WAWASAN ASIS

CP PAI dan Budi Pekerti: Lima Elemen dan Penjelasannya

CP PAI dan budi pekerti per elemen: Al-Qur'an Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih, Sejarah Peradaban Islam, plus gambaran per fase dan cara menurunkannya ke TP.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

CP PAI dan budi pekerti adalah capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah umum dalam Kurikulum Merdeka. CP ini disusun per fase, dari Fase A (kelas 1–2 SD) sampai Fase F (kelas 11–12 SMA/SMK), dan dibagi ke dalam lima elemen: Al-Qur'an dan Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih, serta Sejarah Peradaban Islam. Memahami struktur ini membantu guru menyusun tujuan pembelajaran, alur, dan asesmen yang runtut dari kelas ke kelas.

Artikel ini menjelaskan isi setiap elemen, memberi gambaran perkembangannya per fase, dan menunjukkan cara menurunkan CP menjadi tujuan pembelajaran dengan contoh. Rumusan resmi CP ditetapkan melalui keputusan Kepala BSKAP dan dapat diperbarui, jadi selalu cocokkan dengan dokumen resmi terbaru. Untuk cara membaca CP secara umum, lihat "Capaian Pembelajaran: Cara Membaca dan Menurunkannya".

Catatan untuk madrasah

Di madrasah, PAI tidak diajarkan sebagai satu mapel, melainkan dipecah menjadi Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam, ditambah Bahasa Arab. Struktur kurikulum madrasah mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah KMA 1503/2025. Artikel ini berfokus pada PAI dan Budi Pekerti di sekolah umum. Guru madrasah bisa membaca "Struktur Mapel PAI Bahasa Arab Madrasah: Panduan Guru".

Lima elemen dan isinya

Elemen Fokus Contoh kompetensi
Al-Qur'an dan Hadis Membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan isi ayat dan hadis Membaca surah pendek dengan tartil, menjelaskan pesan ayat tentang kepedulian
Akidah Keimanan kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, qada dan qadar Menjelaskan sifat-sifat Allah dan dampaknya pada sikap sehari-hari
Akhlak Akhlak kepada Allah, diri sendiri, sesama, dan lingkungan Menunjukkan sikap jujur, santun, dan peduli lingkungan
Fikih Tata cara ibadah dan muamalah Mempraktikkan wudu, salat, puasa, zakat, dan memahami jual beli yang sesuai syariat
Sejarah Peradaban Islam Kisah nabi, sahabat, ulama, dan perkembangan Islam termasuk di Indonesia Meneladani kisah Nabi dan menjelaskan peran ulama dalam penyebaran Islam di Nusantara

Istilah "budi pekerti" pada nama mapel menegaskan bahwa tujuan akhirnya bukan hafalan, tetapi perilaku. Karena itu, elemen Akhlak sering beririsan dengan elemen lain. Misalnya, materi Fikih tentang salat diikuti pembiasaan disiplin waktu.

Gambaran perkembangan per fase

Tabel berikut adalah gambaran umum arah perkembangan, bukan kutipan rumusan resmi. Gunakan untuk melihat pola, lalu baca rumusan lengkap di dokumen CP.

Fase Kelas Arah capaian secara umum
A 1–2 SD Mengenal huruf hijaiah, surah pendek, rukun iman dasar, wudu dan salat sederhana, adab sehari-hari, kisah nabi yang dekat dengan anak
B 3–4 SD Membaca dan menghafal surah pendek lebih banyak, mengenal asmaulhusna, praktik salat yang lebih lengkap, kisah nabi dan rasul
C 5–6 SD Memahami pesan ayat dan hadis, iman kepada kitab dan rasul, puasa dan zakat, sejarah Nabi Muhammad saw.
D 7–9 SMP Memahami ayat dengan tajwid, iman kepada hari akhir dan qada qadar, salat jamak dan qasar, sejarah khulafaurasyidin dan perkembangan Islam
E 10 SMA/SMK Menganalisis pesan ayat dan hadis tentang isu kehidupan, akhlak di ruang digital, muamalah, sejarah peradaban Islam
F 11–12 SMA/SMK Mengevaluasi dan menerapkan nilai Islam dalam konteks sosial, toleransi dan moderasi beragama, peran Islam dalam peradaban dunia dan Indonesia

Polanya jelas: dari mengenal dan mempraktikkan di fase awal, menuju memahami, menganalisis, dan menerapkan dalam konteks yang lebih luas di fase akhir.

Cara menurunkan CP menjadi tujuan pembelajaran

Menurunkan CP PAI dan budi pekerti itu sederhana: pilih satu kalimat capaian, temukan kata kerja dan konsepnya, lalu pecah menjadi tujuan yang bisa dicapai dalam beberapa pertemuan.

Contoh Fase B, elemen Fikih

Misalkan capaian memuat kemampuan mempraktikkan salat fardu dengan benar. Turunan tujuannya:

  1. Murid dapat menyebutkan syarat sah salat.
  2. Murid dapat menyebutkan rukun salat secara berurutan.
  3. Murid dapat mempraktikkan gerakan dan bacaan salat dengan benar.
  4. Murid dapat membiasakan salat tepat waktu di rumah dan sekolah.

Tujuan keempat adalah dimensi budi pekerti. Asesmennya bisa berupa lembar pembiasaan yang diisi orang tua selama dua minggu.

Contoh Fase D, elemen Akhlak

Misalkan capaian memuat sikap santun dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Turunan tujuannya:

  1. Murid dapat menjelaskan prinsip tabayun dalam menerima informasi.
  2. Murid dapat mengidentifikasi contoh perilaku tidak santun di media sosial.
  3. Murid dapat menyusun aturan pribadi bermedia sosial berdasarkan nilai Islam.

Mengaitkan dengan pembelajaran mendalam dan kokurikuler

Kerangka pembelajaran mendalam menekankan praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan belajar, dan pemanfaatan digital. Untuk PAI, kemitraan dengan orang tua sangat penting karena banyak capaian berupa pembiasaan di rumah. Materi akhlak dan peduli lingkungan juga cocok dijadikan kegiatan kokurikuler lintas mapel, misalnya bersama IPAS dalam proyek kebersihan masjid sekolah.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Hanya mengejar hafalan. Elemen Akhlak dan budi pekerti tidak terasa dalam asesmen.
  2. Memakai CP lama. Rumusan berubah, tetapi guru masih memakai dokumen tahun sebelumnya.
  3. Elemen tidak seimbang. Fikih mendominasi, Sejarah Peradaban Islam hanya selintas.
  4. Tidak ada asesmen sikap. Padahal pembiasaan bisa dinilai lewat jurnal dan pengamatan.

Daftar cek guru PAI

  • Dokumen CP yang dipakai adalah versi resmi terbaru.
  • Kelima elemen terwakili dalam ATP setahun.
  • Setiap TP punya asesmen yang sesuai.
  • Ada tujuan pembiasaan dan cara mengamatinya.
  • Orang tua dilibatkan untuk pembiasaan di rumah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja elemen CP PAI dan budi pekerti?

Ada lima: Al-Qur'an dan Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih, serta Sejarah Peradaban Islam. Semua elemen hadir di setiap fase dengan tingkat kedalaman berbeda.

Apakah CP PAI dan budi pekerti sama untuk SD, SMP, dan SMA?

Strukturnya sama, yaitu lima elemen, tetapi capaian di setiap fase berbeda. Fase awal fokus pada mengenal dan mempraktikkan, fase akhir pada menganalisis dan menerapkan.

Di mana mendapatkan dokumen CP resmi?

Dari keputusan Kepala BSKAP yang terbaru dan kanal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hindari memakai salinan yang tidak jelas versinya.

Bagaimana menilai aspek budi pekerti?

Gunakan pengamatan, jurnal pembiasaan, penilaian diri, dan laporan orang tua. Penilaian sikap berupa deskripsi lebih bermakna daripada angka.

Apakah guru PAI madrasah memakai CP yang sama?

Madrasah memakai struktur kurikulum sendiri dengan mapel PAI terpisah sesuai KMA 450/2024 yang diubah KMA 1503/2025, bukan satu mapel PAI dan Budi Pekerti.

ASIS: Dari CP ke Modul Ajar dan Catatan Pembiasaan

Akar masalah perangkat ajar PAI sering adalah dokumen yang tersebar. CP di satu berkas, ATP di berkas lain, dan catatan pembiasaan murid di buku yang jarang dibuka kembali.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun dan menyalin modul ajar berdasarkan capaian dan tujuan pembelajaran, sehingga dokumen tahun lalu tinggal direvisi. Catatan perkembangan di profil murid bisa dipakai untuk merekam pembiasaan ibadah dan akhlak, dan modul tahfidz membantu guru mencatat setoran hafalan. Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah, termasuk buku PAI, sebagai bahan bacaan murid.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id dan jelajahi pustaka.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.