Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh jurnal mengajar guru harian yang terisi: kolom wajib, contoh per jenjang SD, SMP, SMA, cara mengisi dalam lima menit, dan kesalahan umum.
Contoh jurnal mengajar guru yang baik cukup memuat tujuh hal: tanggal, kelas dan jam ke-, tujuan pembelajaran, kegiatan inti, murid yang tidak hadir, catatan kejadian penting, dan tindak lanjut. Jurnal bukan laporan panjang. Ia catatan singkat yang diisi setiap selesai mengajar, supaya guru, wali kelas, dan Kepala Sekolah tahu apa yang benar-benar terjadi di kelas. Di bawah ini ada format kosong, contoh terisi untuk tiga jenjang, serta cara mengisinya dalam lima menit.
Banyak guru menganggap jurnal mengajar sekadar berkas yang diminta saat supervisi. Padahal, jurnal yang diisi jujur justru paling berguna bagi guru sendiri.
Pengingat materi. Saat pertemuan berikutnya, guru tidak perlu menebak sampai mana pembahasan terakhir, terutama bila mengajar banyak rombel dengan kecepatan berbeda.
Bukti pelaksanaan pembelajaran. Jurnal menunjukkan bahwa jam pelajaran benar-benar terlaksana, termasuk ketika ada pergantian jadwal atau guru pengganti.
Bahan refleksi. Catatan "apa yang berhasil" dan "apa yang perlu diubah" menjadi dasar memperbaiki modul ajar semester depan.
Jejak perkembangan murid. Catatan tentang murid yang kesulitan atau menonjol membantu wali kelas dan guru BK menindaklanjuti lebih cepat.
Kolom yang terlalu banyak membuat guru malas mengisi. Kolom yang terlalu sedikit membuat jurnal tidak berguna. Berikut kolom yang menurut pengalaman lapangan paling seimbang.
| Kolom | Isi | Contoh singkat |
|---|---|---|
| Hari, tanggal | Waktu mengajar | Senin, 13 Oktober |
| Kelas, jam ke- | Rombel dan jam | VIII-B, jam 3–4 |
| Tujuan pembelajaran | Kode atau kalimat TP | Murid dapat menghitung luas permukaan kubus |
| Kegiatan inti | Metode dan aktivitas utama | Diskusi kelompok, jaring-jaring kubus dari kardus |
| Ketidakhadiran | Nama dan keterangan | Raka (sakit), Nisa (izin) |
| Catatan kejadian | Hal penting selama pelajaran | 6 murid belum paham konsep sisi |
| Tindak lanjut | Rencana pertemuan berikut | Remedial singkat 10 menit di awal |
Kolom "catatan kejadian" dan "tindak lanjut" adalah jantung jurnal. Tanpa dua kolom ini, jurnal hanya salinan jadwal pelajaran.
Contoh berikut memakai nama fiktif. Silakan sesuaikan dengan mata pelajaran dan kebiasaan sekolah Bapak/Ibu.
| Kolom | Isi |
|---|---|
| Hari, tanggal | Selasa, 14 Oktober |
| Kelas, jam ke- | 2A, jam 1–3 |
| Tujuan pembelajaran | Murid dapat membaca kalimat sederhana dengan lancar dan menjawab pertanyaan isi bacaan |
| Kegiatan inti | Membaca nyaring bergantian, permainan kartu kata, menjawab tiga pertanyaan lisan |
| Ketidakhadiran | Dimas (sakit, surat dari orang tua) |
| Catatan kejadian | Salsa dan Bima masih mengeja per suku kata. Kelompok meja belakang cepat bosan setelah 15 menit |
| Tindak lanjut | Salsa dan Bima dapat bacaan bergambar khusus. Sisipkan gerak dan lagu setiap 15 menit |
Pada kelas awal, catatan tentang kemampuan membaca dan konsentrasi jauh lebih berguna daripada rincian metode.
| Kolom | Isi |
|---|---|
| Hari, tanggal | Rabu, 15 Oktober |
| Kelas, jam ke- | VIII-C, jam 5–6 |
| Tujuan pembelajaran | Murid dapat menentukan gradien garis dari dua titik |
| Kegiatan inti | Masalah pemantik tentang kemiringan jalan, kerja berpasangan, presentasi dua pasangan |
| Ketidakhadiran | Tidak ada |
| Catatan kejadian | Sebagian besar tertukar urutan pengurangan koordinat. Proyektor mati 10 menit |
| Tindak lanjut | Buat tiga soal latihan dengan pola salah yang umum, bahas di awal pertemuan |
| Kolom | Isi |
|---|---|
| Hari, tanggal | Kamis, 16 Oktober |
| Kelas, jam ke- | XI-2, jam 7–8 |
| Tujuan pembelajaran | Murid dapat menganalisis sebab-akibat peristiwa pergerakan nasional dari dua sumber |
| Kegiatan inti | Telaah dua sumber teks, diskusi kelompok, peta konsep |
| Ketidakhadiran | Fajar (dispensasi lomba) |
| Catatan kejadian | Diskusi hidup, tetapi dua kelompok hanya merangkum tanpa analisis |
| Tindak lanjut | Beri pertanyaan pemandu "mengapa" dan "apa akibatnya" di lembar kerja berikutnya |
Jurnal yang ditunda sampai akhir pekan biasanya berisi kalimat seragam yang tidak menggambarkan apa-apa. Kuncinya, isi segera.
Menyalin tujuan pembelajaran dari modul tanpa melihat kenyataan. Bila tujuan tidak tercapai, tulis apa adanya. Jurnal yang selalu "tercapai" justru tidak dipercaya.
Kolom catatan kosong berminggu-minggu. Pasti ada kejadian penting di setiap kelas, sekecil apa pun.
Menulis data sensitif secara berlebihan. Hindari menulis masalah keluarga murid secara rinci di jurnal yang dibaca banyak orang. Untuk hal sensitif, cukup tulis "perlu tindak lanjut BK" lalu sampaikan langsung ke guru BK.
Jurnal dan presensi terpisah. Guru menulis ketidakhadiran di dua tempat, dan hasilnya sering berbeda. Sebaiknya ketidakhadiran di jurnal diambil dari presensi yang sama.
Hanya diisi menjelang supervisi. Kepala Sekolah yang berpengalaman mudah mengenali jurnal yang ditulis sekaligus dalam satu malam.
Keduanya sah. Pilih sesuai kondisi sekolah.
| Aspek | Buku jurnal kertas | Jurnal digital |
|---|---|---|
| Biaya awal | Murah | Perlu perangkat dan aplikasi |
| Kecepatan isi | Lambat bila banyak kelas | Cepat, kolom rutin terisi otomatis |
| Rekap untuk Kepala Sekolah | Harus dikumpulkan fisik | Bisa dilihat kapan saja |
| Risiko hilang | Tinggi | Rendah bila tersimpan di server |
| Keterkaitan dengan presensi | Tidak ada | Bisa terhubung |
Bila sekolah baru beralih, mulai dari satu jenjang atau satu kelompok mata pelajaran selama satu bulan, lalu evaluasi bersama dewan guru.
Jurnal mengajar akan rajin diisi bila ada yang membacanya. Kepala Sekolah bisa membaca sampel jurnal setiap minggu dan memberi umpan balik singkat, bukan mencari kesalahan. Bahan ini juga memperkaya supervisi akademik agar percakapan dengan guru berangkat dari data kelas yang nyata.
Wali kelas dapat memanfaatkan catatan dari guru mata pelajaran untuk melengkapi buku catatan wali kelas, misalnya pola murid yang sering tidak fokus di semua pelajaran.
Idealnya diisi setiap kali mengajar. Ketentuan administrasi tiap sekolah bisa berbeda, jadi ikuti kebijakan sekolah, tetapi kebiasaan harian membuat jurnal benar-benar berguna.
Agenda kelas biasanya dipegang kelas dan diisi semua guru yang masuk. Jurnal mengajar dipegang guru dan memuat refleksi serta tindak lanjut untuk kelas-kelas yang ia ajar.
Boleh. Contoh jurnal mengajar guru di atas adalah titik awal. Tambahkan kolom yang dibutuhkan, misalnya capaian hafalan untuk madrasah atau catatan praktik untuk SMK.
Satu sampai tiga kalimat pendek. Yang penting jelas siapa, apa, dan apa tindak lanjutnya.
Bisa menjadi salah satu bukti praktik pembelajaran. Namun, jurnal sebaiknya dipakai untuk refleksi dan pembinaan, bukan alat menghukum.
Masalah utama jurnal mengajar bukan formatnya, melainkan kerja berulang. Guru menulis kelas, jam, dan daftar murid absen di buku jurnal, padahal data yang sama sudah ada di jadwal dan presensi. Akibatnya jurnal ditunda, lalu diisi sekaligus menjelang supervisi.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Jadwal dari generator jadwal pelajaran tanpa bentrok dan presensi murid lewat pindai QR atau pengenalan wajah sudah tersimpan di satu sistem, sehingga di fitur jurnal mengajar ASIS guru cukup menulis bagian yang memang hanya bisa ia tulis: apa yang terjadi di kelas dan apa tindak lanjutnya. Catatan perkembangan masuk ke profil murid yang utuh, dan perangkat ajar Kurikulum Merdeka tersimpan di tempat yang sama. Setiap peran hanya melihat yang ia perlukan, jadi guru, wali kelas, dan Kepala Sekolah membaca dari sumber yang sama.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.