WAWASAN ASIS

Merancang Program Kokurikuler Satu Tahun di Sekolah

Panduan kepala sekolah merancang program kokurikuler satu tahun: memilih tema, membagi semester, menyusun tim, kalender, anggaran, dan evaluasi berbasis bukti.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Merancang program kokurikuler satu tahun di sekolah dimulai dari pertanyaan sederhana: kemampuan apa yang paling dibutuhkan murid kami, dan kegiatan apa yang paling mungkin dijalankan dengan sumber daya yang ada? Dari situ kepala sekolah bersama tim memilih dua atau tiga tema, membaginya ke dalam semester, menetapkan tim dan kalender, menyiapkan anggaran, lalu merencanakan evaluasi. Rancangan setahun mencegah kokurikuler menjadi kegiatan dadakan yang menumpuk menjelang akhir semester.

Artikel ini fokus pada perencanaan tingkat sekolah. Untuk contoh kegiatan per jenjang, blog ini sudah membahas "Kokurikuler SD: Contoh Kegiatan dan Format Perencanaan", "Kokurikuler SMP: Contoh Kegiatan Fase D dan Pengaturannya", dan "Kokurikuler SMA: Contoh Kegiatan Fase E–F dan Formatnya". Pilihan bentuk kegiatan dibahas di "Bentuk Kegiatan Kokurikuler yang Bisa Dipilih Sekolah".

Dasar yang perlu dipahami

Permendikdasmen 13/2025, yang berlaku sejak 15 Juli 2025, mengganti P5 dengan kegiatan kokurikuler. Bentuknya bisa berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang dipilih sekolah. Tujuannya memperkuat delapan dimensi profil lulusan.

Artinya, sekolah punya keleluasaan. Keleluasaan ini menguntungkan bila direncanakan, dan merepotkan bila tidak. Rujuk panduan resmi terbaru untuk ketentuan alokasi waktu dan pelaporan.

Langkah 1: Baca data sekolah

Sebelum memilih tema, kumpulkan informasi berikut:

  • Rapor Pendidikan: dimensi mana yang lemah, misalnya iklim keamanan, literasi, atau karakter.
  • Catatan BK dan kesiswaan: masalah yang sering muncul, misalnya perundungan, kebiasaan tidur larut, atau kurangnya aktivitas fisik.
  • Lingkungan sekitar: potensi lokal seperti pertanian, pasar, sungai, UMKM, atau situs budaya.
  • Evaluasi tahun lalu: kegiatan apa yang berhasil dan mana yang hanya menghasilkan dokumentasi.

Contoh di sebuah SMP negeri di Kabupaten Klaten: data menunjukkan banyak murid kurang tidur karena bermain gawai hingga larut, dan sekolah dikelilingi sawah serta sentra kerajinan lurik. Dari dua temuan ini lahir dua tema: kebiasaan hidup sehat dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Langkah 2: Pilih dua sampai tiga tema

Tema Bentuk kokurikuler Dimensi profil lulusan yang diperkuat Mapel yang terlibat
Hidup sehat dan teratur Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Kesehatan, kemandirian PJOK, IPA, BK
Kewirausahaan lurik Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin Kreativitas, kolaborasi IPS, Seni Budaya, Matematika, Bahasa Indonesia
Sungai bersih desa kami Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin Kewargaan, penalaran kritis IPA, IPS, PPKn

Tiga tema sudah cukup untuk satu tahun. Prinsip ini paling penting saat merancang program kokurikuler pertama kali. Lebih banyak dari itu biasanya membuat setiap tema dangkal.

Langkah 3: Bagi ke dalam semester

Tema berbasis kebiasaan cocok berjalan sepanjang tahun dengan pemantauan rutin. Tema berbasis proyek lebih cocok punya durasi jelas, misalnya enam sampai delapan minggu.

Periode Kegiatan utama Catatan
Juli–Agustus Peluncuran gerakan kebiasaan sehat, pengisian jurnal kebiasaan oleh murid Libatkan orang tua sejak awal
September–Oktober Proyek kewirausahaan lurik kelas 8 Kunjungan perajin, riset pasar
November Gelar karya dan bazar produk Bersamaan dengan pertemuan orang tua
Desember Evaluasi semester 1 Rapat tim dan refleksi murid
Januari–Februari Proyek sungai bersih kelas 7 Bekerja sama dengan pemerintah desa
Maret Presentasi hasil kepada warga desa Di balai desa atau sekolah
April–Mei Penguatan kebiasaan sehat, kampanye oleh murid Murid kelas 8 menjadi pendamping kelas 7
Juni Evaluasi tahunan dan rancangan tahun depan Bahan revisi KSP

Hindari menumpuk kegiatan di bulan ujian atau bulan yang padat libur. Cocokkan dengan kalender pendidikan daerah.

Langkah 4: Bentuk tim dan bagi peran

Peran Pelaksana Tugas
Penanggung jawab Kepala sekolah Mengesahkan rancangan, membuka jejaring mitra
Koordinator Wakasek kurikulum atau guru yang ditunjuk Mengatur jadwal, memantau pelaksanaan
Fasilitator per tema Guru mapel terkait Mendampingi kelompok murid
Pemantau kebiasaan Wali kelas Memeriksa jurnal kebiasaan murid
Mitra Orang tua, perajin, pemerintah desa, puskesmas Narasumber dan tempat belajar
Dokumentasi Satu guru Mengumpulkan bukti dan publikasi

Tugas koordinator dan fasilitator dibahas lebih rinci di "Tugas Koordinator Fasilitator Projek dalam Kokurikuler".

Langkah 5: Anggaran

Sebagian besar kegiatan kokurikuler bisa berbiaya rendah. Pos yang umum: bahan proyek, transportasi kunjungan, konsumsi narasumber, dan cetak media gelar karya. Masukkan ke RKAS sejak awal tahun dan rujuk Juknis BOSP 2026 untuk komponen yang diperbolehkan. Hindari membebankan biaya besar kepada orang tua.

Langkah 6: Rencanakan evaluasi sejak awal

Saat merancang program kokurikuler, tetapkan cara mengetahui berhasil atau tidaknya sebelum kegiatan dimulai.

  • Bukti proses: jurnal kebiasaan murid, catatan fasilitator, foto dengan keterangan.
  • Bukti hasil: produk, presentasi, atau laporan murid yang dinilai dengan rubrik.
  • Perubahan perilaku: misalnya jumlah murid yang tidur sebelum pukul 21.00 menurut jurnal di awal dan akhir semester.
  • Pendapat pihak terkait: survei singkat murid, orang tua, dan mitra.

Penilaian kokurikuler dibahas di "Penilaian Kokurikuler: Menyiapkan dan Menilai Projek".

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Memilih tema karena sedang ramai, bukan karena kebutuhan murid.
  2. Semua tema dijalankan bersamaan, sehingga guru dan murid kelelahan.
  3. Tidak ada mitra, padahal kegiatan berbasis lingkungan butuh narasumber nyata.
  4. Evaluasi hanya berupa laporan foto.
  5. Rancangan tidak masuk KSP, sehingga tidak berkesinambungan dari tahun ke tahun.

Daftar cek rancangan tahunan

  • Tema dipilih berdasarkan data sekolah dan lingkungan.
  • Maksimal tiga tema per tahun.
  • Setiap tema terhubung dengan dimensi profil lulusan dan mapel.
  • Kalender sudah dicocokkan dengan kalender pendidikan.
  • Tim dan mitra ditetapkan dengan SK.
  • Anggaran masuk RKAS.
  • Instrumen evaluasi disiapkan sebelum kegiatan.
  • Rancangan dimasukkan ke KSP.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan sebaiknya mulai merancang program kokurikuler?

Idealnya pada akhir tahun ajaran sebelumnya, bersamaan dengan evaluasi KSP dan penyusunan RKAS, sehingga kegiatan dan anggaran siap sejak Juli.

Apakah setiap jenjang kelas harus punya tema berbeda?

Tidak harus. Satu tema kebiasaan bisa berlaku untuk semua kelas, sedangkan tema proyek bisa dibagi per jenjang sesuai tingkat kesulitan.

Bolehkah sekolah hanya memakai Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat?

Aturan memberi pilihan bentuk kokurikuler. Sekolah boleh memilih sesuai kebutuhan, tetapi variasi bentuk membantu memperkuat dimensi profil lulusan yang lebih beragam.

Bagaimana melibatkan orang tua?

Libatkan dalam peluncuran, pemantauan kebiasaan di rumah, dan sebagai narasumber. Orang tua dengan profesi tertentu sering menjadi mitra yang sangat berharga.

Apakah hasil kokurikuler masuk rapor?

Ikuti ketentuan pelaporan terbaru dari kementerian. Yang pasti, catatan perkembangan murid dari kegiatan kokurikuler berguna sebagai bahan deskripsi bagi wali kelas.

ASIS: Rancangan Setahun yang Jejaknya Tercatat

Kokurikuler sering kehilangan arah karena rancangan hanya tersimpan di dokumen rapat, kegiatan dicatat di grup obrolan, dan bukti baru dikumpulkan saat laporan diminta.

ASIS membantu sekolah menata kokurikuler dari perencanaan sampai bukti. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka menyimpan rancangan kegiatan, profil murid dan catatan perkembangan merekam kemajuan setiap murid, portofolio menyimpan karya, dan Dashboard Goal memantau target sekolah per peran. Undangan gelar karya dan informasi kegiatan bisa dikirim lewat pengumuman, pesan massal WhatsApp, atau notifikasi aplikasi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.