WAWASAN ASIS

Contoh Modul Ajar Kelas Rangkap untuk Sekolah Kecil

Contoh modul ajar kelas rangkap kelas 3 dan 4 SD: tema bersama, tujuan berbeda per kelas, pola jadwal guru, tugas mandiri, tutor sebaya, dan asesmen.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Wawasan

Modul ajar kelas rangkap dirancang untuk satu guru yang mengajar dua kelas atau lebih secara bersamaan, kondisi yang umum di sekolah kecil, sekolah di daerah terpencil, atau sekolah dengan jumlah murid sedikit. Tantangannya jelas: guru harus memastikan kedua kelompok tetap belajar sesuai capaiannya, padahal ia hanya bisa mendampingi satu kelompok pada satu waktu. Kuncinya ada pada tema bersama, tujuan pembelajaran yang berbeda per kelas, tugas mandiri yang bermakna, dan tutor sebaya. Berikut contoh modul ajar kelas rangkap untuk kelas 3 dan 4 SD pada mata pelajaran IPAS, lengkap dengan pola jadwal guru dan asesmennya.

Mengapa kelas rangkap butuh modul khusus

Modul ajar biasa disusun untuk satu kelas dengan satu alur. Jika dipakai di kelas rangkap, salah satu kelompok sering hanya diberi tugas mencatat sementara guru mengajar kelompok lain. Modul ajar kelas rangkap justru merencanakan sejak awal apa yang dilakukan setiap kelompok di setiap menit.

Kabar baiknya, Kurikulum Merdeka menyusun Capaian Pembelajaran per fase. Kelas 3 dan 4 sama-sama berada di fase B, sehingga lebih mudah memakai satu tema dengan kedalaman berbeda. Untuk konteks lebih luas, baca implementasi kurikulum di sekolah kecil.

Model kelas rangkap yang umum

Model Penjelasan Cocok untuk
Satu tema, kedalaman berbeda Tema sama, tujuan dan tugas berbeda per kelas IPAS, Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila
Mapel sama, materi berbeda Kelas 3 dan 4 belajar topik matematika masing-masing Matematika
Mapel berbeda Kelas 3 belajar matematika, kelas 4 belajar bahasa Saat materi sulit disatukan

Model pertama paling efisien dan paling banyak dipakai. Contoh di bawah memakai model ini.

Informasi umum

Komponen Isi
Sekolah SD kecil di desa (contoh: SDN Sukamaju 3)
Kelas 3 (9 murid) dan 4 (7 murid)
Fase B
Mata pelajaran IPAS
Tema bersama Tumbuhan di sekitar sekolah
Alokasi 2 pertemuan x 70 menit
Sarana Kebun sekolah, kaca pembesar, lembar kerja, buku IPAS

Tujuan pembelajaran per kelas

Kelas 3:

  1. Mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan (akar, batang, daun, bunga).
  2. Menjelaskan fungsi sederhana setiap bagian.

Kelas 4:

  1. Menjelaskan proses fotosintesis secara sederhana.
  2. Menghubungkan bagian tumbuhan dengan kebutuhannya untuk tumbuh.

Kedua tujuan berada di fase yang sama dan saling melengkapi, sehingga diskusi bersama bisa terjadi di akhir pelajaran.

Pola jadwal guru dalam 70 menit

Menit Kelas 3 Kelas 4 Posisi guru
0–10 Pembuka bersama: pertanyaan pemantik Pembuka bersama Di depan semua murid
10–30 Belajar langsung bersama guru Tugas mandiri: membaca dan menjawab pertanyaan Bersama kelas 3
30–50 Tugas mandiri: menggambar dan memberi label Belajar langsung bersama guru Bersama kelas 4
50–65 Berbagi hasil: kelas 3 menjelaskan bagian tumbuhan, kelas 4 menjelaskan fotosintesis Berbagi hasil Memfasilitasi
65–70 Refleksi bersama Refleksi bersama Di depan semua murid

Pola ini membuat guru mendampingi masing-masing kelompok sekitar 20 menit, sementara kelompok lain tetap aktif.

Langkah pembelajaran

Pertemuan 1

Pembuka bersama (10 menit) Guru membawa satu tanaman utuh dalam pot. "Bagaimana tanaman ini bisa hidup tanpa makan seperti kita?" Murid kelas 3 dan 4 menebak bersama.

Kelas 3 bersama guru (20 menit) Murid mengamati tanaman di kebun sekolah dengan kaca pembesar, menyebut bagian-bagiannya, dan meraba tekstur akar, batang, dan daun.

Kelas 4 mandiri (20 menit) Murid membaca teks pendek tentang fotosintesis dari buku IPAS dan menjawab tiga pertanyaan panduan. Satu murid ditunjuk sebagai ketua kelompok yang menjaga waktu.

Pergantian (20 menit) Guru berpindah ke kelas 4 untuk membahas jawaban dan menjelaskan fotosintesis dengan gambar daun, matahari, air, dan udara. Kelas 3 menggambar tanaman dan memberi label bagian-bagiannya.

Berbagi dan refleksi (20 menit) Murid kelas 3 menunjukkan gambar dan menjelaskan bagian tumbuhan. Murid kelas 4 menambahkan: "Daun itu tempat tumbuhan membuat makanan." Guru menghubungkan keduanya.

Pertemuan 2

Kedua kelas melakukan percobaan sederhana: dua tanaman kecil, satu diletakkan di tempat terang dan satu di tempat gelap. Kelas 3 mencatat perubahan warna dan bentuk daun setiap hari. Kelas 4 menjelaskan penyebabnya dengan konsep fotosintesis. Murid kelas 4 berperan sebagai tutor sebaya yang membantu kelas 3 mencatat pengamatan.

Tugas mandiri yang efektif

Tugas mandiri adalah jantung modul ajar kelas rangkap. Ciri tugas yang baik:

  • Jelas tanpa guru: instruksi tertulis singkat, dengan contoh.
  • Bermakna: bukan sekadar menyalin, tetapi mengamati, menggambar, atau menjawab pertanyaan berpikir.
  • Ada ketua kelompok: murid yang bertugas mengingatkan waktu dan membantu teman.
  • Ada tugas tambahan: kartu tantangan untuk yang cepat selesai.
  • Hasil bisa dibagikan: sehingga tugas mandiri tersambung dengan diskusi bersama.

Asesmen per kelompok

Kelas Asesmen formatif Asesmen sumatif lingkup materi
3 Pengamatan saat menyebut bagian tumbuhan Gambar berlabel dan penjelasan lisan
4 Jawaban pertanyaan panduan Penjelasan fotosintesis dengan diagram sederhana

Catat hasil asesmen per kelas secara terpisah karena tujuan pembelajarannya berbeda.

Tips menyusun modul ajar kelas rangkap

  • Mulai dari tema yang bisa dipelajari dengan kedalaman berbeda.
  • Rencanakan posisi guru menit demi menit.
  • Latih kebiasaan belajar mandiri sejak awal tahun.
  • Gunakan murid kelas yang lebih tinggi sebagai tutor sebaya, bergiliran agar tidak membebani.
  • Tata ruang kelas dengan dua area yang jelas.

Lihat juga pembelajaran berdiferensiasi dan memodifikasi modul ajar siap pakai.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu modul ajar kelas rangkap?

Modul ajar yang dirancang untuk satu guru mengajar dua kelas atau lebih sekaligus, dengan tujuan berbeda per kelas dan pengaturan waktu pendampingan guru.

Apakah kelas yang digabung harus dari fase yang sama?

Lebih mudah jika satu fase, seperti kelas 3 dan 4 (fase B). Kelas dari fase berbeda tetap bisa digabung dengan model mapel atau materi berbeda.

Bagaimana agar kelompok yang mandiri tidak gaduh?

Berikan instruksi tertulis yang jelas, tunjuk ketua kelompok, dan siapkan kartu tantangan untuk yang cepat selesai.

Apakah murid kelas atas boleh menjadi tutor sebaya?

Boleh dan bermanfaat, asalkan bergiliran dan tidak mengorbankan waktu belajarnya sendiri.

Bagaimana mencatat nilai di kelas rangkap?

Catat per kelas sesuai tujuan pembelajaran masing-masing, karena capaian yang dinilai berbeda.

ASIS: Sekolah Kecil Tetap Tertata dengan Satu Sistem

Sekolah kecil dengan kelas rangkap biasanya punya sedikit guru yang merangkap banyak tugas: mengajar dua kelas, menjadi operator, sekaligus bendahara. Administrasi yang terpisah-pisah menyita waktu yang seharusnya untuk merancang pembelajaran.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, generator jadwal pelajaran tanpa bentrok, presensi, dan e-Rapor dalam satu akun. Satu orang bisa punya beberapa peran sekaligus tanpa berganti aplikasi, dan nilai per kelas tetap tercatat terpisah sesuai tujuan pembelajarannya. Bahan ajar tambahan tersedia di Pustaka dan Studio, berguna untuk tugas mandiri kelompok.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.