Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara menyesuaikan jam belajar selama Ramadan: rujukan SEB tiga menteri, contoh jadwal harian, kegiatan keagamaan, dan tips menjaga kualitas pembelajaran.
Penyesuaian jam belajar selama Ramadan biasanya mengikuti dua lapis aturan: Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri yang terbit setiap tahun, lalu ketentuan dinas pendidikan atau kantor kementerian agama di daerah. Di tingkat sekolah, tugas Kepala Sekolah adalah menerjemahkan aturan itu menjadi jadwal harian yang lebih singkat, kegiatan keagamaan yang bermakna, dan pembelajaran inti yang tetap berjalan.
Artikel ini merangkum pola dari SEB Ramadan 1447 H/2026 M sebagai contoh, lalu menguraikan cara menyusun jadwal, contoh jadwal per jenjang, kegiatan untuk murid Muslim dan non-Muslim, serta kesalahan yang sering terjadi.
Untuk Ramadan 1447 H/2026 M, Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendagri menerbitkan SEB tentang pembelajaran di bulan Ramadan. Pola yang diatur:
| Periode | Kegiatan |
|---|---|
| 18–21 Februari 2026 | Pembelajaran mandiri di rumah, tempat ibadah, dan masyarakat berdasarkan penugasan sekolah |
| 23 Februari–14 Maret 2026 | Pembelajaran di sekolah, madrasah, atau satuan pendidikan keagamaan |
| 16–20 Maret dan 23–27 Maret 2026 | Libur bersama Idulfitri |
| 30 Maret 2026 | Pembelajaran kembali normal |
SEB juga menganjurkan tadarus Al-Qur'an, pesantren kilat, dan kajian keislaman bagi murid Muslim, serta bimbingan rohani bagi murid non-Muslim sesuai agama dan kepercayaannya.
Tanggal ini hanya berlaku untuk tahun 2026. Untuk Ramadan berikutnya, selalu rujuk SEB terbaru dan surat edaran daerah, karena tanggal dan rinciannya berubah setiap tahun.
Puasa memengaruhi energi dan konsentrasi, terutama di siang hari. Banyak keluarga juga mengubah ritme: bangun sahur dini hari, tarawih di malam hari. Jika sekolah tetap memakai jadwal biasa, yang terjadi biasanya:
Mengatur jam belajar selama Ramadan bukan berarti mengurangi mutu, melainkan menyusun ulang prioritas.
Contoh berikut hanya ilustrasi. Sesuaikan durasi dengan ketentuan daerah dan kebijakan sekolah.
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 07.00–07.30 | Tadarus atau bimbingan rohani per kelas |
| 07.30–09.30 | Pembelajaran inti (Bahasa Indonesia, Matematika) |
| 09.30–09.45 | Istirahat tanpa jajan, membaca di perpustakaan |
| 09.45–11.00 | Pembelajaran tematik, projek ringan |
| 11.00 | Pulang |
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 07.00–07.30 | Tadarus, kultum murid, atau bimbingan rohani |
| 07.30–10.30 | Pembelajaran inti dengan durasi jam pelajaran disesuaikan |
| 10.30–10.45 | Istirahat |
| 10.45–12.00 | Pembelajaran lanjutan atau kegiatan kokurikuler |
| 12.00 | Salat Zuhur berjamaah bagi Muslim, lalu pulang |
Untuk SMK, kegiatan praktik di bengkel atau laboratorium tetap bisa berjalan dengan memperhatikan keselamatan dan kondisi fisik murid. Untuk murid yang sedang PKL, ikuti kesepakatan dengan dunia kerja.
Pastikan murid non-Muslim tidak sekadar "dibiarkan" di kelas tanpa kegiatan. Rancang program yang setara.
Perubahan jam belajar selama Ramadan berdampak langsung pada keluarga: jam antar-jemput, jam makan sahur dan berbuka, hingga pengawasan anak saat periode belajar mandiri. Kirim pengumuman setidaknya satu minggu sebelum Ramadan, berisi:
Ulangi pengingat singkat sehari sebelum setiap perubahan periode. Pengumuman yang jelas mengurangi pertanyaan berulang ke wali kelas dan TU.
Ketentuan rincinya bergantung pada SEB tahun berjalan dan aturan daerah. Rujuk surat edaran terbaru dari dinas pendidikan atau kantor kementerian agama setempat.
Tidak. Pada 2026, misalnya, ada periode belajar mandiri di awal Ramadan, lalu pembelajaran di sekolah, kemudian libur bersama Idulfitri.
Sesuaikan intensitasnya. Pilih materi teori atau aktivitas ringan, dan izinkan murid beristirahat bila merasa lemas.
SEB menganjurkan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya. Sekolah juga bisa merancang projek sosial yang diikuti semua murid.
Kebijakan berbeda di tiap sekolah dan daerah. Jika buka untuk murid yang tidak berpuasa, atur tempat dan waktu agar saling menghormati.
Setiap tahun masalahnya serupa: jadwal Ramadan disusun mendadak, ditempel di papan pengumuman, lalu orang tua baru tahu ketika anak pulang lebih cepat dari biasanya. Kegiatan bermakna seperti tadarus dan pesantren kilat juga sering tidak tercatat, sehingga hilang begitu Ramadan usai.
ASIS membantu dengan prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali". Generator jadwal pelajaran membantu menyusun ulang jadwal tanpa bentrok ketika durasi jam pelajaran berubah. Pengumuman jadwal dan kegiatan dikirim lewat notifikasi aplikasi, kotak masuk aplikasi, atau surel, lengkap dengan jam tenang agar tidak mengganggu waktu sahur dan istirahat keluarga. Presensi lewat pindai QR atau pengenalan wajah tetap berjalan, dan kegiatan Ramadan bisa dicatat di profil murid sebagai bagian dari catatan perkembangan. Untuk madrasah dan sekolah Islam, modul tahfidz membantu mencatat setoran hafalan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, termasuk untuk memantau presensi pengajian dan hafalan. Siapkan Ramadan berikutnya di asis.id.
Sumber: Gebrak.id, SEB Pembelajaran Ramadan 1447 H/2026 M; iNews, Surat Edaran Pembelajaran Ramadan; Metro TV News, Jadwal Kegiatan Belajar selama Ramadan
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.