WAWASAN ASIS

Cara Mengolah Nilai Rapor Kurikulum Merdeka dari Sumatif

Cara mengolah nilai rapor kurikulum merdeka dari asesmen sumatif: rumus bobot, contoh hitung, menentukan TP tertinggi dan terendah, serta menulis deskripsi.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Mengolah nilai rapor kurikulum merdeka dilakukan dengan menggabungkan hasil asesmen sumatif, yaitu sumatif lingkup materi dan sumatif akhir semester, memakai bobot yang ditetapkan sekolah, lalu melengkapinya dengan deskripsi capaian berdasarkan tujuan pembelajaran yang paling dikuasai dan yang perlu ditingkatkan. Asesmen formatif dipakai untuk memperbaiki pembelajaran dan umumnya tidak dimasukkan ke dalam nilai rapor. Panduan ini memberi langkah, rumus, contoh perhitungan, dan cara menulis deskripsi yang tidak seragam untuk semua murid.

Bedakan dulu formatif dan sumatif

Jenis Tujuan Masuk nilai rapor?
Asesmen formatif Memantau proses dan memberi umpan balik Umumnya tidak, dipakai untuk perbaikan pembelajaran
Sumatif lingkup materi Mengukur capaian tujuan pembelajaran setelah satu lingkup materi Ya
Sumatif akhir semester Mengukur capaian di akhir semester Ya, sesuai kebijakan sekolah

Banyak guru masih memasukkan semua nilai harian ke rapor. Akibatnya, nilai rapor ikut menghukum kesalahan murid di awal belajar, padahal kesalahan itu bagian wajar dari proses.

Langkah 1: Petakan tujuan pembelajaran dan lingkup materi

Sebelum menghitung, pastikan setiap nilai sumatif terhubung dengan tujuan pembelajaran (TP) tertentu. Contoh untuk Bahasa Indonesia kelas VII semester ganjil:

Lingkup materi Tujuan pembelajaran
LM1 Teks deskripsi TP1 Mengidentifikasi ciri teks deskripsi; TP2 Menulis teks deskripsi
LM2 Teks narasi TP3 Menentukan unsur cerita; TP4 Menulis cerita pendek
LM3 Puisi TP5 Menafsirkan makna puisi; TP6 Membacakan puisi

Pemetaan ini penting karena deskripsi rapor ditulis berdasarkan TP, bukan berdasarkan nama ulangan.

Langkah 2: Tetapkan bobot di tingkat sekolah

Kebijakan bobot sebaiknya disepakati di rapat guru dan dituangkan dalam pedoman asesmen sekolah agar semua guru memakai cara yang sama. Beberapa pilihan yang umum dipakai sekolah:

  • rata-rata seluruh sumatif lingkup materi saja,
  • gabungan rata-rata sumatif lingkup materi dan sumatif akhir semester dengan bobot tertentu, misalnya 60:40 atau 50:50,
  • rata-rata sederhana semua nilai sumatif, termasuk sumatif akhir semester sebagai satu nilai.

Tidak ada satu rumus yang wajib untuk semua sekolah. Yang wajib adalah konsistensi dan kejelasan.

Langkah 3: Hitung nilai akhir

Contoh dengan bobot 60 persen sumatif lingkup materi dan 40 persen sumatif akhir semester.

Murid LM1 LM2 LM3 Rata-rata LM SAS Nilai rapor
Aulia 88 82 90 86,7 84 85,6 dibulatkan 86
Bagas 70 76 68 71,3 74 72,4 dibulatkan 72
Citra 92 78 85 85,0 80 83,0

Perhitungan Aulia: rata-rata LM = (88 + 82 + 90) / 3 = 86,7. Nilai rapor = (86,7 x 0,6) + (84 x 0,4) = 52,0 + 33,6 = 85,6, dibulatkan 86.

Jika satu lingkup materi memiliki lebih dari satu TP yang dinilai terpisah, hitung dulu nilai per TP, lalu rata-ratakan per lingkup materi.

Langkah 4: Tentukan TP tertinggi dan terendah

Untuk deskripsi, lihat nilai per TP setiap murid:

TP Aulia Bagas
TP1 Ciri teks deskripsi 90 78
TP2 Menulis teks deskripsi 86 62
TP3 Unsur cerita 85 80
TP4 Menulis cerpen 79 72
TP5 Makna puisi 92 66
TP6 Membacakan puisi 88 70

Aulia paling menguasai TP5 dan perlu penguatan pada TP4. Bagas paling menguasai TP3 dan perlu bantuan pada TP2.

Langkah 5: Tulis deskripsi capaian

Deskripsi yang baik spesifik, positif, dan memberi arah. Pola sederhana:

  • "Menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam [TP tertinggi]."
  • "Perlu bantuan/penguatan dalam [TP terendah]."

Contoh deskripsi Aulia: Menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam menafsirkan makna puisi dan mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari. Perlu penguatan dalam mengembangkan alur cerita pendek agar konflik dan penyelesaian lebih jelas.

Contoh deskripsi Bagas: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menentukan unsur cerita seperti tokoh, latar, dan alur. Perlu bantuan dalam menulis teks deskripsi yang rinci dengan pilihan kata yang tepat.

Hindari deskripsi yang sama persis untuk seluruh kelas. Orang tua akan menangkapnya sebagai salinan tanpa makna.

Peran guru mapel dan wali kelas

Di SMP dan SMA, mengolah nilai rapor kurikulum merdeka melibatkan banyak orang, sehingga pembagian tugas perlu jelas. Guru mata pelajaran bertanggung jawab atas nilai sumatif, nilai akhir, dan deskripsi capaian mapel yang diampu. Wali kelas memeriksa kelengkapan nilai seluruh mapel, mengisi kehadiran, catatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta catatan wali kelas. Wakil Kepala bidang kurikulum memastikan bobot dan format sesuai pedoman sekolah. Tetapkan tenggat bertahap, misalnya nilai guru mapel masuk dua pekan sebelum pembagian rapor, agar wali kelas punya waktu memeriksa.

Menangani kasus khusus

Murid tidak mengikuti sumatif. Berikan sumatif susulan sesuai kebijakan sekolah. Jangan mengisi nilai kosong dengan angka perkiraan.

Nilai di bawah kriteria ketercapaian. Berikan pembelajaran remedial dan sumatif ulang pada TP yang belum tercapai, lalu gunakan nilai sesuai kebijakan sekolah.

Murid pindahan di tengah semester. Gunakan nilai dari sekolah asal untuk lingkup materi yang sudah ditempuh, dan nilai sekolah baru untuk sisanya.

Kesalahan umum

  • Mencampur nilai formatif dan sumatif tanpa kebijakan yang jelas.
  • Bobot berbeda antarguru dalam satu sekolah.
  • Deskripsi tidak sesuai nilai, misalnya TP yang nilainya rendah disebut "sangat baik".
  • Menghitung manual di banyak lembar kerja sehingga rumus tertimpa atau baris bergeser.

Daftar cek sebelum nilai dikunci

  • Semua sumatif terhubung dengan TP
  • Bobot sesuai pedoman asesmen sekolah
  • Nilai kosong sudah diselesaikan lewat susulan
  • Deskripsi sesuai TP tertinggi dan terendah setiap murid
  • Wali kelas sudah memeriksa kelengkapan

Dengan langkah ini, mengolah nilai rapor kurikulum merdeka tidak lagi menjadi pekerjaan semalam suntuk menjelang pembagian rapor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah nilai formatif boleh masuk rapor?

Umumnya asesmen formatif dipakai untuk umpan balik dan perbaikan pembelajaran, bukan nilai rapor. Ikuti pedoman asesmen yang disepakati sekolah.

Berapa bobot sumatif akhir semester yang ideal?

Tidak ada bobot baku untuk semua sekolah. Sekolah menetapkan bobot dalam pedoman asesmen dan menerapkannya secara konsisten.

Bagaimana jika sekolah tidak melaksanakan sumatif akhir semester?

Nilai rapor bisa diolah dari sumatif lingkup materi saja, sesuai kebijakan sekolah.

Berapa panjang deskripsi rapor yang ideal?

Cukup dua kalimat yang spesifik: satu tentang TP yang paling dikuasai dan satu tentang TP yang perlu ditingkatkan.

Apakah cara mengolah nilai rapor kurikulum merdeka sama untuk SD dan SMA?

Prinsipnya sama, yaitu berbasis sumatif dan TP. Perbedaannya pada jumlah mata pelajaran, pembagian peran guru, dan kebijakan bobot tiap sekolah.

ASIS: Nilai Sumatif Langsung Menjadi Rapor

Akar masalah rapor yang molor biasanya sama: nilai tersebar di lembar kerja pribadi guru, bobot dihitung manual, dan deskripsi diketik satu per satu untuk puluhan murid. Satu rumus yang tertimpa bisa membuat seluruh kolom salah.

ASIS menyediakan e-Rapor Kurikulum Merdeka yang menampung nilai per TP dari guru mata pelajaran, menerapkan pengolahan sesuai pengaturan sekolah, dan membantu menyusun deskripsi capaian dari nilai yang sudah masuk. Wali kelas tinggal memeriksa dan melengkapi catatan, lalu rapor siap dicetak. Soal sumatif bisa disiapkan lewat bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan lembar jawaban ber-QR membantu merekap hasilnya.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.