan di laptop pribadi, refleksi ditulis di kertas, dan tahun berikutnya guru menyusun ulang dari awal.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun dan menyalin modul, jurnal mengajar untuk mencatat apa yang benar-benar terjadi di kelas, dan bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru untuk menyiapkan asesmen. Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah sebagai bahan bacaan, dan Studio menyediakan 9 jenis aktivitas serta 57 lab interaktif untuk kegiatan inti. Akademi ASIS juga menyediakan kursus daring bagi guru yang ingin memperdalam penyusunan perangkat ajar.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id, lalu jelajahi pustaka.asis.id dan studio.asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.