Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Format daftar nilai guru yang memisahkan asesmen formatif dan sumatif: kolom yang perlu ada, contoh terisi, cara menghitung nilai rapor, dan kesalahan umum.
Format daftar nilai guru yang baik memisahkan asesmen formatif dan asesmen sumatif, karena keduanya punya fungsi berbeda. Asesmen formatif dipakai untuk memantau proses belajar dan memberi umpan balik, sedangkan asesmen sumatif dipakai untuk menyimpulkan capaian murid di akhir lingkup materi atau semester. Bila semua nilai dicampur dalam satu kolom rata-rata, guru kehilangan informasi penting tentang perkembangan murid. Artikel ini menyajikan format daftar nilai guru dengan dua lembar terpisah, contoh pengisian, dan cara menurunkannya menjadi nilai serta deskripsi rapor.
Untuk format umum dan contoh daftar nilai Kurikulum Merdeka, baca juga "Daftar Nilai Guru: Format Kurikulum Merdeka dan Contohnya". Artikel ini lebih fokus pada pemisahan formatif dan sumatif.
Catatan: bobot dan cara pengolahan nilai rapor ditetapkan oleh satuan pendidikan. Contoh di bawah adalah ilustrasi yang bisa disesuaikan dengan kebijakan sekolah.
Banyak guru masih memakai pola lama: semua tugas, kuis, dan ulangan dijumlah lalu dirata-rata. Pola ini punya tiga masalah.
Dengan dua lembar terpisah, formatif menjadi alat bantu belajar, sedangkan sumatif menjadi dasar nilai rapor.
Lembar formatif tidak harus berisi angka. Banyak guru memakai kode sederhana per tujuan pembelajaran.
| Kode | Arti | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| B | Sudah menguasai | Beri tantangan atau pengayaan |
| P | Sedang berkembang, perlu sedikit bantuan | Latihan tambahan atau umpan balik singkat |
| T | Belum menguasai | Pendampingan atau pembelajaran ulang |
| No | Nama | TP1 Ciri teks | TP2 Struktur | TP3 Kalimat rinci | Catatan guru |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Andi Pratama | B | B | P | Detail pancaindra masih kurang |
| 2 | Bunga Lestari | B | P | P | Bagian identifikasi terlalu panjang |
| 3 | Citra Wulandari | P | T | T | Perlu contoh model, didampingi minggu depan |
| 4 | Dani Saputra | B | B | B | Siap untuk tugas pengayaan |
Kolom catatan inilah yang paling berharga. Dari sini guru tahu siapa yang perlu dibantu dan bahan apa yang dipakai untuk deskripsi rapor.
Lembar sumatif memuat angka, karena hasilnya dipakai untuk nilai rapor. Biasanya ada dua jenis kolom: sumatif lingkup materi dan sumatif akhir semester.
| No | Nama | SLM 1 Teks deskripsi | SLM 2 Teks narasi | SLM 3 Teks prosedur | SAS | Nilai rapor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Andi Pratama | 82 | 78 | 85 | 80 | 81 |
| 2 | Bunga Lestari | 75 | 80 | 79 | 77 | 78 |
| 3 | Citra Wulandari | 65 | 72 | 74 | 70 | 70 |
| 4 | Dani Saputra | 90 | 88 | 92 | 89 | 90 |
Dalam contoh, nilai rapor dihitung dari rata-rata SLM dengan bobot 60% dan SAS 40%, lalu dibulatkan. Andi: rata-rata SLM 81,7 dikali 0,6 menjadi 49,0; SAS 80 dikali 0,4 menjadi 32; total 81. Sekolah boleh menetapkan bobot lain, misalnya 50:50, asalkan konsisten dan tertulis di kurikulum operasional.
Nilai rapor diambil dari lembar sumatif. Deskripsi rapor diambil dari kedua lembar, terutama catatan formatif yang menunjukkan tujuan pembelajaran yang paling dikuasai dan yang perlu ditingkatkan.
Contoh deskripsi untuk Citra: "Menunjukkan penguasaan yang baik dalam mengenali ciri teks deskripsi. Perlu bimbingan dalam menyusun struktur teks dan menulis kalimat rinci yang melibatkan pancaindra."
Deskripsi seperti ini jujur, spesifik, dan berguna bagi orang tua.
Apa pun aplikasi atau lembar kerja yang dipakai, pastikan format daftar nilai guru memiliki kolom berikut:
Murid yang belum mencapai kriteria pada sumatif lingkup materi diberi pembelajaran ulang dan kesempatan asesmen kembali. Catat nilai awal dan nilai setelah remedial di kolom berbeda, lalu tetapkan aturan mana yang dipakai di rapor sesuai kebijakan sekolah. Untuk pengayaan, cukup catat bentuk kegiatannya, karena tujuannya memperluas, bukan menambah nilai.
Sekolah dapat menetapkan kebijakannya sendiri. Namun praktik yang dianjurkan adalah menggunakan formatif terutama untuk umpan balik dan deskripsi, sedangkan nilai rapor berasal dari sumatif.
Tidak perlu semua aktivitas dicatat. Catat asesmen formatif kunci per tujuan pembelajaran, misalnya satu atau dua per tujuan, agar beban guru tetap wajar.
Tidak wajib. Guru boleh memakai kode lain, emoji pada lembar murid, atau skala singkat. Yang penting maknanya jelas dan konsisten.
Berikan asesmen susulan sesuai kebijakan sekolah, lalu catat tanggal susulan agar riwayatnya jelas.
Cocok. Untuk SD, lembar formatif bisa lebih sederhana dan banyak memakai pengamatan, sedangkan sumatif disusun per lingkup materi sesuai fase.
Akar masalah administrasi nilai adalah pencatatan berulang. Guru menulis di buku, memindahkan ke lembar kerja, lalu mengetik ulang ke aplikasi rapor. Setiap pemindahan membuka peluang salah ketik.
Di ASIS, guru mencatat nilai dan catatan asesmen di satu tempat. Nilai yang sudah masuk dipakai langsung untuk e-Rapor Kurikulum Merdeka, sementara catatan perkembangan tersimpan di profil murid yang utuh sebagai bahan deskripsi. Untuk ujian, CBT dan lembar jawaban ber-QR membantu memasukkan hasil sumatif tanpa mengetik ulang.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.