WAWASAN ASIS

Modul Ajar Biologi SMA Keanekaragaman Hayati: Contoh

Contoh modul ajar biologi SMA keanekaragaman hayati Fase E: tujuan, pemahaman bermakna, kegiatan 3 pertemuan, asesmen, rubrik, dan diferensiasi.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Modul ajar biologi SMA keanekaragaman hayati berikut disusun untuk Fase E (kelas 10) Kurikulum Merdeka dan bisa langsung diadaptasi oleh guru. Isinya mencakup identitas, tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, kegiatan tiga pertemuan berbasis observasi lingkungan sekolah, asesmen beserta rubrik, serta strategi diferensiasi. Kekhasan modul ini adalah murid belajar dari data yang mereka kumpulkan sendiri di halaman sekolah, bukan hanya dari gambar di buku. Sesuaikan capaian dan alokasi waktu dengan kurikulum operasional sekolah Bapak/Ibu.

Bagian A: Informasi umum

Komponen Isi
Mata pelajaran Biologi
Fase/Kelas E / 10
Topik Keanekaragaman hayati dan upaya pelestariannya
Alokasi waktu 3 pertemuan × 2 JP
Model pembelajaran Inkuiri terbimbing dan pembelajaran berbasis masalah
Sarana Tali rafia, patok, kaca pembesar, ponsel untuk foto, lembar kerja, buku Biologi kelas 10
Target murid Reguler; tersedia dukungan untuk murid yang butuh bantuan dan pengayaan

Kompetensi awal

Murid sudah mengenal ciri makhluk hidup dan konsep sederhana tentang ekosistem dari jenjang sebelumnya.

Bagian B: Komponen inti

Tujuan pembelajaran

Setelah rangkaian pembelajaran, murid dapat:

  1. Membedakan keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis, dan ekosistem dengan contoh dari lingkungan sekitar.
  2. Mengumpulkan dan menyajikan data keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan kecil di lingkungan sekolah.
  3. Menganalisis faktor yang mengancam keanekaragaman hayati di daerah setempat.
  4. Mengusulkan aksi pelestarian sederhana yang dapat dilakukan warga sekolah.

Pemahaman bermakna

Keanekaragaman hayati bukan hanya ada di hutan hujan. Halaman sekolah, sawah di belakang rumah, dan sungai di desa juga menyimpan keanekaragaman yang memengaruhi kehidupan manusia.

Pertanyaan pemantik

  • Mengapa tidak ada dua kucing yang benar-benar sama, padahal jenisnya sama?
  • Berapa jenis tumbuhan yang kamu lewati setiap pagi dari gerbang sampai kelas?
  • Apa yang terjadi pada sawah bila semua burung pemakan serangga hilang?

Bagian C: Kegiatan pembelajaran

Pertemuan 1: Tiga tingkat keanekaragaman

Pendahuluan (15 menit)

  • Guru menampilkan foto beberapa varietas mangga, padi, atau ayam lokal. Murid menebak apa persamaan dan perbedaannya.
  • Guru menyampaikan tujuan dan alur tiga pertemuan.

Inti (60 menit)

  • Murid dalam kelompok berempat mengelompokkan 12 kartu gambar ke dalam tingkat gen, jenis, atau ekosistem.
  • Setiap kelompok mempresentasikan satu kartu yang paling diperdebatkan dan alasan pilihannya.
  • Guru meluruskan miskonsepsi, misalnya anggapan bahwa kucing anggora dan kucing kampung adalah jenis berbeda.

Penutup (15 menit)

  • Tiket keluar: tulis satu contoh keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem yang ada di daerahmu.

Pertemuan 2: Observasi plot halaman sekolah

Pendahuluan (10 menit)

  • Briefing keselamatan dan pembagian lokasi plot (misalnya taman depan, kebun belakang, tepi lapangan).

Inti (65 menit)

  • Setiap kelompok membuat plot 1 m × 1 m dengan tali rafia.
  • Murid mencatat jenis tumbuhan dan hewan kecil yang ditemukan, jumlah individu, dan memotretnya.
  • Data dicatat pada tabel berikut.
No Nama lokal/ciri Kelompok (tumbuhan/hewan) Jumlah individu Foto
1 Rumput teki Tumbuhan 34 Ya
2 Semut hitam Hewan 15 Ya
3 Putri malu Tumbuhan 6 Ya

Penutup (15 menit)

  • Kelompok membandingkan jumlah jenis antarplot. Mengapa plot di dekat lapangan lebih sedikit jenisnya?

Pertemuan 3: Ancaman dan aksi pelestarian

Pendahuluan (10 menit)

  • Guru menayangkan berita singkat tentang alih fungsi lahan atau perburuan satwa di Indonesia.

Inti (65 menit)

  • Kelompok menganalisis data plot dan mengaitkannya dengan aktivitas manusia (diinjak, disemprot herbisida, ditebang).
  • Kelompok merancang satu aksi pelestarian sederhana di sekolah, misalnya pojok tanaman lokal atau larangan menyemprot herbisida di area tertentu.
  • Presentasi singkat 3 menit per kelompok.

Penutup (15 menit)

  • Refleksi tertulis: apa satu kebiasaan yang ingin kamu ubah setelah pembelajaran ini?

Bagian D: Asesmen

Jenis Bentuk Waktu
Diagnostik Kuis 5 soal tentang ciri makhluk hidup dan ekosistem Sebelum pertemuan 1
Formatif Tiket keluar, pengamatan kerja kelompok Setiap pertemuan
Sumatif Laporan observasi dan presentasi aksi pelestarian Akhir pertemuan 3

Rubrik laporan observasi

Kriteria 4 (Sangat baik) 3 (Baik) 2 (Cukup) 1 (Perlu bimbingan)
Data Lengkap, rapi, disertai foto Lengkap, sebagian tanpa foto Kurang lengkap Tidak ada data
Analisis Mengaitkan data dengan faktor lingkungan secara logis Mengaitkan sebagian Analisis dangkal Tidak ada analisis
Aksi pelestarian Realistis, spesifik, ada langkah Realistis, kurang rinci Umum Tidak ada usulan
Kerja sama Semua anggota berperan Sebagian besar berperan Didominasi satu-dua orang Tidak bekerja sama

Bagian E: Diferensiasi

  • Murid yang butuh dukungan: diberi kartu bantu bergambar dan daftar nama lokal tumbuhan umum di sekolah.
  • Murid yang sudah menguasai: menghitung indeks keanekaragaman sederhana dari data plot dan membandingkan antarlokasi.
  • Gaya belajar beragam: laporan boleh berupa tulisan, infografis, atau video pendek.

Bagian F: Lampiran

  • Lembar kerja pengelompokan kartu dan tabel observasi.
  • Bahan bacaan dari buku Biologi kelas 10 terbitan pemerintah.
  • Glosarium: plasma nutfah, endemik, varietas, ekosistem, konservasi in situ dan ex situ.

Tips mengadaptasi modul ajar biologi SMA keanekaragaman hayati

Sekolah di kota padat. Gunakan pot tanaman, taman kota, atau kolam sekolah sebagai lokasi plot.

Sekolah dekat pantai atau hutan. Manfaatkan ekosistem lokal, tetapi pastikan izin dan keselamatan.

Cuaca hujan. Siapkan rencana cadangan berupa analisis foto plot dari angkatan sebelumnya.

Waktu terbatas. Gabungkan pertemuan 1 dan 2 dengan pengelompokan kartu sebagai tugas awal di rumah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah modul ajar biologi SMA keanekaragaman hayati ini wajib diikuti persis?

Tidak. Modul ajar adalah contoh. Guru dapat mengubah urutan, alokasi waktu, dan kegiatan sesuai kondisi murid dan sekolah.

Bagaimana bila sekolah tidak memiliki taman?

Gunakan pot, tepi pagar, atau ajak murid mengamati lingkungan rumah masing-masing sebagai tugas, lalu bandingkan datanya di kelas.

Perlukah murid mengetahui nama ilmiah semua temuan?

Tidak harus. Nama lokal dan ciri yang jelas sudah cukup. Nama ilmiah bisa menjadi tantangan pengayaan.

Bagaimana mengaitkan topik ini dengan kegiatan kokurikuler?

Aksi pelestarian di pertemuan 3 bisa dikembangkan menjadi kegiatan lintas mapel, misalnya bersama Geografi dan Seni Rupa, sesuai rancangan kokurikuler sekolah.

Di mana mencari bacaan pendukung?

Gunakan buku Biologi kelas 10 terbitan pemerintah dan sumber resmi lembaga konservasi.

ASIS: Modul Ajar Tersimpan, Dipakai Ulang, dan Terus Diperbaiki

Guru biologi sering menyusun modul ajar yang bagus, lalu kehilangannya di laptop lama atau tidak bisa membaginya dengan rekan satu MGMP. Setiap tahun pekerjaan yang sama diulang dari nol, dan hasil observasi murid tahun lalu tidak bisa dipakai sebagai bahan pembanding.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Fitur perangkat ajar Kurikulum Merdeka membantu guru menyimpan dan mengembangkan modul ajar biologi SMA keanekaragaman hayati maupun topik lain. Bank soal dengan bantuan AI yang tetap ditinjau guru membantu menyiapkan asesmen, dan nilainya bisa masuk ke e-Rapor Kurikulum Merdeka. Murid juga dapat belajar dari buku Biologi pemerintah di Pustaka ASIS dan mencoba lab interaktif di Studio ASIS.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai susun perangkat ajar yang rapi di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.