Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Daftar kesalahan EYD edisi V yang sering muncul di tulisan murid: kata depan, huruf kapital, tanda baca, kata ulang, angka, dan cara guru mengoreksinya.
Kesalahan EYD edisi V yang paling sering muncul di tulisan murid sebenarnya berulang pada pola yang sama: kata depan "di" yang disambung, awalan "di-" yang dipisah, huruf kapital yang tidak tepat, tanda koma yang hilang, dan penulisan kata ulang serta angka. Ejaan yang Disempurnakan Edisi V diluncurkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada 2022 dan menjadi acuan ejaan bahasa Indonesia saat ini. Artikel ini merangkum kesalahan yang paling umum beserta contoh salah dan benar, cara menjelaskannya kepada murid, dan strategi koreksi yang tidak membuat murid takut menulis.
Ada beberapa penyebab yang biasa ditemui guru:
Kabar baiknya, sebagian besar kesalahan berasal dari sedikit kaidah. Menguasai kaidah inti ini akan memperbaiki banyak tulisan sekaligus.
Kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
| Salah | Benar |
|---|---|
| dirumah | di rumah |
| kesekolah | ke sekolah |
| disana | di sana |
| dimana | di mana |
Sebaliknya, awalan "di-" yang membentuk kata kerja pasif ditulis serangkai.
| Salah | Benar |
|---|---|
| di tulis | ditulis |
| di baca | dibaca |
| di ambil | diambil |
Cara mengajarkan: minta murid mengganti kata dengan bentuk aktif. Jika bisa menjadi "menulis" atau "membaca", berarti "di-" adalah awalan dan disambung. Jika menunjukkan tempat dan bisa ditanya "di mana?", berarti kata depan dan dipisah.
Huruf kapital dipakai untuk sapaan kekerabatan yang digunakan sebagai sapaan langsung, tetapi tidak jika tidak dipakai sebagai sapaan.
| Salah | Benar |
|---|---|
| "Kapan ibu pulang?" tanya Rina. | "Kapan Ibu pulang?" tanya Rina. |
| Semua Ibu dan Bapak di kampung datang. | Semua ibu dan bapak di kampung datang. |
| saya tinggal di jawa tengah. | Saya tinggal di Jawa Tengah. |
Nama hari dan bulan diawali huruf kapital, misalnya Senin dan Agustus. Nama geografi juga, misalnya Sungai Musi dan Gunung Merapi. Namun kata seperti "sungai" tidak berhuruf kapital jika tidak menjadi bagian nama, misalnya "mandi di sungai".
Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung seperti "tetapi", "melainkan", dan "sedangkan" dalam kalimat majemuk setara.
Keterangan atau anak kalimat di awal kalimat diikuti tanda koma.
Kata ulang ditulis dengan tanda hubung, bukan angka dua.
| Salah | Benar |
|---|---|
| anak2 | anak-anak |
| buku2 | buku-buku |
| bermain main | bermain-main |
Partikel "pun" umumnya ditulis terpisah, misalnya "apa pun", "siapa pun", dan "jika pun". Namun ada bentuk yang sudah padu dan ditulis serangkai, seperti "meskipun", "walaupun", "adapun", dan "bagaimanapun".
| Tidak baku | Baku |
|---|---|
| praktek | praktik |
| resiko | risiko |
| aktifitas | aktivitas |
| ijin | izin |
| merubah | mengubah |
Berikut paragraf karangan murid kelas 6 (ilustrasi) sebelum disunting:
"Hari minggu kemarin saya pergi kepasar bersama ibu. Disana banyak sekali orang tetapi kami tetap membeli sayur2an. Sayur itu di masak ibu untuk makan siang."
Setelah disunting:
"Hari Minggu kemarin saya pergi ke pasar bersama ibu. Di sana banyak sekali orang, tetapi kami tetap membeli sayur-sayuran. Sayur itu dimasak ibu untuk makan siang."
Dalam tiga kalimat pendek saja ada enam kesalahan EYD edisi V: nama hari, kata depan "ke" dan "di", tanda koma sebelum "tetapi", kata ulang, dan awalan "di-". Contoh seperti ini bagus dijadikan latihan menyunting di awal pelajaran.
Jika semua kesalahan dicoret sekaligus, murid kewalahan. Umumkan fokus koreksi, misalnya "Minggu ini kita fokus pada di- dan di." Kesalahan lain cukup ditandai ringan.
Tulis kode di pinggir baris, misalnya "KD" untuk kata depan atau "KP" untuk huruf kapital. Murid mencari dan memperbaiki sendiri. Cara ini melatih kemampuan menyunting.
Murid bertukar tulisan dan memeriksa satu kaidah tertentu. Menemukan kesalahan di tulisan teman sering lebih mudah, dan kebiasaan ini terbawa ke tulisan sendiri.
Catat kesalahan yang paling sering muncul di satu kelas tanpa menyebut nama, lalu jadikan latihan pembuka di pertemuan berikutnya.
| Jenjang | Fokus kaidah |
|---|---|
| SD kelas 3–4 | Huruf kapital awal kalimat dan nama, tanda titik, kata depan |
| SD kelas 5–6 | Awalan di-, kata ulang, tanda koma sederhana |
| SMP | Tanda koma dalam kalimat majemuk, angka, kata baku |
| SMA | Partikel, tanda baca dalam kutipan, konsistensi istilah |
EYD Edisi V adalah pedoman ejaan yang menggantikan PUEBI. Sebagian besar kaidah dasar tetap sama, dengan beberapa penyempurnaan. Rujuk pedoman resmi dari Badan Bahasa untuk rincian perubahannya.
Gunakan laman resmi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta KBBI daring. Hindari mengandalkan daftar dari sumber yang tidak jelas.
Tidak harus. Fokus pada kaidah yang sedang dipelajari agar murid tidak takut menulis. Kesalahan lain bisa dibahas bertahap.
Bedakan konteks: menulis pesan kepada teman boleh santai, tetapi tugas sekolah memakai ragam baku. Latihan mengubah pesan informal menjadi kalimat baku bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Idealnya ya. Jika guru mata pelajaran lain juga memperhatikan ejaan dasar, murid akan lebih cepat terbiasa.
Mengajarkan ejaan membutuhkan latihan berulang dan pemantauan kemajuan tiap murid. Masalahnya, soal latihan sering dibuat ulang setiap tahun dan catatan kesalahan murid hanya tersimpan di buku guru.
Di ASIS, guru bisa menyusun soal di bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, lalu memakainya kembali kapan saja. Aktivitas interaktif di Studio membuat latihan ejaan lebih menarik, dan buku pelajaran Bahasa Indonesia dari pemerintah tersedia di Pustaka. Nilai dan catatan perkembangan masuk ke profil murid serta e-Rapor Kurikulum Merdeka.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.