Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh deskripsi nilai ekstrakurikuler di rapor untuk Pramuka, olahraga, seni, dan lainnya, dengan pola kalimat per predikat.
Deskripsi nilai ekstrakurikuler di rapor adalah kalimat singkat yang menggambarkan capaian dan sikap murid selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Deskripsi yang baik menyebut kemampuan yang menonjol, sikap selama kegiatan, dan satu hal yang perlu ditingkatkan, dengan bahasa yang positif dan spesifik. Di bawah ini ada pola kalimat per predikat, puluhan contoh deskripsi untuk Pramuka, olahraga, seni, keagamaan, dan kegiatan lain, serta kesalahan yang sering membuat deskripsi terasa disalin untuk semua murid.
Format bagian ekstrakurikuler di rapor mengikuti ketentuan dan panduan terbaru yang dipakai sekolah. Sebagian sekolah memakai predikat, sebagian langsung memakai deskripsi. Contoh di bawah bisa disesuaikan.
Deskripsi ditulis oleh pembina ekstrakurikuler berdasarkan catatan sepanjang semester: kehadiran, keterampilan yang diamati, sikap, dan prestasi. Wali kelas memeriksa dan memasukkannya ke rapor.
Data yang perlu dicatat pembina setiap pertemuan atau setiap bulan:
| Data | Contoh |
|---|---|
| Kehadiran | 14 dari 16 pertemuan |
| Keterampilan yang diamati | Menguasai simpul pangkal dan simpul mati |
| Sikap | Membantu adik tingkat, tepat waktu |
| Prestasi atau keterlibatan khusus | Mewakili sekolah dalam lomba tingkat kecamatan |
Tanpa catatan, deskripsi akhirnya ditulis dari ingatan dan cenderung seragam.
Gunakan pola: [kemampuan yang menonjol] + [sikap] + [hal yang perlu ditingkatkan atau dorongan].
| Predikat | Pola kalimat |
|---|---|
| Sangat baik | "Sangat baik dalam [kemampuan], menunjukkan [sikap], dan mampu [kontribusi lebih]." |
| Baik | "Baik dalam [kemampuan] dan [sikap]. Perlu terus mengembangkan [aspek]." |
| Cukup | "Cukup dalam [kemampuan]. Perlu meningkatkan [kehadiran/aspek] agar [harapan]." |
| Perlu bimbingan | "Mulai mengenal [kemampuan]. Perlu pendampingan dalam [aspek] dan kehadiran yang lebih rutin." |
| Kata yang sering diulang | Alternatif |
|---|---|
| Baik | Terampil, cakap, konsisten, tekun |
| Aktif | Antusias, berinisiatif, terlibat penuh |
| Perlu ditingkatkan | Dapat dikembangkan lagi, akan lebih baik bila, perlu terus berlatih |
| Disiplin | Tepat waktu, rutin hadir, bertanggung jawab |
Variasi kata membantu, tetapi yang paling membuat deskripsi personal adalah menyebut keterampilan spesifik yang memang diamati.
Deskripsi sama untuk semua murid. Orang tua yang membandingkan rapor anak dengan rapor teman akan menyadarinya.
Terlalu umum. "Mengikuti kegiatan dengan baik" tidak memberi informasi apa pun.
Bahasa negatif. "Malas dan sering bolos" lebih baik diubah menjadi "Perlu meningkatkan kehadiran agar dapat mengikuti latihan secara utuh."
Tidak sesuai kenyataan. Deskripsi "sangat baik" untuk murid yang jarang hadir merusak kepercayaan.
Ditulis mendadak menjelang rapor. Pembina lupa detail, akhirnya menulis seragam.
Deskripsi nilai ekstrakurikuler akan jauh lebih mudah ditulis bila pembina mencatat sepanjang semester. Untuk penyusunan rapor secara umum, lihat aplikasi e-rapor Kurikulum Merdeka.
Murid yang mengikuti dua kegiatan sebaiknya mendapat deskripsi yang berbeda, sesuai pengamatan masing-masing pembina. Contoh untuk murid fiktif bernama Salsa:
| Kegiatan | Deskripsi |
|---|---|
| Pramuka | "Baik dalam keterampilan tali-temali dan teliti saat membuat pionering. Perlu lebih berani menyampaikan pendapat di regu." |
| Paduan suara | "Sangat baik dalam menjaga nada di suara alto dan rutin hadir latihan, menjadi pengingat tempo bagi teman satu barisan." |
Dari dua kalimat ini, orang tua mendapat gambaran yang utuh: Salsa teliti dan disiplin, tetapi masih pemalu dalam kelompok besar. Informasi seperti ini jauh lebih berguna daripada dua kalimat "mengikuti kegiatan dengan baik".
Pembina ekstrakurikuler, berdasarkan catatan kehadiran, keterampilan, dan sikap murid. Wali kelas memeriksa sebelum dimasukkan ke rapor.
Satu sampai dua kalimat, sekitar 15–30 kata, cukup untuk menyebut kemampuan, sikap, dan hal yang perlu ditingkatkan.
Tulis deskripsi terpisah untuk setiap kegiatan yang diikuti, sesuai jumlah baris yang tersedia di format rapor sekolah.
Ikuti ketentuan terbaru tentang kegiatan kepramukaan dan kebijakan sekolah. Bila Pramuka diselenggarakan dan diikuti murid, deskripsinya dicantumkan sesuai format rapor.
Tetap jujur dan positif: sebut kemampuan yang sudah tampak dan dorong kehadiran yang lebih rutin, tanpa label negatif.
Deskripsi ekstrakurikuler sering seragam karena pembina tidak punya catatan. Kehadiran ditulis di kertas absen yang hilang, pengamatan disimpan di ingatan, dan wali kelas harus menagih deskripsi menjelang tenggat rapor.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Pembina dapat mencatat kehadiran murid lewat pindai QR, menyimpan catatan perkembangan di profil murid yang utuh, lalu deskripsi dimasukkan ke e-Rapor Kurikulum Merdeka di sistem yang sama dengan nilai intrakurikuler. Setiap peran hanya melihat bagian yang menjadi tugasnya, sehingga pembina, wali kelas, dan Kepala Sekolah bekerja dari satu sumber data.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.