Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan keselamatan kerja laboratorium IPA sekolah: contoh tata tertib, alat pelindung, penyimpanan bahan kimia, P3K, dan langkah saat terjadi kecelakaan.
Keselamatan kerja laboratorium IPA adalah serangkaian aturan, kebiasaan, dan perlengkapan yang mencegah kecelakaan saat praktikum, sekaligus menyiapkan langkah tepat bila kecelakaan terjadi. Intinya ada lima: tata tertib yang dipahami murid, alat pelindung diri yang dipakai, bahan kimia yang disimpan dengan benar, alat P3K dan pemadam yang siap, serta guru dan laboran yang tahu prosedur darurat. Panduan ini memberi contoh tata tertib, daftar perlengkapan, dan langkah penanganan yang bisa langsung diterapkan di SMP, SMA, dan MA.
| Risiko | Contoh penyebab |
|---|---|
| Luka gores dan tusuk | Gelas kimia retak, pecahan tabung reaksi |
| Luka bakar | Pembakar spiritus, pemanas listrik, larutan panas |
| Iritasi kulit dan mata | Percikan asam, basa, atau larutan pembersih |
| Keracunan | Menghirup uap bahan kimia, mencicipi bahan |
| Kebakaran | Spiritus tumpah dekat api, kabel listrik rusak |
| Tersengat listrik | Alat listrik basah, stopkontak berlebihan |
Sebagian besar kecelakaan di lab sekolah bisa dicegah dengan aturan sederhana yang ditegakkan secara konsisten.
Sebelum praktikum
Selama praktikum
Setelah praktikum
Tempel tata tertib di pintu dan dinding lab, lalu bacakan bersama di praktikum pertama setiap semester.
| Perlengkapan | Fungsi | Catatan |
|---|---|---|
| Jas lab | Melindungi pakaian dan kulit | Sediakan beberapa ukuran |
| Kacamata pelindung | Melindungi mata dari percikan | Wajib saat memakai bahan kimia atau memanaskan |
| Sarung tangan | Melindungi tangan | Pilih sesuai jenis bahan |
| Masker | Mengurangi paparan debu dan uap | Untuk bahan berbau tajam |
| Kotak P3K | Penanganan awal luka | Periksa isi setiap bulan |
| Alat pemadam api ringan | Memadamkan api kecil | Periksa masa berlaku dan latih penggunaannya |
| Wastafel dan air mengalir | Membilas kulit dan mata | Pastikan mudah dijangkau |
| Selimut tahan api atau karung basah | Memadamkan api pada pakaian | Simpan di dekat pintu |
| Kejadian | Penanganan awal |
|---|---|
| Luka gores ringan | Bersihkan dengan air mengalir, tekan dengan kasa, tutup plester |
| Luka bakar ringan | Aliri air mengalir bersuhu biasa selama beberapa menit, jangan dioles pasta gigi atau mentega |
| Bahan kimia mengenai kulit | Bilas dengan air mengalir yang banyak, lepaskan pakaian yang terkena |
| Bahan kimia masuk mata | Bilas mata dengan air mengalir selama beberapa menit, segera bawa ke fasilitas kesehatan |
| Menghirup uap berbahaya | Bawa ke udara segar, longgarkan pakaian, cari pertolongan medis |
| Api kecil | Matikan sumber api, tutup dengan selimut tahan api atau gunakan alat pemadam |
Setelah penanganan awal, bawa murid ke UKS atau fasilitas kesehatan bila perlu, kabari orang tua, dan catat kejadian di buku kecelakaan lab.
Keselamatan kerja laboratorium IPA bukan hanya tanggung jawab murid. Guru dan laboran perlu:
Penerapan keselamatan kerja laboratorium IPA yang konsisten membuat praktikum tetap menarik tanpa mengorbankan keselamatan murid.
Tidak makan dan minum di lab, memakai alat pelindung, tidak mencicipi atau mencium bahan langsung, melapor bila ada kecelakaan, dan membersihkan alat setelah praktikum.
Ya. Risiko tetap ada meski bahan dan alat sederhana, misalnya pembakar spiritus dan gelas yang mudah pecah.
Segera bilas dengan air mengalir selama beberapa menit sambil membuka kelopak mata, lalu bawa ke fasilitas kesehatan.
Guru yang mengajar praktikum dan laboran bertanggung jawab langsung, dengan dukungan Kepala Sekolah untuk sarana dan pelatihan.
Sebaiknya setiap bulan, dan setiap awal semester dilakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk alat pemadam api.
Di banyak sekolah, inventaris lab hanya ada di buku laboran, peminjaman alat dicatat seadanya, dan kejadian kecelakaan kecil tidak pernah terdokumentasi. Akibatnya, alat rusak tidak segera diganti dan pola kecelakaan tidak pernah dievaluasi.
ASIS menyediakan modul sarana prasarana dan peminjaman aset untuk mencatat inventaris alat lab dan riwayat peminjaman, modul laboratorium untuk mengatur pemakaian lab, serta modul UKS untuk mencatat penanganan murid yang cedera. Sebelum ke lab, murid bisa mencoba eksperimen secara virtual lewat 57 lab interaktif di Studio, sehingga mereka lebih siap dan memahami langkah praktikum sebelum memegang alat sungguhan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.