WAWASAN ASIS

Bolehkah Nilai Rapor di Bawah KKTP? Ini Aturannya

Bolehkah nilai rapor di bawah KKTP? Penjelasan fungsi KKTP, perbedaan nilai rapor dan ketuntasan, cara menulis deskripsi, dan tindak lanjut yang tepat.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Pertanyaan tentang nilai rapor di bawah KKTP hampir selalu muncul menjelang pengolahan rapor. Sebagian guru merasa wajib "mengatrol" nilai agar semua murid tampak tuntas, sebagian lain khawatir nilai rendah akan dipersoalkan orang tua atau Kepala Sekolah. Jawaban singkatnya: dalam Kurikulum Merdeka, nilai rapor di bawah KKTP tidak dilarang. KKTP adalah alat untuk menentukan apakah murid sudah mencapai tujuan pembelajaran, bukan batas minimum yang harus dicapai angka rapor. Yang penting, guru jujur melaporkan capaian dan menunjukkan tindak lanjut yang sudah dan akan dilakukan.

Apa sebenarnya fungsi KKTP

KKTP atau kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran adalah ukuran yang dipakai guru untuk menilai apakah murid sudah mencapai satu tujuan pembelajaran. Bentuknya bisa berupa deskripsi kriteria, rubrik, atau interval nilai. Fungsinya:

  • membantu guru menentukan murid mana yang perlu pendampingan,
  • menjadi dasar remedial dan pengayaan,
  • memberi umpan balik yang jelas kepada murid.

Perbedaan dengan KKM di kurikulum sebelumnya penting dipahami. KKM sering diperlakukan sebagai batas angka yang tidak boleh dilewati ke bawah di rapor. KKTP tidak dimaksudkan seperti itu. Panduan pembelajaran dan asesmen dari kementerian menekankan bahwa hasil asesmen dipakai untuk perbaikan pembelajaran. Untuk cara menyusunnya, lihat panduan cara menentukan KKTP.

Nilai rapor dan ketuntasan adalah dua hal berbeda

Aspek KKTP Nilai rapor
Satuan Per tujuan pembelajaran Per mata pelajaran, satu semester
Fungsi Menentukan tercapai atau belum Melaporkan capaian kepada murid dan orang tua
Sumber Asesmen formatif dan sumatif per TP Umumnya asesmen sumatif, diolah sesuai kebijakan sekolah
Tindak lanjut Remedial atau pengayaan Deskripsi capaian dan rekomendasi

Seorang murid bisa belum mencapai dua dari enam tujuan pembelajaran, tetapi nilai rapornya tetap mencerminkan capaian keseluruhan. Sebaliknya, murid dengan nilai rapor cukup bisa saja punya satu TP yang belum tercapai dan perlu dicatat di deskripsi.

Mengapa guru tergoda mengatrol nilai

Ada beberapa tekanan yang nyata di lapangan:

  • kebiasaan lama bahwa nilai di bawah KKM berarti guru gagal,
  • kekhawatiran nilai rendah menghambat murid mendaftar ke jenjang berikutnya,
  • protes orang tua,
  • anggapan bahwa rapor "merah" memalukan sekolah.

Masalahnya, nilai yang dikatrol menghapus informasi penting. Guru kelas berikutnya mengira murid sudah siap, padahal belum. Orang tua tidak tahu anaknya perlu bantuan. Pada akhirnya murid yang dirugikan.

Kapan nilai rapor di bawah KKTP wajar terjadi

  • Murid sudah mendapat remedial, tetapi capaiannya masih di bawah kriteria.
  • Murid sering tidak hadir sehingga bukti belajar terbatas.
  • Murid baru pindah dan materi di sekolah asal berbeda.
  • Murid memiliki hambatan belajar yang belum mendapat layanan memadai.

Pada semua kondisi ini, nilai jujur ditambah deskripsi yang jelas lebih berguna daripada angka yang dinaikkan.

Cara menulis deskripsi yang tepat

Deskripsi rapor Kurikulum Merdeka biasanya memuat capaian yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan. Untuk murid dengan nilai rapor di bawah KKTP, tulis secara spesifik dan membangun.

Contoh kurang tepat: "Ananda kurang dalam matematika dan harus lebih rajin belajar."

Contoh lebih tepat: "Ananda sudah mampu membandingkan pecahan berpenyebut sama. Ananda perlu pendampingan dalam menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda, terutama menyamakan penyebut."

Deskripsi yang baik memberi tahu orang tua apa yang bisa dibantu di rumah.

Tindak lanjut yang harus terlihat

Nilai di bawah kriteria harus selalu disertai bukti tindak lanjut. Contoh alur:

  1. Selama semester: remedial pada TP yang belum tercapai, misalnya pembelajaran ulang dengan cara berbeda atau tutor sebaya.
  2. Sebelum rapor: catat hasil remedial, termasuk jika masih belum tercapai.
  3. Saat rapor: tulis deskripsi spesifik dan sampaikan langsung kepada orang tua.
  4. Semester berikutnya: serahkan catatan kepada guru berikutnya agar pendampingan berlanjut.

Remedial tidak harus berupa tes ulang. Yang penting, murid mendapat kesempatan belajar lagi.

Bagaimana dengan kenaikan kelas?

Nilai di bawah KKTP pada satu atau beberapa mata pelajaran tidak otomatis membuat murid tinggal kelas. Kenaikan kelas diputuskan berdasarkan kriteria yang ditetapkan sekolah di KOSP dan rapat dewan guru. Baca penjelasan lengkapnya di kriteria kenaikan kelas kurikulum merdeka.

Contoh kasus di kelas 5 SD

Di sebuah SD negeri, Bu Wulan mengajar matematika kelas 5. Dari 28 murid, tiga murid belum mencapai tujuan pembelajaran tentang operasi pecahan berpenyebut berbeda, bahkan setelah dua kali remedial. Ia tidak menaikkan nilai mereka. Ia mencatat hasil remedial, menulis deskripsi spesifik di rapor, dan menyerahkan catatan kepada guru kelas 6. Guru kelas 6 kemudian memulai semester dengan pengulangan singkat pecahan untuk kelompok kecil itu. Hasilnya, ketiga murid bisa mengejar ketertinggalan di awal semester. Seandainya nilai dikatrol, guru kelas 6 tidak akan tahu ada yang perlu diulang.

Menyampaikan kepada orang tua

Orang tua yang melihat nilai rendah wajar merasa cemas. Siapkan tiga hal saat pembagian rapor:

  • bukti hasil kerja murid yang menunjukkan capaian dan kesulitannya,
  • penjelasan langkah yang sudah dilakukan sekolah,
  • saran konkret yang bisa dilakukan di rumah.

Dengan cara ini, percakapan bergeser dari "kenapa nilainya rendah" menjadi "bagaimana kita membantunya bersama".

Kebijakan sekolah tetap penting

Walaupun prinsipnya jelas, setiap sekolah sebaiknya menyepakati kebijakan pengolahan nilai di KOSP: komponen nilai rapor, cara pembulatan, dan perlakuan terhadap remedial. Kebijakan tertulis melindungi guru dari tekanan mengatrol dan membuat semua guru konsisten. Untuk teknis pengolahan, lihat mengolah nilai rapor kurikulum merdeka.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah nilai rapor di bawah KKTP dilarang?

Tidak dilarang. KKTP adalah alat menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan batas minimal angka rapor. Yang penting ada deskripsi jujur dan tindak lanjut.

Apakah guru boleh menaikkan nilai agar murid tuntas?

Menaikkan nilai tanpa dasar menghapus informasi penting tentang kebutuhan murid. Lebih baik berikan remedial, catat hasilnya, dan laporkan apa adanya.

Apakah remedial harus berupa tes ulang?

Tidak. Remedial bisa berupa pembelajaran ulang, tutor sebaya, atau tugas dengan pendekatan berbeda, lalu dinilai kembali.

Apakah nilai di bawah KKTP membuat murid tinggal kelas?

Tidak otomatis. Kenaikan kelas mengikuti kriteria di KOSP dan keputusan rapat dewan guru.

Bagaimana menulis deskripsi rapor untuk murid yang belum tuntas?

Sebutkan capaian yang sudah dikuasai, lalu kemampuan spesifik yang masih perlu didampingi, dengan bahasa positif dan konkret.

ASIS: Rapor yang Jujur karena Jejak Belajarnya Lengkap

Guru sering mengatrol nilai bukan karena tidak jujur, tetapi karena tidak punya bukti tindak lanjut yang rapi. Catatan remedial ada di buku pribadi, hasil asesmen formatif tidak tersimpan, dan saat orang tua bertanya, guru sulit menunjukkan prosesnya.

ASIS menyimpan nilai, catatan perkembangan, dan deskripsi capaian di e-Rapor Kurikulum Merdeka yang terhubung dengan profil murid. Guru bisa melihat tujuan pembelajaran mana yang belum tercapai dan mencatat tindak lanjutnya, lalu catatan itu terbawa ke guru berikutnya. Bank soal dengan bantuan AI membantu menyiapkan soal remedial yang tetap ditinjau guru sebelum dipakai.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.