Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Bolehkah nilai rapor di bawah KKTP? Penjelasan fungsi KKTP, perbedaan nilai rapor dan ketuntasan, cara menulis deskripsi, dan tindak lanjut yang tepat.
Pertanyaan tentang nilai rapor di bawah KKTP hampir selalu muncul menjelang pengolahan rapor. Sebagian guru merasa wajib "mengatrol" nilai agar semua murid tampak tuntas, sebagian lain khawatir nilai rendah akan dipersoalkan orang tua atau Kepala Sekolah. Jawaban singkatnya: dalam Kurikulum Merdeka, nilai rapor di bawah KKTP tidak dilarang. KKTP adalah alat untuk menentukan apakah murid sudah mencapai tujuan pembelajaran, bukan batas minimum yang harus dicapai angka rapor. Yang penting, guru jujur melaporkan capaian dan menunjukkan tindak lanjut yang sudah dan akan dilakukan.
KKTP atau kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah ukuran yang dipakai guru untuk menilai apakah murid sudah mencapai satu tujuan pembelajaran. Bentuknya bisa berupa deskripsi kriteria, rubrik, atau interval nilai. Fungsinya:
Perbedaan dengan KKM di kurikulum sebelumnya penting dipahami. KKM sering diperlakukan sebagai batas angka yang tidak boleh dilewati ke bawah di rapor. KKTP tidak dimaksudkan seperti itu. Panduan pembelajaran dan asesmen dari kementerian menekankan bahwa hasil asesmen dipakai untuk perbaikan pembelajaran. Untuk cara menyusunnya, lihat panduan cara menentukan KKTP.
| Aspek | KKTP | Nilai rapor |
|---|---|---|
| Satuan | Per tujuan pembelajaran | Per mata pelajaran, satu semester |
| Fungsi | Menentukan tercapai atau belum | Melaporkan capaian kepada murid dan orang tua |
| Sumber | Asesmen formatif dan sumatif per TP | Umumnya asesmen sumatif, diolah sesuai kebijakan sekolah |
| Tindak lanjut | Remedial atau pengayaan | Deskripsi capaian dan rekomendasi |
Seorang murid bisa belum mencapai dua dari enam tujuan pembelajaran, tetapi nilai rapornya tetap mencerminkan capaian keseluruhan. Sebaliknya, murid dengan nilai rapor cukup bisa saja punya satu TP yang belum tercapai dan perlu dicatat di deskripsi.
Ada beberapa tekanan yang nyata di lapangan:
Masalahnya, nilai yang dikatrol menghapus informasi penting. Guru kelas berikutnya mengira murid sudah siap, padahal belum. Orang tua tidak tahu anaknya perlu bantuan. Pada akhirnya murid yang dirugikan.
Pada semua kondisi ini, nilai jujur ditambah deskripsi yang jelas lebih berguna daripada angka yang dinaikkan.
Deskripsi rapor Kurikulum Merdeka biasanya memuat capaian yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan. Untuk murid dengan nilai rapor di bawah KKTP, tulis secara spesifik dan membangun.
Contoh kurang tepat: "Ananda kurang dalam matematika dan harus lebih rajin belajar."
Contoh lebih tepat: "Ananda sudah mampu membandingkan pecahan berpenyebut sama. Ananda perlu pendampingan dalam menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda, terutama menyamakan penyebut."
Deskripsi yang baik memberi tahu orang tua apa yang bisa dibantu di rumah.
Nilai di bawah kriteria harus selalu disertai bukti tindak lanjut. Contoh alur:
Remedial tidak harus berupa tes ulang. Yang penting, murid mendapat kesempatan belajar lagi.
Nilai di bawah KKTP pada satu atau beberapa mata pelajaran tidak otomatis membuat murid tinggal kelas. Kenaikan kelas diputuskan berdasarkan kriteria yang ditetapkan sekolah di KOSP dan rapat dewan guru. Baca penjelasan lengkapnya di kriteria kenaikan kelas kurikulum merdeka.
Di sebuah SD negeri, Bu Wulan mengajar matematika kelas 5. Dari 28 murid, tiga murid belum mencapai tujuan pembelajaran tentang operasi pecahan berpenyebut berbeda, bahkan setelah dua kali remedial. Ia tidak menaikkan nilai mereka. Ia mencatat hasil remedial, menulis deskripsi spesifik di rapor, dan menyerahkan catatan kepada guru kelas 6. Guru kelas 6 kemudian memulai semester dengan pengulangan singkat pecahan untuk kelompok kecil itu. Hasilnya, ketiga murid bisa mengejar ketertinggalan di awal semester. Seandainya nilai dikatrol, guru kelas 6 tidak akan tahu ada yang perlu diulang.
Orang tua yang melihat nilai rendah wajar merasa cemas. Siapkan tiga hal saat pembagian rapor:
Dengan cara ini, percakapan bergeser dari "kenapa nilainya rendah" menjadi "bagaimana kita membantunya bersama".
Walaupun prinsipnya jelas, setiap sekolah sebaiknya menyepakati kebijakan pengolahan nilai di KOSP: komponen nilai rapor, cara pembulatan, dan perlakuan terhadap remedial. Kebijakan tertulis melindungi guru dari tekanan mengatrol dan membuat semua guru konsisten. Untuk teknis pengolahan, lihat mengolah nilai rapor kurikulum merdeka.
Tidak dilarang. KKTP adalah alat menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan batas minimal angka rapor. Yang penting ada deskripsi jujur dan tindak lanjut.
Menaikkan nilai tanpa dasar menghapus informasi penting tentang kebutuhan murid. Lebih baik berikan remedial, catat hasilnya, dan laporkan apa adanya.
Tidak. Remedial bisa berupa pembelajaran ulang, tutor sebaya, atau tugas dengan pendekatan berbeda, lalu dinilai kembali.
Tidak otomatis. Kenaikan kelas mengikuti kriteria di KOSP dan keputusan rapat dewan guru.
Sebutkan capaian yang sudah dikuasai, lalu kemampuan spesifik yang masih perlu didampingi, dengan bahasa positif dan konkret.
Guru sering mengatrol nilai bukan karena tidak jujur, tetapi karena tidak punya bukti tindak lanjut yang rapi. Catatan remedial ada di buku pribadi, hasil asesmen formatif tidak tersimpan, dan saat orang tua bertanya, guru sulit menunjukkan prosesnya.
ASIS menyimpan nilai, catatan perkembangan, dan deskripsi capaian di e-Rapor Kurikulum Merdeka yang terhubung dengan profil murid. Guru bisa melihat tujuan pembelajaran mana yang belum tercapai dan mencatat tindak lanjutnya, lalu catatan itu terbawa ke guru berikutnya. Bank soal dengan bantuan AI membantu menyiapkan soal remedial yang tetap ditinjau guru sebelum dipakai.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.