Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan penerapan K3 bengkel SMK: identifikasi bahaya, APD per program keahlian, tata letak, SOP alat, penanganan kecelakaan, dan daftar cek harian.
K3 bengkel SMK adalah sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang melindungi murid, guru produktif, dan toolman saat praktik di bengkel maupun laboratorium. Bengkel SMK berisi mesin bubut, gerinda, mesin las, instalasi listrik, kompor industri, hingga bahan kimia, sehingga satu kelalaian bisa berakibat luka serius. Penerapan K3 bengkel SMK yang baik juga melatih budaya kerja industri yang kelak dituntut di tempat PKL dan dunia kerja. Panduan ini membahas identifikasi bahaya, APD, tata letak, SOP alat, dan penanganan kecelakaan.
Industri menilai calon pekerja bukan hanya dari keterampilan teknis, tetapi juga dari kebiasaan kerja aman. Murid yang terbiasa memakai APD, merapikan area kerja, dan melapor saat alat bermasalah akan lebih mudah diterima di tempat PKL. Karena itu, K3 sebaiknya dinilai dalam setiap praktik, bukan hanya diajarkan sekali di awal kelas 10.
Dasar hukum keselamatan kerja di Indonesia sudah lama ada dan berlaku juga untuk tempat yang memiliki mesin dan bahan berbahaya. Silakan rujuk ketentuan keselamatan kerja yang berlaku dan pedoman dari dinas pendidikan setempat.
Mulailah dengan memetakan bahaya di setiap ruang praktik. Contoh:
| Program keahlian | Bahaya utama | Contoh pengendalian |
|---|---|---|
| Teknik otomotif | Terjepit, luka bakar knalpot, oli tumpah | Dongkrak dengan penyangga, lantai antiselip |
| Teknik mesin | Serpihan logam, tangan tertarik mesin | Kacamata, larangan sarung tangan di mesin berputar |
| Teknik las | Percikan api, sinar las, asap | Topeng las, apron kulit, ventilasi |
| Teknik listrik | Sengatan listrik, korsleting | Pemutus arus, alat berisolasi |
| Kuliner | Luka pisau, minyak panas, gas | Talenan stabil, APAR, regulator gas berstandar |
| Tata kecantikan | Bahan kimia, alat panas | Sarung tangan, ventilasi, label bahan |
| TKJ dan elektronika | Listrik, solder panas | Alas solder, kabel tertata |
Gunakan tabel ini sebagai titik awal, lalu lengkapi berdasarkan alat yang benar-benar ada di sekolah.
APD yang tidak tersedia dalam jumlah cukup akan membuat aturan K3 diabaikan. Hitung kebutuhan berdasarkan jumlah murid per sesi, bukan per kelas.
Catatan penting: di mesin berputar seperti bubut dan bor, sarung tangan justru berbahaya karena bisa tertarik. Hal seperti ini harus dijelaskan, bukan hanya ditempel di dinding.
Setiap mesin perlu SOP singkat satu halaman yang ditempel di dekatnya: persiapan, langkah menyalakan, penggunaan, mematikan, dan pembersihan. Murid hanya boleh memakai alat setelah lulus pengenalan alat yang dicatat guru.
Contoh SOP gerinda tangan:
Budaya 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin) bisa menjadi kerangka sederhana untuk rutinitas ini.
Setiap bengkel harus punya prosedur tanggap darurat yang dilatih, bukan hanya ditulis.
Panduan pertolongan pertama di sekolah dan keselamatan kerja laboratorium IPA bisa melengkapi prosedur ini.
Bentuk tim K3 murid di setiap program keahlian, misalnya dua murid per kelas yang bertugas memeriksa APD dan kebersihan bengkel secara bergilir. Murid yang dipercaya mengawasi biasanya ikut menjadi teladan bagi temannya. Libatkan pula mitra industri: minta praktisi K3 dari tempat PKL memberi sesi singkat atau ikut mengaudit bengkel sekali setahun. Standar yang dipakai industri bisa menjadi acuan perbaikan, dan murid melihat langsung bahwa K3 bukan sekadar aturan sekolah. Guru produktif yang mengikuti magang di industri juga bisa membawa praktik K3 terbaru ke bengkel sekolah.
Masukkan aspek K3 ke rubrik praktik. Contoh bobot: persiapan dan APD 15%, proses kerja aman 15%, kerapian area 10%, hasil kerja 60%. Dengan begitu murid melihat bahwa keselamatan ikut menentukan nilai.
Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab umum, kepala bengkel atau kaprog sebagai koordinator, guru produktif saat praktik, dan toolman untuk alat.
Sekolah sebaiknya menyediakan APD yang memadai, terutama yang mahal. Baju kerja biasanya dimiliki murid sesuai ketentuan sekolah.
Kurangi jumlah murid per sesi dan atur rotasi. Jangan biarkan murid praktik tanpa APD.
Perlu, minimal setiap semester, agar guru dan murid tahu apa yang harus dilakukan.
Bisa menjadi bagian dari penilaian praktik pada mata pelajaran kejuruan sesuai rubrik sekolah.
Penerapan K3 sering lemah karena catatannya tersebar: inventaris alat di buku toolman, kejadian kecelakaan hanya diingat, dan kunjungan ke UKS tidak tercatat. Akibatnya, pola bahaya yang sama terus berulang.
ASIS membantu SMK mencatat inventaris dan peminjaman alat lewat modul sarana prasarana, merekam kunjungan dan penanganan di modul UKS, serta mengirim kabar ke orang tua lewat notifikasi aplikasi. Modul bengkel SMK dan K3 juga tersedia untuk mencatat pemakaian bengkel dan kejadian keselamatan kerja. Modul PKL membantu memantau murid saat praktik di industri, sehingga kebiasaan kerja aman dari bengkel sekolah bisa terus dipantau.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.