Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara membuat tugas online yang jelas dan mudah dinilai: instruksi, tenggat, rubrik, alur di ASIS dari pembuatan sampai penilaian, dan versi manualnya.
Membuat tugas online yang baik tidak berhenti pada menulis soal lalu mengirimnya. Tugas yang jelas punya tujuan, instruksi langkah demi langkah, tenggat yang masuk akal, bentuk jawaban yang ditentukan, dan kriteria penilaian yang diketahui murid sejak awal. Dengan begitu, jawaban yang masuk lebih seragam dan lebih cepat dinilai. Artikel ini membahas cara menyusun tugas, alur umum membuat dan menilai tugas di ASIS, contoh rubrik sederhana, kesalahan umum, serta cara manual untuk sekolah yang belum memakai aplikasi.
Banyak guru mengalami hal yang sama. Tugas dikirim lewat grup kelas, jawaban masuk sebagai foto ke nomor pribadi guru dengan nama file acak. Sebagian murid mengirim di grup, sebagian lewat pesan pribadi, sebagian lupa. Saat menilai, guru harus menggulir ratusan pesan dan mencocokkan foto dengan nama murid.
Akibatnya, penilaian tertunda berhari-hari, nilai dicatat ulang di buku, lalu diketik lagi ke lembar rekap. Murid pun jarang mendapat umpan balik karena guru kehabisan waktu.
Tugas yang terstruktur menghemat waktu di dua sisi. Murid tidak bingung harus mengerjakan apa, dan guru tidak perlu menjawab pertanyaan yang sama berulang kali. Kriteria yang jelas juga membuat penilaian lebih adil dan mudah dijelaskan kepada murid maupun orang tua.
| Komponen | Contoh | Fungsi |
|---|---|---|
| Judul | "IPS – Peta Persebaran Sumber Daya Alam" | Mudah dicari |
| Tujuan | Murid dapat menjelaskan persebaran SDA di provinsinya | Arah tugas |
| Instruksi | 1) Baca materi halaman 40–45; 2) Buat peta sederhana; 3) Tulis 3 kalimat penjelasan | Langkah jelas |
| Bentuk jawaban | Foto peta + teks singkat | Seragam saat dinilai |
| Tenggat | Jumat, pukul 20.00 | Disiplin waktu |
| Kriteria | Ketepatan isi, kelengkapan, kerapian | Penilaian adil |
Secara ringkas, membuat tugas online di ASIS dikerjakan dari menu Tugas untuk kelas dan mapel tertentu, lalu jawaban murid masuk ke daftar guru untuk dinilai di tempat yang sama. Tampilan dapat sedikit berbeda sesuai versi.
Siapkan lima hal: kelas tujuan, instruksi, rubrik, batas waktu, dan kebijakan tugas terlambat. Kebijakan terlambat sering terlupa, padahal murid perlu tahu sejak awal apakah kiriman lewat tenggat masih diterima. Bila tenggat berubah, sampaikan kepada murid lebih awal.
Jumlah kiriman sesuai dengan jumlah peserta kelas, setiap nilai bisa ditelusuri ke jawaban murid, dan murid tahu apa tindak lanjutnya.
Jawaban seorang murid tidak muncul? Periksa kelas, tenggat, status kirim, dan kemungkinan kendala koneksi murid. Jangan langsung memberi nilai kosong; bisa jadi jawabannya masih tersimpan sebagai draf dan belum dikirim.
Langkah lengkap: Cara Membuat Tugas dan Menilai Jawaban Murid
| Kriteria | 4 (Sangat baik) | 3 (Baik) | 2 (Cukup) | 1 (Perlu bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan isi | Semua SDA dan lokasinya tepat | Sebagian besar tepat | Separuh tepat | Banyak yang keliru |
| Kelengkapan | Peta dan penjelasan lengkap | Ada satu bagian kurang | Dua bagian kurang | Hanya sebagian kecil |
| Kerapian | Rapi dan mudah dibaca | Cukup rapi | Agak sulit dibaca | Sulit dibaca |
Bagikan rubrik bersama instruksi tugas. Murid yang tahu kriteria sejak awal biasanya menghasilkan jawaban yang lebih baik.
Tidak semua tugas cocok untuk semua jenjang. Di SD kelas rendah, tugas online sebaiknya melibatkan orang tua: misalnya foto hasil menggambar atau rekaman membaca singkat, dengan instruksi yang bisa dibacakan orang tua. Di SMP, murid mulai bisa mengerjakan tugas mandiri berupa ringkasan, peta konsep, atau soal uraian pendek. Di SMA dan SMK, tugas dapat berbentuk projek bertahap, laporan praktik, atau analisis kasus dengan tenggat per tahap.
Apa pun jenjangnya, prinsipnya sama: satu tugas, satu tujuan, instruksi yang bisa dipahami tanpa harus bertanya ulang.
Instruksi terlalu singkat. "Kerjakan halaman 40" tidak cukup. Sebutkan nomor soal, bentuk jawaban, dan cara mengirim.
Tenggat tidak jelas. "Minggu depan" bisa ditafsirkan berbeda. Tulis hari dan jam.
Tidak memeriksa murid yang belum mengumpulkan. Murid yang tidak mengumpulkan sering justru yang paling butuh perhatian.
Nilai dicatat di dua tempat. Jika nilai sudah tersimpan di aplikasi, hindari mencatat ulang di buku agar tidak terjadi selisih.
Membuat tugas online tetap bisa ditata dengan alat sederhana:
Cara ini cukup rapi, tetapi nilai tetap harus disalin ke daftar nilai dan rapor secara manual.
Murid membuka tugas dari portal murid, mengerjakan, lalu mengirim jawabannya sebelum tenggat. Pembahasan dari sisi murid ada di artikel "Cara Mengumpulkan Tugas Online melalui Portal Murid".
Bisa. Daftar pengumpulan memperlihatkan murid yang sudah dan belum mengirim jawaban.
Nilai tugas tersimpan di ASIS dan dapat menjadi bahan pengolahan nilai sesuai pengaturan sekolah. Guru tetap meninjau sebelum nilai akhir ditetapkan.
Tergantung beban tugas. Untuk tugas singkat, dua sampai tiga hari biasanya cukup; untuk projek, beri waktu lebih panjang dengan tahapan.
Bisa, selama guru mengajar kelas-kelas tersebut. Pastikan tenggat disesuaikan dengan jadwal masing-masing kelas.
Penilaian tugas sering tertunda bukan karena guru malas, tetapi karena jawaban tercecer di banyak saluran dan nilai harus disalin berkali-kali. Waktu yang seharusnya dipakai memberi umpan balik habis untuk mencocokkan foto dan nama.
ASIS menyatukan prosesnya: guru membuat tugas online per kelas, murid mengirim jawaban dari portal murid, guru menilai dan memberi umpan balik di tempat yang sama, lalu nilai siap dipakai untuk e-Rapor Kurikulum Merdeka. Prinsipnya tetap "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali."
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.