WAWASAN ASIS

Fase Kurikulum Merdeka: Pembagian Fase A–F per Kelas

Pembagian fase kurikulum merdeka dari Fondasi sampai Fase F per kelas, alasannya, cara memakainya dalam perencanaan, serta penerapan di SLB dan kesetaraan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Fase kurikulum merdeka adalah tahapan capaian pembelajaran yang mengelompokkan beberapa kelas menjadi satu rentang. Alih-alih menetapkan target per kelas setiap tahun, Kurikulum Merdeka menetapkan capaian di akhir setiap fase. Pembagiannya: Fase Fondasi untuk PAUD, Fase A untuk kelas 1–2, Fase B untuk kelas 3–4, Fase C untuk kelas 5–6, Fase D untuk kelas 7–9, Fase E untuk kelas 10, dan Fase F untuk kelas 11–12.

Artikel ini menyajikan tabel pembagian lengkap, menjelaskan alasan di balik sistem fase, cara guru memakainya dalam perencanaan, serta penerapannya di SLB dan pendidikan kesetaraan. Untuk cara membaca rumusan capaian di setiap fase, lihat "Capaian Pembelajaran: Cara Membaca dan Menurunkannya".

Tabel pembagian fase

Fase Jenjang Kelas Lama Catatan
Fondasi PAUD TK/RA, KB Sampai masuk SD Fokus pada fondasi literasi, numerasi, nilai, dan kesiapan sekolah
A SD/MI 1–2 2 tahun Transisi dari PAUD, banyak kegiatan konkret
B SD/MI 3–4 2 tahun Penguatan literasi dan numerasi, mulai mapel lebih beragam
C SD/MI 5–6 2 tahun Persiapan ke jenjang menengah
D SMP/MTs 7–9 3 tahun Satu fase untuk seluruh jenjang SMP
E SMA/MA/SMK/MAK 10 1 tahun Fase umum sebelum pilihan mapel atau konsentrasi
F SMA/MA/SMK/MAK 11–12 2 tahun Pendalaman sesuai pilihan atau program keahlian

Fase D sengaja tiga tahun, sehingga guru SMP punya keleluasaan menyusun urutan materi dari kelas 7 sampai 9. Fase E hanya satu tahun karena kelas 10 menjadi fondasi sebelum murid SMA memilih mata pelajaran dan murid SMK mendalami program keahlian.

Mengapa dibuat per fase

Memberi ruang kecepatan belajar yang berbeda

Murid tidak belajar dengan kecepatan yang sama. Dalam satu fase dua tahun, guru bisa memberi waktu lebih bagi murid yang butuh, dan tantangan lebih bagi yang cepat, tanpa terpaku target tahunan yang kaku.

Mendorong kolaborasi antarguru

Guru kelas 1 dan kelas 2 berbagi tanggung jawab atas capaian Fase A. Mereka perlu berdiskusi: materi mana di kelas 1, mana di kelas 2, dan bagaimana menangani murid yang belum tuntas.

Fleksibilitas bagi sekolah

Sekolah bisa menyusun alur tujuan pembelajaran (ATP) yang sesuai konteksnya, selama di akhir fase capaian tercapai. Dua sekolah boleh punya urutan berbeda untuk fase yang sama.

Cara memakai fase dalam perencanaan

Agar fase kurikulum merdeka benar-benar membantu, ikuti langkah berikut.

  1. Baca capaian fase secara utuh. Jangan hanya bagian yang dirasa "milik kelas saya".
  2. Bagi bersama guru dalam fase yang sama. Misalnya guru kelas 3 dan kelas 4 menyusun ATP Fase B bersama.
  3. Tentukan urutan tujuan pembelajaran. Dari yang mendasar ke yang kompleks.
  4. Sepakati titik pemeriksaan. Misalnya di akhir kelas 3, apa yang sudah harus dikuasai sebagian besar murid.
  5. Catat murid yang belum tuntas agar guru tahun berikutnya bisa melanjutkan pendampingan.

Contoh pembagian Fase B Matematika (ilustrasi)

Kelas Fokus
3 Bilangan sampai ribuan, penjumlahan dan pengurangan bersusun, pengenalan pecahan sederhana, pengukuran panjang
4 Perkalian dan pembagian lebih lanjut, pecahan senilai, keliling dan luas bangun datar sederhana, penyajian data

Pembagian ini bukan rumusan resmi, tetapi contoh bagaimana guru dua kelas berbagi capaian satu fase. Lihat contoh lengkapnya di "Contoh ATP Matematika Fase B untuk Kelas 3 dan 4 SD".

Penerapan di SLB

Di SLB, fase tidak selalu mengikuti kelas atau usia kalender. Murid dengan hambatan intelektual bisa belajar pada fase yang sesuai dengan kemampuannya, misalnya murid kelas 7 SMPLB yang belajar dengan capaian fase lebih awal. Keputusan ini dibuat berdasarkan asesmen dan ditulis dalam program pembelajaran individual. Murid tanpa hambatan intelektual, misalnya tunanetra atau tunadaksa, umumnya mengikuti fase sesuai kelasnya dengan akomodasi. Pembahasan lebih lanjut ada di "Kurikulum Merdeka SLB: Fase dan Penyesuaiannya".

Penerapan di pendidikan kesetaraan

Program Paket A, B, dan C juga memakai fase. Secara umum Paket A setara SD (Fase A–C), Paket B setara SMP (Fase D), dan Paket C setara SMA (Fase E–F). PKBM menyesuaikan pengorganisasian pembelajaran dengan pola tatap muka, tutorial, dan mandiri yang berlaku. Rujuk petunjuk teknis pendidikan kesetaraan terbaru untuk rincian.

Fase dan rapor

Rapor tetap disusun per semester dan per kelas. Fase memengaruhi cara guru merancang tujuan, bukan menghapus rapor tahunan. Deskripsi capaian di rapor merujuk tujuan pembelajaran yang sudah dicapai murid di semester itu. Kenaikan kelas juga tetap berlaku sesuai kriteria sekolah. Lihat "Kriteria Kenaikan Kelas Kurikulum Merdeka dan Tinggal Kelas".

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Memotong capaian fase secara rata. Setengah rumusan untuk kelas 1, setengah untuk kelas 2, tanpa melihat urutan logis.
  2. Guru dalam satu fase tidak berdiskusi. Ada materi terulang, ada yang terlewat.
  3. Menganggap fase berarti tidak ada kenaikan kelas. Kenaikan kelas tetap ada.
  4. Mengabaikan murid yang belum tuntas. Catatan tidak diteruskan ke guru berikutnya.
  5. Memakai rumusan capaian lama. Rumusan bisa diperbarui melalui keputusan Kepala BSKAP, jadi pastikan memakai versi terbaru.

Daftar cek guru

  • Saya tahu fase kelas yang saya ajar.
  • Saya sudah membaca capaian fase secara utuh.
  • ATP disusun bersama guru lain dalam fase yang sama.
  • Ada titik pemeriksaan di akhir setiap kelas.
  • Catatan murid yang belum tuntas diteruskan ke guru berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kelas 5 SD masuk fase apa?

Kelas 5 dan 6 SD atau MI masuk Fase C.

Mengapa fase kurikulum merdeka untuk SMP hanya satu?

Fase D mencakup kelas 7 sampai 9 agar guru SMP leluasa menyusun urutan materi selama tiga tahun sesuai kebutuhan murid dan sekolah.

Apakah murid bisa naik fase lebih cepat?

Secara umum murid naik kelas dan fase bersama rombelnya. Di SLB dan dalam layanan tertentu, penempatan fase bisa disesuaikan dengan kemampuan murid berdasarkan asesmen.

Apakah PAUD termasuk fase kurikulum merdeka?

Ya, PAUD berada di Fase Fondasi, dengan capaian yang menekankan fondasi nilai, literasi, numerasi, dan kesiapan bersekolah.

Apakah madrasah memakai fase yang sama?

Madrasah memakai pembagian fase yang sejalan, dengan struktur kurikulum mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah KMA 1503/2025.

ASIS: Perencanaan per Fase yang Diteruskan, Bukan Dimulai Ulang

Akar masalah perencanaan per fase adalah informasi yang terputus antartahun. Guru kelas 4 tidak tahu tujuan mana yang belum tuntas di kelas 3, karena catatannya ada di buku guru sebelumnya.

ASIS menyimpan capaian dan tujuan pembelajaran di perangkat ajar Kurikulum Merdeka, sehingga guru dalam satu fase bisa menyusun dan menyalin ATP bersama. Nilai, deskripsi rapor, dan catatan perkembangan tersimpan di profil murid yang utuh, sehingga guru tahun berikutnya bisa melanjutkan, bukan memulai dari nol. Untuk SLB dan sekolah inklusi, modul inklusi dan PPI mencatat penyesuaian fase per murid.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.