WAWASAN ASIS

Contoh Jurnal Refleksi Projek Murid dan Cara Memakainya

Contoh jurnal refleksi projek murid untuk kegiatan kokurikuler: format per tahap, contoh isian SD dan SMP, dan cara memakainya di rapor.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Jurnal refleksi projek murid adalah catatan berkala yang ditulis murid selama mengikuti projek, berisi apa yang dilakukan, apa yang dipelajari, tantangan yang dihadapi, dan rencana berikutnya. Berbeda dengan laporan akhir yang hanya memotret hasil, jurnal merekam proses dari awal sampai akhir. Bagi guru, jurnal menjadi bukti perkembangan yang sangat berharga untuk asesmen dan umpan balik. Di bawah ini ada format jurnal per tahap projek, contoh isian untuk SD dan SMP, panduan membaca jurnal, dan cara memakainya untuk rapor.

Konteks: projek dalam kegiatan kokurikuler

Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku pada 15 Juli 2025, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila digantikan oleh kegiatan kokurikuler. Kegiatan ini bisa berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang ditetapkan sekolah. Arah pengembangannya mengacu pada delapan dimensi profil lulusan.

Banyak sekolah tetap memakai format projek dalam kegiatan kokurikuler, misalnya projek kebun sekolah, pengelolaan sampah, atau kampanye literasi. Jurnal refleksi cocok untuk semua bentuk itu karena fokusnya pada proses belajar murid. Penjelasan tentang perubahan ini ada di artikel apakah P5 masih ada dan kokurikuler lintas mata pelajaran.

Mengapa jurnal refleksi projek murid penting

  • Merekam proses, bukan hanya hasil. Projek yang gagal pun bisa menjadi pengalaman belajar yang kaya bila direfleksikan.
  • Melatih metakognisi, yaitu kemampuan murid memikirkan cara berpikir dan belajarnya sendiri.
  • Memberi suara kepada murid yang pendiam, yang mungkin jarang berbicara dalam diskusi kelompok.
  • Menyediakan bukti untuk asesmen dan deskripsi capaian di rapor.
  • Membantu guru menyesuaikan pendampingan di tengah projek.

Format jurnal per tahap projek

Tahap awal: pengenalan dan perencanaan

Pertanyaan Isian murid
Projek apa yang akan kami kerjakan?
Apa yang sudah aku ketahui tentang topik ini?
Apa yang ingin aku ketahui?
Apa peranku dalam kelompok?
Apa yang membuatku bersemangat atau khawatir?

Tahap tengah: pelaksanaan

Diisi setiap pertemuan atau setiap pekan.

Pertanyaan Isian murid
Tanggal dan kegiatan hari ini
Apa yang aku lakukan?
Apa yang aku pelajari hari ini?
Tantangan apa yang muncul dan bagaimana kami mengatasinya?
Apa rencana kami untuk pertemuan berikutnya?

Tahap akhir: hasil dan refleksi menyeluruh

Pertanyaan Isian murid
Apa hasil akhir projek kami?
Bagian mana yang paling aku banggakan?
Apa yang akan aku lakukan berbeda jika mengulang projek ini?
Kemampuan apa yang berkembang dalam diriku?
Bagaimana projek ini bermanfaat bagi orang lain?

Contoh isian jurnal SD kelas 5

Projek: Kebun sayur di halaman sekolah.

Tahap awal. "Kami akan menanam kangkung dan sawi di pot dari botol bekas. Aku sudah tahu tanaman butuh air dan sinar matahari. Aku ingin tahu kenapa ada daun yang menguning. Aku bertugas mencatat pertumbuhan tanaman. Aku khawatir tanamannya mati saat libur."

Tahap tengah, pekan ketiga. "Hari ini kami mengukur tinggi kangkung, rata-rata 8 cm. Ada dua pot yang daunnya menguning. Kami menduga terlalu banyak air. Kami sepakat menyiram hanya pagi hari. Pekan depan kami akan membandingkan pot yang disiram pagi dan sore."

Tahap akhir. "Kami panen kangkung dan menjualnya kepada guru. Aku paling bangga dengan tabel pertumbuhan yang kubuat. Kalau mengulang, aku akan membuat jadwal piket menyiram saat libur. Aku jadi lebih teliti dan sabar."

Nama dan data di atas fiktif dan hanya untuk contoh.

Contoh isian jurnal SMP kelas 8

Projek: Kampanye pengurangan sampah plastik di kantin.

Tahap tengah. "Kelompok kami menghitung sampah plastik di kantin selama tiga hari, totalnya sekitar 450 bungkus. Kami berdebat apakah akan membuat poster atau video. Akhirnya kami memilih keduanya dan membagi tugas. Aku belajar bahwa data membuat argumen lebih kuat. Tantangannya, dua anggota sering tidak hadir. Kami membicarakannya dengan guru pendamping."

Tahap akhir. "Setelah kampanye, beberapa pedagang mulai memakai wadah yang bisa dicuci. Aku paling bangga saat presentasi di depan Kepala Sekolah. Yang akan kuubah: membuat kesepakatan kelompok sejak awal tentang kehadiran. Aku merasa lebih percaya diri berbicara di depan umum."

Bentuk jurnal sesuai jenjang

Jenjang Bentuk yang cocok
PAUD dan SD kelas 1–2 Gambar, stiker emosi, atau cerita lisan yang dicatat guru
SD kelas 3–6 Kalimat rumpang, tabel sederhana, gambar dengan keterangan
SMP Tabel jurnal dan paragraf pendek
SMA dan SMK Jurnal reflektif lebih panjang, bisa dalam bentuk digital, blog kelas, atau video

Untuk murid berkebutuhan khusus, izinkan bentuk alternatif seperti rekaman suara atau gambar. Lihat juga projek untuk murid berkebutuhan khusus.

Panduan guru membaca jurnal refleksi projek murid

  • Baca secara berkala, misalnya setiap pekan, bukan hanya di akhir projek.
  • Beri tanggapan singkat dan personal, misalnya "Ide membandingkan waktu menyiram sangat bagus. Apa hasilnya?"
  • Cari tanda murid yang kesulitan, seperti jurnal yang kosong, keluhan tentang kelompok, atau perasaan cemas.
  • Jangan mengoreksi ejaan berlebihan. Fokus jurnal adalah isi refleksi.
  • Gunakan untuk asesmen formatif. Catat perkembangan pada dimensi profil lulusan yang menjadi sasaran projek.

Rubrik untuk menilai projek bisa dilihat di artikel rubrik penilaian projek.

Memakai jurnal untuk rapor

Jurnal refleksi projek murid menjadi sumber kutipan dan bukti saat guru menyusun deskripsi capaian kegiatan kokurikuler di rapor. Misalnya, dari jurnal di atas guru bisa menulis: "Ananda menunjukkan ketelitian dalam mencatat data pertumbuhan tanaman dan mampu mengusulkan solusi saat menghadapi masalah." Deskripsi seperti ini jauh lebih bermakna daripada kalimat umum. Ikuti format rapor dan ketentuan pelaporan kokurikuler yang berlaku di sekolah.

Dokumentasi pendukung seperti foto dan karya dibahas di artikel dokumentasi projek murid.

Pertanyaan yang sering diajukan

Seberapa sering murid mengisi jurnal refleksi projek?

Idealnya setiap pertemuan projek atau minimal sekali sepekan, ditambah refleksi menyeluruh di akhir projek.

Apakah jurnal refleksi perlu dinilai dengan angka?

Sebaiknya tidak. Jurnal dipakai sebagai bukti proses dan bahan umpan balik agar murid menulis dengan jujur.

Bagaimana jika murid hanya menulis singkat?

Berikan pertanyaan pemandu yang lebih spesifik atau kalimat rumpang. Tunjukkan contoh jurnal yang baik tanpa menyebut nama murid.

Apakah jurnal bisa dibuat digital?

Bisa, terutama untuk SMP ke atas. Pastikan semua murid punya akses perangkat yang setara atau sediakan pilihan jurnal kertas.

Apakah jurnal masih relevan setelah P5 diganti kokurikuler?

Sangat relevan. Kegiatan kokurikuler tetap menekankan proses dan pengembangan profil lulusan, sehingga jurnal refleksi tetap menjadi alat yang tepat.

ASIS: Jejak Proses Murid yang Tidak Hilang

Jurnal refleksi sering berakhir di tumpukan buku yang dibawa pulang murid atau hilang setelah projek selesai. Saat guru menyusun rapor, bukti proses yang berharga itu sudah tidak ada, dan deskripsi akhirnya ditulis seragam.

ASIS membantu sekolah menyimpan catatan perkembangan murid dalam profil murid yang utuh, sehingga temuan dari jurnal dan pengamatan guru selama projek bisa tercatat dan dipakai saat menyusun e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa mengetik ulang. Hasil projek dapat dipublikasikan sebagai berita di situs sekolah dengan subdomain gratis, dan orang tua bisa menerima kabar kegiatan lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.