WAWASAN ASIS

Laporan Keuangan Sekolah: Jenis, Format, dan Contohnya

Panduan laporan keuangan sekolah: jenis laporan untuk tiap pembaca, contoh format bulanan dan realisasi anggaran, langkah penyusunan, serta checklist.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Keuangan Sekolah

Laporan keuangan sekolah adalah dokumen yang menyajikan berapa dana yang diterima, untuk apa dibelanjakan, berapa sisanya, dan bagaimana semua itu dibandingkan dengan rencana anggaran. Laporan ini bukan sekadar kewajiban administrasi. Ia adalah cara sekolah menunjukkan bahwa amanah dana dari pemerintah, orang tua, dan donatur dikelola dengan benar.

Kesulitan yang sering dihadapi Bendahara bukan menyusun angkanya, melainkan menyajikan angka yang sama dalam bentuk yang berbeda untuk pembaca yang berbeda. Panduan ini membahas jenis laporan menurut pembacanya, contoh format yang bisa langsung dipakai, langkah penyusunan, dan kesalahan yang perlu dihindari.

Jenis laporan menurut pembacanya

Laporan Pembaca Isi utama Frekuensi
Laporan kas bulanan Kepala Sekolah Saldo awal, penerimaan, pengeluaran, saldo akhir Bulanan
Realisasi anggaran Kepala Sekolah, komite, yayasan Rencana dibanding realisasi per kegiatan Semesteran
Laporan penggunaan BOSP Dinas pendidikan Penggunaan dana sesuai komponen juknis Sesuai juknis terbaru
SPJ kegiatan Kepala Sekolah, pemeriksa Bukti dan rincian per kegiatan Setiap kegiatan
Laporan untuk yayasan Pengurus yayasan Posisi keuangan, aktivitas, arus kas Sesuai kebijakan yayasan
Ringkasan untuk orang tua Orang tua dan komite Ringkasan sederhana penerimaan dan penggunaan Semesteran atau tahunan

Untuk dana BOSP, format dan jadwal pelaporan mengikuti juknis yang berlaku. Juknis 2026 diatur dalam Permendikdasmen 8/2026, jadi pastikan Bendahara memakai format terbaru, bukan format tahun lalu.

Contoh format laporan kas bulanan

SMP Harapan Bangsa (fiktif) — Laporan Kas Bulan September

Uraian Nominal
Saldo awal 1 September Rp24.600.000
Penerimaan SPP Rp31.500.000
Penerimaan sumbangan alumni Rp2.000.000
Total penerimaan Rp33.500.000
Belanja alat tulis dan bahan ajar Rp4.250.000
Honor guru tidak tetap Rp18.000.000
Daya dan jasa (listrik, air, internet) Rp3.100.000
Perawatan ringan gedung Rp2.400.000
Total pengeluaran Rp27.750.000
Saldo akhir 30 September Rp30.350.000
Saldo di bank Rp29.800.000
Saldo tunai Rp550.000

Baris terakhir penting: saldo akhir harus sama dengan jumlah saldo di bank dan tunai. Bila tidak sama, lakukan rekonsiliasi sebelum laporan diserahkan.

Contoh format realisasi anggaran

Kegiatan RKAS Anggaran Realisasi Persentase Keterangan
Pengembangan perpustakaan Rp12.000.000 Rp7.500.000 62,5% Pembelian buku tahap 2 di semester genap
Pelatihan guru Rp8.000.000 Rp8.000.000 100% Selesai
Lomba dan kegiatan murid Rp10.000.000 Rp4.200.000 42% Lomba tingkat kabupaten di bulan Februari
Pemeliharaan sarana Rp15.000.000 Rp9.800.000 65,3% Perbaikan atap menunggu musim kemarau

Kolom keterangan sering diabaikan, padahal di situlah pembaca memahami mengapa realisasi belum penuh. Tanpa keterangan, angka 42 persen bisa disalahartikan sebagai kegagalan.

Ringkasan untuk orang tua

Orang tua tidak membutuhkan rincian akun. Mereka ingin tahu tiga hal: berapa yang dibayarkan, untuk apa, dan apa hasilnya. Contoh ringkasan satu halaman:

  • Total penerimaan SPP semester ganjil: Rp189 juta dari 420 murid.
  • Penggunaan terbesar: honor guru tidak tetap (58%), kegiatan pembelajaran (17%), daya dan jasa (11%), perawatan (9%), lain-lain (5%).
  • Hasil yang bisa dilihat: dua ruang kelas dicat ulang, 150 buku bacaan baru, internet di laboratorium.
  • Rencana semester depan: perbaikan atap aula dan pelatihan guru.

Ringkasan seperti ini bisa dibagikan saat pertemuan orang tua atau lewat pengumuman sekolah.

Langkah menyusun laporan keuangan sekolah

  1. Pastikan pencatatan harian lengkap. Semua transaksi bulan berjalan sudah masuk buku kas umum dengan bukti.
  2. Lakukan rekonsiliasi. Cocokkan buku bank dengan rekening koran, dan buku tunai dengan uang di brankas.
  3. Tutup buku. Kunci periode setelah rekonsiliasi selesai.
  4. Kelompokkan transaksi. Menurut sumber dana, pos, dan kegiatan RKAS.
  5. Susun laporan sesuai pembaca. Gunakan format yang sesuai.
  6. Tambahkan keterangan. Jelaskan angka yang tidak biasa.
  7. Minta pemeriksaan. Kepala Sekolah memeriksa dan menandatangani.
  8. Serahkan dan arsipkan. Simpan salinan beserta bukti pendukung.

Untuk sekolah di bawah yayasan

Yayasan pendidikan merupakan entitas nonlaba. Penyajian laporan keuangannya umumnya mengacu pada standar untuk entitas berorientasi nonlaba, yaitu ISAK 335 (sebelumnya dikenal sebagai ISAK 35). Laporan untuk yayasan biasanya meliputi laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Pembahasan rinci ada di "Laporan Keuangan Sekolah untuk Yayasan: Cara Menyusun". Rujuk kebijakan akuntansi yayasan masing-masing.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Saldo akhir di laporan tidak sama dengan saldo bank ditambah tunai.
  • Dana BOSP dan iuran orang tua digabung tanpa penanda.
  • Laporan disusun dari ingatan karena nota belum lengkap.
  • Format laporan BOSP masih memakai juknis lama.
  • Laporan hanya untuk dinas, sementara orang tua dan komite tidak pernah menerima informasi apa pun.

Checklist sebelum laporan diserahkan

  • Semua transaksi periode ini sudah tercatat dengan bukti.
  • Rekonsiliasi kas dan bank selesai, selisih nol atau dijelaskan.
  • Transaksi dikelompokkan per sumber dana.
  • Angka yang tidak biasa diberi keterangan.
  • Format sesuai pembaca dan ketentuan terbaru.
  • Ditandatangani Bendahara dan Kepala Sekolah.
  • Salinan dan bukti pendukung diarsipkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Seberapa sering laporan keuangan sekolah dibuat?

Laporan kas dibuat bulanan untuk Kepala Sekolah. Laporan lain mengikuti jadwal masing-masing, misalnya realisasi anggaran tiap semester dan laporan BOSP sesuai juknis.

Apakah laporan harus diumumkan kepada orang tua?

Tidak semua rincian harus diumumkan, tetapi ringkasan penerimaan dan penggunaan dana dari orang tua sebaiknya disampaikan secara terbuka.

Siapa yang menandatangani laporan?

Bendahara sebagai penyusun dan Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. Untuk sekolah swasta, laporan ke yayasan mengikuti ketentuan yayasan.

Apa bedanya laporan keuangan dan SPJ?

SPJ adalah pertanggungjawaban per kegiatan beserta buktinya. Laporan keuangan merangkum seluruh penerimaan dan pengeluaran dalam satu periode.

Bagaimana bila ada selisih yang tidak ditemukan?

Catat selisihnya secara jujur dengan keterangan, laporkan kepada Kepala Sekolah, dan lanjutkan penelusuran. Jangan menutupinya dengan transaksi fiktif.

ASIS: Laporan Keuangan dari Catatan yang Sama

Akar masalah laporan yang terlambat adalah catatan yang tersebar: tagihan di satu tempat, kas di tempat lain, dan RKAS di file berbeda. Menjelang tenggat, Bendahara harus menggabungkan semuanya secara manual.

ASIS menyediakan modul keuangan yang mencakup tagihan, tabungan, kas, RKAS, dan SPJ, sehingga laporan disusun dari catatan yang sama, bukan dari salinan. Pembayaran orang tua masuk lewat transfer ke rekening sekolah dan unggah bukti bayar, Bendahara memverifikasi, dan Kepala Sekolah maupun yayasan dapat meninjau RKAS, kas, dan SPJ sesuai perannya. Untuk sekolah dalam satu yayasan, Ruang Yayasan membantu melihat banyak unit sekaligus.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data sekolah tidak dijual. Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.