WAWASAN ASIS

Leger Nilai Rapor: Contoh Format dan Cara Membuatnya

Contoh leger nilai rapor per rombel lengkap dengan kolom wajib, cara menyusunnya dari nilai guru, cara memeriksa sebelum dicetak, dan kesalahan umum operator.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Leger nilai rapor adalah rekap nilai seluruh murid dalam satu rombel untuk semua mata pelajaran, disusun dalam satu tabel besar. Jika rapor adalah dokumen per anak, leger adalah gambaran satu kelas sekaligus. Leger dipakai wali kelas untuk memeriksa kelengkapan nilai, dipakai dalam rapat kenaikan kelas, dan disimpan sekolah sebagai arsip resmi hasil belajar.

Artikel ini memberi contoh format leger nilai rapor yang bisa langsung ditiru, langkah menyusunnya dari nilai guru mapel, cara memeriksanya sebelum dicetak, serta kesalahan yang paling sering ditemukan operator.

Fungsi leger dalam siklus rapor

Leger bukan sekadar lampiran. Dalam praktik, ia punya empat fungsi:

  1. Alat kontrol kelengkapan. Sel kosong langsung terlihat, sehingga wali kelas tahu guru mana yang belum mengisi nilai.
  2. Bahan rapat. Rapat kenaikan kelas atau kelulusan membutuhkan pandangan menyeluruh, bukan rapor satu per satu.
  3. Arsip sekolah. Rapor dibawa pulang murid, sedangkan leger tetap di sekolah sebagai bukti.
  4. Bahan analisis. Rata-rata per mapel memperlihatkan mapel mana yang perlu perhatian di semester berikutnya.

Contoh format leger nilai rapor

Berikut contoh ringkas untuk kelas 8B SMP, semester ganjil. Nama murid fiktif dan hanya sebagian mapel ditampilkan agar tabel muat.

No NIS Nama PAI PP B.Ind MTK IPA IPS B.Ing Rata-rata S I A
1 2401 Aditya Pratama 88 85 84 78 80 83 79 82,4 1 0 0
2 2402 Bunga Lestari 92 90 91 86 88 89 90 89,4 0 1 0
3 2403 Candra Wijaya 80 82 78 70 74 79 72 76,4 2 0 1
4 2404 Dewi Anggraini 86 88 87 84 85 86 83 85,6 0 0 0
Rata-rata mapel 86,5 86,3 85,0 79,5 81,8 84,3 81,0

Keterangan kolom S, I, A adalah jumlah hari sakit, izin, dan tanpa keterangan.

Kolom yang sebaiknya ada

  • Identitas: nomor urut, NIS atau NISN, nama lengkap sesuai dokumen resmi.
  • Nilai akhir per mapel: termasuk mapel muatan lokal dan mapel pilihan jika ada.
  • Rata-rata per murid dan per mapel: opsional, tetapi membantu analisis.
  • Kehadiran: sakit, izin, tanpa keterangan.
  • Ekstrakurikuler: cukup nama kegiatan dan predikat atau keterangan singkat.
  • Kolom keterangan: naik, tinggal, atau catatan khusus hasil rapat.
  • Kepala tabel: nama sekolah, kelas, semester, tahun ajaran, nama wali kelas.
  • Kaki tabel: tempat dan tanggal, tanda tangan wali kelas dan Kepala Sekolah.

Perlu diingat, peringkat kelas tidak wajib dicantumkan. Banyak sekolah sengaja tidak menampilkannya agar fokus pada capaian, bukan persaingan.

Langkah membuat leger dari nol

1. Siapkan daftar murid yang sudah final

Mulai dari daftar anggota rombel yang benar. Murid pindahan, murid yang keluar, dan ejaan nama harus sudah beres. Kesalahan di tahap ini akan terbawa ke rapor dan sulit dibetulkan setelah dicetak.

2. Kumpulkan nilai akhir dari guru mapel

Minta setiap guru menyerahkan nilai akhir dengan format yang seragam: satu kolom nama, satu kolom nilai, urutan sama dengan daftar rombel. Tetapkan tenggat yang jelas, misalnya H-10 sebelum pembagian rapor.

3. Gabungkan ke satu tabel

Tempelkan kolom nilai per mapel ke tabel induk. Jika menggunakan lembar kerja, cocokkan berdasarkan NIS, bukan nama, karena nama bisa ditulis berbeda oleh guru yang berbeda.

4. Tambahkan kehadiran dan ekstrakurikuler

Ambil rekap kehadiran dari presensi harian dan nilai ekstrakurikuler dari pembina. Pastikan periodenya sama, yaitu satu semester penuh.

5. Hitung rata-rata dan tandai yang perlu perhatian

Rata-rata per mapel membantu melihat pola. Beri warna pada nilai di bawah kriteria yang ditetapkan sekolah agar mudah dibahas dalam rapat.

6. Verifikasi oleh wali kelas

Wali kelas membaca leger baris per baris. Pertanyaan yang perlu diajukan: apakah ada sel kosong, apakah ada nilai yang aneh (misalnya 8 padahal seharusnya 80), dan apakah kehadiran masuk akal.

Daftar cek sebelum leger dicetak

  • Jumlah baris sama dengan jumlah murid aktif di rombel.
  • Tidak ada sel nilai yang kosong.
  • Tidak ada nilai di luar rentang skala yang dipakai sekolah.
  • Nama dan NIS sesuai data induk.
  • Rekap kehadiran sesuai periode semester.
  • Kepala tabel menyebut semester dan tahun ajaran yang benar.
  • Wali kelas sudah memberi paraf pemeriksaan.

Variasi leger per jenjang

  • SD: mapel lebih sedikit, sering ditambah kolom catatan perkembangan membaca dan berhitung untuk kelas rendah.
  • SMP dan SMA: mapel banyak; leger biasanya dicetak lanskap di kertas F4 atau dibagi dua halaman.
  • SMK: tambahkan kolom mapel kejuruan dan, bila relevan, keterangan PKL.
  • Madrasah: sertakan mapel keagamaan sesuai struktur kurikulum madrasah yang berlaku.
  • PKBM: leger sering disusun per modul atau satuan kredit, bukan per semester biasa.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Mencocokkan nilai berdasarkan nama. Dua murid dengan nama mirip bisa tertukar nilainya.
  2. Mengetik ulang nilai dari kertas. Setiap pengetikan ulang membuka peluang salah ketik.
  3. Leger dibuat setelah rapor dicetak. Seharusnya leger dulu, karena leger adalah alat kontrol.
  4. Versi berganda. Ada beberapa file "leger_final", "leger_final2", dan tidak jelas mana yang sah.
  5. Tidak diarsipkan. Leger tahun lalu hilang saat dibutuhkan untuk legalisir atau verifikasi data.

Untuk pembahasan isi rapor per murid, lihat artikel "Rapor Siswa: Isi, Cara Menyusun, dan Cara Membacanya". Leger yang rapi juga menjadi bahan utama rapat yang dibahas di "Rapat Kenaikan Kelas yang Objektif: Cara Melaksanakan".

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya leger nilai rapor dengan rapor?

Rapor berisi capaian satu murid dan dibawa pulang. Leger berisi rekap nilai seluruh murid satu rombel dan disimpan di sekolah.

Siapa yang bertanggung jawab menyusun leger?

Umumnya wali kelas, dibantu operator. Guru mapel bertanggung jawab atas kebenaran nilai mapelnya.

Apakah leger harus dicetak?

Banyak sekolah tetap mencetak dan menandatangani leger sebagai arsip fisik, di samping menyimpan versi digital. Ikuti kebijakan arsip sekolah dan dinas setempat.

Berapa lama leger perlu disimpan?

Sebaiknya disimpan jangka panjang karena dibutuhkan saat verifikasi data, legalisir, atau penelusuran riwayat belajar alumni.

Bolehkah peringkat dicantumkan di leger?

Boleh jika sekolah memutuskan demikian, tetapi tidak wajib. Banyak sekolah memilih tidak mencantumkannya.

ASIS: Leger Tersusun Otomatis dari Nilai yang Diinput Sekali

Masalah utama leger bukan formatnya, melainkan proses pengumpulannya: nilai tersebar di file guru yang berbeda, diketik ulang oleh operator, lalu diperiksa dengan mata di bawah tekanan tenggat. Satu salah ketik bisa terbawa ke rapor.

Di ASIS, guru mengisi nilai sekali di e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan leger per rombel tersusun dari nilai yang sama, lengkap dengan nilai ekstrakurikuler. Wali kelas bisa memeriksa kesiapan nilai dan memverifikasi rapor rombel, sementara Kepala Sekolah memantau kesiapan e-Rapor seluruh kelas. Rekap kehadiran diambil dari presensi harian, jadi tidak perlu dihitung manual.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.