Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh instrumen supervisi akademik Kurikulum Merdeka: telaah modul ajar, observasi kelas, refleksi, dan tindak lanjut, siap diadaptasi Kepala Sekolah.
Instrumen supervisi akademik adalah perangkat yang dipakai Kepala Sekolah atau supervisor untuk mengamati, menilai, dan mendampingi guru dalam merencanakan serta melaksanakan pembelajaran. Dalam semangat Kurikulum Merdeka, supervisi bukan inspeksi untuk mencari kesalahan, melainkan percakapan profesional untuk menumbuhkan guru. Karena itu, instrumen yang baik tidak hanya berisi daftar centang, tetapi juga ruang refleksi dan rencana tindak lanjut.
Artikel ini menyajikan tiga contoh instrumen yang bisa langsung diadaptasi: telaah modul ajar, observasi pembelajaran, dan lembar refleksi serta tindak lanjut. Fokus pengamatan diselaraskan dengan komponen kinerja pendidik dalam instrumen akreditasi terbaru.
| Tahap | Kegiatan | Waktu |
|---|---|---|
| 1. Perencanaan | Menyusun jadwal dan menyepakati fokus dengan guru | Awal semester |
| 2. Pra-observasi | Percakapan singkat tentang modul ajar dan tujuan | 15–20 menit, 1–3 hari sebelum |
| 3. Observasi | Mengamati pembelajaran di kelas | Satu pertemuan penuh |
| 4. Refleksi | Percakapan tentang temuan dan perasaan guru | 20–30 menit, maksimal 2 hari setelah |
| 5. Tindak lanjut | Rencana pengembangan dan kunjungan ulang | 2–6 pekan kemudian |
Pra-observasi penting agar guru tidak merasa "diintip". Sepakati satu atau dua fokus pengamatan, misalnya pengelolaan diskusi kelompok atau asesmen formatif.
Gunakan skala 1–4: 1 = belum tampak, 2 = mulai tampak, 3 = tampak, 4 = tampak dan konsisten.
| No | Aspek yang ditelaah | Skor | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Tujuan pembelajaran jelas dan diturunkan dari CP/ATP | ||
| 2 | Asesmen awal untuk memetakan kesiapan murid | ||
| 3 | Kegiatan memberi pengalaman belajar yang bermakna dan terhubung dengan kehidupan murid | ||
| 4 | Ada diferensiasi untuk murid dengan kebutuhan berbeda | ||
| 5 | Asesmen formatif direncanakan di tengah pembelajaran | ||
| 6 | Asesmen sumatif selaras dengan tujuan | ||
| 7 | Sumber belajar dan media sesuai konteks sekolah | ||
| 8 | Rencana refleksi untuk murid dan guru |
Tips: telaah sebaiknya dilakukan bersama guru, bukan dikerjakan sendiri lalu dikembalikan dengan coretan.
Lembar observasi berikut dikelompokkan sesuai butir kinerja pendidik dalam instrumen akreditasi: dukungan sosial emosional, pengelolaan kelas, dan pembelajaran yang efektif dan bermakna.
| No | Indikator yang diamati | Skor | Bukti yang teramati |
|---|---|---|---|
| 1 | Guru menyapa dan mengenal murid dengan nama | ||
| 2 | Guru merespons pertanyaan atau kesalahan murid tanpa mempermalukan | ||
| 3 | Murid tampak nyaman bertanya dan menyampaikan pendapat | ||
| 4 | Guru memperhatikan murid yang pasif atau tampak kesulitan |
| No | Indikator yang diamati | Skor | Bukti yang teramati |
|---|---|---|---|
| 5 | Kesepakatan kelas dipahami dan dijalankan | ||
| 6 | Transisi antarkegiatan berjalan tertib | ||
| 7 | Waktu dipakai efektif untuk belajar | ||
| 8 | Penataan tempat duduk mendukung kegiatan |
| No | Indikator yang diamati | Skor | Bukti yang teramati |
|---|---|---|---|
| 9 | Tujuan disampaikan dengan bahasa yang dipahami murid | ||
| 10 | Pertanyaan guru mendorong murid berpikir, bukan sekadar mengingat | ||
| 11 | Murid aktif mengerjakan, berdiskusi, atau mencipta | ||
| 12 | Guru memeriksa pemahaman di tengah pembelajaran dan menyesuaikan langkah | ||
| 13 | Murid diajak merefleksikan apa yang dipelajari |
Kolom "bukti yang teramati" adalah inti instrumen ini. Tuliskan kejadian nyata, misalnya "Guru bertanya 'mengapa menurutmu begitu?' kepada tiga murid berbeda", bukan penilaian umum seperti "bagus".
Isi bersama guru dalam percakapan refleksi.
| Bagian | Pertanyaan pemandu | Jawaban |
|---|---|---|
| Perasaan | Bagaimana perasaan Bapak/Ibu tentang pembelajaran tadi? | |
| Keberhasilan | Bagian mana yang berjalan sesuai harapan? Apa buktinya? | |
| Tantangan | Bagian mana yang ingin diubah bila mengajar ulang? | |
| Temuan supervisor | Dua kekuatan dan satu area pengembangan | |
| Rencana | Satu langkah konkret yang akan dicoba | |
| Dukungan | Bantuan apa yang dibutuhkan dari sekolah? | |
| Jadwal ulang | Kapan kunjungan berikutnya? |
Instrumen supervisi akademik yang disesuaikan seperti ini lebih adil bagi guru, karena yang diamati benar-benar sesuai karakter pembelajaran di kelasnya.
Tidak ada angka baku untuk semua sekolah. Umumnya setiap guru disupervisi minimal sekali per semester, ditambah kunjungan ulang untuk tindak lanjut.
Kerangka utamanya bisa seragam, tetapi indikator dapat disesuaikan, misalnya untuk praktik laboratorium, PJOK, atau mata pelajaran kejuruan.
Kepala Sekolah, dibantu Wakasek Kurikulum atau guru senior yang ditunjuk. Pengawas sekolah juga melakukan supervisi sesuai tugasnya.
Mulailah dengan pra-observasi dan biarkan guru memilih fokus pengamatan. Tekankan bahwa tujuannya pengembangan, bukan penilaian untuk sanksi.
Secara tidak langsung, ya. Instrumen akreditasi terbaru menilai kinerja pendidik dalam mengelola pembelajaran, sehingga supervisi yang berkualitas membantu meningkatkan aspek tersebut.
Hasil supervisi sering berhenti di map arsip. Lembar observasi diisi, dinilai, lalu disimpan tanpa ada yang ingat apa rencana tindak lanjutnya. Saat semester berganti, Kepala Sekolah tidak punya gambaran utuh tentang perkembangan setiap guru.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka yang bisa ditelaah langsung bersama guru, dan Dashboard Goal untuk menetapkan target sekolah per peran, termasuk target pengembangan pembelajaran. Jurnal mengajar guru di ASIS memberi gambaran keterlaksanaan pembelajaran sehari-hari sebagai bahan tindak lanjut. Kepala Sekolah dan guru bekerja dari data yang sama, dan Ruang Pengawas memudahkan pengawas mendampingi sekolah binaannya. Untuk pengembangan diri, guru dapat belajar di Akademi ASIS dan berbagi praktik baik di forum.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai bangun budaya supervisi yang menumbuhkan di asis.id.
Sumber: Panduan Penjelasan Instrumen Akreditasi 2024, BAN-PDM
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.