WAWASAN ASIS

Daftar Nilai Guru: Format Kurikulum Merdeka dan Contohnya

Format daftar nilai guru Kurikulum Merdeka: kolom per tujuan pembelajaran, contoh terisi SD dan SMP, cara mengolah nilai akhir, dan tips merapikannya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Administrasi Sekolah

Daftar nilai guru adalah catatan hasil asesmen murid yang dipegang guru untuk setiap kelas dan mata pelajaran yang diampu. Isinya menjadi dasar nilai rapor, bahan tindak lanjut pembelajaran, sekaligus bukti administrasi saat supervisi. Dalam Kurikulum Merdeka, format daftar nilai sebaiknya tidak lagi memakai kolom "UH1, UH2, UTS, UAS" semata, melainkan dikelompokkan per tujuan pembelajaran (TP) atau lingkup materi agar deskripsi rapor mudah disusun.

Panduan ini memberi format daftar nilai guru, contoh terisi untuk SD dan SMP, cara mengolah nilai akhir, serta tips menjaga daftar nilai tetap rapi sampai musim rapor.

Fungsi daftar nilai guru

  1. Dasar nilai rapor. Nilai akhir dan deskripsi capaian diambil dari sini.
  2. Peta tindak lanjut. Guru melihat siapa yang perlu remedial dan siapa yang siap pengayaan.
  3. Bukti asesmen. Saat supervisi akademik atau akreditasi, daftar nilai menunjukkan asesmen benar dilaksanakan.
  4. Bahan komunikasi. Ketika orang tua bertanya, guru punya data yang jelas.

Komponen format daftar nilai

Bagian Isi
Kepala daftar Nama sekolah, mapel, kelas, fase, semester, tahun ajaran, nama guru
Identitas murid Nomor, nama, NIS/NISN
Daftar TP atau lingkup materi Kode dan rumusan singkat TP
Nilai sumatif lingkup materi Satu kolom per TP atau per lingkup materi
Sumatif akhir semester Nilai tes atau nontes akhir semester
Nilai akhir Hasil olahan sesuai kebijakan sekolah
Tindak lanjut Tanda remedial atau pengayaan
Catatan Hal khusus, misalnya susulan atau sakit lama

Tempelkan keterangan kode TP di bagian bawah daftar agar siapa pun yang membaca, termasuk pengawas, memahami isi kolom.

Contoh terisi: Matematika kelas IV SD

Keterangan TP:

  • TP1: membandingkan dan mengurutkan bilangan sampai 10.000
  • TP2: penjumlahan dan pengurangan bersusun
  • TP3: mengenal pecahan sederhana

KKTP: 70

No Nama TP1 TP2 TP3 SAS NA Tindak lanjut
1 Aditya 85 78 72 80 79
2 Bunga 92 90 88 91 90 Pengayaan
3 Cahyo 70 62 58 64 64 Remedial TP2, TP3
4 Dewi 80 75 81 78 79

SAS = sumatif akhir semester, NA = nilai akhir. Dalam contoh ini nilai akhir dihitung dari rata-rata nilai TP dan SAS dengan bobot sama, lalu dibulatkan. Pembobotan ini hanya ilustrasi; gunakan kebijakan pengolahan nilai yang disepakati sekolah.

Contoh terisi: IPA kelas VIII SMP

Guru mapel di SMP biasanya mengampu beberapa rombel, sehingga satu lembar untuk satu rombel.

Lingkup materi: LM1 gerak benda, LM2 usaha dan pesawat sederhana, LM3 struktur tumbuhan.

No Nama LM1 Tes LM1 Praktik LM2 LM3 SAS NA
1 Fajar 76 85 72 80 74 77
2 Gita 88 90 84 86 85 87
3 Hana 65 80 60 70 62 67

Perhatikan kolom praktik yang dipisah dari tes. Untuk mapel dengan unsur praktik, memisahkan kolom membantu guru menulis deskripsi yang lebih tepat, misalnya "terampil melakukan percobaan, perlu penguatan pemahaman konsep gaya".

Mengolah nilai akhir

Cara pengolahan bervariasi antarsekolah. Yang penting:

  • disepakati di tingkat sekolah dan tertulis,
  • konsisten untuk semua murid dalam satu mapel,
  • nilai formatif tidak otomatis dirata-rata ke rapor kecuali disepakati,
  • nilai remedial dicatat beserta nilai awalnya agar jejak proses terlihat.

Pembahasan pilihan cara mengolah nilai ada di artikel "Cara Mengolah Nilai Rapor Kurikulum Merdeka dari Sumatif".

Dari daftar nilai ke deskripsi rapor

Dengan kolom per TP, deskripsi bisa langsung disusun. Contoh untuk Cahyo di atas:

Cahyo mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan sampai 10.000. Perlu pendampingan dalam penjumlahan dan pengurangan bersusun serta mengenal pecahan sederhana.

Bandingkan bila daftar hanya berisi "UH1: 70, UH2: 62". Guru harus mengingat kembali isi ulangan untuk menulis deskripsi.

Tips menjaga daftar nilai tetap rapi

  • Isi paling lambat seminggu setelah asesmen. Menunda membuat tumpukan kertas ulangan.
  • Satu lembar per rombel per mapel. Jangan mencampur kelas.
  • Tandai nilai susulan dan remedial. Misalnya dengan huruf kecil "s" atau "r" di samping nilai.
  • Simpan cadangan. Daftar di buku bisa hilang; daftar di laptop bisa rusak. Simpan salinan di tempat lain atau gunakan aplikasi yang menyimpan di server.
  • Jangan mengubah tanpa jejak. Bila ada koreksi, coret dan beri paraf, atau gunakan sistem yang mencatat perubahan.

Kesalahan yang sering ditemukan

  • Kolom TP tidak dijelaskan sehingga tidak bisa dibaca orang lain.
  • Nilai akhir tidak cocok dengan rumus yang disepakati.
  • Murid pindahan tidak dicatat sejak tanggal masuk.
  • Daftar nilai baru diisi menjelang rapor.

Versi digital

Daftar nilai guru dalam bentuk lembar kerja memudahkan perhitungan, tetapi rawan rumus rusak dan sulit dipakai bersama wali kelas. Aplikasi penilaian yang terhubung ke rapor membuat nilai yang diisi guru langsung terbaca wali kelas dan tidak perlu disalin. Pertimbangan memilihnya ada di "Aplikasi Rekap Nilai Guru: Kriteria dan Alur Kerja Praktis".

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah daftar nilai guru wajib dicetak?

Ikuti kebijakan sekolah. Banyak sekolah menerima versi digital selama bisa ditunjukkan atau dicetak saat diperlukan.

Berapa kolom TP yang ideal dalam satu semester?

Sesuaikan dengan alur tujuan pembelajaran. Umumnya cukup beberapa TP utama yang benar-benar diases secara sumatif.

Apakah nilai formatif perlu masuk daftar nilai?

Catat di lembar terpisah atau kolom catatan. Formatif berfungsi sebagai umpan balik, tidak harus menjadi bagian nilai rapor.

Bagaimana mencatat nilai remedial?

Tulis nilai awal dan nilai setelah remedial, lalu gunakan nilai sesuai kebijakan sekolah. Jejak keduanya penting sebagai bukti proses.

Bolehkah memakai format dari sekolah lain?

Boleh sebagai acuan, tetapi sesuaikan dengan TP, kebijakan pengolahan nilai, dan format rapor sekolah sendiri.

ASIS: Daftar Nilai yang Langsung Terbaca Wali Kelas

Akar masalah daftar nilai guru adalah nilai yang terkunci di buku atau laptop pribadi, lalu disalin ke lembar wali kelas dan aplikasi rapor menjelang tenggat. Setiap salinan membuka peluang salah.

Di ASIS, guru mengisi nilai dari web atau ASIS Mobile, nilai tersimpan di satu tempat, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka memakainya tanpa diketik ulang. Wali kelas melihat kelengkapan nilai seluruh mapel, setiap peran hanya membuka data yang ia perlukan, dan bank soal dengan bantuan AI yang selalu ditinjau guru serta CBT membantu menyiapkan asesmen. Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.