WAWASAN ASIS

Format Daftar Nilai Guru untuk Asesmen Formatif dan Sumatif

Format daftar nilai guru yang memisahkan asesmen formatif dan sumatif: kolom yang perlu ada, contoh terisi, cara menghitung nilai rapor, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Administrasi Sekolah

Format daftar nilai guru yang baik memisahkan asesmen formatif dan asesmen sumatif, karena keduanya punya fungsi berbeda. Asesmen formatif dipakai untuk memantau proses belajar dan memberi umpan balik, sedangkan asesmen sumatif dipakai untuk menyimpulkan capaian murid di akhir lingkup materi atau semester. Bila semua nilai dicampur dalam satu kolom rata-rata, guru kehilangan informasi penting tentang perkembangan murid. Artikel ini menyajikan format daftar nilai guru dengan dua lembar terpisah, contoh pengisian, dan cara menurunkannya menjadi nilai serta deskripsi rapor.

Untuk format umum dan contoh daftar nilai Kurikulum Merdeka, baca juga "Daftar Nilai Guru: Format Kurikulum Merdeka dan Contohnya". Artikel ini lebih fokus pada pemisahan formatif dan sumatif.

Catatan: bobot dan cara pengolahan nilai rapor ditetapkan oleh satuan pendidikan. Contoh di bawah adalah ilustrasi yang bisa disesuaikan dengan kebijakan sekolah.

Mengapa harus dipisah

Banyak guru masih memakai pola lama: semua tugas, kuis, dan ulangan dijumlah lalu dirata-rata. Pola ini punya tiga masalah.

  1. Kesalahan awal menghukum murid. Murid yang awalnya keliru lalu memperbaiki diri tetap mendapat rata-rata rendah.
  2. Formatif kehilangan fungsi. Murid takut salah saat latihan karena tahu semuanya masuk rapor.
  3. Informasi tenggelam. Angka rata-rata tidak menunjukkan tujuan pembelajaran mana yang belum dikuasai.

Dengan dua lembar terpisah, formatif menjadi alat bantu belajar, sedangkan sumatif menjadi dasar nilai rapor.

Lembar 1: catatan asesmen formatif

Lembar formatif tidak harus berisi angka. Banyak guru memakai kode sederhana per tujuan pembelajaran.

Kode Arti Tindak lanjut
B Sudah menguasai Beri tantangan atau pengayaan
P Sedang berkembang, perlu sedikit bantuan Latihan tambahan atau umpan balik singkat
T Belum menguasai Pendampingan atau pembelajaran ulang

Contoh terisi: Bahasa Indonesia kelas 7, teks deskripsi

No Nama TP1 Ciri teks TP2 Struktur TP3 Kalimat rinci Catatan guru
1 Andi Pratama B B P Detail pancaindra masih kurang
2 Bunga Lestari B P P Bagian identifikasi terlalu panjang
3 Citra Wulandari P T T Perlu contoh model, didampingi minggu depan
4 Dani Saputra B B B Siap untuk tugas pengayaan

Kolom catatan inilah yang paling berharga. Dari sini guru tahu siapa yang perlu dibantu dan bahan apa yang dipakai untuk deskripsi rapor.

Lembar 2: nilai asesmen sumatif

Lembar sumatif memuat angka, karena hasilnya dipakai untuk nilai rapor. Biasanya ada dua jenis kolom: sumatif lingkup materi dan sumatif akhir semester.

No Nama SLM 1 Teks deskripsi SLM 2 Teks narasi SLM 3 Teks prosedur SAS Nilai rapor
1 Andi Pratama 82 78 85 80 81
2 Bunga Lestari 75 80 79 77 78
3 Citra Wulandari 65 72 74 70 70
4 Dani Saputra 90 88 92 89 90

Dalam contoh, nilai rapor dihitung dari rata-rata SLM dengan bobot 60% dan SAS 40%, lalu dibulatkan. Andi: rata-rata SLM 81,7 dikali 0,6 menjadi 49,0; SAS 80 dikali 0,4 menjadi 32; total 81. Sekolah boleh menetapkan bobot lain, misalnya 50:50, asalkan konsisten dan tertulis di kurikulum operasional.

Dari daftar nilai ke rapor

Nilai rapor diambil dari lembar sumatif. Deskripsi rapor diambil dari kedua lembar, terutama catatan formatif yang menunjukkan tujuan pembelajaran yang paling dikuasai dan yang perlu ditingkatkan.

Contoh deskripsi untuk Citra: "Menunjukkan penguasaan yang baik dalam mengenali ciri teks deskripsi. Perlu bimbingan dalam menyusun struktur teks dan menulis kalimat rinci yang melibatkan pancaindra."

Deskripsi seperti ini jujur, spesifik, dan berguna bagi orang tua.

Kolom minimal yang perlu ada

Apa pun aplikasi atau lembar kerja yang dipakai, pastikan format daftar nilai guru memiliki kolom berikut:

  • identitas: nama murid, NISN atau nomor induk, kelas,
  • tujuan pembelajaran atau lingkup materi yang dinilai,
  • tanggal asesmen,
  • jenis asesmen: formatif atau sumatif,
  • teknik: tes tertulis, unjuk kerja, proyek, portofolio,
  • hasil: kode atau angka,
  • catatan tindak lanjut,
  • kolom remedial dan pengayaan.

Remedial dan pengayaan

Murid yang belum mencapai kriteria pada sumatif lingkup materi diberi pembelajaran ulang dan kesempatan asesmen kembali. Catat nilai awal dan nilai setelah remedial di kolom berbeda, lalu tetapkan aturan mana yang dipakai di rapor sesuai kebijakan sekolah. Untuk pengayaan, cukup catat bentuk kegiatannya, karena tujuannya memperluas, bukan menambah nilai.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Memasukkan nilai formatif ke rapor tanpa pertimbangan. Formatif seharusnya menjadi bahan umpan balik.
  2. Tidak mencantumkan tujuan pembelajaran. Kolom hanya bertuliskan "Tugas 1, Tugas 2", sehingga sulit menyusun deskripsi.
  3. Bobot berubah-ubah antarsemester. Murid dan orang tua bingung.
  4. Catatan kosong. Kode B, P, T tanpa catatan kurang membantu saat menulis rapor.
  5. File berbeda tiap kelas dan tiap tahun. Rekap menjadi pekerjaan ulang.

Daftar cek format daftar nilai guru

  • Lembar formatif dan sumatif terpisah.
  • Setiap kolom menyebut tujuan pembelajaran atau lingkup materi.
  • Bobot nilai rapor sesuai kebijakan sekolah dan tertulis.
  • Ada kolom remedial dan pengayaan.
  • Catatan formatif diisi untuk murid yang perlu tindak lanjut.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah nilai formatif boleh masuk rapor?

Sekolah dapat menetapkan kebijakannya sendiri. Namun praktik yang dianjurkan adalah menggunakan formatif terutama untuk umpan balik dan deskripsi, sedangkan nilai rapor berasal dari sumatif.

Berapa banyak asesmen formatif yang perlu dicatat?

Tidak perlu semua aktivitas dicatat. Catat asesmen formatif kunci per tujuan pembelajaran, misalnya satu atau dua per tujuan, agar beban guru tetap wajar.

Apakah kode B, P, T wajib?

Tidak wajib. Guru boleh memakai kode lain, emoji pada lembar murid, atau skala singkat. Yang penting maknanya jelas dan konsisten.

Bagaimana bila murid tidak ikut sumatif karena sakit?

Berikan asesmen susulan sesuai kebijakan sekolah, lalu catat tanggal susulan agar riwayatnya jelas.

Apakah format ini cocok untuk SD?

Cocok. Untuk SD, lembar formatif bisa lebih sederhana dan banyak memakai pengamatan, sedangkan sumatif disusun per lingkup materi sesuai fase.

ASIS: Nilai Dicatat Sekali, Rapor Tersusun Sendiri

Akar masalah administrasi nilai adalah pencatatan berulang. Guru menulis di buku, memindahkan ke lembar kerja, lalu mengetik ulang ke aplikasi rapor. Setiap pemindahan membuka peluang salah ketik.

Di ASIS, guru mencatat nilai dan catatan asesmen di satu tempat. Nilai yang sudah masuk dipakai langsung untuk e-Rapor Kurikulum Merdeka, sementara catatan perkembangan tersimpan di profil murid yang utuh sebagai bahan deskripsi. Untuk ujian, CBT dan lembar jawaban ber-QR membantu memasukkan hasil sumatif tanpa mengetik ulang.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.