WAWASAN ASIS

Migrasi SIAKAD: Pindah Sistem Tanpa Kehilangan Data

Panduan migrasi SIAKAD langkah demi langkah: inventaris data, pembersihan, pemetaan, uji rekonsiliasi dengan PDDikti, masa paralel, dan rencana cadangan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui ASIS Kampus

Migrasi SIAKAD yang aman mengikuti satu prinsip: jangan memindahkan data yang belum dipahami dan belum dibersihkan. Urutan kerjanya: inventaris data lama, bersihkan, petakan ke struktur sistem baru, uji pindah dengan data contoh, cocokkan angka (rekonsiliasi) dengan sistem lama dan PDDikti, jalankan kedua sistem secara paralel untuk sementara waktu, baru kemudian hentikan sistem lama. Setiap fase punya titik periksa, dan setiap titik periksa punya penanggung jawab.

Data akademik adalah aset kampus yang tidak tergantikan. Riwayat nilai, status mahasiswa, dan data kelulusan dipakai bertahun-tahun, termasuk untuk validasi ijazah dan akreditasi. Karena itu, migrasi perlu diperlakukan sebagai proyek, bukan sekadar pekerjaan teknis tim TI.

Kapan kampus perlu pindah sistem

Tanda-tanda umum:

  • Sistem lama tidak lagi diperbarui atau pengembangnya sudah tidak tersedia.
  • Pelaporan ke PDDikti melalui Neo Feeder selalu membutuhkan banyak pekerjaan manual.
  • Biaya terus naik, misalnya karena dihitung per mahasiswa.
  • Data tersebar di beberapa aplikasi dan lembar kerja yang tidak saling terhubung.
  • Keamanan dan pencadangan data tidak jelas.

Fase 1: Bentuk tim dan tetapkan jadwal

Peran Tanggung jawab
Pimpinan bidang akademik Penanggung jawab proyek, pengambil keputusan
Koordinator migrasi Menjaga jadwal dan titik periksa
Tim TI Ekstraksi, transformasi, dan impor data
Staf akademik dan operator pelaporan Memvalidasi kebenaran data
Perwakilan prodi Memeriksa kurikulum dan data mahasiswa prodinya
Bagian keuangan Memvalidasi data tagihan dan pembayaran
Penyedia sistem baru Pemetaan struktur, alat impor, dukungan teknis

Pilih waktu yang tepat. Hindari memulai penggunaan sistem baru di tengah masa pengisian rencana studi, input nilai, atau tenggat pelaporan. Banyak kampus memilih masa jeda antarsemester.

Fase 2: Inventaris data

Daftar semua data yang akan dipindahkan, di mana letaknya, dan siapa pemiliknya.

Kelompok data Contoh isi Prioritas
Master Prodi, kurikulum, mata kuliah, dosen, ruang Tinggi
Mahasiswa Biodata, status, riwayat status (aktif, cuti, nonaktif, lulus) Tinggi
Akademik Kelas kuliah, KRS, nilai, KHS, transkrip Tinggi
Kelulusan Yudisium, nomor ijazah, tanggal lulus Tinggi
Keuangan Tagihan, pembayaran, tunggakan Sedang sampai tinggi
Pendukung Kuesioner, tracer study, dokumen unggahan Sesuai kebutuhan

Tentukan juga rentang sejarah yang dipindahkan: seluruh angkatan sejak kampus berdiri, atau angkatan aktif saja dengan data lama diarsipkan dalam format yang tetap bisa dibaca.

Fase 3: Bersihkan data

Inilah fase yang paling sering diremehkan, padahal paling menentukan. Masalah yang umum ditemukan:

  • Mahasiswa ganda dengan ejaan nama berbeda.
  • NIK atau tanggal lahir kosong atau tidak valid.
  • Kode mata kuliah lama yang tidak lagi ada di kurikulum.
  • Nilai tanpa kelas kuliah, atau kelas kuliah tanpa dosen.
  • Status mahasiswa tidak sesuai kenyataan.

Bandingkan juga data internal dengan data yang sudah tercatat di PDDikti. Perbedaan yang ditemukan sekarang jauh lebih mudah diselesaikan daripada setelah sistem baru berjalan.

Fase 4: Petakan struktur

Setiap sistem menyimpan data dengan struktur berbeda. Buat dokumen pemetaan yang menjelaskan kolom lama menjadi kolom baru.

Data lama Data baru Aturan transformasi
status = "A" Status: Aktif Kode huruf diubah ke kategori baku
nilai_huruf = "AB" Nilai huruf: AB, bobot sesuai aturan kampus Pastikan skala bobot sama
kode_mk = "MK101" Kode mata kuliah di kurikulum baru Gunakan tabel padanan kurikulum

Dokumen pemetaan harus disetujui staf akademik, bukan hanya tim TI, karena aturan bisnislah yang menentukan kebenaran data.

Fase 5: Uji pindah dan rekonsiliasi

Lakukan migrasi percobaan dengan salinan data, lalu cocokkan angka-angka kunci.

Pemeriksaan Cara mencocokkan
Jumlah mahasiswa per prodi dan per status Sistem lama vs sistem baru vs PDDikti
Jumlah SKS dan IPK sampel mahasiswa Ambil sampel acak dari setiap angkatan
Transkrip sampel Cetak dari kedua sistem, bandingkan baris per baris
Total tagihan dan tunggakan Cocokkan dengan catatan keuangan
Jumlah lulusan per tahun Cocokkan dengan data yudisium dan ijazah

Ulangi uji pindah sampai selisihnya nol atau setiap selisih punya penjelasan tertulis. Migrasi SIAKAD yang lolos tahap ini biasanya berjalan mulus di tahap berikutnya.

Fase 6: Masa paralel dan pelatihan

Jalankan sistem lama dalam mode baca saja dan sistem baru sebagai sistem utama selama masa transisi. Dengan begitu, staf masih bisa memeriksa data lama bila ada keraguan, tetapi tidak ada pencatatan ganda.

Latih pengguna sesuai perannya: staf akademik, operator pelaporan, dosen, dan mahasiswa. Sediakan panduan singkat dan kanal bantuan khusus selama minggu-minggu pertama.

Komunikasi kepada pengguna

Umumkan jadwal perpindahan jauh hari kepada dosen dan mahasiswa: kapan sistem lama berhenti menerima perubahan, kapan sistem baru mulai dipakai, dan ke mana bertanya bila ada kendala. Komunikasi yang jelas mencegah kepanikan, misalnya mahasiswa yang mengira nilainya hilang karena belum terbiasa dengan tampilan baru. Bagi migrasi SIAKAD di kampus besar, pertimbangkan perpindahan bertahap per fakultas.

Fase 7: Serah terima dan penutupan

Setelah masa paralel dan satu siklus pelaporan berjalan lancar:

  1. Lakukan rekonsiliasi akhir.
  2. Ekspor dan arsipkan seluruh data sistem lama dalam format terbuka.
  3. Tutup akses tulis sistem lama secara permanen.
  4. Dokumentasikan pelajaran yang didapat.

Rencana cadangan

Siapkan jalan kembali bila terjadi masalah serius:

  • Cadangan lengkap data lama sebelum migrasi final.
  • Kriteria kapan migrasi dibatalkan atau ditunda.
  • Prosedur darurat bila sistem baru tidak bisa diakses saat masa penting.

Kesalahan yang sering terjadi

Memindahkan data kotor. Masalah lama pindah ke sistem baru, ditambah masalah baru.

Uji coba hanya dengan beberapa data. Kasus khusus seperti mahasiswa pindahan atau cuti berulang tidak teruji.

Sistem lama langsung dimatikan. Tidak ada rujukan saat ditemukan selisih.

Migrasi di tengah semester sibuk. Staf kewalahan dan kesalahan meningkat.

Hak atas data tidak jelas. Penyedia lama mempersulit ekspor data.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama proses migrasi SIAKAD?

Bergantung pada jumlah data, kualitas data lama, dan kesiapan tim. Sisihkan waktu yang cukup untuk pembersihan dan rekonsiliasi, karena dua fase ini paling banyak memakan waktu.

Apakah semua data historis harus dipindahkan?

Tidak selalu. Kampus bisa memindahkan angkatan aktif dan data penting kelulusan, lalu mengarsipkan sisanya dalam format yang tetap bisa dibaca dan dicari.

Bagaimana dengan data yang sudah dilaporkan ke PDDikti?

Data internal perlu dicocokkan dengan data PDDikti sebelum dan sesudah migrasi. Perbedaan perlu diselesaikan sesuai prosedur pelaporan yang berlaku.

Siapa yang menentukan data mana yang benar bila ada perbedaan?

Staf akademik dan pimpinan bidang akademik, berdasarkan dokumen sumber seperti berita acara nilai dan SK yudisium.

Apakah dosen dan mahasiswa perlu dilatih ulang?

Ya. Pelatihan singkat sesuai peran dan panduan tertulis mengurangi pertanyaan di minggu-minggu awal.

ASIS: Pindah ke Sistem Akademik yang Dicatat Sekali, Dilaporkan dengan Rapi

Kampus biasanya memutuskan pindah sistem karena lelah mengetik ulang data untuk pelaporan, mencocokkan selisih dengan PDDikti, dan membayar biaya yang terus naik seiring jumlah mahasiswa.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." ASIS Kampus adalah sistem akademik kampus yang terhubung ke Neo Feeder PDDikti mulai paket ASIS Max, dengan biaya per lembaga, bukan per mahasiswa. Untuk kebutuhan ASIS Kampus yang lengkap, tersedia paket ASIS Ultra dengan harga melalui tim kami. Hak akses diatur per peran, dan data kampus tidak dijual serta tanpa iklan.

Silakan minta demo ASIS Kampus dan bawa daftar kebutuhan migrasi Anda saat berdiskusi dengan tim kami di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.