WAWASAN ASIS

Kurikulum Berbasis Cinta KBC: Konsep dan Penerapannya

Kurikulum berbasis cinta KBC dari Kemenag: konsep Panca Cinta, posisinya terhadap kurikulum madrasah, dan contoh penerapan di kelas, budaya, serta asesmen.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Madrasah

Kurikulum berbasis cinta KBC adalah pendekatan yang diperkenalkan Kementerian Agama pada 2025 (panduannya ditetapkan lewat Keputusan Dirjen Pendis 6077/2025) untuk menempatkan cinta sebagai dasar proses pendidikan di madrasah. Inti gagasannya dikenal sebagai Panca Cinta: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. KBC tidak dimaksudkan sebagai mata pelajaran baru. Ia adalah cara pandang yang mewarnai pembelajaran, budaya madrasah, dan hubungan guru dengan murid, di atas struktur kurikulum madrasah yang berlaku.

Catatan: pedoman teknis dan istilah resmi dapat diperbarui Kementerian Agama. Gunakan artikel ini sebagai pengantar konsep dan contoh praktik, lalu cocokkan dengan panduan resmi terbaru dari Kemenag.

Mengapa pendekatan berbasis cinta diperlukan

Madrasah menghadapi tantangan yang juga dirasakan sekolah lain: perundungan, intoleransi, murid yang cemas dan kurang motivasi, serta jarak antara pengetahuan agama dan perilaku sehari-hari. Banyak madrasah sudah kuat dalam materi keagamaan, tetapi nilai yang diajarkan belum selalu tampak dalam cara murid memperlakukan teman, guru, dan lingkungannya.

Pendekatan berbasis cinta mencoba menjawab celah itu. Agama tidak hanya diajarkan sebagai pengetahuan dan hukum, tetapi juga sebagai sumber kasih sayang, empati, dan kepedulian. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan relasi yang hangat.

Memahami Panca Cinta

Nilai Makna singkat Wujud perilaku yang diharapkan
Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya Spiritualitas yang menumbuhkan syukur dan akhlak Beribadah dengan kesadaran, meneladani akhlak Nabi
Cinta ilmu Rasa ingin tahu dan menghargai proses belajar Bertanya, membaca, tekun, menghormati guru
Cinta lingkungan Kesadaran merawat alam sebagai amanah Hemat air dan listrik, menjaga kebersihan, menanam
Cinta diri dan sesama Menghargai diri sendiri dan orang lain Empati, tidak merundung, menolong, menerima perbedaan
Cinta tanah air Kebangsaan dan kecintaan pada keberagaman Menghargai budaya, taat aturan, menjaga persatuan

Kelima nilai ini saling terkait. Cinta kepada Allah, misalnya, diwujudkan juga dengan merawat ciptaan-Nya dan berbuat baik kepada sesama.

Posisi kurikulum berbasis cinta KBC terhadap kurikulum madrasah

Hal yang sering membingungkan guru adalah hubungan KBC dengan kurikulum yang sudah berjalan. Secara umum:

  • Struktur kurikulum tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Untuk madrasah, struktur kurikulum diatur KMA 450/2024 sebagaimana diubah dengan KMA 1503/2025.
  • KBC bekerja sebagai pendekatan. Ia memengaruhi cara guru merancang tujuan, kegiatan, asesmen, dan cara membangun iklim kelas.
  • KBC selaras dengan arah pembelajaran mendalam. Kerangka pembelajaran mendalam menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, yang sejalan dengan semangat cinta dalam belajar.

Dengan kata lain, madrasah tidak perlu membuang dokumen kurikulumnya. Yang perlu dilakukan adalah memeriksa apakah dokumen dan praktiknya sudah mencerminkan nilai cinta. Penjelasan kebijakan kurikulum madrasah lainnya ada di artikel kebijakan kurikulum madrasah Kemenag.

Penerapan kurikulum berbasis cinta KBC di tiga ruang

1. Ruang pembelajaran

Nilai cinta masuk ke modul ajar melalui tujuan, kegiatan, dan refleksi. Contoh:

  • IPA di MI kelas 4, materi siklus air. Murid mengukur air yang terbuang dari keran bocor di madrasah, lalu membuat poster ajakan hemat air sebagai wujud cinta lingkungan dan syukur.
  • Bahasa Indonesia di MTs, teks eksposisi. Murid menulis eksposisi tentang dampak perundungan dan usulan solusi untuk madrasahnya, menghidupkan cinta diri dan sesama.
  • Sejarah Kebudayaan Islam di MA. Murid menelusuri peran ulama Nusantara dalam merawat persatuan, mengaitkan cinta ilmu dan cinta tanah air.

Contoh integrasi ke modul ajar lebih rinci ada di artikel Panca Cinta dalam modul ajar madrasah.

2. Ruang budaya dan pembiasaan

Budaya madrasah adalah kurikulum yang tidak tertulis. Beberapa pembiasaan yang mencerminkan KBC:

  • menyambut murid di gerbang dengan salam dan senyum,
  • kesepakatan kelas yang disusun bersama murid,
  • program teman sebaya untuk murid baru,
  • piket lingkungan dan kebun madrasah,
  • doa bersama untuk teman yang sakit atau berduka,
  • apresiasi perilaku baik, bukan hanya prestasi akademik.

3. Ruang relasi

Cinta paling terasa dalam cara guru berbicara dan menegur. Guru yang menegur dengan kasar sulit mengajarkan kasih sayang. Pendekatan disiplin positif, dialog, dan konsekuensi yang mendidik lebih selaras dengan KBC. Lihat panduan disiplin positif.

Asesmen dalam semangat cinta

Asesmen tidak hanya mengukur, tetapi juga membesarkan hati. Beberapa praktik yang bisa dicoba:

  • umpan balik yang menyebut kekuatan murid lebih dulu sebelum hal yang perlu diperbaiki,
  • penilaian diri dan antarteman dengan rubrik yang jelas dan bahasa santun,
  • portofolio yang menunjukkan perkembangan, bukan hanya hasil akhir,
  • catatan sikap yang deskriptif, bukan label.

Penilaian sikap tetap mengikuti ketentuan rapor yang berlaku. Nilai cinta dapat tercermin dalam deskripsi perkembangan murid.

Langkah awal bagi madrasah

Langkah Kegiatan Penanggung jawab
1 Sosialisasi konsep KBC kepada guru dan tenaga kependidikan Kepala madrasah
2 Refleksi bersama: praktik apa yang sudah dan belum mencerminkan cinta Seluruh guru
3 Memilih dua atau tiga program prioritas untuk satu semester Tim kurikulum
4 Mengintegrasikan nilai ke modul ajar dan kegiatan kokurikuler Guru mata pelajaran
5 Melibatkan orang tua melalui pertemuan dan contoh di rumah Wali kelas
6 Evaluasi di akhir semester Kepala madrasah dan tim

Mulailah dari yang kecil dan terlihat. Satu program sambutan pagi yang konsisten lebih bermakna daripada sepuluh program yang hanya tertulis.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Menjadikan KBC slogan di spanduk tanpa perubahan praktik.
  • Menambah beban administrasi guru dengan format baru yang tidak perlu.
  • Menganggap cinta berarti tanpa aturan. Cinta justru hadir dalam aturan yang jelas dan ditegakkan dengan adil.
  • Mengabaikan kesejahteraan guru. Guru yang lelah dan tertekan sulit mengajar dengan cinta.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu kurikulum berbasis cinta KBC?

Pendekatan pendidikan dari Kementerian Agama yang menempatkan cinta sebagai dasar proses belajar di madrasah, dengan nilai inti Panca Cinta.

Apakah KBC menggantikan Kurikulum Merdeka di madrasah?

Tidak. KBC adalah pendekatan yang mewarnai pelaksanaan kurikulum. Struktur kurikulum madrasah tetap mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah dengan KMA 1503/2025.

Apa saja isi Panca Cinta?

Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air.

Apakah guru harus membuat dokumen baru untuk KBC?

Tidak harus membuat dokumen terpisah. Nilai cinta bisa diintegrasikan ke modul ajar dan program yang sudah ada. Ikuti pedoman resmi Kemenag bila ada format tertentu.

Apakah sekolah umum bisa menerapkan semangat KBC?

Semangatnya universal. Sekolah umum bisa mengambil nilai-nilainya untuk memperkuat budaya sekolah yang aman dan hangat, sesuai kebijakan kurikulumnya sendiri.

ASIS: Mengenal Murid Lebih Utuh agar Cinta Bisa Diwujudkan

Mengajar dengan cinta dimulai dari mengenal murid. Sayangnya, informasi tentang murid di madrasah sering tersebar: kehadiran di buku piket, catatan perilaku di ruang BK, kesehatan di UKS, dan perkembangan hafalan di buku guru tahfidz. Guru jadi sulit melihat murid secara utuh.

ASIS menyatukan data itu dalam profil murid yang utuh dengan catatan perkembangan. Layanan BK, UKS, tahfidz, presensi, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka memakai data yang sama, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Kabar kepada orang tua dikirim lewat notifikasi aplikasi gratis tanpa batas, sehingga kemitraan dengan keluarga terjalin lebih dekat. Untuk madrasah yang memakai RDM, paket ASIS Pro menyediakan hosting RDM madrasah.

ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.