Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara membuat dokumentasi projek murid yang berguna untuk portofolio asesmen sekaligus aman diunggah ke media sosial sekolah, lengkap dengan contoh dan izin.
Dokumentasi projek murid yang baik merekam proses, bukan hanya hasil akhir. Foto karya yang rapi di hari pameran memang menarik untuk media sosial, tetapi untuk portofolio dan asesmen, guru membutuhkan jejak perjalanan: pertanyaan awal, rencana, percobaan yang gagal, perbaikan, hingga refleksi murid. Kabar baiknya, satu alur dokumentasi yang terencana bisa melayani dua kebutuhan sekaligus, asalkan sejak awal dipisahkan mana yang untuk arsip internal dan mana yang layak dipublikasikan.
Panduan ini membahas apa yang perlu direkam, kapan, oleh siapa, cara menyusunnya menjadi portofolio, dan aturan aman sebelum mengunggah ke media sosial sekolah. Panduan ini relevan untuk kegiatan kokurikuler, projek lintas mata pelajaran, maupun projek di dalam satu mata pelajaran.
Projek dirancang untuk menumbuhkan kemampuan seperti bernalar kritis, bekerja sama, dan kreativitas. Kemampuan itu hanya terlihat dalam proses: bagaimana kelompok berdebat, memilih solusi, dan memperbaiki kesalahan.
Tanpa dokumentasi proses, guru menilai berdasarkan ingatan atau hanya dari karya akhir. Akibatnya, murid yang bekerja keras tetapi hasilnya sederhana bisa kalah dari kelompok yang karyanya rapi karena dibantu orang tua.
Dokumentasi proses juga membantu murid sendiri. Saat melihat kembali foto rencana awal yang berantakan dan membandingkannya dengan karya akhir, murid menyadari seberapa jauh ia berkembang. Kesadaran ini menjadi bahan refleksi yang jujur, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk projek berikutnya.
| Momen | Yang direkam | Contoh bentuk |
|---|---|---|
| Awal | Pertanyaan pemantik, gagasan awal, pembagian tugas | Foto papan curah gagasan, catatan rencana kelompok |
| Proses | Percobaan, diskusi, kendala, perbaikan | Foto kegiatan, video pendek, jurnal kelompok |
| Akhir | Karya, presentasi, pameran | Foto karya, rekaman presentasi |
| Sesudah | Refleksi murid dan umpan balik | Lembar refleksi, rekaman suara, catatan guru |
Refleksi seperti ini justru bukti paling kuat tentang proses berpikir murid.
Jangan bebankan semua dokumentasi pada guru. Bagi tugas:
Pembagian ini juga melatih murid mendokumentasikan pekerjaannya, kemampuan yang berguna di jenjang berikutnya dan di dunia kerja.
Bapak/Ibu tidak memerlukan kamera mahal. Ponsel dengan kamera yang bersih sudah cukup, asalkan cahaya cukup dan gambar tidak goyang. Yang lebih penting adalah tempat penyimpanan yang tertib.
Buat satu folder per projek di penyimpanan milik sekolah, lalu subfolder per kelompok. Gunakan pola nama berkas yang sama, misalnya "8B_kel3_2026-08-12_uji-wadah.jpg". Dengan pola ini, dokumentasi projek murid mudah dicari saat menyusun portofolio, menulis deskripsi rapor, atau menyiapkan pameran akhir semester.
Sisihkan lima menit di akhir setiap pertemuan projek untuk memindahkan foto dari ponsel dokumentator ke folder kelompok. Kebiasaan kecil ini mencegah foto menumpuk dan hilang.
Dokumentasi projek murid baru bermakna bila disusun. Struktur portofolio sederhana per kelompok atau per murid:
Foto tanpa keterangan cepat kehilangan makna. Biasakan menulis satu kalimat: tanggal, apa yang terjadi, dan mengapa penting. Contoh: "12 Agustus. Kelompok mengganti bahan wadah karena uji pertama bocor."
Sebelum projek dimulai, bagikan rubrik penilaian. Saat menyusun portofolio, minta murid memilih bukti yang paling menunjukkan setiap kriteria rubrik. Cara ini membuat penilaian lebih adil dan murid lebih sadar akan proses belajarnya.
Tidak semua dokumentasi pantas dipublikasikan. Pisahkan dua folder: arsip internal untuk portofolio, dan kandidat publikasi untuk media sosial.
| Boleh | Hindari |
|---|---|
| Foto suasana kerja kelompok | Wajah murid yang orang tuanya tidak memberi izin |
| Close-up tangan dan karya | Nama lengkap disertai kelas dan foto wajah |
| Kutipan refleksi tanpa nama lengkap | Seragam dengan nama yang terbaca jelas bersama lokasi detail |
| Video pendek proses dengan izin | Momen murid yang memalukan, sedang menangis, atau gagal |
| Karya akhir dan presentasi | Data pribadi apa pun |
Minta persetujuan tertulis di awal tahun ajaran tentang penggunaan foto dan video murid untuk publikasi sekolah, dengan pilihan setuju atau tidak. Catat daftar murid yang tidak memberi izin dan bagikan ke admin media sosial sekolah. Murid juga berhak menolak bila ia tidak nyaman, meskipun orang tuanya setuju.
Alih-alih "Hasil projek kelas 8B keren sekali!", tulis keterangan yang menceritakan pembelajaran: "Kelas 8B menghitung 300 bungkus plastik dari kantin dalam sehari, lalu merancang kampanye wadah sendiri bersama pengelola kantin." Keterangan seperti ini lebih menarik bagi orang tua dan menunjukkan mutu pembelajaran sekolah.
Hanya memotret hari pameran. Proses tidak terekam, penilaian jadi dangkal.
Ratusan foto tanpa seleksi. Simpan yang bermakna, hapus yang ganda atau buram.
Mengunggah tanpa memeriksa izin. Satu unggahan bisa merusak kepercayaan orang tua.
Dokumentasi tersimpan di ponsel pribadi guru. Saat ponsel ganti, arsip hilang.
Cukup tiga sampai lima bukti proses terpilih per kelompok, ditambah karya akhir dan refleksi. Kualitas lebih penting daripada jumlah.
Tidak. Foto berketerangan, jurnal, dan lembar refleksi sudah memadai. Video berguna untuk presentasi atau unjuk kerja.
Sepakati aturannya di awal. Ingatkan murid untuk tidak mengunggah wajah teman tanpa izin.
Tetap dokumentasikan untuk arsip internal, tetapi jangan unggah fotonya. Fokuskan publikasi pada karya atau foto dari sudut yang tidak menampakkan wajah.
Bisa menjadi bahan deskripsi capaian. Ikuti ketentuan pelaporan hasil belajar yang berlaku di sekolah.
Dokumentasi projek sering hilang karena tersimpan di ponsel pribadi guru dan grup percakapan. Saat menulis deskripsi rapor atau ketika murid naik kelas, jejak belajar itu sulit ditemukan.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Catatan perkembangan tersimpan di profil murid yang utuh, sehingga guru berikutnya bisa melihat perjalanan belajar murid. Deskripsi capaian dapat dituangkan ke e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan karya terpilih bisa diterbitkan di situs sekolah dengan subdomain gratis. Untuk aktivitas belajar yang interaktif, Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id dan jelajahi Studio.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.