Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013: perbandingan capaian, struktur, perangkat ajar, asesmen, rapor, dan projek, plus perubahan terbaru.
Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013 sering dibandingkan karena banyak guru mengajar dengan pengalaman panjang di K13, lalu beralih ke Kurikulum Merdeka. Singkatnya, Kurikulum 2013 menetapkan target per tahun melalui KI dan KD dengan muatan yang padat, sedangkan Kurikulum Merdeka menetapkan Capaian Pembelajaran per fase, memberi keleluasaan menyusun alur belajar, dan menekankan asesmen formatif serta pembelajaran yang lebih mendalam. Artikel ini membandingkan Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013 dari sisi capaian, struktur, perangkat ajar, asesmen, rapor, dan kegiatan projek, serta perubahan terbaru yang perlu diketahui.
Kurikulum 2013 diterapkan bertahap sejak 2013 dan mengalami beberapa revisi. Kurikulum Merdeka mulai diperkenalkan sebagai pilihan pada 2022, lalu ditetapkan sebagai kurikulum nasional. Setelah itu, kebijakan terus disempurnakan. Salah satu perubahan penting adalah Permendikdasmen 13/2025 yang berlaku sejak 15 Juli 2025: projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) diganti dengan kegiatan kokurikuler, dirumuskan 8 dimensi profil lulusan, dan diperkenalkan kerangka pembelajaran mendalam.
Bagi madrasah, struktur kurikulum mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah dengan KMA 1503/2025.
| Aspek | Kurikulum 2013 | Kurikulum Merdeka |
|---|---|---|
| Target belajar | KI dan KD per tahun/semester | Capaian Pembelajaran (CP) per fase |
| Pengaturan jam | JP per minggu | JP per tahun, sekolah mengatur sebaran |
| Perangkat ajar | Silabus dan RPP | ATP dan modul ajar (atau RPP yang memuat unsur esensial) |
| Kriteria ketuntasan | KKM berupa angka | KKTP, bisa berupa deskripsi, rubrik, atau interval |
| Asesmen | Penilaian harian, PTS, PAS | Asesmen diagnostik, formatif, sumatif |
| Rapor | Nilai pengetahuan dan keterampilan terpisah | Nilai akhir dan deskripsi capaian |
| Penilaian sikap | KI-1 dan KI-2 dinilai khusus | Tidak dinilai sebagai mapel; tercermin dalam profil dan catatan wali kelas |
| Kegiatan projek | Tidak ada struktur khusus | Awalnya P5, kini kegiatan kokurikuler |
| SMA | Peminatan sejak kelas X | Kelas X umum, kelas XI–XII memilih mata pelajaran pilihan |
| Informatika | Tidak wajib di semua jenjang | Mata pelajaran di SMP dan SMA |
Di K13, guru kelas IV memegang daftar KD untuk kelas IV. Di Kurikulum Merdeka, CP ditulis untuk satu fase. Contohnya fase B mencakup kelas III dan IV SD. Guru di kelas III dan IV menyepakati urutan tujuan pembelajaran dalam ATP, sehingga ada keleluasaan mengatur kecepatan belajar sesuai kondisi murid.
Konsekuensinya, koordinasi antarguru dalam satu fase menjadi lebih penting.
| RPP K13 | Modul ajar Kurikulum Merdeka |
|---|---|
| Fokus pada langkah pembelajaran | Memuat tujuan, asesmen, kegiatan, dan bahan ajar |
| Sering panjang karena format baku | Format fleksibel, bisa ringkas |
| Mengacu KD | Mengacu TP dalam ATP |
Guru tetap boleh memakai format yang mirip RPP asalkan memuat komponen esensial: tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan asesmen.
Perbedaan paling terasa ada di asesmen. Kurikulum Merdeka mendorong:
Rapor Kurikulum Merdeka berisi nilai akhir dan deskripsi capaian tertinggi serta yang perlu ditingkatkan. Tidak ada lagi pemisahan nilai pengetahuan dan keterampilan seperti di K13.
Pada awal penerapan, Kurikulum Merdeka memiliki P5 dengan alokasi jam tersendiri. Melalui Permendikdasmen 13/2025, P5 diganti kegiatan kokurikuler yang dapat berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang ditetapkan sekolah. Profil lulusan dirumuskan dalam 8 dimensi.
Bagi sekolah yang dulu memakai K13, ini berarti kegiatan projek tetap ada, tetapi bentuknya lebih fleksibel.
K13 membagi murid SMA ke peminatan sejak kelas X. Kurikulum Merdeka menjadikan kelas X sebagai tahun umum, kemudian murid memilih mata pelajaran pilihan di kelas XI dan XII sesuai minat dan rencana studi lanjut. Kebijakan penjurusan di SMA dapat mengalami penyesuaian, sehingga sekolah perlu merujuk ketentuan terbaru dari kementerian.
Meski banyak berubah, beberapa hal tetap:
| Tantangan | Solusi praktis |
|---|---|
| Guru terbiasa KKM angka | Mulai dengan KKTP berbentuk interval, lalu belajar rubrik |
| Asesmen formatif dianggap beban | Gunakan teknik cepat: kartu keluar, kuis singkat, observasi |
| Koordinasi fase belum berjalan | Jadwalkan rapat guru per fase di awal semester |
| Modul ajar terasa rumit | Modifikasi modul siap pakai, sesuaikan dengan konteks kelas |
| Rapor deskripsi sulit ditulis | Siapkan bank frasa deskripsi per TP |
Kelas IV SD dengan K13: guru mengikuti tema dan subtema, mengisi nilai pengetahuan dan keterampilan untuk tiap KD, dan menulis rapor dengan dua kolom nilai.
Kelas IV SD dengan Kurikulum Merdeka: guru melakukan asesmen diagnostik membaca dan berhitung di awal tahun, mengelompokkan murid sesuai kebutuhan, mengajar IPAS sebagai gabungan IPA dan IPS, lalu menulis rapor berisi nilai akhir dan deskripsi capaian.
Langkah kecil yang konsisten lebih efektif daripada mengubah semua dokumen sekaligus.
Kurikulum Merdeka memakai CP per fase, JP per tahun, modul ajar, dan asesmen formatif yang kuat, sedangkan K13 memakai KI-KD per tahun, JP per minggu, RPP, dan KKM angka.
Kurikulum Merdeka sudah ditetapkan sebagai kurikulum nasional. Sekolah yang masih dalam masa transisi perlu mengikuti ketentuan dan tenggat dari kementerian.
Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 diganti kegiatan kokurikuler dengan bentuk yang lebih fleksibel.
Boleh selama memuat komponen esensial: tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan asesmen.
Tidak. Istilahnya menjadi KKTP, yang bisa dirumuskan dalam bentuk deskripsi, rubrik, atau interval nilai.
Peralihan kurikulum sering terasa berat karena administrasinya: guru menyusun ATP, modul ajar, nilai, dan deskripsi rapor di banyak berkas yang tidak saling terhubung.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka dalam satu akun. Nilai dari asesmen langsung dipakai untuk rapor, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru juga bisa belajar mandiri lewat Akademi ASIS dan membuka buku pelajaran pemerintah di Pustaka.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.