WAWASAN ASIS

Modul Ajar Bahasa Indonesia Teks Deskripsi SMP

Contoh modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP kelas 7: tujuan, langkah empat pertemuan, teks model, LKPD, rubrik, dan diferensiasi siap pakai.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Contoh modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP di bawah ini dirancang untuk kelas 7 (Fase D) dalam empat pertemuan. Murid tidak hanya membaca teks deskripsi dari buku, tetapi mengamati tempat nyata di sekitar sekolah, mencatat dengan pancaindra, menulis draf, menyunting bersama teman, lalu mempresentasikan hasilnya. Modul memakai kerangka pembelajaran mendalam: praktik pedagogis yang aktif, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar yang nyata, dan pemanfaatan digital secukupnya. Silakan sesuaikan tempat observasi, alokasi waktu, dan contoh teks dengan kondisi sekolah Bapak/Ibu.

Identitas modul

Bagian ini memuat data dasar modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP yang perlu disesuaikan dengan sekolah masing-masing.

Komponen Isi
Satuan pendidikan SMP (contoh: SMP Tunas Harapan)
Mata pelajaran Bahasa Indonesia
Fase/kelas D / VII
Topik Teks deskripsi: tempat di sekitar kita
Alokasi waktu 4 pertemuan (sesuaikan dengan jadwal sekolah)
Moda Tatap muka dengan satu kegiatan observasi di luar kelas

Capaian dan tujuan pembelajaran

Capaian pembelajaran Bahasa Indonesia Fase D mencakup elemen menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis. Modul ini menyentuh keempatnya dengan fokus pada membaca dan menulis. Rujuk dokumen CP resmi terbaru untuk rumusan lengkapnya.

Tujuan pembelajaran:

  1. Murid dapat mengidentifikasi struktur teks deskripsi (identifikasi, deskripsi bagian, simpulan atau kesan) dari teks model.
  2. Murid dapat menemukan kalimat yang memakai pancaindra dan kata-kata yang menggambarkan suasana secara rinci.
  3. Murid dapat menulis teks deskripsi tentang tempat di sekitarnya dengan struktur dan rincian yang tepat.
  4. Murid dapat menyunting tulisan sendiri dan teman berdasarkan daftar periksa.
  5. Murid dapat membacakan atau mempresentasikan teksnya dengan lafal dan intonasi yang jelas.

Dimensi profil lulusan yang dikuatkan: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Persiapan guru

  • Satu teks model (lihat di bawah), dicetak atau ditampilkan.
  • Lembar observasi pancaindra.
  • Izin dan pendampingan untuk observasi singkat, misalnya di kantin, halaman, taman sekolah, atau pasar terdekat bila memungkinkan.
  • Daftar periksa penyuntingan dan rubrik penilaian.

Teks model

Pasar Pagi di Ujung Desa

Pasar pagi di ujung desa kami buka sejak azan subuh berkumandang. Letaknya di tanah lapang dekat balai desa, diapit dua pohon beringin besar.

Begitu masuk, aroma ikan asin dan bawang goreng langsung menyambut. Di sisi kiri, deretan lapak sayur memamerkan kangkung yang masih basah dan cabai merah yang mengilap. Di sisi kanan, seorang ibu penjual kue menata klepon hijau di atas daun pisang. Suara tawar-menawar bersahutan dengan dentang timbangan besi dan klakson sepeda motor yang mencari tempat parkir.

Tanah di bagian tengah pasar sedikit becek, sehingga pengunjung melangkah hati-hati sambil menenteng kantong belanja. Menjelang pukul tujuh, matahari mulai hangat dan pembeli semakin ramai.

Bagi saya, pasar pagi bukan sekadar tempat berbelanja. Di sanalah saya merasakan denyut kehidupan desa yang paling jujur.

Teks ini fiktif dan boleh dipakai bebas di kelas.

Langkah pembelajaran

Pertemuan 1: Mengenal teks deskripsi

Pembuka (10 menit). Guru bertanya: "Kalau teman kalian belum pernah ke kantin sekolah kita, bagaimana cara membuatnya bisa membayangkan kantin hanya dari tulisan?" Murid menjawab bebas, guru mencatat kata kunci di papan.

Inti (55 menit).

  1. Murid membaca teks model secara berpasangan.
  2. Murid menandai kalimat yang berkaitan dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, dan perasaan, memakai warna berbeda.
  3. Diskusi kelas: bagian mana yang termasuk identifikasi, deskripsi bagian, dan kesan.
  4. Guru menjelaskan ciri kebahasaan: kata sifat, kata keterangan tempat, dan perincian.

Penutup (15 menit). Murid menulis satu kalimat deskripsi tentang ruang kelas mereka. Beberapa dibacakan dan diberi umpan balik singkat.

Pertemuan 2: Observasi dengan pancaindra

Pembuka. Guru mengingatkan aturan observasi: tertib, tidak mengganggu orang lain, dan tidak memotret orang tanpa izin.

Inti. Murid dalam kelompok kecil mengamati satu tempat selama sekitar 20 menit dan mengisi lembar observasi.

Pancaindra Yang saya catat
Penglihatan ...
Pendengaran ...
Penciuman ...
Perabaan ...
Perasaan/kesan ...

Kembali ke kelas, kelompok membandingkan catatan dan memilih rincian yang paling kuat.

Penutup. Setiap murid menentukan sudut pandang tulisannya: dari pintu masuk ke dalam, dari kiri ke kanan, atau dari suasana pagi ke siang.

Pertemuan 3: Menulis draf

Inti. Murid menulis draf teks deskripsi 150–250 kata secara mandiri berdasarkan catatan observasi. Guru berkeliling dan memberi umpan balik singkat, terutama pada struktur dan rincian.

Kemitraan pembelajaran. Murid boleh menanyakan nama benda atau sejarah tempat kepada penjaga kantin, penjual, atau orang tua sebagai bahan tambahan.

Pemanfaatan digital. Bila tersedia, murid mengetik draf di perangkat sekolah agar mudah disunting. Bila tidak, tulisan tangan sudah cukup.

Pertemuan 4: Menyunting dan mempresentasikan

Inti.

  1. Murid bertukar draf dengan teman dan memakai daftar periksa: apakah ada bagian identifikasi, apakah setidaknya tiga pancaindra muncul, apakah ada kesan di akhir, apakah ejaan dan tanda baca tepat.
  2. Murid memperbaiki tulisannya.
  3. Beberapa murid membacakan teks di depan kelas. Teman lain menebak bagian tempat yang paling mudah dibayangkan.

Refleksi. Murid menjawab: "Bagian mana yang paling sulit ditulis? Apa yang akan saya lakukan berbeda lain kali?"

Asesmen

Jenis Bentuk Waktu
Diagnostik Pertanyaan pemantik dan satu kalimat deskripsi Pertemuan 1
Formatif Lembar observasi, umpan balik draf, penilaian antarteman Pertemuan 2–4
Sumatif Teks deskripsi final dan pembacaan Pertemuan 4

Rubrik teks deskripsi

Kriteria 4 3 2 1
Struktur Identifikasi, deskripsi bagian, dan kesan lengkap dan runtut Lengkap, sedikit kurang runtut Salah satu bagian kurang jelas Struktur tidak terlihat
Rincian pancaindra Empat atau lebih pancaindra, rinci Tiga pancaindra Dua pancaindra Hanya penglihatan, umum
Pilihan kata Kata sifat dan keterangan tepat dan bervariasi Tepat, kurang bervariasi Beberapa kurang tepat Banyak kata umum
Ejaan dan tanda baca Hampir tanpa kesalahan Sedikit kesalahan Cukup banyak kesalahan Mengganggu pemahaman

Contoh rubrik lain bisa dilihat di artikel contoh rubrik penilaian.

Diferensiasi

  • Murid yang membutuhkan dukungan: kerangka kalimat ("Di sebelah kiri terlihat ..., suaranya terdengar ...") dan bank kata sifat.
  • Murid yang sudah mahir: tantangan menulis dari dua sudut pandang berbeda, atau menambahkan perbandingan suasana pagi dan siang.
  • Pilihan produk: teks tertulis, rekaman suara, atau poster bergambar dengan teks deskripsi singkat.

Pengayaan dan remedial

Pengayaan: murid menulis teks deskripsi tempat bersejarah di daerahnya untuk dimuat di situs atau majalah dinding sekolah.

Remedial: murid memperbaiki satu bagian yang paling lemah dengan bimbingan guru, misalnya menambah rincian pancaindra.

Bila sekolah juga mengajarkan descriptive text di Bahasa Inggris, guru bisa berkolaborasi. Lihat contoh modul ajar Bahasa Inggris SMP descriptive text.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa pertemuan ideal untuk modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP?

Contoh ini memakai empat pertemuan. Sekolah dapat memadatkan menjadi tiga atau memperluas menjadi lima, tergantung jadwal dan kesiapan murid.

Bagaimana jika observasi di luar sekolah tidak memungkinkan?

Gunakan tempat di dalam lingkungan sekolah seperti kantin, perpustakaan, atau taman. Bisa juga memakai foto atau video tempat sebagai bahan pengamatan.

Apakah teks deskripsi harus tentang tempat?

Tidak. Teks deskripsi bisa menggambarkan orang, benda, hewan, atau suasana. Modul ini memilih tempat karena mudah diamati bersama.

Bagaimana menilai penilaian antarteman agar adil?

Gunakan daftar periksa yang jelas dan tidak memakai penilaian antarteman sebagai satu-satunya dasar nilai. Fungsinya terutama untuk umpan balik.

Bolehkah modul ini dipakai untuk kelas 8 atau 9?

Bisa, dengan menaikkan tuntutan, misalnya panjang teks, variasi gaya bahasa, atau gabungan deskripsi dengan unsur narasi.

ASIS: Modul, Nilai, dan Rapor dalam Satu Alur

Menyusun modul ajar Bahasa Indonesia teks deskripsi SMP hanyalah awal. Setelah itu, guru masih harus merekap nilai rubrik, umpan balik, dan hasil penilaian antarteman, yang sering tercecer di kertas dan berkas terpisah sebelum akhirnya diketik ulang ke rapor.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS, menyiapkan soal di bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, lalu nilai masuk ke e-Rapor tanpa diketik ulang. Bahan bacaan dari buku pelajaran pemerintah tersedia di Pustaka, dan aktivitas interaktif bisa dibuat di Studio.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.