Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan login ASIS: pilihan masuk dengan sandi, OTP WhatsApp/SMS, atau Google, cara berpindah peran dalam satu akun, dan solusi saat lupa kata sandi.
Login ASIS bisa dilakukan dari web asis.id maupun aplikasi ASIS Mobile di Android, dengan beberapa pilihan: kata sandi, kode OTP lewat WhatsApp atau SMS, atau akun Google. Satu akun bisa memegang beberapa peran, misalnya guru yang juga wali kelas dan orang tua murid di sekolah yang sama. Artikel ini menjawab pertanyaan yang paling sering masuk ke operator sekolah: cara masuk, mengapa menu berbeda antarpengguna, bagaimana peran ganda bekerja, dan apa yang dilakukan saat lupa kata sandi.
Untuk langkah klik yang rinci, Panduan ASIS di asis.id selalu menjadi rujukan terbaru. Di sini kami fokus pada pemahaman agar operator bisa membantu guru dan orang tua dengan tenang.
| Cara masuk | Cocok untuk | Catatan |
|---|---|---|
| Kata sandi | Guru dan staf yang memakai laptop sekolah | Simpan sandi yang kuat, jangan dibagikan |
| OTP WhatsApp/SMS | Orang tua yang jarang ingat sandi | Kode dikirim ke nomor yang didaftarkan sekolah |
| Akun Google | Guru yang sudah memakai surel Google sehari-hari | Surel harus sama dengan yang terdaftar |
Kuncinya satu: data kontak yang terdaftar di sekolah harus benar. Bila nomor HP wali murid di data sekolah keliru, OTP tidak akan sampai. Karena itu, pemeriksaan nomor HP dan surel sebaiknya dilakukan wali kelas di awal tahun ajaran, bersamaan dengan pembaruan data murid. Satu jam pemeriksaan di bulan Juli menghemat puluhan pertanyaan di bulan Agustus.
ASIS memiliki 45 peran pengguna. Peran menentukan menu dan data apa yang terlihat. Seorang guru bisa memegang beberapa peran dalam satu akun, tanpa perlu membuat akun kedua.
Bapak Yusuf (fiktif) di sebuah SMP di Garut:
Dengan satu login ASIS, ia melihat jadwal mengajar dan jurnal sebagai guru, rekap presensi VIII-A sebagai wali kelas, kegiatan OSIS sebagai pembina, dan kabar anaknya sebagai orang tua. Ia tidak perlu keluar-masuk akun.
Sering ada guru yang bertanya, "Kenapa menu saya tidak sama dengan rekan saya?" Jawabannya hampir selalu karena perannya berbeda. Bendahara melihat menu tagihan, guru BK melihat layanan BK, guru mapel tidak melihat keduanya. Ini disengaja untuk menjaga data sensitif.
Bila ada menu yang seharusnya terlihat tetapi tidak muncul, kemungkinan:
| Pengguna | Siapa yang membuatkan akun | Cara masuk yang dianjurkan |
|---|---|---|
| Guru dan staf | Operator sekolah | Sandi atau akun Google |
| Orang tua | Data dari sekolah (kontak wali murid) | OTP WhatsApp/SMS |
| Murid | Operator sekolah | Sesuai kebijakan sekolah |
| Yayasan dan pengawas | Sesuai pengaturan lembaga | Sandi atau akun Google |
Lupa sandi adalah kendala nomor satu, terutama setelah libur semester atau saat guru baru pertama kali memakai sistem. Jangan panik; ada beberapa jalan masuk kembali. Urutan yang kami sarankan:
Operator sebaiknya tidak meminta sandi pengguna atau menyimpan daftar sandi guru di buku. Cukup bantu memperbarui kontak, lalu pengguna mengatur sandinya sendiri.
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| OTP tidak sampai | Nomor HP salah atau tidak aktif | Operator memperbarui nomor |
| Masuk berhasil, tapi menu kosong | Peran belum ditetapkan | Operator menetapkan peran |
| Orang tua melihat anak yang salah | Data wali murid tertukar | Periksa data murid di web |
| Guru punya dua akun | Pernah didaftarkan dua kali | Satukan dan pakai satu akun |
| Menu modul tidak muncul | Modul belum diaktifkan | Admin mengaktifkan modul |
Operator bisa menyalin teks berikut ke pengumuman atau selebaran pertemuan wali murid:
Teks pendek seperti ini mengurangi pertanyaan berulang di grup kelas dan membuat hari-hari pertama peluncuran jauh lebih tenang bagi wali kelas.
ASIS tidak menjual data sekolah dan tanpa iklan. Pembatasan akses per peran adalah lapisan perlindungan berikutnya, dan itu hanya efektif bila akun dikelola dengan disiplin. Pembahasan lebih dalam tentang peran ganda ada di artikel "Aplikasi Sekolah Multi Peran: Satu Akun untuk Guru Rangkap".
Ya. Satu akun dipakai di asis.id, ASIS Mobile, Pustaka, dan Studio.
Bisa, dengan OTP lewat WhatsApp atau SMS ke nomor yang terdaftar di sekolah.
Tidak. Satu akun dapat memegang peran guru dan orang tua sekaligus.
Operator atau admin sekolah yang diberi kewenangan, sebaiknya atas persetujuan Kepala Sekolah.
Hubungi operator sekolah untuk memperbarui nomor, lalu masuk kembali dengan OTP atau atur ulang sandi.
Banyak sekolah memakai beberapa aplikasi terpisah, dan setiap aplikasi punya akun sendiri. Guru harus mengingat banyak sandi, orang tua bingung harus membuka aplikasi yang mana, dan operator kewalahan mengatur ulang akses.
ASIS menyatukan semuanya: satu akun untuk empat aplikasi, 45 peran yang bisa digabung dalam satu orang, dan pilihan masuk dengan sandi, OTP WhatsApp/SMS, atau akun Google. Setiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan, sehingga kemudahan tidak mengorbankan keamanan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Masuk atau daftarkan sekolah di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.