WAWASAN ASIS

KOSP SMP: Contoh Isi Fase D dan Langkah Menyusunnya

KOSP SMP untuk fase D: contoh analisis konteks, tujuan terukur, struktur mapel, kokurikuler per semester, peran BK, dan indikator evaluasi yang realistis.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

KOSP SMP adalah kurikulum operasional satuan pendidikan untuk sekolah menengah pertama, yang menjelaskan bagaimana sekolah mengelola pembelajaran fase D (kelas VII–IX) sesuai konteksnya. Dibanding SD, penyusunannya punya tantangan tersendiri: banyak guru mapel yang perlu dikoordinasikan, murid memasuki masa remaja dengan kebutuhan pendampingan yang lebih besar, dan kegiatan kokurikuler idealnya melibatkan beberapa mapel sekaligus. Artikel ini memberi contoh isi dan langkah menyusunnya secara praktis.

Kerangka umum KOSP ada di "Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan: Langkah Menyusun". Semua contoh di bawah bersifat ilustrasi. Sesuaikan dengan CP resmi terbaru, struktur kurikulum yang berlaku, dan panduan pengembangan kurikulum dari Kementerian.

Tantangan khas di SMP

  • Koordinasi lintas mapel. Satu rombel diajar sepuluh guru atau lebih. Tanpa koordinasi, kokurikuler menjadi tumpukan tugas dari setiap guru.
  • Masa remaja. Murid sedang mencari jati diri. Peran BK, wali kelas, dan budaya sekolah yang aman perlu tergambar di dokumen.
  • Mapel pilihan dan muatan lokal. Koding dan Kecerdasan Artifisial berstatus mapel pilihan sejak TA 2025/2026. Sebagian daerah juga menetapkan muatan lokal seperti bahasa daerah.
  • Asesmen. Mulai 2026, Asesmen Nasional digabung dengan TKA. Sekolah perlu memikirkan bagaimana hasil asesmen dipakai untuk perbaikan, bukan sekadar persiapan ujian.

Contoh analisis konteks SMP

Aspek Temuan (fiktif) Implikasi untuk KOSP
Murid 540 murid, 18 rombel; 30% tinggal jauh dan naik angkutan desa Jadwal kegiatan sore dibatasi; kokurikuler dilaksanakan di jam sekolah
Hasil belajar Penalaran membaca baik, numerasi rendah di kelas VIII Program numerasi lintas mapel
Perilaku Kasus perundungan verbal di media sosial meningkat Program literasi digital dan penguatan budaya sekolah aman
Guru 32 guru, sebagian mengajar di dua sekolah Jadwal rapat kurikulum perlu disepakati sejak awal
Lingkungan Sentra kerajinan bambu di desa sekitar Sumber belajar kokurikuler dan kemitraan

Contoh visi, misi, dan tujuan

Visi. Sekolah yang menumbuhkan murid berpikir kritis, berakhlak, dan peduli lingkungan.

Tujuan tahun ini (terukur):

  1. Persentase murid kelas VIII yang mencapai kategori cakap numerasi meningkat dibanding tahun sebelumnya.
  2. Setiap rombel menghasilkan satu karya kokurikuler yang dipamerkan kepada orang tua di akhir semester genap.
  3. Laporan kasus perundungan ditangani dan ditindaklanjuti sesuai prosedur sekolah dalam waktu yang ditetapkan.

Pengorganisasian pembelajaran

Intrakurikuler

Cantumkan struktur mapel dan alokasi JP sesuai ketentuan terbaru, keputusan tentang mapel pilihan, muatan lokal, serta pilihan mapel seni yang tersedia. Bila sekolah memakai sistem blok untuk mapel tertentu, jelaskan alasannya.

Kokurikuler

Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 digantikan kegiatan kokurikuler dalam bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain. Contoh rencana per semester:

Kelas Semester Tema Mapel yang terlibat Produk
VII Ganjil Kebiasaan sehat remaja PJOK, IPA, Bahasa Indonesia Jurnal kebiasaan dan poster
VII Genap Kerajinan bambu desa Seni, IPS, Matematika Produk sederhana dan laporan biaya
VIII Ganjil Cerdas bermedia sosial Informatika, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia Kampanye antiperundungan
VIII Genap Air bersih di desa IPA, Matematika, IPS Data pengamatan dan rekomendasi
IX Ganjil Rencana masa depanku BK, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris Portofolio dan presentasi

Kokurikuler lintas mapel memerlukan satu koordinator per tingkat agar tugas tidak menumpuk dan penilaiannya terpadu.

Ekstrakurikuler dan layanan pendukung

Pramuka umumnya wajib, ditambah pilihan seperti olahraga, seni, KIR, atau rohani. Tuliskan pula layanan BK: bimbingan klasikal, konseling individu, dan peminatan menjelang lulus. Penanganan kasus kekerasan mengikuti Permendikdasmen 6/2026 tentang budaya sekolah aman, dengan peran Kepala Sekolah dan Pokja daerah.

Rencana pembelajaran dan evaluasi

Rencana pembelajaran memuat kalender pendidikan, program tahunan, dan perangkat ajar setiap guru. Evaluasi KOSP SMP sebaiknya memakai indikator yang datanya memang tersedia:

Indikator Sumber data Waktu
Kehadiran murid per rombel Rekap presensi Bulanan
Ketuntasan materi per mapel Jurnal mengajar Tengah semester
Capaian numerasi Asesmen sekolah dan hasil asesmen nasional Semester dan tahunan
Kasus kedisiplinan dan perundungan Catatan kesiswaan dan BK Bulanan
Karya kokurikuler Dokumentasi kegiatan Akhir semester

Langkah menyusun KOSP SMP

  1. Kumpulkan data kehadiran, nilai, catatan BK, dan masukan orang tua.
  2. Rapat tim inti untuk merumuskan prioritas dan tujuan.
  3. Rapat per rumpun mapel untuk merancang kokurikuler lintas mapel.
  4. Susun draf dan minta umpan balik dari seluruh guru.
  5. Sosialisasikan kepada komite sekolah dan orang tua.
  6. Sahkan sesuai ketentuan dinas atau yayasan, lalu jadwalkan refleksi.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Kokurikuler disusun per mapel sehingga murid mendapat banyak tugas terpisah.
  • BK dan budaya sekolah aman tidak disebut sama sekali.
  • Tujuan tidak memakai data, hanya kalimat umum.
  • Hanya wakasek kurikulum yang memahami isi dokumen.

Checklist KOSP SMP

  • Analisis konteks berbasis data terbaru.
  • Tujuan tahun ini terukur.
  • Struktur mapel, mapel pilihan, dan muatan lokal tercantum.
  • Rencana kokurikuler lintas mapel per tingkat dan semester.
  • Layanan BK dan budaya sekolah aman dijelaskan.
  • Indikator evaluasi beserta sumber datanya jelas.
  • Disesuaikan dengan CP dan panduan resmi terbaru.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan KOSP SMP dan KOSP SD?

KOSP SMP menekankan koordinasi lintas mapel, pendampingan masa remaja, dan kesiapan melanjutkan ke SMA/SMK, sedangkan KOSP SD menekankan transisi dari PAUD serta literasi dan numerasi dasar.

Siapa koordinator kokurikuler di SMP?

Umumnya ditunjuk satu guru per tingkat kelas, berkoordinasi dengan wakasek kurikulum. Penunjukan ditulis di KOSP.

Apakah mapel Koding dan Kecerdasan Artifisial wajib dicantumkan?

Per Agustus 2026 statusnya masih mapel pilihan. Bila sekolah menyelenggarakannya, cantumkan di struktur mapel beserta alokasinya.

Bagaimana mengaitkan hasil asesmen nasional dengan KOSP?

Gunakan hasilnya sebagai data konteks untuk menentukan prioritas, misalnya program numerasi, lalu pantau kemajuannya lewat asesmen sekolah.

Apakah KOSP SMP perlu memuat pencegahan perundungan?

Sangat dianjurkan, karena budaya sekolah yang aman memengaruhi seluruh pembelajaran. Rujuk ketentuan terbaru tentang budaya sekolah aman.

ASIS: Data untuk Menyusun dan Merefleksikan KOSP

Akar masalah KOSP di SMP adalah data yang tersebar di banyak guru. Kehadiran di wali kelas, ketuntasan materi di guru mapel, kasus di BK. Saat refleksi, tim menghabiskan waktu mengumpulkan data alih-alih membahasnya.

ASIS mengumpulkan data itu di satu tempat: presensi, jurnal mengajar, perangkat ajar Kurikulum Merdeka, layanan BK, prestasi dan kedisiplinan, ekstrakurikuler, serta e-Rapor. Dashboard Goal membantu memantau tujuan tahunan per peran, dan modul TPPK serta perlindungan anak tetap bisa dipakai untuk pencegahan, pelaporan, dan tindak lanjut. Perlu dicatat, Permendikdasmen 6/2026 mengakhiri TPPK sehingga penanganan kini dipegang Kepala Sekolah dan Pokja daerah; modul ini membantu mencatat prosesnya.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.