WAWASAN ASIS

Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013: Perbandingan Lengkap

Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013: perbandingan capaian, struktur, perangkat ajar, asesmen, rapor, dan projek, plus perubahan terbaru.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013 sering dibandingkan karena banyak guru mengajar dengan pengalaman panjang di K13, lalu beralih ke Kurikulum Merdeka. Singkatnya, Kurikulum 2013 menetapkan target per tahun melalui KI dan KD dengan muatan yang padat, sedangkan Kurikulum Merdeka menetapkan Capaian Pembelajaran per fase, memberi keleluasaan menyusun alur belajar, dan menekankan asesmen formatif serta pembelajaran yang lebih mendalam. Artikel ini membandingkan Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013 dari sisi capaian, struktur, perangkat ajar, asesmen, rapor, dan kegiatan projek, serta perubahan terbaru yang perlu diketahui.

Konteks singkat

Kurikulum 2013 diterapkan bertahap sejak 2013 dan mengalami beberapa revisi. Kurikulum Merdeka mulai diperkenalkan sebagai pilihan pada 2022, lalu ditetapkan sebagai kurikulum nasional. Setelah itu, kebijakan terus disempurnakan. Salah satu perubahan penting adalah Permendikdasmen 13/2025 yang berlaku sejak 15 Juli 2025: projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) diganti dengan kegiatan kokurikuler, dirumuskan 8 dimensi profil lulusan, dan diperkenalkan kerangka pembelajaran mendalam.

Bagi madrasah, struktur kurikulum mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah dengan KMA 1503/2025.

Tabel perbandingan utama

Aspek Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka
Target belajar KI dan KD per tahun/semester Capaian Pembelajaran (CP) per fase
Pengaturan jam JP per minggu JP per tahun, sekolah mengatur sebaran
Perangkat ajar Silabus dan RPP ATP dan modul ajar (atau RPP yang memuat unsur esensial)
Kriteria ketuntasan KKM berupa angka KKTP, bisa berupa deskripsi, rubrik, atau interval
Asesmen Penilaian harian, PTS, PAS Asesmen diagnostik, formatif, sumatif
Rapor Nilai pengetahuan dan keterampilan terpisah Nilai akhir dan deskripsi capaian
Penilaian sikap KI-1 dan KI-2 dinilai khusus Tidak dinilai sebagai mapel; tercermin dalam profil dan catatan wali kelas
Kegiatan projek Tidak ada struktur khusus Awalnya P5, kini kegiatan kokurikuler
SMA Peminatan sejak kelas X Kelas X umum, kelas XI–XII memilih mata pelajaran pilihan
Informatika Tidak wajib di semua jenjang Mata pelajaran di SMP dan SMA

Capaian: KI-KD vs CP per fase

Di K13, guru kelas IV memegang daftar KD untuk kelas IV. Di Kurikulum Merdeka, CP ditulis untuk satu fase. Contohnya fase B mencakup kelas III dan IV SD. Guru di kelas III dan IV menyepakati urutan tujuan pembelajaran dalam ATP, sehingga ada keleluasaan mengatur kecepatan belajar sesuai kondisi murid.

Konsekuensinya, koordinasi antarguru dalam satu fase menjadi lebih penting.

Perangkat ajar: RPP vs modul ajar

RPP K13 Modul ajar Kurikulum Merdeka
Fokus pada langkah pembelajaran Memuat tujuan, asesmen, kegiatan, dan bahan ajar
Sering panjang karena format baku Format fleksibel, bisa ringkas
Mengacu KD Mengacu TP dalam ATP

Guru tetap boleh memakai format yang mirip RPP asalkan memuat komponen esensial: tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan asesmen.

Asesmen dan rapor

Perbedaan paling terasa ada di asesmen. Kurikulum Merdeka mendorong:

  • Asesmen diagnostik di awal untuk memetakan kemampuan murid.
  • Asesmen formatif sepanjang proses untuk memperbaiki pembelajaran, tidak wajib diolah menjadi nilai rapor.
  • Asesmen sumatif untuk menentukan capaian di akhir lingkup materi atau semester.

Rapor Kurikulum Merdeka berisi nilai akhir dan deskripsi capaian tertinggi serta yang perlu ditingkatkan. Tidak ada lagi pemisahan nilai pengetahuan dan keterampilan seperti di K13.

Dari P5 ke kegiatan kokurikuler

Pada awal penerapan, Kurikulum Merdeka memiliki P5 dengan alokasi jam tersendiri. Melalui Permendikdasmen 13/2025, P5 diganti kegiatan kokurikuler yang dapat berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang ditetapkan sekolah. Profil lulusan dirumuskan dalam 8 dimensi.

Bagi sekolah yang dulu memakai K13, ini berarti kegiatan projek tetap ada, tetapi bentuknya lebih fleksibel.

Struktur SMA: peminatan dan mata pelajaran pilihan

K13 membagi murid SMA ke peminatan sejak kelas X. Kurikulum Merdeka menjadikan kelas X sebagai tahun umum, kemudian murid memilih mata pelajaran pilihan di kelas XI dan XII sesuai minat dan rencana studi lanjut. Kebijakan penjurusan di SMA dapat mengalami penyesuaian, sehingga sekolah perlu merujuk ketentuan terbaru dari kementerian.

Yang tetap sama

Meski banyak berubah, beberapa hal tetap:

  • Guru tetap merancang tujuan, kegiatan, dan asesmen.
  • Mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Pendidikan Agama tetap ada.
  • Rapor tetap diberikan setiap semester.
  • Peran wali kelas dan BK tetap penting.

Tantangan saat beralih

Tantangan Solusi praktis
Guru terbiasa KKM angka Mulai dengan KKTP berbentuk interval, lalu belajar rubrik
Asesmen formatif dianggap beban Gunakan teknik cepat: kartu keluar, kuis singkat, observasi
Koordinasi fase belum berjalan Jadwalkan rapat guru per fase di awal semester
Modul ajar terasa rumit Modifikasi modul siap pakai, sesuaikan dengan konteks kelas
Rapor deskripsi sulit ditulis Siapkan bank frasa deskripsi per TP

Contoh perbedaan di kelas

Kelas IV SD dengan K13: guru mengikuti tema dan subtema, mengisi nilai pengetahuan dan keterampilan untuk tiap KD, dan menulis rapor dengan dua kolom nilai.

Kelas IV SD dengan Kurikulum Merdeka: guru melakukan asesmen diagnostik membaca dan berhitung di awal tahun, mengelompokkan murid sesuai kebutuhan, mengajar IPAS sebagai gabungan IPA dan IPS, lalu menulis rapor berisi nilai akhir dan deskripsi capaian.

Langkah praktis bagi guru yang berpindah dari K13

  1. Baca CP fase yang Bapak/Ibu ampu, lalu bandingkan dengan KD lama untuk melihat materi yang tetap, bergeser, atau baru.
  2. Susun atau pilih ATP bersama guru satu fase agar tidak ada materi yang terlewat atau terulang.
  3. Ubah satu RPP lama menjadi modul ajar sebagai latihan, cukup dengan menambahkan asesmen diagnostik dan formatif.
  4. Rumuskan KKTP untuk satu atau dua TP dulu, misalnya dalam bentuk rubrik sederhana.
  5. Latih penulisan deskripsi rapor dengan bank frasa yang disepakati di sekolah.

Langkah kecil yang konsisten lebih efektif daripada mengubah semua dokumen sekaligus.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan utama Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013?

Kurikulum Merdeka memakai CP per fase, JP per tahun, modul ajar, dan asesmen formatif yang kuat, sedangkan K13 memakai KI-KD per tahun, JP per minggu, RPP, dan KKM angka.

Apakah sekolah masih boleh memakai Kurikulum 2013?

Kurikulum Merdeka sudah ditetapkan sebagai kurikulum nasional. Sekolah yang masih dalam masa transisi perlu mengikuti ketentuan dan tenggat dari kementerian.

Apakah P5 masih ada?

Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 diganti kegiatan kokurikuler dengan bentuk yang lebih fleksibel.

Apakah RPP masih boleh dipakai?

Boleh selama memuat komponen esensial: tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan asesmen.

Apakah KKM masih dipakai di Kurikulum Merdeka?

Tidak. Istilahnya menjadi KKTP, yang bisa dirumuskan dalam bentuk deskripsi, rubrik, atau interval nilai.

ASIS: Beralih Kurikulum Tanpa Mengetik Ulang

Peralihan kurikulum sering terasa berat karena administrasinya: guru menyusun ATP, modul ajar, nilai, dan deskripsi rapor di banyak berkas yang tidak saling terhubung.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka dalam satu akun. Nilai dari asesmen langsung dipakai untuk rapor, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru juga bisa belajar mandiri lewat Akademi ASIS dan membuka buku pelajaran pemerintah di Pustaka.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.