WAWASAN ASIS

Media Pembelajaran ABK Sederhana yang Bisa Dibuat Guru

15 media pembelajaran ABK sederhana dari bahan murah, dikelompokkan per hambatan: penglihatan, pendengaran, intelektual, autisme, dan kesulitan belajar.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Pendidikan Inklusi

Media pembelajaran ABK adalah alat bantu yang dirancang atau disesuaikan agar murid berkebutuhan khusus bisa memahami materi melalui indra dan cara belajar yang paling efektif baginya. Kabar baiknya, media yang paling berguna sering kali bukan yang mahal. Kardus, tutup botol, kain perca, kancing, dan kartu bergambar buatan sendiri bisa menjadi media yang sangat efektif bila dipilih sesuai hambatan murid. Berikut 15 ide yang dikelompokkan per jenis hambatan, beserta prinsip memilih dan merawatnya.

Prinsip memilih media pembelajaran ABK

Sebelum membuat media, jawab empat pertanyaan ini:

  1. Apa hambatan utama murid? Murid dengan hambatan penglihatan butuh media taktil dan audio. Murid dengan hambatan pendengaran butuh media visual.
  2. Apa tujuan pembelajarannya? Media harus melayani tujuan, bukan sekadar menarik.
  3. Apakah aman? Hindari benda kecil yang mudah tertelan, sudut tajam, dan bahan beracun, terutama untuk murid yang masih memasukkan benda ke mulut.
  4. Apakah bisa dipakai berulang? Laminasi kartu, lapisi kardus dengan selotip bening, dan gunakan bahan yang mudah dibersihkan.

Media yang baik juga mengikuti program pembelajaran individual murid. Bila sekolah sudah menyusun PPI, gunakan target di dalamnya sebagai acuan. Contoh PPI ada di artikel PPI untuk murid dengan hambatan intelektual.

Media untuk murid dengan hambatan penglihatan

1. Papan huruf timbul

Tempel huruf dari kain flanel atau kertas karton tebal pada papan kardus. Untuk murid yang belajar braille, buat sel braille besar dari karton telur dan bola pingpong atau kelereng kayu besar yang bisa dipindah.

2. Peta timbul

Gambar peta sederhana lalu beri batas wilayah dengan lem tembak, tali rafia, atau benang wol. Bedakan tekstur untuk darat dan laut, misalnya amplas untuk darat dan kain halus untuk laut.

3. Benda nyata dalam kotak

Kumpulkan benda asli sesuai tema, seperti buah, daun, atau alat makan. Murid mengenal bentuk, ukuran, dan tekstur dengan meraba langsung.

4. Penggaris dan jam berpenanda taktil

Beri titik lem timbul di setiap angka pada penggaris dan jam dinding karton. Murid bisa mengukur dan membaca waktu dengan meraba.

Media untuk murid dengan hambatan pendengaran

5. Kartu kata bergambar

Satu sisi berisi gambar, sisi lain berisi kata tertulis dan isyarat. Kartu ini membantu murid menghubungkan benda, tulisan, dan bahasa isyarat. Untuk komunikasi sehari-hari, lihat juga komunikasi dengan murid tunarungu lewat BISINDO.

6. Papan jadwal visual

Tampilkan urutan kegiatan hari itu dengan gambar dan tulisan. Murid tahu apa yang akan terjadi tanpa harus mendengar pengumuman.

7. Komik urutan cerita

Gambar empat sampai enam panel tentang satu cerita atau prosedur, misalnya cara mencuci tangan. Murid mengurutkan panel lalu menceritakannya dengan isyarat atau tulisan.

Media untuk murid dengan hambatan intelektual

8. Kotak sortir warna dan bentuk

Gunakan wadah bekas es krim yang diberi warna berbeda. Murid memasukkan tutup botol sesuai warna. Media ini melatih klasifikasi, konsentrasi, dan motorik halus.

9. Uang mainan dan toko kelas

Buat uang mainan dan label harga untuk barang-barang di "toko" kelas. Murid belajar berhitung dalam situasi nyata, keterampilan yang berguna untuk hidup mandiri.

10. Kartu langkah keterampilan hidup

Kartu bergambar langkah demi langkah untuk kegiatan seperti memakai baju, menyikat gigi, atau melipat pakaian. Tempel di tempat kegiatan berlangsung.

Media untuk murid dengan spektrum autisme

11. Jadwal gambar dengan perekat

Murid memindahkan gambar kegiatan yang sudah selesai ke kolom "selesai". Struktur yang jelas mengurangi kecemasan saat berganti kegiatan. Panduan lebih lengkap tersedia di artikel mengajar murid autisme.

12. Cerita sosial

Buku kecil bergambar yang menjelaskan situasi sosial, misalnya "Saat upacara, aku berdiri tenang". Bacakan sebelum situasi itu terjadi.

13. Kotak sensori penenang

Isi kotak dengan bola karet lembut, kain bertekstur, atau botol berisi air dan manik-manik. Murid bisa memakainya saat butuh menenangkan diri, sesuai kesepakatan dengan guru.

Media untuk murid dengan kesulitan belajar spesifik

14. Huruf dari pasir atau tepung

Murid menulis huruf di nampan berisi pasir atau tepung dengan jari. Gerakan ini menguatkan ingatan bentuk huruf, membantu murid disleksia. Lihat strategi lain di membantu murid disleksia.

15. Garis bilangan lantai

Tempel selotip berwarna di lantai dengan angka 0–20. Murid melompat untuk menjumlah dan mengurang. Cocok untuk murid dengan diskalkulia yang butuh pengalaman konkret.

Ringkasan media pembelajaran ABK per hambatan

Hambatan Indra utama Contoh media Bahan
Penglihatan Raba dan dengar Papan huruf timbul, peta timbul Flanel, kardus, lem tembak
Pendengaran Lihat Kartu kata bergambar, jadwal visual Karton, spidol, laminasi
Intelektual Lihat, raba, praktik Kotak sortir, toko kelas Wadah bekas, tutup botol
Autisme Lihat dan struktur Jadwal gambar, cerita sosial Kertas, perekat
Kesulitan belajar Gerak dan raba Huruf pasir, garis bilangan lantai Pasir, selotip warna

Memanfaatkan media digital dengan bijak

Media digital seperti video berteks, aplikasi pembaca layar, atau simulasi interaktif dapat melengkapi media konkret. Namun bagi banyak murid berkebutuhan khusus, pengalaman menyentuh dan memegang tetap utama. Gunakan media digital sebagai penguat, bukan pengganti. Perhatikan juga durasi layar, kontras warna, dan ukuran huruf.

Tips membuat dan merawat media pembelajaran ABK

  • Libatkan orang tua dan komite dalam mengumpulkan bahan bekas.
  • Beri label nama dan tujuan pada setiap media agar guru lain bisa memakai.
  • Simpan dalam kotak berlabel per tema atau per hambatan.
  • Periksa kondisi media setiap bulan, ganti bagian yang rusak.
  • Dokumentasikan respons murid saat memakai media sebagai bahan evaluasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja jenis media pembelajaran ABK?

Secara umum ada media taktil, visual, audio, konkret atau benda nyata, dan digital. Pilihannya disesuaikan dengan hambatan dan tujuan pembelajaran murid.

Apakah media harus dibeli dari toko alat peraga?

Tidak. Banyak media efektif bisa dibuat dari bahan bekas dan murah, asalkan aman, sesuai tujuan, dan tahan dipakai berulang.

Bagaimana memilih media untuk kelas inklusi yang beragam?

Pilih media multisensori yang bisa dipakai semua murid, misalnya kartu bergambar dengan tulisan dan tekstur. Tambahkan media khusus untuk murid yang membutuhkan.

Apakah media digital cocok untuk ABK?

Bisa, sebagai pelengkap. Perhatikan aksesibilitasnya, seperti teks besar, kontras tinggi, dan dukungan audio atau teks, serta batasi durasi layar.

Siapa yang membantu guru merancang media?

Guru pendamping khusus, terapis, dan orang tua bisa memberi masukan tentang cara belajar murid. Kolaborasi ini membuat media lebih tepat sasaran.

ASIS: Catatan Perkembangan Murid Berkebutuhan Khusus yang Berkesinambungan

Media yang tepat baru terasa manfaatnya bila respons murid tercatat dan dibaca ulang. Sayangnya, catatan guru pendamping, terapis, dan wali kelas sering tersimpan di buku masing-masing. Saat murid naik kelas atau berganti guru, pengalaman berharga tentang media yang cocok ikut hilang.

ASIS menyediakan layanan inklusi dan profil murid yang utuh dengan catatan perkembangan, sehingga guru bisa mencatat media dan strategi yang berhasil untuk setiap murid. Peran pengguna diatur agar hanya guru yang berwenang melihat data sensitif. Sebagai pelengkap media konkret, Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif, dan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah yang bisa dibaca di berbagai perangkat.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB dan sekolah inklusi. Basmalah juga gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.