WAWASAN ASIS

Format Kartu SPP Kuitansi Sekolah dan Cara Mengisinya

Contoh format kartu SPP kuitansi pembayaran sekolah: kolom wajib, cara mengisi, penomoran, penyimpanan arsip, dan kesalahan yang sering membuat selisih kas.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Keuangan Sekolah

Format kartu SPP kuitansi yang baik membuat setiap rupiah yang masuk bisa ditelusuri: siapa membayar, untuk bulan apa, berapa nominalnya, kapan, dan siapa yang menerima. Kartu SPP dipegang orang tua sebagai catatan riwayat pembayaran, kuitansi menjadi bukti per transaksi, dan keduanya harus cocok dengan buku kas bendahara. Artikel ini memberi contoh format kartu SPP dan kuitansi, cara mengisi, penomoran, cara menyimpan arsip, serta kesalahan yang paling sering memicu selisih.

Perbedaan kartu SPP, kuitansi, dan buku kas

Dokumen Dipegang oleh Fungsi
Kartu SPP Orang tua atau murid Riwayat pembayaran per bulan dalam satu tahun ajaran
Kuitansi Orang tua (asli), sekolah (salinan atau bonggol) Bukti sah satu kali pembayaran
Buku kas atau buku penerimaan Bendahara Rekap semua penerimaan harian

Ketiganya saling menguatkan. Bila ada keluhan "sudah bayar, kok masih ditagih", bendahara bisa mencocokkan kartu, bonggol kuitansi, dan buku kas.

Contoh format kartu SPP

Kartu SPP biasanya dicetak di kertas karton ukuran setengah folio agar awet. Bagian depan berisi identitas, bagian dalam berisi tabel pembayaran.

Bagian identitas:

  • nama sekolah dan logo,
  • tahun ajaran,
  • nama murid, kelas, dan nomor induk,
  • nominal SPP per bulan,
  • nama wali murid.

Tabel pembayaran:

Bulan Tanggal bayar Nominal Nomor kuitansi Paraf petugas Keterangan
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni

Tambahkan kolom keterangan untuk mencatat keringanan, beasiswa, atau pembayaran sebagian. Di bagian belakang, cantumkan ketentuan singkat: jadwal pembayaran, nomor rekening resmi sekolah, dan pengingat agar kartu dibawa setiap membayar tunai.

Contoh format kuitansi pembayaran sekolah

Kuitansi sebaiknya bernomor urut tercetak dan memiliki bonggol atau salinan rangkap.


KUITANSI PEMBAYARAN SD Islam Cahaya Ilmu (fiktif)

No.: 0245/SPP/2026

Telah terima dari: Ibu Sari Wulandari Untuk pembayaran: SPP bulan Oktober a.n. Fajar Ramadhan, kelas 4B Jumlah: Rp150.000 Terbilang: seratus lima puluh ribu rupiah Cara bayar: tunai / transfer ke rekening sekolah (coret salah satu)

(Kota), (tanggal) Penerima,

(tanda tangan dan stempel) (nama bendahara)


Kolom "terbilang" penting untuk mencegah perubahan angka. Untuk pembayaran transfer, tulis tanggal transfer dan simpan salinan bukti transfer bersama bonggol kuitansi.

Cara mengisi agar tidak ada selisih

  1. Isi kuitansi saat uang diterima, bukan di akhir hari.
  2. Gunakan nomor urut yang tidak boleh dilompati. Kuitansi salah tulis tidak dibuang, tetapi diberi tanda "BATAL" dan disimpan.
  3. Catat nomor kuitansi di kartu SPP agar keduanya terhubung.
  4. Catat di buku kas pada hari yang sama, lengkap dengan nomor kuitansi.
  5. Hitung ulang uang tunai di akhir hari dan cocokkan dengan total kuitansi.
  6. Setor uang tunai ke rekening sekolah sesuai kebijakan, jangan disimpan lama di laci.

Penomoran kuitansi yang mudah ditelusuri

Pola nomor yang umum: nomor urut / jenis pembayaran / tahun. Contoh:

Jenis pembayaran Contoh nomor
SPP bulanan 0245/SPP/2026
Uang kegiatan 0031/KEG/2026
Seragam 0012/SRG/2026
Tabungan 0108/TAB/2026

Memisahkan kode jenis pembayaran memudahkan rekap per pos penerimaan saat menyusun laporan.

Menyimpan arsip kuitansi

  • Simpan bonggol kuitansi per bulan dalam map bertanda.
  • Lampirkan bukti transfer di belakang bonggol yang bersangkutan.
  • Simpan arsip minimal sesuai ketentuan yayasan atau kebijakan sekolah.
  • Buat rekap bulanan yang ditandatangani bendahara dan diketahui Kepala Sekolah.

Kesalahan yang paling sering

Kartu SPP diisi tanpa kuitansi. Orang tua punya paraf, tetapi sekolah tidak punya bonggol. Sulit dicocokkan saat audit internal.

Kuitansi tanpa nomor urut. Kuitansi yang hilang tidak bisa dilacak.

Satu kuitansi untuk beberapa bulan tanpa rincian. Tulis bulan apa saja yang dibayar, misalnya "SPP Juli–September".

Pembayaran sebagian tidak dicatat jelas. Tuliskan "dibayar sebagian Rp75.000, sisa Rp75.000" agar tidak terjadi salah paham.

Uang tunai dititipkan ke wali kelas tanpa bukti. Tetapkan aturan: semua pembayaran hanya diterima bendahara atau petugas yang ditunjuk, dengan kuitansi.

Saat sekolah mulai menerima transfer

Banyak sekolah kini meminta orang tua mentransfer langsung ke rekening sekolah. Format kartu SPP kuitansi tetap berguna, tetapi alurnya berubah:

Langkah Pembayaran tunai Pembayaran transfer
Bukti awal Uang diterima di loket Orang tua mengirim bukti transfer
Verifikasi Bendahara menghitung uang Bendahara mencocokkan dengan mutasi rekening
Kuitansi Diberikan langsung Diberikan setelah verifikasi, bisa dalam bentuk digital
Kartu SPP Diparaf saat itu Diperbarui setelah verifikasi

Verifikasi mutasi rekening adalah langkah yang tidak boleh dilewati, karena bukti transfer bisa saja keliru atau tidak sesuai nominal.

Untuk menyusun kalimat pengingat yang sopan kepada orang tua yang terlambat membayar, lihat pesan pengingat tunggakan SPP.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja isi format kartu SPP kuitansi yang wajib?

Kartu SPP minimal memuat identitas murid, bulan, tanggal bayar, nominal, nomor kuitansi, dan paraf petugas. Kuitansi memuat nomor urut, nama pembayar, keperluan, jumlah dan terbilang, tanggal, serta tanda tangan penerima.

Apakah kuitansi harus bermeterai?

Tergantung nominal dan ketentuan bea meterai yang berlaku. Untuk pembayaran rutin bernilai kecil, sekolah umumnya tidak memakai meterai. Rujuk ketentuan terbaru bila ragu.

Bagaimana jika kartu SPP hilang?

Bendahara mencetak kartu pengganti berdasarkan buku kas dan bonggol kuitansi, lalu memberi tanda "pengganti".

Bolehkah kuitansi diberikan dalam bentuk digital?

Boleh bila sesuai kebijakan sekolah atau yayasan, asalkan bernomor, mencantumkan rincian pembayaran, dan tercatat di pembukuan.

Siapa yang boleh menerima pembayaran SPP?

Bendahara atau petugas yang ditunjuk dengan surat tugas. Hindari menitipkan uang melalui guru atau murid tanpa kuitansi.

ASIS: Tagihan dan Bukti Bayar Tercatat Tanpa Kartu yang Tercecer

Kartu SPP yang hilang, kuitansi yang lupa dinomori, dan bukti transfer yang menumpuk di ponsel bendahara adalah akar selisih kas di banyak sekolah. Setiap kali orang tua bertanya status pembayaran, bendahara harus membuka tiga sumber.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Di modul keuangan ASIS, tagihan dibuat per murid, orang tua mentransfer langsung ke rekening sekolah lalu mengunggah bukti bayar, dan Bendahara memverifikasi. Riwayat pembayaran tersimpan rapi dan bisa dilihat orang tua dari aplikasi, sementara bendahara tetap memegang kas, tabungan, RKAS, dan SPJ di tempat yang sama. Tidak ada potongan biaya transaksi dari ASIS. Baca juga aplikasi SPP sekolah.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.