Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh PPI hambatan intelektual ringan lengkap: profil murid, asesmen awal, target jangka pendek, strategi, evaluasi, dan peran orang tua dalam program.
Contoh PPI hambatan intelektual ringan di bawah ini menunjukkan bagaimana Program Pembelajaran Individual disusun untuk satu murid nyata (dengan identitas fiktif): mulai dari profil, hasil asesmen awal, target jangka panjang dan jangka pendek yang terukur, strategi dan media, jadwal, hingga cara evaluasi. PPI yang baik berangkat dari apa yang sudah bisa dilakukan murid, bukan dari kekurangannya, lalu menetapkan langkah kecil yang realistis. Format bisa berbeda di tiap sekolah atau dinas, tetapi komponen intinya umumnya sama.
PPI adalah rencana pembelajaran yang dirancang khusus untuk satu murid berkebutuhan khusus, disusun bersama oleh guru kelas, guru pendamping khusus, orang tua, dan bila memungkinkan tenaga profesional. Untuk murid dengan hambatan intelektual ringan, PPI biasanya menekankan:
| Komponen | Pertanyaan yang dijawab |
|---|---|
| Identitas dan profil | Siapa murid ini, apa kekuatan dan minatnya? |
| Hasil asesmen | Apa yang sudah dan belum bisa dilakukan? |
| Target jangka panjang | Apa yang ingin dicapai dalam satu semester atau tahun? |
| Target jangka pendek | Langkah kecil apa yang dicapai dalam beberapa minggu? |
| Strategi dan media | Bagaimana cara mengajarkannya? |
| Jadwal dan penanggung jawab | Kapan dan oleh siapa? |
| Evaluasi | Bagaimana mengetahui target tercapai? |
| Data | Isi |
|---|---|
| Nama | Rafi (nama samaran) |
| Usia | 10 tahun |
| Kelas | 4 SD inklusi |
| Hambatan | Hambatan intelektual ringan (berdasarkan asesmen psikolog) |
| Periode PPI | Semester ganjil 2026/2027 |
| Tim penyusun | Guru kelas 4, guru pendamping khusus, orang tua |
Rafi ramah, senang membantu guru membagikan buku, dan sangat menyukai sepak bola serta gambar kendaraan. Ia bisa fokus sekitar 10 menit pada kegiatan yang disukai. Rafi lebih mudah memahami instruksi bila disertai gambar atau contoh langsung.
| Area | Sudah bisa | Belum bisa |
|---|---|---|
| Membaca | Mengenal semua huruf, membaca suku kata terbuka (ba, bi, bu) | Membaca kata dengan suku kata tertutup, membaca kalimat |
| Menulis | Menyalin huruf dan nama sendiri | Menulis kata dari dikte |
| Berhitung | Membilang 1–30, menjumlah dengan benda sampai 10 | Menjumlah tanpa benda, mengenal nilai uang |
| Bina diri | Makan, ke toilet, memakai sepatu sendiri | Mengikat tali sepatu, mengatur barang di tas |
| Sosial | Bermain bersama teman | Menunggu giliran dalam permainan berkelompok |
| Target jangka pendek | Strategi | Media | Waktu | Kriteria tercapai |
|---|---|---|---|---|
| Membaca 20 kata bertema sepak bola (bola, kaki, lari) | Metode kata bergambar, pengulangan bertahap | Kartu kata bergambar | Minggu 1–4 | Benar 16 dari 20 kata dalam 3 sesi berturut-turut |
| Membaca kalimat 3 kata (bola itu baru) | Membaca bersama, lalu mandiri | Buku cerita buatan guru | Minggu 5–9 | Membaca 5 kalimat dengan benar tanpa dibantu |
| Menjumlah sampai 20 dengan garis bilangan | Peragaan, lalu latihan berjenjang | Garis bilangan lantai | Minggu 1–6 | Benar 8 dari 10 soal |
| Menjumlah sampai 20 tanpa alat | Latihan pendek harian, permainan skor bola | Kartu soal | Minggu 7–12 | Benar 8 dari 10 soal tanpa alat |
| Mengenal uang Rp1.000–Rp10.000 | Mencocokkan, menyortir, simulasi warung | Uang mainan, foto uang asli | Minggu 1–8 | Menyebut nilai 5 jenis uang dengan benar |
| Membayar barang seharga sampai Rp10.000 | Bermain peran warung kelas | Uang mainan, barang bekas | Minggu 9–14 | Membayar tepat pada 4 dari 5 transaksi |
| Menunggu giliran | Aturan visual, pujian langsung | Kartu "giliranku" | Sepanjang semester | Menunggu dengan satu pengingat pada 4 dari 5 permainan |
| Waktu | Kegiatan | Pelaksana |
|---|---|---|
| Setiap minggu | Catat capaian target jangka pendek | Guru pendamping khusus |
| Setiap bulan | Pertemuan singkat dengan orang tua | Guru kelas dan guru pendamping |
| Akhir semester | Evaluasi menyeluruh, susun PPI semester berikutnya | Tim penyusun |
Target harus terukur. "Rafi bisa membaca" terlalu umum. "Membaca 5 kalimat 3 kata tanpa dibantu" bisa diamati.
Pakai minat murid. Tema sepak bola membuat Rafi lebih bersemangat belajar membaca.
Sedikit tetapi tuntas. Lebih baik empat target yang tercapai daripada sepuluh yang terbengkalai.
Libatkan orang tua sejak awal. Latihan di rumah memperkuat apa yang dipelajari di sekolah.
Perbarui bila perlu. Bila target tercapai lebih cepat, naikkan. Bila terlalu sulit, pecah lagi.
Biasanya guru pendamping khusus bersama guru kelas, dengan melibatkan orang tua. Di SLB, guru kelas berperan utama. Ikuti ketentuan sekolah atau dinas setempat.
Sebagai acuan format, ya. Isinya harus disusun ulang berdasarkan asesmen murid masing-masing.
Umumnya satu semester, dengan target jangka pendek dievaluasi setiap beberapa minggu.
Rapor dapat memuat deskripsi capaian sesuai target PPI. Format pastinya mengikuti kebijakan sekolah dan ketentuan yang berlaku.
Guru tetap bisa melakukan asesmen fungsional di kelas sambil menyarankan orang tua mendapatkan asesmen profesional.
Banyak PPI berhenti menjadi dokumen karena catatan kemajuannya tercecer: di buku tulis guru pendamping, di buku penghubung, dan di ingatan orang tua. Saat evaluasi semester, tim kesulitan melihat apakah target benar-benar tercapai, dan saat murid naik kelas, guru baru harus mengenal ulang dari awal.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul inklusi membantu sekolah mendampingi murid berkebutuhan khusus, dan profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan dari semester ke semester dengan akses sesuai peran. Orang tua bisa menerima kabar kemajuan lewat notifikasi aplikasi dan surel, dan layanan BK membantu bila ada kebutuhan pendampingan sosial-emosional. Untuk aktivitas belajar yang menarik, guru dapat memanfaatkan Studio ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah termasuk SLB dan sekolah inklusi, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai catat kemajuan setiap murid di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.