Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara menyusun modul ajar langkah demi langkah: komponen utama, urutan kerja guru, contoh ringkas, alur umum di ASIS, tips, dan kesalahan yang sering terjadi.
Cara menyusun modul ajar yang baik bukan soal mengisi format sepanjang mungkin, melainkan merancang pembelajaran yang benar-benar bisa dijalankan di kelas. Banyak guru menghabiskan waktu berjam-jam menyalin template, lalu modulnya hanya tersimpan untuk keperluan administrasi. Padahal modul ajar yang ringkas dan jelas jauh lebih berguna saat mengajar. Artikel ini membahas cara menyusun modul ajar secara praktis, komponen yang perlu ada, urutan kerja yang disarankan, contoh ringkas, alur umum di ASIS, serta kesalahan yang sering terjadi.
Bu Nur, guru kelas 5 SD, punya 18 modul ajar untuk satu semester. Semuanya diunduh dari internet dan disesuaikan seadanya. Saat supervisi, modulnya lengkap. Namun di kelas, Bu Nur mengajar dengan cara yang berbeda karena kegiatan di modul tidak cocok dengan kondisi muridnya: ada empat murid yang belum lancar membaca, dan kelasnya tidak punya proyektor.
Modul ajar seperti ini memenuhi administrasi, tetapi tidak membantu mengajar.
Modul ajar adalah rencana guru untuk murid yang ia kenal. Modul dari luar boleh menjadi rujukan, tetapi perlu disesuaikan dengan karakteristik murid, sarana sekolah, dan waktu yang tersedia. Kerangka pembelajaran mendalam yang kini menjadi arah kebijakan menekankan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Itu sulit dicapai dengan modul yang disalin tanpa disesuaikan.
| Komponen | Isi singkat | Pertanyaan pemandu |
|---|---|---|
| Informasi umum | Identitas, fase/kelas, alokasi waktu, sarana | Untuk siapa dan berapa lama? |
| Identifikasi murid | Kesiapan, minat, kebutuhan khusus | Murid saya seperti apa? |
| Tujuan pembelajaran | Kompetensi dan konten yang ingin dicapai | Apa yang harus bisa dilakukan murid? |
| Asesmen | Cara mengetahui tujuan tercapai | Bukti apa yang saya cari? |
| Kegiatan pembelajaran | Pembuka, inti, penutup | Pengalaman belajar apa yang dibutuhkan? |
| Media dan sumber | Buku, alat peraga, lab virtual | Apa yang tersedia dan relevan? |
| Lampiran | Lembar kerja, rubrik, bahan bacaan | Apa yang dipakai murid? |
Format persisnya bisa berbeda antarsekolah. Yang penting, komponen-komponen ini saling terhubung.
Mulai dari murid, bukan dari template. Catat kemampuan awal, murid yang perlu dukungan, dan murid yang siap tantangan lebih. Data presensi, nilai sebelumnya, dan catatan perkembangan sangat membantu.
Rumuskan tujuan yang bisa diamati, misalnya "murid dapat membandingkan dua pecahan berpenyebut berbeda menggunakan gambar". Ambil dari alur tujuan pembelajaran yang sudah disusun sekolah.
Sebelum menyusun kegiatan, tentukan bukti yang menunjukkan murid sudah mencapai tujuan. Ini membuat kegiatan lebih terarah.
Rancang kegiatan yang membawa murid dari memahami, ke mengaplikasi, lalu merefleksi. Sediakan variasi untuk murid dengan kesiapan berbeda.
Pilih media yang tersedia. Bila tidak ada proyektor, gunakan alat peraga sederhana atau kartu. Siapkan lembar kerja dan rubrik.
Baca ulang. Hapus bagian yang tidak akan benar-benar dilakukan. Modul tiga halaman yang dijalankan lebih baik daripada modul lima belas halaman yang hanya disimpan.
Modul ajar yang baik bisa langsung dijalankan di kelas, bukan sekadar memenuhi formulir. Gunakan acuan kurikulum yang berlaku.
Siapkan fase atau kelas, mapel, tujuan, durasi, kebutuhan murid, rencana kegiatan, dan bukti asesmen yang akan dikumpulkan.

Bank modul ajar di ASIS bisa menjadi titik awal sebelum guru menyusun atau menyesuaikan modul sendiri.
Tujuan, aktivitas, dan asesmen saling terhubung, sehingga guru lain bisa menjalankan modul tanpa menebak maksudnya.
Bila memakai salinan dari bank modul, periksa lisensinya dan sesuaikan dengan konteks sekolah. Jangan mengklaim karya orang lain sebagai milik sendiri.
Langkah lengkap: Cara Menyusun Modul Ajar di ASIS. Untuk merumuskan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran, Pustaka menyediakan alur perencanaan CP ke TP lalu ATP; guru tetap meninjau dan menyusun versi akhirnya.
Gunakan satu template sederhana di pengolah kata dengan komponen di tabel atas. Simpan di folder bersama per mapel dan kelas, beri nama file yang konsisten, misalnya "MTK-5-Pecahan-Banding.docx". Setelah mengajar, tambahkan catatan refleksi di akhir dokumen untuk perbaikan tahun berikutnya.
Tidak ada ketentuan baku. Yang penting komponennya lengkap dan benar-benar dipakai. Banyak guru merasa dua sampai lima halaman sudah cukup untuk satu topik.
Boleh sebagai rujukan, tetapi sesuaikan dengan murid, sarana, dan waktu di kelas Bapak/Ibu.
Prinsipnya sama. Yang berbeda adalah tingkat kerumitan tujuan, jenis kegiatan, dan media yang sesuai usia.
ASIS menyediakan perangkat ajar untuk menyusun dan menyimpan modul. Penyusunan tujuan dan kegiatan tetap dilakukan guru.
Rancang pengalaman belajar yang membawa murid memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, serta sesuaikan dengan kebutuhan murid.
Akar masalah modul ajar yang tidak terpakai adalah jaraknya dari kelas nyata. Modul disusun tanpa melihat data murid, disimpan terpisah dari jurnal mengajar, dan tidak pernah ditinjau ulang setelah dipakai.
ASIS membantu guru menyusun modul ajar di perangkat ajar Kurikulum Merdeka, menautkan buku dari Pustaka dan lab interaktif dari Studio, lalu mencatat pelaksanaannya di jurnal mengajar. Profil murid dan catatan perkembangan membantu guru mengenali kebutuhan kelas sebelum menyusun. Dengan cara menyusun modul ajar yang berangkat dari data murid, rencana dan praktik menjadi satu.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.