Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Pembagian fase kurikulum merdeka dari Fondasi sampai Fase F per kelas, alasannya, cara memakainya dalam perencanaan, serta penerapan di SLB dan kesetaraan.
Fase kurikulum merdeka adalah tahapan capaian pembelajaran yang mengelompokkan beberapa kelas menjadi satu rentang. Alih-alih menetapkan target per kelas setiap tahun, Kurikulum Merdeka menetapkan capaian di akhir setiap fase. Pembagiannya: Fase Fondasi untuk PAUD, Fase A untuk kelas 1–2, Fase B untuk kelas 3–4, Fase C untuk kelas 5–6, Fase D untuk kelas 7–9, Fase E untuk kelas 10, dan Fase F untuk kelas 11–12.
Artikel ini menyajikan tabel pembagian lengkap, menjelaskan alasan di balik sistem fase, cara guru memakainya dalam perencanaan, serta penerapannya di SLB dan pendidikan kesetaraan. Untuk cara membaca rumusan capaian di setiap fase, lihat "Capaian Pembelajaran: Cara Membaca dan Menurunkannya".
| Fase | Jenjang | Kelas | Lama | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Fondasi | PAUD | TK/RA, KB | Sampai masuk SD | Fokus pada fondasi literasi, numerasi, nilai, dan kesiapan sekolah |
| A | SD/MI | 1–2 | 2 tahun | Transisi dari PAUD, banyak kegiatan konkret |
| B | SD/MI | 3–4 | 2 tahun | Penguatan literasi dan numerasi, mulai mapel lebih beragam |
| C | SD/MI | 5–6 | 2 tahun | Persiapan ke jenjang menengah |
| D | SMP/MTs | 7–9 | 3 tahun | Satu fase untuk seluruh jenjang SMP |
| E | SMA/MA/SMK/MAK | 10 | 1 tahun | Fase umum sebelum pilihan mapel atau konsentrasi |
| F | SMA/MA/SMK/MAK | 11–12 | 2 tahun | Pendalaman sesuai pilihan atau program keahlian |
Fase D sengaja tiga tahun, sehingga guru SMP punya keleluasaan menyusun urutan materi dari kelas 7 sampai 9. Fase E hanya satu tahun karena kelas 10 menjadi fondasi sebelum murid SMA memilih mata pelajaran dan murid SMK mendalami program keahlian.
Murid tidak belajar dengan kecepatan yang sama. Dalam satu fase dua tahun, guru bisa memberi waktu lebih bagi murid yang butuh, dan tantangan lebih bagi yang cepat, tanpa terpaku target tahunan yang kaku.
Guru kelas 1 dan kelas 2 berbagi tanggung jawab atas capaian Fase A. Mereka perlu berdiskusi: materi mana di kelas 1, mana di kelas 2, dan bagaimana menangani murid yang belum tuntas.
Sekolah bisa menyusun alur tujuan pembelajaran (ATP) yang sesuai konteksnya, selama di akhir fase capaian tercapai. Dua sekolah boleh punya urutan berbeda untuk fase yang sama.
Agar fase kurikulum merdeka benar-benar membantu, ikuti langkah berikut.
| Kelas | Fokus |
|---|---|
| 3 | Bilangan sampai ribuan, penjumlahan dan pengurangan bersusun, pengenalan pecahan sederhana, pengukuran panjang |
| 4 | Perkalian dan pembagian lebih lanjut, pecahan senilai, keliling dan luas bangun datar sederhana, penyajian data |
Pembagian ini bukan rumusan resmi, tetapi contoh bagaimana guru dua kelas berbagi capaian satu fase. Lihat contoh lengkapnya di "Contoh ATP Matematika Fase B untuk Kelas 3 dan 4 SD".
Di SLB, fase tidak selalu mengikuti kelas atau usia kalender. Murid dengan hambatan intelektual bisa belajar pada fase yang sesuai dengan kemampuannya, misalnya murid kelas 7 SMPLB yang belajar dengan capaian fase lebih awal. Keputusan ini dibuat berdasarkan asesmen dan ditulis dalam program pembelajaran individual. Murid tanpa hambatan intelektual, misalnya tunanetra atau tunadaksa, umumnya mengikuti fase sesuai kelasnya dengan akomodasi. Pembahasan lebih lanjut ada di "Kurikulum Merdeka SLB: Fase dan Penyesuaiannya".
Program Paket A, B, dan C juga memakai fase. Secara umum Paket A setara SD (Fase A–C), Paket B setara SMP (Fase D), dan Paket C setara SMA (Fase E–F). PKBM menyesuaikan pengorganisasian pembelajaran dengan pola tatap muka, tutorial, dan mandiri yang berlaku. Rujuk petunjuk teknis pendidikan kesetaraan terbaru untuk rincian.
Rapor tetap disusun per semester dan per kelas. Fase memengaruhi cara guru merancang tujuan, bukan menghapus rapor tahunan. Deskripsi capaian di rapor merujuk tujuan pembelajaran yang sudah dicapai murid di semester itu. Kenaikan kelas juga tetap berlaku sesuai kriteria sekolah. Lihat "Kriteria Kenaikan Kelas Kurikulum Merdeka dan Tinggal Kelas".
Kelas 5 dan 6 SD atau MI masuk Fase C.
Fase D mencakup kelas 7 sampai 9 agar guru SMP leluasa menyusun urutan materi selama tiga tahun sesuai kebutuhan murid dan sekolah.
Secara umum murid naik kelas dan fase bersama rombelnya. Di SLB dan dalam layanan tertentu, penempatan fase bisa disesuaikan dengan kemampuan murid berdasarkan asesmen.
Ya, PAUD berada di Fase Fondasi, dengan capaian yang menekankan fondasi nilai, literasi, numerasi, dan kesiapan bersekolah.
Madrasah memakai pembagian fase yang sejalan, dengan struktur kurikulum mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah KMA 1503/2025.
Akar masalah perencanaan per fase adalah informasi yang terputus antartahun. Guru kelas 4 tidak tahu tujuan mana yang belum tuntas di kelas 3, karena catatannya ada di buku guru sebelumnya.
ASIS menyimpan capaian dan tujuan pembelajaran di perangkat ajar Kurikulum Merdeka, sehingga guru dalam satu fase bisa menyusun dan menyalin ATP bersama. Nilai, deskripsi rapor, dan catatan perkembangan tersimpan di profil murid yang utuh, sehingga guru tahun berikutnya bisa melanjutkan, bukan memulai dari nol. Untuk SLB dan sekolah inklusi, modul inklusi dan PPI mencatat penyesuaian fase per murid.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.