Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara mengelola berita website sekolah agar rutin terisi: tim kecil, kalender konten, templat berita 5W1H, alur persetujuan, foto aman, dan contoh jadwal.
Mengelola berita website sekolah agar rutin terisi tidak membutuhkan tim besar. Yang dibutuhkan adalah tiga hal: pembagian peran yang jelas, kalender konten sederhana, dan templat berita yang membuat siapa pun bisa menulis dalam 20 menit. Website yang beritanya terakhir diperbarui dua tahun lalu memberi kesan sekolah tidak aktif, padahal kegiatannya mungkin padat. Panduan ini membahas cara menyusun sistem kecil yang bertahan sepanjang tahun, bukan semangat sesaat menjelang penerimaan murid baru.
Polanya hampir selalu sama. Website dibuat dengan antusias, diisi beberapa berita, lalu sepi. Penyebabnya bisa ditebak:
Cara mengelola berita website sekolah yang baik menjawab kelima masalah ini sekaligus.
Tim tidak perlu lebih dari empat orang. Yang penting setiap orang tahu tugasnya.
| Peran | Siapa | Tugas |
|---|---|---|
| Penanggung jawab | Wakil Kepala Sekolah bidang humas | Menyetujui terbit, menjaga isi sesuai kebijakan sekolah |
| Penyunting | Guru Bahasa Indonesia | Merapikan bahasa, judul, dan panjang tulisan |
| Pengunggah | Operator | Mengunggah, memasang foto, mengatur kategori |
| Kontributor | Wali kelas, pembina ekstrakurikuler, murid jurnalis | Mengirim bahan: foto, catatan singkat, nama kegiatan |
Murid jurnalis dari ekstrakurikuler literasi atau OSIS bisa menjadi tenaga yang sangat membantu, sekaligus melatih keterampilan menulis mereka.
Kalender konten mengubah pertanyaan "mau menulis apa?" menjadi daftar yang tinggal dikerjakan. Ambil kalender pendidikan sekolah, lalu tandai kegiatan yang layak diberitakan.
| Minggu | Berita | Kontributor | Target terbit |
|---|---|---|---|
| 1 | Upacara dan kegiatan awal bulan | Pembina OSIS | Kamis |
| 2 | Hasil lomba atau capaian murid | Pembina ekstrakurikuler | Kamis |
| 3 | Kegiatan pembelajaran unik di kelas | Wali kelas bergiliran | Kamis |
| 4 | Pengumuman atau agenda bulan depan | Penanggung jawab humas | Kamis |
Satu berita seminggu sudah cukup untuk membuat website terasa hidup. Lebih baik konsisten empat berita sebulan daripada sepuluh berita dalam satu minggu lalu berhenti.
Gunakan pola 5W1H dan batasi panjang 250–400 kata. Berikut kerangka yang bisa dibagikan ke kontributor.
Dengan templat ini, kontributor cukup mengirim jawaban singkat per poin, lalu penyunting merangkainya menjadi berita.
Ritme mingguan yang sederhana membuat berita tidak menumpuk.
Bila sampai Rabu draf belum disetujui, tetapkan aturan: berita tetap terbit setelah disunting, kecuali ada keberatan yang jelas. Aturan ini mencegah berita basi.
Berita sekolah hampir selalu menampilkan murid. Karena itu, sekolah perlu kebijakan foto yang tegas, sejalan dengan prinsip pelindungan data pribadi dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022.
Berita yang rutin terbit adalah modal SEO yang bagus. Beberapa kebiasaan kecil membantu:
Pembahasan lebih dalam ada di artikel SEO website sekolah. Bila sekolah belum punya website, mulai dari panduan website sekolah gratis.
Sistem mengelola berita website sekolah perlu ditinjau berkala agar tidak berjalan sekadar rutinitas. Cukup jawab empat pertanyaan dalam rapat singkat tim:
Hasilnya dipakai untuk memperbaiki kalender semester berikutnya. Beri apresiasi sederhana kepada kontributor aktif, misalnya penyebutan di rapat guru. Pengakuan kecil sering lebih ampuh daripada instruksi.
Hanya memberitakan seremoni. Berita tentang pembelajaran di kelas justru paling menarik bagi calon orang tua.
Satu orang menulis semua. Bila orang itu pindah tugas, website ikut mati. Bagi peran sejak awal.
Foto beresolusi sangat besar. Halaman menjadi lambat dibuka di ponsel. Kecilkan ukuran foto sebelum diunggah.
Tidak ada arsip bahan. Simpan bahan berita di satu folder resmi agar bisa dipakai lagi untuk buku tahunan atau laporan.
Satu berita per minggu sudah baik. Yang lebih penting adalah konsistensi dalam mengelola berita website sekolah sepanjang tahun, bukan banyaknya berita dalam satu waktu.
Penanggung jawab sebaiknya pimpinan bidang humas, sementara operator fokus mengunggah. Menulis bisa dibagi ke banyak kontributor.
Boleh dan dianjurkan, dengan pendampingan guru penyunting sebelum terbit.
Sebaiknya tidak. Minta persetujuan publikasi di awal tahun dan hormati keluarga yang menolak.
Angkat kegiatan kelas sehari-hari, profil guru, atau tips untuk orang tua. Berita kecil yang tulus sering lebih banyak dibaca.
Akar masalah website sekolah yang sepi adalah pekerjaan yang terpisah dari kegiatan harian. Bahan berita tersimpan di ponsel guru, pengumuman dikirim lewat kanal lain, dan website harus diisi ulang dari nol oleh satu orang yang sudah sibuk.
ASIS menyediakan situs sekolah dengan subdomain gratis yang dikelola dari akun yang sama dengan administrasi sekolah. Web builder berbasis blok membantu menyusun halaman yang tetap responsif di HP tanpa keahlian pemrograman. Pembagian peran memungkinkan kontributor, penyunting, dan operator bekerja sesuai tugasnya tanpa berbagi kata sandi. Pengumuman penting bisa sekaligus dikirim ke wali murid lewat notifikasi aplikasi dan kotak masuk. Bila sekolah ingin domain sendiri dan dukungan SEO, tersedia paket ASIS Plus Rp300 ribu per tahun per lembaga.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.