Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara mendapatkan domain sch.id untuk sekolah: siapa yang berhak, dokumen yang biasa diminta, langkah daftar lewat registrar, dan cara merawatnya.
Domain sch.id adalah alamat situs khusus untuk lembaga pendidikan di Indonesia, misalnya namasekolah.sch.id. Karena hanya lembaga pendidikan yang boleh memakainya, domain ini memberi kesan resmi dan lebih dipercaya orang tua. Cara mendapatkannya: pilih nama yang tersedia, daftar melalui registrar domain Indonesia, unggah dokumen lembaga (umumnya surat permohonan dari Kepala Sekolah, SK pendirian atau izin operasional, dan KTP Kepala Sekolah), lalu bayar biaya tahunan. Setelah diverifikasi, domain aktif dan bisa diarahkan ke situs sekolah.
Panduan ini ditulis untuk operator dan Kepala Sekolah: siapa yang berhak, dokumen yang perlu disiapkan, langkah pendaftaran, cara menghubungkannya ke situs, dan kesalahan yang membuat domain sekolah hilang.
Sebelum mendaftar, ada baiknya Bapak/Ibu memahami posisi sch.id di antara pilihan lain.
| Pilihan alamat | Contoh | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Domain sch.id | smpbinaharapan.sch.id | Khusus lembaga pendidikan, terkesan resmi | Perlu dokumen dan verifikasi |
| Domain umum (.com, .id, .net) | smpbinaharapan.com | Proses cepat, tanpa dokumen lembaga | Siapa pun bisa mendaftarkan nama mirip |
| Subdomain dari penyedia situs | binaharapan.penyedia.id | Gratis, bisa langsung dipakai | Alamat lebih panjang, bergantung pada penyedia |
| Halaman media sosial | akun sekolah | Mudah dan akrab bagi orang tua | Tidak bisa jadi rumah informasi resmi yang tertata |
Banyak sekolah memulai dari subdomain gratis agar situs segera hidup, lalu beralih ke domain sendiri ketika dokumen dan anggaran siap. Cara ini wajar, asalkan alamat lama tetap diarahkan ke alamat baru agar tautan di brosur tidak putus.
Alamat berakhiran sch.id diperuntukkan bagi lembaga pendidikan: sekolah dan madrasah dari jenjang PAUD sampai menengah, serta lembaga pendidikan lain yang memenuhi ketentuan pengelola domain Indonesia. Perguruan tinggi biasanya memakai domain lain yang khusus untuk akademik.
Ketentuan rinci siapa yang berhak dan dokumen apa yang diterima ditetapkan oleh pengelola nama domain Indonesia (PANDI) dan dapat berubah. Sebelum mendaftar, cek ketentuan terbaru di situs PANDI atau registrar yang Bapak/Ibu pilih.
| Dokumen | Keterangan |
|---|---|
| Surat permohonan nama domain | Ditandatangani Kepala Sekolah, menyebut nama domain yang diminta |
| SK pendirian atau izin operasional | Membuktikan sekolah adalah lembaga pendidikan yang sah |
| KTP Kepala Sekolah | Identitas penanggung jawab |
| NPWP lembaga | Bila ada, kadang bersifat opsional |
Sebagian registrar mungkin meminta dokumen tambahan atau format tertentu. Siapkan semua dalam bentuk pindaian berwarna yang jelas, dalam format PDF atau gambar.
Pilih nama yang pendek, mudah dieja, dan menggambarkan sekolah. Beberapa pola yang umum:
Hindari tanda hubung berlebihan dan singkatan yang hanya dipahami warga sekolah. Siapkan dua atau tiga cadangan bila nama pertama sudah dipakai.
Gunakan fitur pencarian domain di situs registrar domain Indonesia. Bila tersedia, lanjutkan.
Gunakan surel resmi sekolah, bukan surel pribadi operator. Ini penting agar akses tidak hilang ketika operator berganti.
Isi data pemilik domain atas nama lembaga, bukan nama perorangan. Unggah dokumen yang diminta.
Biaya domain dibayar tahunan dan berbeda antarregistrar. Proses verifikasi dokumen biasanya memerlukan beberapa hari kerja. Bila ditolak, baca alasannya dan perbaiki dokumen.
Setelah aktif, atur DNS atau name server agar domain mengarah ke layanan situs yang dipakai sekolah. Biasanya penyedia situs memberi petunjuk nilai yang harus diisi.
Kasus domain sekolah yang kedaluwarsa cukup sering terjadi. Penyebabnya klasik: operator lama pindah tugas, surel pengingat masuk ke kotak pribadi, dan tidak ada yang tahu kapan masa aktif habis.
Saat operator atau Kepala Sekolah berganti, serahkan informasi berikut secara tertulis:
Lembar sederhana ini mencegah situasi klasik: domain mati, dan tidak ada yang tahu harus menghubungi siapa.
Domain hanya alamat. Yang membuat orang tua kembali adalah isinya. Minimal, situs sekolah perlu memuat:
Untuk membuat situs agar mudah ditemukan, baca panduan SEO website sekolah.
Domain didaftarkan atas nama pribadi. Ketika orang itu pergi, sekolah kesulitan membuktikan kepemilikan.
Memakai jasa pihak ketiga tanpa akses. Sekolah tidak memegang akun sehingga tidak bisa memindahkan atau memperpanjang sendiri.
Situs dibiarkan kosong. Domain aktif tetapi beritanya terakhir diperbarui tiga tahun lalu. Ini justru menurunkan kepercayaan.
Lupa memperpanjang. Domain yang kedaluwarsa bisa dilepas dan sulit didapatkan kembali.
Biayanya berbeda antarregistrar dan bisa berubah. Bandingkan harga pendaftaran dan perpanjangan di beberapa registrar sebelum memilih.
Boleh, selama sekolah tersebut lembaga pendidikan yang sah dan bisa menunjukkan dokumen yang diminta, seperti SK pendirian atau izin operasional.
Umumnya beberapa hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan antrean verifikasi registrar.
Bisa. Domain dan layanan situs adalah dua hal berbeda. Selama sekolah memegang akun registrar, arah domain bisa diubah kapan saja.
Pilih variasi lain yang tetap jelas, misalnya menambah nama kota atau nomor sekolah.
Banyak sekolah menunda punya situs karena prosesnya terasa panjang: mengurus domain, menyewa hosting, mencari pembuat situs, lalu tidak ada yang memperbarui isinya. Akibatnya informasi resmi tersebar di grup percakapan dan mudah ditiru penipu.
ASIS menyediakan situs sekolah dengan subdomain gratis, sehingga sekolah bisa langsung punya alamat resmi dan mengisi berita tanpa menunggu urusan domain selesai. Ketika domain sch.id sudah aktif, paket ASIS Plus (Rp300 ribu per tahun per lembaga) memungkinkan sekolah memakai domain sendiri lengkap dengan pengaturan SEO. Berita dan pengumuman yang ditulis sekali di ASIS bisa sampai ke orang tua lewat notifikasi aplikasi.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.