WAWASAN ASIS

Contoh PPI Hambatan Intelektual Ringan untuk Guru

Contoh PPI hambatan intelektual ringan lengkap: profil murid, asesmen awal, target jangka pendek, strategi, evaluasi, dan peran orang tua dalam program.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Contoh PPI hambatan intelektual ringan di bawah ini menunjukkan bagaimana Program Pembelajaran Individual disusun untuk satu murid nyata (dengan identitas fiktif): mulai dari profil, hasil asesmen awal, target jangka panjang dan jangka pendek yang terukur, strategi dan media, jadwal, hingga cara evaluasi. PPI yang baik berangkat dari apa yang sudah bisa dilakukan murid, bukan dari kekurangannya, lalu menetapkan langkah kecil yang realistis. Format bisa berbeda di tiap sekolah atau dinas, tetapi komponen intinya umumnya sama.

Sekilas tentang PPI

PPI adalah rencana pembelajaran yang dirancang khusus untuk satu murid berkebutuhan khusus, disusun bersama oleh guru kelas, guru pendamping khusus, orang tua, dan bila memungkinkan tenaga profesional. Untuk murid dengan hambatan intelektual ringan, PPI biasanya menekankan:

  • kemampuan akademik fungsional (membaca dan berhitung yang dipakai sehari-hari),
  • bina diri dan kemandirian,
  • komunikasi dan keterampilan sosial,
  • persiapan keterampilan vokasional pada jenjang lebih tinggi.

Komponen PPI

Komponen Pertanyaan yang dijawab
Identitas dan profil Siapa murid ini, apa kekuatan dan minatnya?
Hasil asesmen Apa yang sudah dan belum bisa dilakukan?
Target jangka panjang Apa yang ingin dicapai dalam satu semester atau tahun?
Target jangka pendek Langkah kecil apa yang dicapai dalam beberapa minggu?
Strategi dan media Bagaimana cara mengajarkannya?
Jadwal dan penanggung jawab Kapan dan oleh siapa?
Evaluasi Bagaimana mengetahui target tercapai?

Contoh PPI hambatan intelektual ringan (fiktif)

A. Identitas

Data Isi
Nama Rafi (nama samaran)
Usia 10 tahun
Kelas 4 SD inklusi
Hambatan Hambatan intelektual ringan (berdasarkan asesmen psikolog)
Periode PPI Semester ganjil 2026/2027
Tim penyusun Guru kelas 4, guru pendamping khusus, orang tua

B. Profil kekuatan dan minat

Rafi ramah, senang membantu guru membagikan buku, dan sangat menyukai sepak bola serta gambar kendaraan. Ia bisa fokus sekitar 10 menit pada kegiatan yang disukai. Rafi lebih mudah memahami instruksi bila disertai gambar atau contoh langsung.

C. Hasil asesmen awal

Area Sudah bisa Belum bisa
Membaca Mengenal semua huruf, membaca suku kata terbuka (ba, bi, bu) Membaca kata dengan suku kata tertutup, membaca kalimat
Menulis Menyalin huruf dan nama sendiri Menulis kata dari dikte
Berhitung Membilang 1–30, menjumlah dengan benda sampai 10 Menjumlah tanpa benda, mengenal nilai uang
Bina diri Makan, ke toilet, memakai sepatu sendiri Mengikat tali sepatu, mengatur barang di tas
Sosial Bermain bersama teman Menunggu giliran dalam permainan berkelompok

D. Target jangka panjang (satu semester)

  1. Rafi dapat membaca kalimat sederhana 3–4 kata yang terdiri atas kata bersuku kata terbuka.
  2. Rafi dapat menjumlah bilangan sampai 20 tanpa bantuan benda.
  3. Rafi dapat mengenal dan menggunakan uang Rp1.000 sampai Rp10.000 dalam simulasi jual beli.
  4. Rafi dapat menunggu giliran dalam permainan kelompok dengan satu kali pengingat.

E. Target jangka pendek dan strategi

Target jangka pendek Strategi Media Waktu Kriteria tercapai
Membaca 20 kata bertema sepak bola (bola, kaki, lari) Metode kata bergambar, pengulangan bertahap Kartu kata bergambar Minggu 1–4 Benar 16 dari 20 kata dalam 3 sesi berturut-turut
Membaca kalimat 3 kata (bola itu baru) Membaca bersama, lalu mandiri Buku cerita buatan guru Minggu 5–9 Membaca 5 kalimat dengan benar tanpa dibantu
Menjumlah sampai 20 dengan garis bilangan Peragaan, lalu latihan berjenjang Garis bilangan lantai Minggu 1–6 Benar 8 dari 10 soal
Menjumlah sampai 20 tanpa alat Latihan pendek harian, permainan skor bola Kartu soal Minggu 7–12 Benar 8 dari 10 soal tanpa alat
Mengenal uang Rp1.000–Rp10.000 Mencocokkan, menyortir, simulasi warung Uang mainan, foto uang asli Minggu 1–8 Menyebut nilai 5 jenis uang dengan benar
Membayar barang seharga sampai Rp10.000 Bermain peran warung kelas Uang mainan, barang bekas Minggu 9–14 Membayar tepat pada 4 dari 5 transaksi
Menunggu giliran Aturan visual, pujian langsung Kartu "giliranku" Sepanjang semester Menunggu dengan satu pengingat pada 4 dari 5 permainan

F. Akomodasi di kelas reguler

  • Duduk di dekat guru dan jauh dari jendela agar tidak mudah terdistraksi.
  • Instruksi dipecah menjadi satu langkah, disertai gambar.
  • Soal ulangan diberikan lebih sedikit dengan huruf lebih besar.
  • Penilaian berdasarkan target PPI, bukan dibandingkan dengan teman sekelas.

G. Peran orang tua

  • Membacakan kartu kata 10 menit setiap malam.
  • Mengajak Rafi membayar sendiri di warung dekat rumah, dengan pendampingan.
  • Mencatat kemajuan di buku penghubung atau kanal komunikasi sekolah.

H. Evaluasi

Waktu Kegiatan Pelaksana
Setiap minggu Catat capaian target jangka pendek Guru pendamping khusus
Setiap bulan Pertemuan singkat dengan orang tua Guru kelas dan guru pendamping
Akhir semester Evaluasi menyeluruh, susun PPI semester berikutnya Tim penyusun

Tips menyusun PPI yang hidup

Target harus terukur. "Rafi bisa membaca" terlalu umum. "Membaca 5 kalimat 3 kata tanpa dibantu" bisa diamati.

Pakai minat murid. Tema sepak bola membuat Rafi lebih bersemangat belajar membaca.

Sedikit tetapi tuntas. Lebih baik empat target yang tercapai daripada sepuluh yang terbengkalai.

Libatkan orang tua sejak awal. Latihan di rumah memperkuat apa yang dipelajari di sekolah.

Perbarui bila perlu. Bila target tercapai lebih cepat, naikkan. Bila terlalu sulit, pecah lagi.

Kesalahan umum

  • Menyalin contoh PPI hambatan intelektual dari internet tanpa asesmen murid sendiri.
  • Menyusun PPI hanya untuk memenuhi administrasi, lalu disimpan di map.
  • Target akademik saja, tanpa bina diri dan sosial.
  • Tidak ada catatan kemajuan mingguan sehingga evaluasi akhir hanya berdasarkan ingatan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang wajib menyusun PPI?

Biasanya guru pendamping khusus bersama guru kelas, dengan melibatkan orang tua. Di SLB, guru kelas berperan utama. Ikuti ketentuan sekolah atau dinas setempat.

Apakah contoh PPI hambatan intelektual ini bisa dipakai untuk murid lain?

Sebagai acuan format, ya. Isinya harus disusun ulang berdasarkan asesmen murid masing-masing.

Berapa lama satu PPI berlaku?

Umumnya satu semester, dengan target jangka pendek dievaluasi setiap beberapa minggu.

Apakah murid dengan PPI mendapat rapor berbeda?

Rapor dapat memuat deskripsi capaian sesuai target PPI. Format pastinya mengikuti kebijakan sekolah dan ketentuan yang berlaku.

Bagaimana bila belum ada asesmen psikolog?

Guru tetap bisa melakukan asesmen fungsional di kelas sambil menyarankan orang tua mendapatkan asesmen profesional.

ASIS: Catatan Kemajuan Murid Berkebutuhan Khusus yang Tidak Tercecer

Banyak PPI berhenti menjadi dokumen karena catatan kemajuannya tercecer: di buku tulis guru pendamping, di buku penghubung, dan di ingatan orang tua. Saat evaluasi semester, tim kesulitan melihat apakah target benar-benar tercapai, dan saat murid naik kelas, guru baru harus mengenal ulang dari awal.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul inklusi membantu sekolah mendampingi murid berkebutuhan khusus, dan profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan dari semester ke semester dengan akses sesuai peran. Orang tua bisa menerima kabar kemajuan lewat notifikasi aplikasi dan surel, dan layanan BK membantu bila ada kebutuhan pendampingan sosial-emosional. Untuk aktivitas belajar yang menarik, guru dapat memanfaatkan Studio ASIS.

ASIS gratis untuk semua sekolah termasuk SLB dan sekolah inklusi, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai catat kemajuan setiap murid di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.