WAWASAN ASIS

Cara Menentukan KKTP: 4 Pendekatan dan Contoh Interval Nilai

Cara menentukan KKTP dengan 4 pendekatan: deskripsi kriteria, rubrik, skala, dan interval nilai, lengkap dengan contoh terisi dan tindak lanjutnya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Administrasi Sekolah

Cara menentukan KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) pada dasarnya ada empat: memakai deskripsi kriteria, rubrik, skala, atau interval nilai. Keempatnya sama-sama sah. Pilihannya bergantung pada jenis tujuan pembelajaran dan bentuk asesmen yang Bapak/Ibu pakai. KKTP disusun per tujuan pembelajaran, bukan satu angka untuk seluruh mata pelajaran seperti KKM dulu.

Di bawah ini setiap pendekatan dijelaskan dengan contoh terisi, kapan cocok dipakai, dan kesalahan yang sering terjadi.

Sebelum mulai: KKTP itu menjawab pertanyaan apa?

KKTP menjawab satu pertanyaan sederhana: "Bukti apa yang menunjukkan murid sudah mencapai tujuan pembelajaran ini?" Karena itu, langkah pertamanya selalu sama:

  1. Tulis tujuan pembelajaran (TP) dengan jelas.
  2. Tentukan bukti yang bisa diamati: tulisan, produk, unjuk kerja, atau jawaban tes.
  3. Pilih pendekatan KKTP yang paling cocok dengan bukti itu.
  4. Tentukan tindak lanjut untuk murid yang belum dan sudah mencapai.

Contoh TP yang dipakai di seluruh artikel ini: "Murid mampu menulis teks deskripsi tentang lingkungan sekitar dengan struktur yang tepat dan detail yang mendukung." (Bahasa Indonesia, Fase D.)

1. Deskripsi kriteria

Pendekatan paling sederhana. Guru menuliskan kriteria yang harus terpenuhi. Murid dinyatakan mencapai TP bila semua (atau sejumlah tertentu) kriteria terpenuhi.

Contoh:

Murid dinyatakan mencapai TP bila tulisannya:

  • memuat identifikasi umum objek;
  • memuat minimal tiga bagian deskripsi yang rinci;
  • memakai kata sifat dan kata indra untuk menggambarkan objek;
  • menggunakan ejaan dan tanda baca dengan tepat pada sebagian besar kalimat.

Kapan cocok: TP yang jelas tercapai atau belum, dan kelas dengan waktu terbatas.

Kelemahan: tidak menunjukkan seberapa jauh murid yang belum mencapai, sehingga tindak lanjut kurang spesifik.

2. Rubrik

Rubrik memecah kriteria menjadi beberapa tingkat capaian dengan deskripsi di tiap tingkat. Pendekatan ini cocok untuk produk dan unjuk kerja.

Kriteria Baru berkembang Layak Cakap Mahir
Struktur Belum ada identifikasi Ada identifikasi, deskripsi belum runtut Identifikasi dan deskripsi runtut Runtut dan ditutup kesan yang kuat
Detail Kurang dari 2 detail 2 detail 3 detail Lebih dari 3 detail yang hidup
Diksi Kata umum saja Sedikit kata sifat Kata sifat dan kata indra tepat Diksi variatif dan segar
Ejaan Banyak kesalahan Beberapa kesalahan mengganggu Sedikit kesalahan Hampir tanpa kesalahan

Tetapkan batas tercapai, misalnya: murid dinyatakan mencapai TP bila minimal berada di tingkat "Cakap" pada struktur dan detail, dan minimal "Layak" pada diksi serta ejaan.

Kapan cocok: menulis, presentasi, praktik, proyek.

Kelemahan: butuh waktu menyusun, dan deskripsi antartingkat harus benar-benar berbeda.

3. Skala

Skala memberi skor pada tiap kriteria, biasanya 1–4, lalu menjumlahkannya. Mirip rubrik, tetapi deskripsi per tingkat lebih ringkas.

Contoh:

Kriteria Skor (1–4)
Identifikasi objek jelas 1 2 3 4
Deskripsi rinci dan runtut 1 2 3 4
Kata sifat dan kata indra 1 2 3 4
Ejaan dan tanda baca 1 2 3 4

Skor maksimal 16. Misalnya, murid dinyatakan mencapai TP bila skornya minimal 11 dan tidak ada kriteria bernilai 1.

Kapan cocok: penilaian cepat terhadap banyak karya, atau observasi sikap dan keterampilan.

Kelemahan: tanpa pedoman, dua guru bisa memberi skor berbeda untuk karya yang sama.

4. Interval nilai

Pendekatan ini cocok untuk tes dengan skor angka. Guru menetapkan rentang nilai beserta tindak lanjutnya. Berikut contohnya:

Interval Keterangan Tindak lanjut
0–40% Belum mencapai Remedial di seluruh bagian
41–65% Belum mencapai Remedial di bagian yang diperlukan
66–85% Sudah mencapai Tidak perlu remedial
86–100% Sudah mencapai Perlu pengayaan atau tantangan lebih

Angka di atas hanya contoh yang lazim beredar di bahan ajar Kurikulum Merdeka, bukan ketentuan baku. Sekolah dan guru boleh menyesuaikan dengan karakteristik TP.

Kapan cocok: tes tertulis, kuis, latihan soal.

Kelemahan: angka bisa menyembunyikan bagian TP mana yang belum dikuasai. Lengkapi dengan analisis butir soal.

Perbandingan cepat

Pendekatan Bukti yang cocok Waktu menyusun Kekuatan tindak lanjut
Deskripsi kriteria Semua jenis Cepat Sedang
Rubrik Produk, unjuk kerja Lama Tinggi
Skala Produk, observasi Sedang Sedang
Interval nilai Tes Cepat Sedang

Kesalahan umum saat menentukan KKTP

  • Menyalin angka KKM lama sebagai KKTP untuk semua TP.
  • Kriteria tidak terukur, misalnya "tulisan bagus" atau "aktif di kelas".
  • Satu KKTP untuk beberapa TP sekaligus, sehingga tidak jelas TP mana yang belum tercapai.
  • Tidak menuliskan tindak lanjut. KKTP tanpa remedial dan pengayaan hanya menjadi label.
  • Rubrik terlalu banyak kriteria. Tiga sampai lima kriteria sudah cukup untuk satu TP.

Variasi per jenjang

  • SD kelas rendah: deskripsi kriteria sederhana atau ceklis lebih praktis.
  • SD kelas tinggi dan SMP: rubrik sederhana tiga sampai empat tingkat.
  • SMA/SMK: rubrik untuk proyek dan praktik; interval nilai untuk tes konsep. Untuk SMK, kaitkan kriteria dengan standar kerja.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah KKTP wajib berupa angka?

Tidak. KKTP bisa berupa deskripsi, rubrik, skala, atau interval nilai. Pilih yang paling sesuai dengan bukti belajar.

Apa bedanya KKTP dan KKM?

KKM berupa satu angka per mata pelajaran. KKTP disusun per tujuan pembelajaran dan menjelaskan bukti ketercapaian.

Apakah satu mata pelajaran boleh memakai beberapa pendekatan?

Boleh. TP menulis bisa memakai rubrik, sementara TP konsep bisa memakai interval nilai.

Bagaimana cara menentukan KKTP bersama rekan guru?

Susun bersama di forum guru serumpun, uji pada beberapa karya murid, lalu samakan pemahaman sebelum dipakai di semua kelas.

Apakah KKTP harus dicantumkan di modul ajar?

Sebaiknya ya, bersama rencana asesmen, agar tindak lanjut sudah direncanakan sejak awal.

ASIS: KKTP Tersusun Sekali, Terpakai sampai Rapor

Akar masalah KKTP di lapangan bukan sulitnya konsep, melainkan pekerjaan yang terpencar. Rubrik ditulis di satu berkas, nilai dicatat di lembar kerja lain, lalu deskripsi rapor diketik ulang dari awal. Tindak lanjut remedial sering terlupa karena datanya tidak terlihat dalam satu tempat.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan e-Rapor Kurikulum Merdeka dalam satu platform, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Hasil asesmen yang guru catat menjadi bahan rapor tanpa diketik ulang. Bank soal dengan bantuan AI membantu menyusun draf soal sesuai indikator, dan setiap draf wajib ditinjau guru. Untuk latihan dan pengayaan, Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Komunitas Belajar: Cara Menentukan KKTP; Kurikulum Merdeka: Cara Menentukan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.