Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Dashboard Goal ASIS menampilkan target sekolah per peran. Cara menetapkan target yang baik, contoh untuk tiap peran, dan cara membacanya di rapat bulanan.
Dashboard Goal ASIS adalah tampilan target sekolah per peran: Kepala Sekolah, wakasek, wali kelas, guru, Bendahara, dan peran lain melihat target yang menjadi tanggung jawab masing-masing, beserta capaiannya dari data yang dicatat sehari-hari. Artinya, target tidak lagi berhenti di dokumen rencana kerja yang dibuka setahun sekali. Artikel ini membahas mengapa target per peran penting, cara menetapkan target yang baik, contoh target untuk tiap peran, cara membacanya, dan ritme rapat yang membuat dashboard benar-benar dipakai.
Catatan: tampilan dan pilihan target dapat berkembang. Untuk langkah pengaturan rinci, rujuk Panduan ASIS di asis.id. Artikel ini fokus pada cara berpikir dan cara membaca.
Banyak sekolah sudah punya visi, misi, dan rencana kerja. Masalahnya, target sekolah sering terlalu umum, misalnya "meningkatkan mutu pembelajaran". Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab, apa ukurannya, dan kapan dicek.
Ketika target dibagi per peran, setiap orang tahu kontribusinya:
Prinsip ASIS, "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali," membuat target ini hidup: capaian diambil dari data yang memang sudah dicatat di presensi, jurnal, keuangan, dan rapor.
Gunakan lima pertanyaan sebelum memasukkan target:
Agar target lahir dari kesepakatan, bukan perintah, sekolah bisa mengadakan lokakarya singkat:
Target yang disusun bersama cenderung dijaga bersama. Hasil lokakarya kemudian dimasukkan ke Dashboard Goal ASIS oleh admin yang berwenang.
| Peran | Contoh target | Sumber data di ASIS |
|---|---|---|
| Kepala Sekolah | Kehadiran guru dan murid di atas angka yang disepakati | Presensi murid dan pegawai |
| Wakasek Kurikulum | Jurnal mengajar terisi setiap pertemuan | Jurnal mengajar |
| Wali kelas | Kehadiran rombel dan tindak lanjut murid yang sering absen | Presensi, profil murid |
| Guru mapel | Nilai dan tugas terunggah tepat waktu | Tugas online, nilai |
| Bendahara | Bukti bayar terverifikasi dalam batas waktu | Tagihan dan bukti bayar |
| Guru BK | Tindak lanjut layanan terdokumentasi | Layanan BK |
| Operator | Data murid dan rombel mutakhir | Data sekolah |
| Pustakawan | Kunjungan dan peminjaman perpustakaan | Perpustakaan |
Angka pasti sebaiknya disepakati di rapat sekolah, bukan ditetapkan sepihak.
Pertanyaan pertama selalu sederhana: sudah sampai mana dibanding target? Bila capaian jauh di bawah target, jangan langsung menyalahkan. Cari penyebabnya.
Satu hari kehadiran rendah bisa karena hujan deras atau kegiatan luar sekolah. Yang perlu diperhatikan adalah pola: apakah turun beberapa pekan berturut-turut?
Kadang capaian rendah karena data belum dicatat, bukan karena kinerjanya buruk. Misalnya jurnal sebenarnya sudah dikerjakan di buku, tetapi belum dimasukkan. Ini masalah kebiasaan mencatat, dan solusinya berbeda.
Jangan membahas semua target sekaligus. Pilih tiga yang paling penting bulan ini.
| Ritme | Siapa | Apa yang dibahas |
|---|---|---|
| Harian, 5 menit | Kepala Sekolah | Kehadiran hari ini, hal mendesak |
| Pekanan, 15 menit | Kepala Sekolah dan wakasek | Target yang mulai meleset |
| Bulanan, 45 menit | Seluruh guru | Capaian per peran, praktik baik, tindak lanjut |
| Semester | Pimpinan dan yayasan | Evaluasi target, penyesuaian semester berikutnya |
Untuk yayasan dengan banyak unit, ringkasan dapat dipantau dari Ruang Yayasan, dan pengawas dari Ruang Pengawas.
Ibu Nur (fiktif), Kepala SMP negeri di Kabupaten Tegal, melihat di dashboard bahwa kehadiran kelas IX menurun tiga pekan berturut-turut. Ia tidak langsung menegur wali kelas. Di rapat pekanan, wali kelas IX menjelaskan banyak murid membantu orang tua saat musim panen.
Sekolah lalu menyusun tindak lanjut: wali kelas menghubungi orang tua lewat notifikasi aplikasi, guru BK mendatangi beberapa rumah, dan sekolah mengatur ulang jadwal kegiatan tambahan. Sebulan kemudian, tren kehadiran membaik. Dashboard tidak menyelesaikan masalah, tetapi membuat masalah terlihat lebih awal.
Target terlalu banyak. Guru merasa diawasi, bukan didukung. Mulai dari sedikit target yang paling penting.
Dashboard dipakai untuk menghukum. Orang akan berhenti mencatat dengan jujur. Pakai untuk mencari solusi.
Tidak pernah dibahas. Target yang tidak dibahas di rapat akan dilupakan.
Target tidak disesuaikan. Bila kondisi berubah, misalnya musim hujan atau bulan puasa, sesuaikan dengan alasan yang jelas.
Pembahasan lebih umum tentang dasbor pimpinan bisa dibaca di "Dashboard Kepala Sekolah: Pantau Target Tanpa Menunggu".
Tampilan target sekolah per peran di ASIS, sehingga setiap peran melihat target dan capaiannya dari data yang dicatat sehari-hari.
Tidak. Target ditampilkan sesuai peran, sehingga wali kelas, Bendahara, dan Kepala Sekolah melihat target masing-masing.
Dari data yang sudah dicatat di ASIS, seperti presensi, jurnal mengajar, tagihan, dan nilai.
Tidak ada angka baku. Mulailah dari tiga sampai lima target utama yang benar-benar dibahas di rapat.
Yayasan dapat memantau banyak unit lewat Ruang Yayasan.
Rencana kerja sekolah sering berhenti di map. Target ditulis di awal tahun, lalu baru dibuka lagi saat menyusun laporan. Di antara keduanya, pimpinan bergantung pada rekap yang datang terlambat.
ASIS menghadirkan Dashboard Goal yang menampilkan target per peran dengan capaian dari data harian: presensi lewat pindai QR atau pengenalan wajah, jurnal mengajar, tagihan dengan bukti bayar, dan e-Rapor. Dengan 45 peran, setiap orang melihat target yang menjadi tanggung jawabnya, sementara Ruang Yayasan dan Ruang Pengawas membawa ringkasan ke tingkat berikutnya.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai memimpin dengan data di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.