Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara menulis catatan perkembangan siswa yang objektif: format tabel, contoh kalimat per aspek, jadwal pengisian, dan pemakaiannya untuk rapor.
Catatan perkembangan siswa adalah rekaman singkat dan berkala tentang perubahan yang guru amati pada seorang siswa: cara belajarnya, sikapnya, kemampuan sosialnya, hingga kebiasaan sehari-hari. Catatan yang baik ditulis berdasarkan kejadian nyata, bukan kesan umum, sehingga bisa dipakai untuk menyusun deskripsi rapor, bahan rapat dengan orang tua, dan rujukan ke guru BK. Artikel ini memberi format yang bisa langsung dipakai, contoh kalimat per aspek, dan cara menjaga kebiasaan mencatat tanpa menambah beban.
Banyak guru baru menulis catatan menjelang pembagian rapor. Akibatnya, deskripsi rapor berisi kalimat umum seperti "Ananda perlu lebih rajin" yang tidak membantu siswa maupun orang tua.
Catatan yang ditulis rutin memberi tiga keuntungan:
Tidak semua hal perlu dicatat. Fokus pada aspek yang memengaruhi belajar dan kesejahteraan siswa.
| Aspek | Contoh yang diamati | Sumber pengamatan |
|---|---|---|
| Akademik | Cara menyelesaikan soal, kemajuan membaca, keaktifan bertanya | Pembelajaran, tugas, asesmen formatif |
| Sikap belajar | Ketekunan, kemandirian, tanggung jawab tugas | Kelas, tugas rumah |
| Sosial | Kerja kelompok, menyelesaikan konflik, empati | Diskusi, istirahat, kegiatan |
| Emosi | Cara mengelola kecewa, kepercayaan diri | Presentasi, lomba, ujian |
| Kebiasaan | Kehadiran, ketepatan waktu, kerapian | Presensi, piket |
| Minat dan bakat | Ketertarikan pada bidang tertentu | Ekstrakurikuler, projek |
Untuk siswa yang mengikuti kegiatan kokurikuler, catatan juga bisa memuat perkembangan pada dimensi profil lulusan yang menjadi sasaran kegiatan itu.
Format paling sederhana adalah tabel lima kolom. Satu baris untuk satu kejadian.
| Tanggal | Konteks | Yang diamati | Makna | Tindak lanjut |
|---|---|---|---|---|
| 4 Agustus | Diskusi IPAS kelompok 3 | Nadia membagi tugas dan mencatat pendapat semua anggota | Mulai menunjukkan kepemimpinan yang inklusif | Beri peran ketua di projek berikutnya |
| 11 Agustus | Membaca nyaring | Fajar membaca terbata pada kata berimbuhan | Perlu latihan kata berimbuhan | Latihan 10 menit bersama teman sebangku |
| 18 Agustus | Ulangan harian Matematika | Fajar menyelesaikan soal cerita tanpa bantuan | Pemahaman soal cerita meningkat | Beri pujian spesifik |
Kolom "konteks" penting karena perilaku yang sama bisa bermakna berbeda di situasi berbeda. Siswa yang diam saat diskusi kelas besar belum tentu pasif di kelompok kecil.
Kalimat seperti ini mudah diubah menjadi deskripsi rapor, misalnya: "Ananda menunjukkan kemajuan dalam menyelesaikan soal cerita dan mulai berani tampil di depan kelas. Ananda perlu pendampingan dalam membaca kata berimbuhan."
Wali kelas dengan 32 siswa tidak mungkin mencatat semua anak setiap hari. Gunakan sistem bergilir.
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| Setiap hari | Catat 2–3 kejadian menonjol (positif atau perlu perhatian) |
| Setiap pekan | Fokus mengamati 6–8 siswa yang sudah dijadwalkan |
| Setiap bulan | Periksa siswa yang belum punya catatan sama sekali |
| Tengah semester | Ringkas pola per siswa, bahas di rapat guru |
| Akhir semester | Susun deskripsi rapor dari ringkasan |
Dengan pola ini, setiap siswa mendapat setidaknya satu catatan bermakna setiap bulan.
Catatan perkembangan siswa paling kaya bila tidak hanya ditulis wali kelas. Guru mapel melihat siswa di pelajaran yang berbeda, pembina ekstrakurikuler melihat bakat yang tidak muncul di kelas, petugas UKS tahu keluhan kesehatan, dan guru BK memegang hasil konseling.
Kuncinya adalah satu tempat penyimpanan. Bila setiap guru mencatat di buku masing-masing, wali kelas tetap harus mengumpulkan semuanya secara manual. Topik ini dibahas lebih jauh di artikel "Profil Murid Digital: Mengenal Anak Lebih dari Nilai".
Saat pembagian rapor atau pertemuan khusus, bawa tiga hingga lima catatan yang mewakili perkembangan anak. Mulai dari kemajuan, lalu satu atau dua hal yang perlu didukung, dan tutup dengan kesepakatan langkah di rumah dan di sekolah. Orang tua lebih mudah menerima masukan bila disertai contoh kejadian yang jelas. Contoh kalimat penutup rapor bisa dilihat di artikel "Contoh Catatan Wali Kelas di Rapor per Karakter Murid".
Catatan anekdot adalah salah satu teknik pengamatan berupa rekaman satu kejadian. Catatan perkembangan lebih luas: kumpulan anekdot, hasil karya, dan asesmen yang menunjukkan perubahan siswa dari waktu ke waktu.
Minimal satu catatan bermakna per bulan untuk setiap siswa. Siswa yang sedang mendapat pendampingan khusus sebaiknya dicatat lebih sering.
Boleh, terutama bagian yang berkaitan dengan belajar dan sikap. Catatan sensitif seperti hasil konseling BK sebaiknya hanya dibuka oleh pihak yang berwenang.
Minta guru mapel mencatat hanya kejadian yang menonjol. Satu kalimat per pekan dari setiap guru mapel sudah menambah gambaran yang berharga bagi wali kelas.
Ya. Ringkas pola dari beberapa catatan menjadi dua atau tiga kalimat deskripsi yang menyebut kekuatan dan hal yang perlu ditingkatkan.
Masalah utama catatan perkembangan bukan kemauan guru, melainkan tempatnya yang tercecer: buku wali kelas, buku kasus BK, kartu UKS, dan ingatan pembina ekstrakurikuler. Saat rapor tiba, semuanya harus dikumpulkan ulang.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Catatan perkembangan dari wali kelas, guru mapel, BK, dan UKS berkumpul di profil siswa yang utuh, berdampingan dengan presensi, prestasi, portofolio, dan nilai di e-Rapor Kurikulum Merdeka. Setiap peran hanya melihat data yang ia perlukan, sehingga catatan sensitif tetap terjaga, dan kabar penting bisa dikirim ke orang tua lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.