WAWASAN ASIS

Contoh Instrumen Supervisi Akademik Kurikulum Merdeka

Contoh instrumen supervisi akademik Kurikulum Merdeka: telaah modul ajar, observasi kelas, refleksi, dan tindak lanjut, siap diadaptasi Kepala Sekolah.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kepemimpinan & Mutu

Instrumen supervisi akademik adalah perangkat yang dipakai Kepala Sekolah atau supervisor untuk mengamati, menilai, dan mendampingi guru dalam merencanakan serta melaksanakan pembelajaran. Dalam semangat Kurikulum Merdeka, supervisi bukan inspeksi untuk mencari kesalahan, melainkan percakapan profesional untuk menumbuhkan guru. Karena itu, instrumen yang baik tidak hanya berisi daftar centang, tetapi juga ruang refleksi dan rencana tindak lanjut.

Artikel ini menyajikan tiga contoh instrumen yang bisa langsung diadaptasi: telaah modul ajar, observasi pembelajaran, dan lembar refleksi serta tindak lanjut. Fokus pengamatan diselaraskan dengan komponen kinerja pendidik dalam instrumen akreditasi terbaru.

Alur supervisi akademik yang disarankan

Tahap Kegiatan Waktu
1. Perencanaan Menyusun jadwal dan menyepakati fokus dengan guru Awal semester
2. Pra-observasi Percakapan singkat tentang modul ajar dan tujuan 15–20 menit, 1–3 hari sebelum
3. Observasi Mengamati pembelajaran di kelas Satu pertemuan penuh
4. Refleksi Percakapan tentang temuan dan perasaan guru 20–30 menit, maksimal 2 hari setelah
5. Tindak lanjut Rencana pengembangan dan kunjungan ulang 2–6 pekan kemudian

Pra-observasi penting agar guru tidak merasa "diintip". Sepakati satu atau dua fokus pengamatan, misalnya pengelolaan diskusi kelompok atau asesmen formatif.

Instrumen 1: Telaah modul ajar

Gunakan skala 1–4: 1 = belum tampak, 2 = mulai tampak, 3 = tampak, 4 = tampak dan konsisten.

No Aspek yang ditelaah Skor Catatan
1 Tujuan pembelajaran jelas dan diturunkan dari CP/ATP
2 Asesmen awal untuk memetakan kesiapan murid
3 Kegiatan memberi pengalaman belajar yang bermakna dan terhubung dengan kehidupan murid
4 Ada diferensiasi untuk murid dengan kebutuhan berbeda
5 Asesmen formatif direncanakan di tengah pembelajaran
6 Asesmen sumatif selaras dengan tujuan
7 Sumber belajar dan media sesuai konteks sekolah
8 Rencana refleksi untuk murid dan guru

Tips: telaah sebaiknya dilakukan bersama guru, bukan dikerjakan sendiri lalu dikembalikan dengan coretan.

Instrumen 2: Observasi pembelajaran

Lembar observasi berikut dikelompokkan sesuai butir kinerja pendidik dalam instrumen akreditasi: dukungan sosial emosional, pengelolaan kelas, dan pembelajaran yang efektif dan bermakna.

A. Dukungan sosial emosional

No Indikator yang diamati Skor Bukti yang teramati
1 Guru menyapa dan mengenal murid dengan nama
2 Guru merespons pertanyaan atau kesalahan murid tanpa mempermalukan
3 Murid tampak nyaman bertanya dan menyampaikan pendapat
4 Guru memperhatikan murid yang pasif atau tampak kesulitan

B. Pengelolaan kelas

No Indikator yang diamati Skor Bukti yang teramati
5 Kesepakatan kelas dipahami dan dijalankan
6 Transisi antarkegiatan berjalan tertib
7 Waktu dipakai efektif untuk belajar
8 Penataan tempat duduk mendukung kegiatan

C. Pembelajaran efektif dan bermakna

No Indikator yang diamati Skor Bukti yang teramati
9 Tujuan disampaikan dengan bahasa yang dipahami murid
10 Pertanyaan guru mendorong murid berpikir, bukan sekadar mengingat
11 Murid aktif mengerjakan, berdiskusi, atau mencipta
12 Guru memeriksa pemahaman di tengah pembelajaran dan menyesuaikan langkah
13 Murid diajak merefleksikan apa yang dipelajari

Kolom "bukti yang teramati" adalah inti instrumen ini. Tuliskan kejadian nyata, misalnya "Guru bertanya 'mengapa menurutmu begitu?' kepada tiga murid berbeda", bukan penilaian umum seperti "bagus".

Instrumen 3: Lembar refleksi dan tindak lanjut

Isi bersama guru dalam percakapan refleksi.

Bagian Pertanyaan pemandu Jawaban
Perasaan Bagaimana perasaan Bapak/Ibu tentang pembelajaran tadi?
Keberhasilan Bagian mana yang berjalan sesuai harapan? Apa buktinya?
Tantangan Bagian mana yang ingin diubah bila mengajar ulang?
Temuan supervisor Dua kekuatan dan satu area pengembangan
Rencana Satu langkah konkret yang akan dicoba
Dukungan Bantuan apa yang dibutuhkan dari sekolah?
Jadwal ulang Kapan kunjungan berikutnya?

Contoh tindak lanjut yang konkret

  • Kurang konkret: "Guru perlu meningkatkan keaktifan murid."
  • Lebih konkret: "Guru mencoba teknik berpikir-berpasangan-berbagi pada dua pertemuan Matematika berikutnya. Kepala Sekolah mengamati ulang pada pekan ke-10 dengan fokus partisipasi murid yang biasanya pasif."

Menyesuaikan instrumen supervisi akademik per jenjang

  • PAUD/TK: ganti indikator "tujuan disampaikan" dengan pengamatan cara guru memfasilitasi bermain bermakna.
  • SD kelas rendah: tambahkan indikator penguatan literasi dan numerasi awal di semua mata pelajaran.
  • SMP/SMA: perhatikan kualitas pertanyaan tingkat tinggi dan diskusi antarmurid.
  • SMK: tambahkan aspek keselamatan kerja dan kesesuaian praktik dengan standar industri.

Instrumen supervisi akademik yang disesuaikan seperti ini lebih adil bagi guru, karena yang diamati benar-benar sesuai karakter pembelajaran di kelasnya.

Cara mengolah hasil supervisi

  1. Rekap per guru, bukan sekadar nilai rata-rata. Lihat pola kekuatan dan area pengembangan.
  2. Rekap per sekolah. Bila banyak guru lemah pada aspek yang sama, misalnya asesmen formatif, itu tanda perlunya pelatihan bersama.
  3. Hubungkan dengan program pengembangan guru, seperti komunitas belajar, kunjungan antarkelas, atau pendampingan sebaya.
  4. Laporkan secara ringkas dalam rapat dewan guru tanpa menyebut nama guru untuk temuan yang bersifat perbaikan.

Kesalahan umum dalam supervisi akademik

  • Datang mendadak tanpa pra-observasi.
  • Fokus pada kelengkapan dokumen, bukan pada yang terjadi di kelas.
  • Memberi skor tanpa bukti yang teramati.
  • Menyampaikan temuan di depan murid atau rekan guru.
  • Tidak ada kunjungan ulang, sehingga rencana tindak lanjut hanya di atas kertas.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa kali supervisi akademik dilakukan dalam setahun?

Tidak ada angka baku untuk semua sekolah. Umumnya setiap guru disupervisi minimal sekali per semester, ditambah kunjungan ulang untuk tindak lanjut.

Apakah instrumen supervisi akademik harus seragam untuk semua mata pelajaran?

Kerangka utamanya bisa seragam, tetapi indikator dapat disesuaikan, misalnya untuk praktik laboratorium, PJOK, atau mata pelajaran kejuruan.

Siapa yang boleh menjadi supervisor?

Kepala Sekolah, dibantu Wakasek Kurikulum atau guru senior yang ditunjuk. Pengawas sekolah juga melakukan supervisi sesuai tugasnya.

Bagaimana jika guru merasa tidak nyaman disupervisi?

Mulailah dengan pra-observasi dan biarkan guru memilih fokus pengamatan. Tekankan bahwa tujuannya pengembangan, bukan penilaian untuk sanksi.

Apakah hasil supervisi memengaruhi akreditasi?

Secara tidak langsung, ya. Instrumen akreditasi terbaru menilai kinerja pendidik dalam mengelola pembelajaran, sehingga supervisi yang berkualitas membantu meningkatkan aspek tersebut.

ASIS: Supervisi yang Tercatat dan Ditindaklanjuti

Hasil supervisi sering berhenti di map arsip. Lembar observasi diisi, dinilai, lalu disimpan tanpa ada yang ingat apa rencana tindak lanjutnya. Saat semester berganti, Kepala Sekolah tidak punya gambaran utuh tentang perkembangan setiap guru.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka yang bisa ditelaah langsung bersama guru, dan Dashboard Goal untuk menetapkan target sekolah per peran, termasuk target pengembangan pembelajaran. Jurnal mengajar guru di ASIS memberi gambaran keterlaksanaan pembelajaran sehari-hari sebagai bahan tindak lanjut. Kepala Sekolah dan guru bekerja dari data yang sama, dan Ruang Pengawas memudahkan pengawas mendampingi sekolah binaannya. Untuk pengembangan diri, guru dapat belajar di Akademi ASIS dan berbagi praktik baik di forum.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai bangun budaya supervisi yang menumbuhkan di asis.id.

Sumber: Panduan Penjelasan Instrumen Akreditasi 2024, BAN-PDM

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.