Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara mengajarkan menulis cerpen kepada murid SMP dalam lima pertemuan: ide, tokoh, konflik, draf, dan revisi, lengkap dengan rubrik.
Mengajarkan menulis cerpen kepada murid SMP paling efektif bila dilakukan bertahap: membaca dan membedah cerpen contoh, menemukan ide dari pengalaman sendiri, membangun tokoh dan konflik, menulis draf, lalu merevisi bersama teman. Kesalahan yang paling sering adalah langsung meminta murid "membuat cerpen bertema bebas" dalam satu pertemuan. Hasilnya cerita datar, akhir yang tiba-tiba, atau murid yang menatap kertas kosong. Panduan ini memberi rancangan lima pertemuan, lembar kerja, contoh, dan rubrik penilaian.
Kesulitan murid biasanya bukan karena tidak kreatif, tetapi karena tidak tahu harus mulai dari mana. Beberapa hambatan yang sering muncul:
Rancangan di bawah menjawab hambatan itu satu per satu.
| Pertemuan | Fokus | Produk murid |
|---|---|---|
| 1 | Membaca dan membedah cerpen | Peta unsur cerpen |
| 2 | Menemukan ide, tokoh, dan latar | Kartu tokoh dan sketsa latar |
| 3 | Membangun konflik dan alur | Kerangka cerita lima bagian |
| 4 | Menulis draf | Draf pertama 500–800 kata |
| 5 | Revisi dan publikasi | Cerpen final dan refleksi |
Durasi tiap pertemuan bisa disesuaikan dengan alokasi jam pelajaran di sekolah.
Pilih satu cerpen pendek yang dekat dengan dunia remaja. Bacakan dengan ekspresi atau minta murid membaca berpasangan. Lalu bedah bersama:
Hindari langsung menghafal istilah unsur intrinsik. Biarkan murid menemukannya lewat pertanyaan, baru beri nama istilahnya di akhir.
Minta murid menuliskan daftar cepat dalam lima menit:
Ide terbaik sering muncul dari hal sederhana, misalnya sepeda tua milik kakek, lomba tujuh belasan, atau ponsel yang hilang di angkot.
Bagikan lembar kerja kartu tokoh:
| Pertanyaan | Jawaban murid |
|---|---|
| Nama dan usia tokoh | |
| Apa yang paling ia inginkan? | |
| Apa yang paling ia takutkan? | |
| Satu kebiasaan unik | |
| Bagaimana cara ia berbicara? |
Tekankan prinsip "tunjukkan, jangan katakan". Bandingkan "Rina adalah anak yang pemalu" dengan "Rina menunduk, jarinya memilin ujung kerudung setiap kali guru memanggil namanya."
Konflik adalah mesin cerita. Ajarkan rumus sederhana: tokoh menginginkan sesuatu, ada yang menghalangi, tokoh berusaha, lalu ada perubahan.
Gunakan kerangka lima bagian:
Contoh kerangka singkat:
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Pengenalan | Dimas ingin ikut lomba lari antarkelas, tetapi sepatunya robek. |
| Masalah | Ayahnya baru kehilangan pekerjaan, Dimas tidak berani meminta sepatu baru. |
| Puncak | Pagi lomba, Dimas memutuskan berlari tanpa alas kaki. |
| Penurunan | Ia kalah, tetapi teman-teman bersorak untuknya. |
| Penyelesaian | Dimas sadar keberanian lebih berarti daripada piala. |
Beri waktu menulis tanpa interupsi. Sampaikan aturan draf pertama: tulis terus, jangan berhenti untuk memperbaiki ejaan. Perbaikan dilakukan nanti.
Beberapa teknik pembuka yang bisa ditawarkan:
Guru berkeliling dan memberi dorongan singkat, bukan koreksi ejaan.
Murid bertukar draf dengan teman dan mengisi lembar umpan balik sederhana:
Setelah revisi isi, baru murid memeriksa ejaan, tanda baca, dan penulisan dialog.
Karya yang dipublikasikan membuat murid merasa tulisannya berarti. Pilihannya: majalah dinding, antologi kelas sederhana, pembacaan cerpen di depan kelas, atau unggahan di situs sekolah. Lihat ide majalah dinding sekolah.
| Kriteria | Perlu bimbingan | Cukup | Baik | Sangat baik |
|---|---|---|---|---|
| Tokoh | Hanya disebut nama | Sifat disebutkan langsung | Sifat tampak dari tindakan | Tokoh hidup dan berkembang |
| Konflik | Tidak ada konflik | Konflik ada tapi lemah | Konflik jelas dan wajar | Konflik kuat dan menegangkan |
| Alur | Melompat-lompat | Runtut tapi datar | Runtut dan ada puncak | Alur menarik dan padu |
| Bahasa | Banyak kesalahan | Cukup jelas | Jelas dan bervariasi | Hidup dan khas |
| Penyelesaian | Tiba-tiba | Ada tapi dipaksakan | Wajar | Bermakna dan berkesan |
Bagikan rubrik sejak pertemuan pertama agar murid tahu apa yang diharapkan. Contoh rubrik lain ada di artikel contoh rubrik penilaian.
Saat mengajarkan menulis cerpen, kemampuan murid dalam satu kelas bisa sangat berbeda. Sesuaikan dukungannya.
Pendekatan ini sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi.
Sekitar empat sampai lima pertemuan agar murid melalui tahap membaca, merancang, menulis draf, dan merevisi. Sesuaikan dengan alokasi waktu dan capaian pembelajaran.
Sekitar 500–1.000 kata sudah memadai untuk latihan. Yang lebih penting adalah unsur cerita lengkap dan konflik yang jelas.
Gunakan proses bertahap dengan kartu tokoh, kerangka, dan draf di kelas. Proses yang terdokumentasi membuat penyalinan mudah terlihat dan mengurangi godaan.
Tetapkan aturan yang jelas. AI bisa dipakai untuk mencari ide atau memeriksa ejaan, tetapi cerita harus ditulis murid sendiri. Lihat etika penggunaan AI untuk murid.
Sebut kekuatan karya lebih dulu, beri satu atau dua saran spesifik, dan hindari mencoret seluruh halaman dengan tinta merah.
Guru Bahasa Indonesia sering menghabiskan waktu menyiapkan lembar kerja, mencari bacaan contoh, dan merekap nilai dari tumpukan kertas. Karya terbaik murid pun jarang dipublikasikan karena tidak ada wadah yang mudah.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk membantu guru merancang pembelajaran, dan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah yang bisa menjadi sumber bacaan. Karya murid dapat dimuat sebagai berita di situs sekolah dengan subdomain gratis, dan nilai rubrik bisa diolah ke e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa mengetik ulang. Untuk guru yang ingin mengembangkan diri, Akademi ASIS menyediakan kursus daring.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.