Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan kepala sekolah merancang program kokurikuler satu tahun: memilih tema, membagi semester, menyusun tim, kalender, anggaran, dan evaluasi berbasis bukti.
Merancang program kokurikuler satu tahun di sekolah dimulai dari pertanyaan sederhana: kemampuan apa yang paling dibutuhkan murid kami, dan kegiatan apa yang paling mungkin dijalankan dengan sumber daya yang ada? Dari situ kepala sekolah bersama tim memilih dua atau tiga tema, membaginya ke dalam semester, menetapkan tim dan kalender, menyiapkan anggaran, lalu merencanakan evaluasi. Rancangan setahun mencegah kokurikuler menjadi kegiatan dadakan yang menumpuk menjelang akhir semester.
Artikel ini fokus pada perencanaan tingkat sekolah. Untuk contoh kegiatan per jenjang, blog ini sudah membahas "Kokurikuler SD: Contoh Kegiatan dan Format Perencanaan", "Kokurikuler SMP: Contoh Kegiatan Fase D dan Pengaturannya", dan "Kokurikuler SMA: Contoh Kegiatan Fase E–F dan Formatnya". Pilihan bentuk kegiatan dibahas di "Bentuk Kegiatan Kokurikuler yang Bisa Dipilih Sekolah".
Permendikdasmen 13/2025, yang berlaku sejak 15 Juli 2025, mengganti P5 dengan kegiatan kokurikuler. Bentuknya bisa berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang dipilih sekolah. Tujuannya memperkuat delapan dimensi profil lulusan.
Artinya, sekolah punya keleluasaan. Keleluasaan ini menguntungkan bila direncanakan, dan merepotkan bila tidak. Rujuk panduan resmi terbaru untuk ketentuan alokasi waktu dan pelaporan.
Sebelum memilih tema, kumpulkan informasi berikut:
Contoh di sebuah SMP negeri di Kabupaten Klaten: data menunjukkan banyak murid kurang tidur karena bermain gawai hingga larut, dan sekolah dikelilingi sawah serta sentra kerajinan lurik. Dari dua temuan ini lahir dua tema: kebiasaan hidup sehat dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
| Tema | Bentuk kokurikuler | Dimensi profil lulusan yang diperkuat | Mapel yang terlibat |
|---|---|---|---|
| Hidup sehat dan teratur | Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat | Kesehatan, kemandirian | PJOK, IPA, BK |
| Kewirausahaan lurik | Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin | Kreativitas, kolaborasi | IPS, Seni Budaya, Matematika, Bahasa Indonesia |
| Sungai bersih desa kami | Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin | Kewargaan, penalaran kritis | IPA, IPS, PPKn |
Tiga tema sudah cukup untuk satu tahun. Prinsip ini paling penting saat merancang program kokurikuler pertama kali. Lebih banyak dari itu biasanya membuat setiap tema dangkal.
Tema berbasis kebiasaan cocok berjalan sepanjang tahun dengan pemantauan rutin. Tema berbasis proyek lebih cocok punya durasi jelas, misalnya enam sampai delapan minggu.
| Periode | Kegiatan utama | Catatan |
|---|---|---|
| Juli–Agustus | Peluncuran gerakan kebiasaan sehat, pengisian jurnal kebiasaan oleh murid | Libatkan orang tua sejak awal |
| September–Oktober | Proyek kewirausahaan lurik kelas 8 | Kunjungan perajin, riset pasar |
| November | Gelar karya dan bazar produk | Bersamaan dengan pertemuan orang tua |
| Desember | Evaluasi semester 1 | Rapat tim dan refleksi murid |
| Januari–Februari | Proyek sungai bersih kelas 7 | Bekerja sama dengan pemerintah desa |
| Maret | Presentasi hasil kepada warga desa | Di balai desa atau sekolah |
| April–Mei | Penguatan kebiasaan sehat, kampanye oleh murid | Murid kelas 8 menjadi pendamping kelas 7 |
| Juni | Evaluasi tahunan dan rancangan tahun depan | Bahan revisi KSP |
Hindari menumpuk kegiatan di bulan ujian atau bulan yang padat libur. Cocokkan dengan kalender pendidikan daerah.
| Peran | Pelaksana | Tugas |
|---|---|---|
| Penanggung jawab | Kepala sekolah | Mengesahkan rancangan, membuka jejaring mitra |
| Koordinator | Wakasek kurikulum atau guru yang ditunjuk | Mengatur jadwal, memantau pelaksanaan |
| Fasilitator per tema | Guru mapel terkait | Mendampingi kelompok murid |
| Pemantau kebiasaan | Wali kelas | Memeriksa jurnal kebiasaan murid |
| Mitra | Orang tua, perajin, pemerintah desa, puskesmas | Narasumber dan tempat belajar |
| Dokumentasi | Satu guru | Mengumpulkan bukti dan publikasi |
Tugas koordinator dan fasilitator dibahas lebih rinci di "Tugas Koordinator Fasilitator Projek dalam Kokurikuler".
Sebagian besar kegiatan kokurikuler bisa berbiaya rendah. Pos yang umum: bahan proyek, transportasi kunjungan, konsumsi narasumber, dan cetak media gelar karya. Masukkan ke RKAS sejak awal tahun dan rujuk Juknis BOSP 2026 untuk komponen yang diperbolehkan. Hindari membebankan biaya besar kepada orang tua.
Saat merancang program kokurikuler, tetapkan cara mengetahui berhasil atau tidaknya sebelum kegiatan dimulai.
Penilaian kokurikuler dibahas di "Penilaian Kokurikuler: Menyiapkan dan Menilai Projek".
Idealnya pada akhir tahun ajaran sebelumnya, bersamaan dengan evaluasi KSP dan penyusunan RKAS, sehingga kegiatan dan anggaran siap sejak Juli.
Tidak harus. Satu tema kebiasaan bisa berlaku untuk semua kelas, sedangkan tema proyek bisa dibagi per jenjang sesuai tingkat kesulitan.
Aturan memberi pilihan bentuk kokurikuler. Sekolah boleh memilih sesuai kebutuhan, tetapi variasi bentuk membantu memperkuat dimensi profil lulusan yang lebih beragam.
Libatkan dalam peluncuran, pemantauan kebiasaan di rumah, dan sebagai narasumber. Orang tua dengan profesi tertentu sering menjadi mitra yang sangat berharga.
Ikuti ketentuan pelaporan terbaru dari kementerian. Yang pasti, catatan perkembangan murid dari kegiatan kokurikuler berguna sebagai bahan deskripsi bagi wali kelas.
Kokurikuler sering kehilangan arah karena rancangan hanya tersimpan di dokumen rapat, kegiatan dicatat di grup obrolan, dan bukti baru dikumpulkan saat laporan diminta.
ASIS membantu sekolah menata kokurikuler dari perencanaan sampai bukti. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka menyimpan rancangan kegiatan, profil murid dan catatan perkembangan merekam kemajuan setiap murid, portofolio menyimpan karya, dan Dashboard Goal memantau target sekolah per peran. Undangan gelar karya dan informasi kegiatan bisa dikirim lewat pengumuman, pesan massal WhatsApp, atau notifikasi aplikasi.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.